Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

Lalu Sahdan,Spd
SUARA REVOLUSI.COM- Menjadi sekolah yang berada di daerah terpencil ,tidak berarti harus mengabaikan kesiapan membut Ujian Nasional (UN) yang saat ini sudah berada di ambang pintu. Tidak lama lagi, pertarungan yang akan menentukan nasib siswa-siswi untuk menerima kenyataan lulus atau tidaknya dari sekolah tersebut, akan segera berlangsung. Untuk itu berbagai persiapan saat ini terus dilakukan. Demikian disampaikan, Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 3 Praya Tengah, Lalu Sahdan,Spd pada Selasa (30/3/2015).

Dibangun di jalur yang menghubungkan Desa Batunyala dengan Desa Beraim, sekolah ini termasuk berdiri di daerah yang cukup terpencil. Dengan usia sekolah masih anak-anak, yaitu 11 tahun , sekolah ini berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Lombok Tengah. “Siswa-siswi  disekolah kami ini , diarahkan agar mendapatkan hasil yang maksimal dengan usaha yang optimal. Mengikuti les dan beberapa kali try out ,”katanya.

Les yang diadakan pihak sekolah  lanjut Lalu Sahdan, tidak tanggung-tanggung, dimulai sejak beberapa bulan yang lalu, ketika sekolah lain baru memulai beberapa minggu. Berangkat dari kesiapan sekolah yang telah membangun komitmen bersama komite sekolah dan para wali murid untuk mengizinkan anaknya mengikuti les setelah jam pelajaran berakhir. Dimulai pada pukul 12.30 dan berakhir pada 14.30 setalh jeda salat dan makan.

Pelaksanaan les yang diberikan para guru lanjut Lalu Sahdan, merupakan mata pelajaran yang akan diujikan membuktikan keseriusan sekolah ini mengikuti UN 2015 dengan jujur dan amanah. ‘’Kami hany berharap bisa memberikan yang terbaik bagi siswa, bagi wali murid dan bagi dunia pendidikan Loteng secara umum,’’ ujarnya.

Tidak hanya les atau pelajaran tambahan, ujian percobaan kelulusan atau try out juga tidak tanggung-tanggung dilaksanakan pihak sekolah selama tiga kali. Tetapi  yang lebih menarik dari pelaksaann try out tersebut tandas Lalu Sahdan, siswa tidak serta merta diizinkan pulang setelah menyelesaikan soal, melainkan kembail mengikuti pelajaran setelah itu.

Saat ditanya tentang keluhan siswa khususnya kelas IX mengingat padatnya jadwal yang diberikan sekolah, L Sahdan hanya menimpali dengan senyum dan berkata, ‘’Justru kebanyakan siswa kami yang meminta agar dilakukan hal demikian.  Jadi walau tempat kami terpencil, tapi kami yakin siswa kami siap menghadapi pertarungan (UN,red) ini,’’ pungkasnya. (sr 02)
HL.Gita Isku
SUARA REVOLUSI.COM- Disaat negara sedang diterpa isu korupsi yang menggurita, jauh dari hiruk pikuk keramain , seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Batukliang  justeru melakukan hal yang tidak biasa. Biaya Operasional Kades yang sesungguhnya menjadi haknya, tidak ia ambil namun disumbangkan.

Kades itu adalah Kades Aik Bukak Kecamatan Batukliang, HL.Gita Isku. Dana yang menjadi haknya di Alokasi Dana Desa (ADD) tidak diambilnya namun disumbangkan ke masjid-masjid yang ada didesanya. “Dalam sebulan, terdapat sebesar Rp 3 juta biaya operasional untuk kepala desa, tetapi itu tidak saya ambil,”katanya pada Selasa (31/3/2015).

Dengan jumlah tersebut lanjut HL.Gita Isku, maka pihaknya mengatur pemeberian tersebut dengan cara bergiliran sesuai jumlah masjid yang ada didesa Aik Bukak yakni sebanyak 13 masjid yang tersebar diseluruh dusun. ‘’Jadi masjid di Desa Aik Bukak akan menerima biaya operasional secara bergiliran,”imbuhnya.

