Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

H.ABDUL AZIM
SUARA REVOLUSI.COM-Kepusak ! Kata yang cukup populer di kalangan jamaah haji. Kata itu menjadi cap bagi jamaah haji yang tidak menemukan jalan kembali ke pemondokan (hotel penginapan). Kepusak sepertinya telah menjadi fenomena tersendiri sebagai sisi lain dari perjalanan haji. Kepusak acap menjadi momok menakutkan dan memalukan. Tentu saja setiap jamaah tak mau mengalami itu. Sayangnya, ada saja gara-gara yang bikin Anda kepusak. Meski hanya gara-gara hal amat sepele. Pengaalaman kepusak Yang saya ceritakan ini adalah contoh kasusnya. Waktu itu kami adalah serombongan jamaah, tepatnya semaktab jamaah yang jumlahnya sekitar empat ratusan orang. Pada waktu berangkat melontar, perjalananan kami terebilang lancar. Tapi, ketika dalam perjalanan pulang ke pemondokan Mina, tepatnya selepas terowongan Mina. Kisah kepusak itu bermula. Ketika itu, kami terus saja mengekor petugas pemandu arah jalan, persis seperti waktu berangkat tadi. Saya berpikir, petugas (biasanya para pelajar asal Indonesia) pemandu arah pasti sudah hapal betul semua rute jalan yang akan dilalui. Namun, apa yang terjadi ? Setelah beberapa ratus meter meninggalkan terowongan, tiba-tiba ada salah satu rombongan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yang menempuh jalur lain. Ini, sepertinya membuat sejumlah jamaah jadi gusar dan segera menceritakan hal itu. Saya pun segera mendekati salah seorang teman Anggota DPRD yang ikut dalam rombongan kami. “Lihat itu !” seru saya sambil menunjuk rombongan KBIH yang menempuh rute jalur berbeda. Teman ini langsung bereaksi dengan nada mengolok-kegirangan: “Biarin aja sudah mereka kepusak.” Di antara tawa kecilnya ia sempat berujar: “Rsain… nani jak Jerihn…. !” Lantas, kami tertawa.
Selang beberapa lama, beberapa kilo meter dari terowongan, tiba-tiba ada kejadian mengherankan. Rombongan kami tiba-tiba berbalik arah. Ada apa ini ?! Usut punya usut, ternyata si pemandu telah membawa rombongan kami ke arah rute jalan yang salah. Rute jalan yang benar adalah rombongan KBIH tadi. Jadilah rombongan kami yang ratusan jamaah itu “kepusak”. Saya penasaran, bagaimana sikap teman yang mengejek tadi. Saya langsung menyemprotnya, “Makanya, jangan suka ngeriah-mengejek ! Akibatnya, malah kita yang jadi kepusak sekarang”. Kali ini ia nyengir, “Beeelehn…. Sai surukne jari tukang penunjuk jalan kalo ndak tau jalan”. Lalu, kami tertawa lagi.
Karena yang kepusak sampai ratusan orang, termasuk petugas penunjuk jalan, menjadikan peristiwa tersebut rada aneh dan lucu. Itu sebab, semua anggota rombongan tidak mempermasalahkan kejadian ini. Sebagian besar, termasuk saya, malah menganggap ini lebih sebagai hiburan. Pengalaman kecil namun sangat mengesankan. Tak terlupakan. Tapi, jika kepusak terjadi pada kelompok kecil, tiga sampai lima atau enam orang, apalagi berdua atau sendiri, ini bisa menjadi masalah serius. Bisa menguras keringat karena kecapaian jalan mutar-mutar berjam-jam bahkan berhari-hari sampai tertolong oleh petugas atau teman sesama jamaah untuk menemukan pemondokan. 