Apa yang dilakukanya tersebut lanjut HL.Gita isku, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakanya karena sudah menjadi komitmen dan janjinya sebelum menjabat menjadi Kades. Begitu juga dengan program-program yang lain, akan dilaksanakanya seperti melaksanakan janjinya saat ini.”Jadi sepeserpun saya tidak akan mengambil biaya operasional kades dari ADD itu,”tukasnya.

Bagi HL. Gita Isku, masjid memiliki peranan penting di tengah masyarakat. Keberadaan masjid sebagai tempat ibadah umat Islam harus mendapat perhatian khusus semua pihak. Baik pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. Kemakmuran masjid menurutnya cermin kemakmuran rakyat.”Insyaallah dengan baiknya bangunan mesjid maka hal itu bisa membawa kemakmuran bagi masyrakat,”pungkasnya.(sr 02)
Salah satu Hotel di Kawasan Pantai Selong Belanak
SUARA REVOLUSI.COM- Siapa yang tidak tahu dengan Pantai Selong Belanak yang terkenal dengan keindahan pantai dan lautnya. Pantai yang berada di Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat tersebut menjadi destinasi pariwisata kedua di Lombok Tengah setelah Pantai Kuta. Wisata kuliner dan Surfing dengan ombak yang pas, membuat banyak wisatawan lokal maupun mancanegara banyak memilih berkunjung ke Pantai berpasir putih tersebut.

Sekretaris Desa Selong Belanak Lalu Yahya  pada Selasa (30/3/2015) kemarin menuturkan, bagi warga pulau Lombok, Pantai Selong Belanak bukan tempat yang asing. Tempat ini terkenal karena ciri khas yang dimiliki. Selain itu,  Selong Belanak selalu menjadi lokasi pelaksanaan Bau Nyale selain kawasan pantai Seger yang biasanya digelar antara Februari atau Maret setiap tahunya. “Secara geografis, Pantai Selong Belanak terletak di Barat Daya Loteng. Dari Praya ke Selong Belanak kira-kira memakan waktu sekitar 30 menit. Kalau tiga tahun lalu, jarak tempuh dari Praya ke Selong Belanak bisa sampai satu jam,”terangnya.

Saat ini lanjut Lalu Yahya, jarak tempuh berubah drastis karena akses ke Selong Belanak telah mulus. Perbaikan pertama dilakukan dari Mangkung hingga Selong Belanak. Setahun kemudian baru dilanjutkan hingga Penujak. “Selain melalui Praya atau Penujak, Selong Belanak bisa ditempuh melalui kawasan Pantai Kuta menyusuri daerah perbukitan sembari menyusuri pantai selatan Loteng. Jalan dari Kuta hingga Selong Belanak juga sudah mulus sejak tahun lalu,”ujarnya.

Di Selong Belanak lanjut Lalu Yahya, ada banyak hal yang bisa dinikmati wisatawan. Bagi yang memiliki kantong tebal, bisa menginap di Sempiak Villa milik PT Mitra Alam. Villa tersebut berhadapan langsung dengan Pantai Selong Belanak. Selain menyediakan kamar, komplek Sempiak Villa memiliki restoran yang menyediakan beragam makanan dan minuman. “Mereka yang hanya memiliki kantong pas-pasan juga bisa menikmati ragam ke khasan Pantai Selong Belanak. Bagi pemula olahraga surfing, ombak pantai Selong Belanak merupakan lokasi yang tepat untuk belajar. Ombak setinggi sekitar satu meter berada tidak jauh dari bibir pantai,”imbuhnya.

Wisatawan lokal maupun mancanegara yang belum terlalu fasih berselancar  ungkap Lalu Yahya, biasanya memanfaatkan ombak Selong Belanak sebagai tempat mengasah kemampuan. Hanya saja, di Selong Belanak belum ada penyewaan papan surfing. Sebagian besar membawa papan surfing dari rumahnya atau menyewa di kawasan Kuta. “Meski memiliki ombak yang lumayan besar, pantai Selong Belanak juga pas sebagai tempat rekreasi keluarga. Banyak tempat rindang dan lapang di pinggir pantai. Pinggir pantainya cocok untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat yang ingin menyegarkan otak. Beberapa pengunjung bahkan sering menjadikan lokasi itu sebagai tempat arisan keluarga,”paparnya.

Bagi wisawatan yang gemar mengkonsumsi ikan segar, Selong Belanak bisa menjadi pilihan. Ikan segar biasanya dijual pada pagi atau sore hari dengan harga terjangkau. Jenis ikannya beragam.  Misalnya tongkol, kakap, kerapu dan jenis lainnya.” Pada musim tertentu kita bisa membeli cumi atau udang di tepat ini. Hasil laut bisa dibeli langsung dari nelayan yang baru naik ke daratan. Kebetulan di pinggir Pantai Selong Belanak terdapat perkampungan nelayan,”tutur Lalu Yahya.

Sepertai pantai lainnya, di Selong Belanak imbuh Lalu Yahya, Pantai Selong Belanak juga terdapat beberapa pedagang nasi bungkus, makanan ringan dan ragam minuman. Mereka berjualan di lapak sederhana yang beratapkan ilalang. ‘’Selong Belanak merupakan daerah yang indah. Mau surfing ada, hasil laut juga tersedia. Begitu juga bagi yang ingin mandi di pantai atau kegiatan lainnya,”jelasnya.

Meski memiliki potensi besar, pariwisata di Selong Belanak tidak tumbuh pesat. Penguasaan lahan strategis di pinggir pantai oleh para broker disinyalir menjadi pemicu lambannya pertumbuhan pariwisata. Sejauh ini, baru PT Mitra Alam yang benar-benar sudah membangun. Selebihnya baru sebatas wacana.”Kalau seandainya perusahaan yang lain itu juga membangun, bisa diyangkan seperti apa suasana dipantai selong belanak ini,”pungkasnya.(sr 02)
Ir.H.Pan Rahayu Samsor,.MH
SUARA REVOLUSI.COM- Jumlah Polisi Hutan (Polhut) di Kabupaten Lombok Tengah, tidak sebanding dengan luas hutan yang dimiliki. Akibatnya penjagaan hutan dari berbagai tindak kejahatan tidak bisa dilakukan secara maksimal. Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kehutanan Dan Perkebunan (Dishutbun) setempat, Ir.H.Pan Rahayu Samsor,SH.MH pada Selasa (31/3/2015).

Lombok Tengah lanjut Pan Rahayu, memiliki 23.726,39 hektar hutan yang terdiri dari 3300 hektar hutan produksi yang didalamnya ada HTR,HTI dan yang lainya. Kemudian hutan lindung terdiri dari 11.400.31 hektar yang didalamnya ada HKM dan hutan Konservasi yang terdiri dari 6824 hektar Taman Gunung Rinjani dan sebanyak 21.049,25 hetar Taman Wisata Alam.

Dengan luas hutan yang sedemikian luas tersebut tandas Pan Rahayu, tidak sebanding dengan jumlah Polhut yang saat ini hanya berjumlah 19 orang. “Kalau kita melihat dari sisi luas hutan itu, maka idealnya kita membutuhkan sekitar 50 orang polhut untuk menjaga hutan kita itu,”katanya.

Namun demikian lanjut Pan Rahayu, pemerintah tidak tinggal diam terhadap minimnya polhut tersebut. Telah dibentuk Tim Pengamanan Hutan yang melibatkan sejumlah unsure masyarakat dan pemerintahan dalam rangka lebih meningkatkan pengamanan hutan.”Tim itu terdiri dari semuan unsure Forkopinda seperti TNI dimana semua koramil yang berdekatan dengan hutan jadi anggota timnya, begitu juga polri dan Pol-PP juga masuk tim, termasuk camat,”imbuhnya.

Selain itu tambah Pan Rahayu, disertakan pula pengamanan partisipatif warga sebanyak 20 orang yang disebut “lang-lang” yang bertugas mengamankan hutan diwilayahnya masing-masing. Namun lang-lang tersebut lebih kepada memberikan informasi mengenai bagimana keadaan hutan saat ini.