Para Penyelenggara Ibadah Haji, terlebih Pengurus KBIH, selalu mewanti-wanti jamaahnya agar tidak kepusak. Sebab, ini tak lagi menyangkut persoalan pribadi, melainkan lebih kepada soal tanggung jawab dan kredibilitas KBIH. Salah satu yang disarankan adalah jangan terlalu sering keluar dari pemondokan (hotel). Atas alasan keamanan (tidak kepusak), Pengurus KBIH tertentu bahkan menerapkan kebijakan keras; “tidak boleh keluar dari pondok” kecuali atas izin pengurus. Tak heran, kalau perkara orang suka keluar pemondokan acap jadi biang pegejuh dan bikin jadi tak akur hubungan antar jamaah sesama rombongan. Dalam kondisi demikian, tentu penguruslah yang turun tangan jadi juru pendamai.
Memasuki Kota Mekah dan Madinah untuk berhaji, apa lagi buat pertama kali, tentu menjadikan Anda seolah berada di dunia baru. Ketika berada di tempat yang bukan jalur rute pulang-pergi ke pemondokan, seolah berada di tempat asing, seolah hilang dari kumpulan sesama rombongan jamaah. Akibatnya, memang menunda pertemuan dengan jamaah di pondok lantas disebut “kepusak”. Kalau mau bijak, kepusak itu adalah proses untuk mengenal lebih banyak tentang dunia baru bernama Mekah dan Madinah. Itu hikmah terbaik yang didapatkan. Lantas, mengapa malu kepusak ?. Wallohuaklam.***
SUARA REVOLUSI.COM-Dalam rangka menyambut tahun baru islam 1439 H, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Loteng bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah akan menggelar berbagai macam kegiatan religi di Benchingah Adiguna Praya yang akan dilaksanakan pada hari rabu tanggal 20 September 2017 ( Malam Kamis ).
Sekretaris Daerah Kab. Lombok Tengah, HM. Nursiah, S.Sos. M.Si pada apel pagi di halaman kantor bupati menyampaikan kepada seluruh PNS lingkup Pemda Lombok Tengah untuk ikut serta pada kegiatan tersebut, Kegiatan tersebut juga akan dihadiri oleh para anak yatim dan doa bersama untuk kemajuan Lombok Tengah yang lebih maju lagi,"imbuhnya.
Ketua panitia yang sekaligus Direktur Pondok pesantren Modern Subulussalaam Gerunung, Muthiara Fachruddin menyampaikan bahwa kegiatan menyambut tahun baru islam 1439 H tahun ini semestinya akan digelar di depan masjis Agung Lombok Tengah, Namun karna berbagai pertimbangan akhirnya dipindah ke Benchingah Adiguna Praya.
Kegiatan Menyambut datangnya tahun baru islam akan dilaksanakan mulai rabu sore sampai malam kamis dengan berbagai macam kegiatan, diantaranya Pembacaan doa akhior tahun, Sholat Magrib Berjamaah, Pembacaan doa Awal tahun, Pembacaan Surat Yasin, Sambutan Bupati dan berbagai persembahan dari para santri Subulussalaam Gerunung.
Peserta dalam acara menyambut tahun baru islam 1439 H ini, melibatkan seluruh siswa dan guru SMP?MTs, SMA/MA dan SMK Negeri/Swasta dalam wilayah kota praya dan kecamatan praya tengah serta masyarakat sekitar, sambung Teteh Muthiara#Jp
Drs H.Lalu Herdan,M.Si
SUARA REVOLUSI.COM- Dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Lombok Tengah Ke 72 tahun 2017, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah demi memeriahkan HUTLoteng Ke 72 tersebut  telah menyiapkan  32 macam rangkaian kegiatan yang akan digelar sebelum dan sesudah hari H ulang tahun yang jatuh pada tanggal 15 Oktober 2017 nanti.
Kegiatan pertama yang akan digelar adalah acara Rahman Rahim Day yang akan dipusatkan di Masjid Agung Lombok Tengah. Acara Rahman Rahim Day nantinya akan mendatangkan seluruh  Anak yatim dan piatu dari semua Desa dan Keluran di gumi Tatas Tuhu Trasne.
Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.Lalu. Herdan. M.Si menyampaikan bahwa kegiatan Rahman Rahim Day juga akan dihadiri oleh Qori Internasional dan Imam besar Mekkah yang rencananya akan datang pada tanggal 13 Oktober 2017. IJp