Sementara untuk mencegah tertjadinya ilegaloging, saat ini ada penambahan personip di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) yang masuk sebagai tenaga kontrak. Hal itu sangat berdampak baik dalam melaksanakan tugas pokok KPHL tersebut.”Alhamdulillah walau jumlah penambahanya 6 orang saja, namun itu sangat membantu dalam meingkatkan kinerja mereka,”pungkasnya.(sr 02)
Ir H.Ibrahim
SUARA REVOLUSI.COM- Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertanak) Lombok Tengah, diduga melakukan penyalah gunaan wewenangnya dalam Program Barigade Tanam tahun 2013 lalu berupa 50 unit Handtraktor senilai Rp.1,5 miliar. Dugaan itu disampaikan Forum Silaturrahmi Untuk Advokasi Petani dan Petani Tembakau (Forsualsipt) NTB pada sejumlah Wartawan Senin (30/3/2015).

Koordinator Forsualsipt, Hamzanwadi menyebutkan, program yang diperuntukkan untuk membuat petani tidak lagi gagal dalam bertani tersebut, kini tidak diketahui rimbanya. 50 unit Hantarktor yang pada tahun 2013 lalu diserahkan ke Gapoktan dan sejumlah kelompok tani tersebut, saat ini tidak diketahui keberadaanya.”Saat ini kami tidak tahu dimana keberadaan Handtraktor itu. Kadis bilang sudah diserahkan ke bagian asset daerah, tapi kami sudah cros cek, belum ada masuk ke bagian asset daerah,”ungkapnya.
Hamzanwadi lebih lanjut menyatakan, kuat dugaan kalau saat melakukan serah terima pada tahun 2013 silam, telah terjadi penyalah gunaan wewenang oleh Kadis Dipsertanak,Ir.HL.Ibrahim. Dimana ia secara sewenang-wenang memberikan bantuan Handtraktor itu kepada Gapoktan atau Kelompok tani.”Pasalnya ketika menentukan siapa penerima Handtarktor itu, kadis dalam melakukan verifikasi tidak melibatkan pihak Provinsi,”tandasnya.

Juklak Junis Program tersebut imbuh Hamzanwadi, Hantraktor tersebut mestinya tidak diberikan secara Cuma-Cuma kepada Gapoktan atau Kelompok Tani. Namun mereka hanya sebagai pengelola, dan para petani yang ingin memamfaatkan Hantraktor tersebut, diharuskan menyewa ke Gakpotan atau kelompok tani yang mengelolanya.”Tetapi faktanya, Handtarktor itu saat ini dikuasi oleh perorangan yang tidak jelas siapa dia. Dimana Hantraktor itu kami juga tidak mengetahuinya,”tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Pertanak Lombok Tengah, Ir.HL.Ibrahim membantah semua dugaan tersebut. Dirinya sama sekali tidak melakukan apa yang dituding kepada dirinya. Pengelolaan bantuan Handtraktor tersebut sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.”Tidak ada seperti itu, sekali lagi kami tegaskan Handraktor itu sudah masuk menjadi asset daerah. Sudah terdaftar dibagian asset,”tegasnya.

Namun saat dikonfirmasi bahwa Bagian Aset telah dikonfirmasi terkait dengan Handtarktor yang dimaksud, dan menyatakan belum ada Hantraktor terkait yang masuk kebagian asset, HL.Ibrahim mengelak dengan manyatakan kalau hasil dari Hantraktor tersebut sudah masuk ke kas daerah.”Tetapi mengenai berapa jumlah hasilnya tentu sangat tergantung dengan intensitas penggunaanya oleh para petani,”ujarnya.

Saat ditanya mengenai dimana Handtraktor itu saat ini disimpan, HL.Ibrahim enggan menyebutkanya. Namun bila petani ingin menyewa atau memamfaatkan Hantraktor itu, maka dipersilahkan untuk menghubugi pihaknya.”Jadi begini saja, bagi petani yang mau menggunakan handtraktor itu silahkan hubungi saya,”pungkasnya.(sr 02)
Resi
SUARA REVOLUSI.COM- Ternyata Instruktur Senam Aerobik termuda di NTB, berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Dia adalah gadis cantik kelahiran Kelurahan Leneng Praya bernama  Iffany Resi Iswandari. Dalam usia yang masih sangat muda dan belum genap 1 tahun, mampu membawa nama NTB masuk ke tingkat Nasional.

Resi, sapaan akrab gadis kelahiran 23 Mei 1998 ini menuturkan, dirinya mampu meraih medali perak dalam bidang senam aerobic yang diadakan oleh Persatuan Senam Indonesia (persani) di Bogor tanggal 15 hingga 22 Februari lalu. ‘’Saya bangga bisa mengharumkan nama sekolah, nama Loteng dan NTB umunya ke kancah nasional,’’ ungkapnya.
Lebih lanjut Resi menyatakan, medali yang ia raih dipersembahkan untuk almarhum ayahnyadan  ibunya juga untuk sekolah tercinta, yaitu SMAN 4 Praya.

Anak pasangan Alm. Ishaq dan Siti Johariah ini ternyata, telah dinobatkan menjadi salah satu instruktur termuda yang dimiliki provinsi NTB. Bidang aerobik  yang ia tekuni sejak duduk di bangku SMP telah menjadikannya sebagai salah satu siswa yang menyumbangkan medali bagi sekolahnya. ‘’Kebetulan saya juga pernah juara II tingkat provinsi ,’’ imbuhnya.

Saat ditanya megenai cita-cintanya, Resi mengungkapkan kalau Ia bercita-cita menjadi seorang guru olah raga. Walau demikian, gadis berparas ayu yang masih duduk di kelas XI ini, memilih mengambil jurusan IPA di sekolahnya karena mencintai pelajaran eksak seperti matematika, fisika dan biologi. “Tetapi walau saya mengambil IPA, dalam hati saya mau menjadi seorang guru yakni guru oleh raga,”pungkasnya.(sr 02)
Muh.Kasim
SUARA REVOLUSI.COM- Potensi besar yang dimiliki Desa Pengadang, mendorong dirinya sebagai Kepala Desa (Kades) terus berbenah  dengan merangukul semua warga guna bersama-sama membangun desa  menuju desa mandiri dan berwibawa. Akibatnya hal itu memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi warga. Usaha sektor riil masyarakat tumbuh dengan baik sesuai harapan. Demikian disampaikan Kades Pengadang Kecamatan Praya Tengah, Muh.Kasim pada Senin (30/3/2015).

Muh.Kasim lebih lanjut mengungkapakn, geliat perekonomian di Desa Pengadang, Kecamatan Praya tengah cukup pesat. Desa yang letaknya berdekatan dengan Pusat Kota Praya ini terus berbenah menjadi pusat bisnis dan pusat lainnya di Kecamatan Praya tengah .Untuk itu ia menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh warga desa Pengadang yang telah bersama-sama menjaga keadaan desa tetap kondusif. “Terimakasih kepada seluruh masyarakat atas peran dan rasa kebersamaan untuk menyongsong kehidupan masyarakat desa Pengadang yang lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut Muh.Kasim menuturkan, Desa Pengadang merupakan salah satu desa di kecamatan Praya tengah yang memilki wilayah cukup luas,  terdiri dari 17 dusun dengan jumlah Penduduk mencapai 10829 jiwa. Dengan semangat kebersamaan ,’’ Satu untuk semua dan semua untuk satu,’’ berbagai program pembangunan desa Pengadang  tengah di jalankan.

Selain bertani sebagai Mata Pencaharian utama lanjut Muh.Kasim, sejumlah usaha mikro juga tengah tumbuh sebagai salah satu penopang kehidupan Masyarakat. Guna tetap menjaga hubungan Silaturrahmi antar sesama warga, Pihak pemerintah desa Pengadang telah memprogramkan acara Zikir Bulanan yang diselenggarakan setiap tanggal Lima di kantor desa Setempat. “kegiatan itu sejauh ini sangat diterima dan selalu dijalankan warga,”imbuhnya.

Sementara,untuk menghidupkan perekonomian dan meransang tumbuhnya wira usaha baru, pihak pemerintah desa Pengadang juga membuat program arisan desa yang melibatkan semua unsur Masyarakat di setiap dusun.’’ Alhamdulillah , Program arisan ini telah mampu menumbuhkan sejumlah wira usaha baru dan menambah modal setiap usaha yang digeluti warga .’’tutur Muh.Kasim.

Selain itu imbuh Muh.Kasim,  dalam waktu dekat pemerintah desa Pengadang juga  akan mengukuhkan Lembaga Bantuan Hukum Desa ( LBHD ) yang dibentuk masyarakat berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pemerintah kabupaten Lombok tengah beberapa waktu lalu. “Pembentukan LBHD dimaksudkan untuk memediasi semua persoalan warga yang terkait masalah hukum dengan mengedepankan semua proses Hukum yang ditetapkan pemerintah,”terangnya.

Muh.Kasim juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan bisa bekerja dengan baik tanpa dukungan seluruh komponen masyarakat. Seseorang yang telah dipilih dan menjabat sebagai kepala desa  maka orang tersebut tidak lagi sebagai seorang pribadi yang bebas. “ Belajar menjadi pribadi yang bertanggung jawab atas pemerintahan dengan meluangkan waktu, perhatian, dan pikiran hanya untuk masyarakat, bukan pekerjaan gampang,”tukasnya.

Kendatai demikian lanjut Muh.Kasim,  pihaknya optimis semua program pembanguan desa Pengadang akan berhasil dengan baik apabila dilaksanakan secara bersma-sama dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada.’’ tugas seberat apapun akan terselesaikan, jika dikerjakana secara bersama-sama,”pungkasnya.(sr 02)
Sabudin
SUARA REVOLUSI.COM- Apa yang dilakukan pemerintah Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat dalam melestarikan ikan patut ditiru desa lain. Pemerintah desa setempat membuat (Peraturan Desa) Perdes yang menjamin kelestarian ikan yakni dengan membentuk Perdes Larangan Penggunanaan Potasium dan Setrum.  Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Bungkate, Sabudin pada Sabtu (28/3/2015) lalu.

Lebih lanjut Sabudin menyatakan,menangkap ikan dengan potasium bisa  membuat sungai tercemar. Ditambah kebiasaan warga menangkap ikan secara sembarangan dengan strum atau racun dan jaring kerap membuat sungai tidak lagi memiliki banyak ikan. “Beberapa cara warga menagkap ikan itu membuat kembang biak ikan terganggu,”katanya.

Untuk itu lanjut Sabudin,  pemerintah desa Bunkate mengekuarkan ide cemerlang dengan  membuat perdes yang tidak memperbolehkan warga menangkap ikan dengan jaring, potasium dan setrum  di wilayah desa tersebut.

Perdes tersebut telah mengubah semua aliran sungai di Desa Bunkate terjaga kelestariannya. Ikan yang sebelumnya tidak dapat berkembang biak dengan baik kini mulai hidup normal dan bisa ditemukan dengan mudah di sejumlah aliran sungai. Bahkan, diselokan kecilpun ikan dapat tinggal dan berkembang biak dengan nyaman. ‘’Ini merupakan salah satu upaya kami mewujudkan  Desa Bunkate sebagai salah satu sentra budidaya ikan di Lombok Tengah,’’ terangnya.

Selain sebagai tempat memelihara ikan jelas Sabudin,  sungai merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya mandi, mencuci, memasak dan sebagainya. “Penangkapan ikan dengan potasium tentu akan menggangu warga yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,”imbuhnya.

Akibat diberlakukanya Perdes tersebut lanjut Sabudin, air sungai  saat ini terlihat jernih. Hampir di setiap saluran irigasi ikan terlihat hidup bebas. Warga tidak canggung menjadikan sungai tempat mandi, mencuci dan meminumkan ternaknya.

Bahakan keinginan warga Bunkate  menjaga kelestarian sungai tersebut ungkap Sabudin,  telah membuahkan hasil. Hampir di setiap  aliran sungai terdapat keramba budidaya ikan sebagai sumber penghasilan. Bunkate kini telah menjadi salah satu pusat budidaya ikan di Loteng. “Sekarang banyak warga yang menyediakan ikan segar. Hal ini menunjukkan kalau sungai habitat sempurna bagi berbagai jenis ikan yang memang harus dijaga dan dilestarikan. Sangat tidak berlebihan kalau Kepala Desa Bunkate sering kali mengajak warganya  tidak menagkap ikan dengan potasium maupun jaring di sungai,”pungkasnya. (sr 02)
M.Tauhid
SUARA REVOLUSI.CO- Saat ini anggota DPRD Lombok Tengah sedang sengit perdebatkan terkait Tata Tertib (Tatib) DPRD yang menyatakan bahwa anggota dewan yang aktif sebagai pejabat struktural pendidikan maka harus mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Hingga saat ini, dewan khusunya yang masuk dalam Panitia Khusus (Pansus) Ranperda DPRD mengenai Kode Etik dan Tata Beracara BK DPRD, belum memiliki kesamaan pandangan terkait hal tersebut. Demikian disampikan salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, M.Tauhid pada Jumat (27/3/2015) lalu.

Perdebatan mengenai hal tersebut lanjut M.Tauhid belum memiliki titik temu, mengingat banyak anggota dewan yang saat ini aktif dalam structural pendidikan yang dimaksud. Misalnya pendidikan dalam sebuah yayasan dan yang lainya.”Kita ketahui bersma, begitu banyak kawan-kawan kita yang saat ini aktif sebagai pengurus dalam suatu yayasan. Ini yang membuat hal ini menjadi a lot,”ungkapnya.

Terlebih maksud dari Struktrural Pendidikan dalam tatib tersebut lanjut M.Tauhid memiliki multi tafsir yang menimbulkan terjadinya perbedaan pendapat terhadap anggota dewan. Apakah yang dimaksud hanya menjadi Kepala Sekolah atau Guru dalam suatu lembaga pendidikan.”Itu yang jadi masalah, apakah itu termasuk guru dan atau hanya bila anggota dewan ini menjadi kepala sekolah saja,”tandasnya.

Bila yang dimaksud termasuk guru dan kepala sekolah dalam suatu lembaga tertentu, maka bisa dipastikan bagi siapapun itu anggota DPRD Lombok Tengah yang saat ini masih aktif menjadi guru, menjadi tata usaha atau bahkan menjadi Kepala Sekolah dalam suatau lembaga pendidikan maka harus mengundurkan diri dari jabatanya di lembaga pendidikan tersebut.”Kalau itu maksudnya ya kita sebagai anggota dewan harus mundur dari jabatan itu,”imbuhnya.

Apa yang tertera dalam tatib dewan itu lanjut M.Tauhid telah sesuai dengan undang-undang. Bahwa sebagaimana pejabat dalam BUMN,BUMD dan bahkan nantinya BUMDes bila telah menjadi anggota dewan maka jabatan diluar jadi anggota dewan itu harus dilepaskan. Hal itu agar dewan yang bersangkutan diharapkan bisa bekerja fokus.”Ini jangan anggota dewan jadi dosen juga. Akibatnya tidak pernah masuk dalam sidang sekalipun, sibuk ngajar,”Sindir M.Tauhid kepada salah seorang dewan yang enggan dia sebutkan namanya. (sr 02)
H.L.Herdan didampingi Kasubag Pemberitaan .Husnan,S.Ip
SUARA REVOLUSI.COM- Kemah Sambang Dese (KSD) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, dipastikan tidak bermuatan politis sedikitpun. Apa yang dilakukan Pemkab, hanya untuk menjaring aspirasi dan ajang evaluasi terhadap seluruh program yang telah dan akan dilakukan Pemkab. Demikian disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Lombok Tengah, HL. Supardan,M.Si dalam Jumpa Pers pada Jumat (27/3/2015) lalu di Press Room kantor Bupati setempat.

H.L.Herdan didampingi Kasubag Pemberitaan .Husnan,S.Ip  pada ksempatan tersebut menandaskan, kegiatan KSD tersebut merupakan program Pemkab yang sudah lama direncanakan namun tertunda pelaksanaanya dan baru kalai ini bisa direalisasikan. “Ini program yang sudah lama diwacanakan, bukan kegiatan dadakan,”katanya.

Untuk itu lanjut L.Herdan, bila ada pihak yang selalu mengkait-kaitkan hal tersebut dengan dekatnya waktu Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang kemudian diopinikan kegiatan itu kental dengan nuansa politis, maka hal itu tidak bisa dihindari.”Tetapi bagi mereka yang berpendapat seperti itu, maka kami undang untuk bersama-sama mengikuti kegiatan ini,”tandasnya.

KSD tersebut lanjut L.Herdan, akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk pertama kali digelar di Zona Utara yang dilaksanakan di Desa Waje Geseng kecamatan Batukliang. Zona Tengah di Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat dan Zona Selatan di Desa Tumpak Kecamatan Pujut. “Untuk diketahui, tidak ada anggaran khsusus dalam kegiatan ini. Seluruh SKPD yang terlibat melakukan kegiatan ini dengan biaya sendiri-sendiri,”pungkasnya.(sr 02).
Drs HL.Normal Suzana
SUARA REVOLUSI.COM- Musabaqah Tilawatill Quran (MTQ) merupakan salah satu ajang silaturrahim warga Lombok Tengah. Dengan adanya pertemuan dalam acara MTQ tersebut, maka warga satu dan yang lain bisa saling mengenal satu sama lainya. Demikian disampaikan  Wakil Bupati Lombok Tengah, Drs.HL.Normal Suzana pada acara penutupan MTQ ke 26 tingkat Kabupaten Lombok Tengah pada Jumat (27/3/2015) lalu di Lapangan Umum Penujak Praya Barat.

Wabup pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh juara untuk semua kategori dan golongan yang dilombakan. Sementara bagi para Qori dan Qriah yang pada tahun ini belum berhasil meraih juara untuk tidak putus asa karena masih ada kesempatan lagi untuk ikut pada MTQ berikutnya.”Untuk yang tahun ini belum berhasil, jangan berkecil hati karena bisa menunjukkan kebolehnya lagi pada MTQ ke 27 yang akan dilaksanakan di kecamatan Pringgarata,”katanya.

Wabup juga menyampaikan, ada beberapa hikmah yang bisa diambil dari pelaksanaan MTQ tahun 2015. Diantaranya sebagai ajang evaluasi bagi para Qori dan Qoriah tentang sejauh mana latihan yang selama ini dilakukan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kemudian sebagai sara untuk meningkatkan iman dan taqwa dengan mempelajari dan mengamalakan isi kandungan Al-Quran.”Kemudian sebagai ajang silaturahmi antara Qori yang satu dengan yang lainya, sehingga sekarang bisa lebih saling mengenal anatara satu dengan yang lainya,”imbuhnya.

Tidak lupa pada kesempatan tersebut, Wabup atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisispasi dalam suksesnya pelaksanaan MTQ tersebut. Baik itu panitia, pihak swasta dan seluruh yang telah mampunyai andil dalam pelaksanaan MT tersebut.”Bagitu juga kepada seluruh masyarakat Lombok tengah khususnya masyrakat Praya Barat yang dengan antusias mengikuti kegiatan ini dan selalu hadir dialapangan ini setiap malam meyaksikan, kami ucapkan banyak terimakasih,”ujarnya.

Kepada seluruh kafilah , Wabup juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Kecamatan Praya Barat ini, ada kekurangan atau pelayanan yang tidak berkenan untuk dimaafkan. Semuanya karena keterbatasan pemerntah daerah dalam melayani para kafilah selama menginap di kecamatan Praya Barat selama MTQ.”Mungkin ada yang kurang sesuai dengan keinginan dalam pelayananan selama disini, kami mainta maaf dan sampai jumpa pada MTQ yang ke 27 mendatang,”pungkas Wabup.(sr 02)
Wakil Bupati Loteng,Drs HL.Normal Suzana meyerahkan Piala Bergilir kepada peraih juara umum dalam rangka MTQ ke XXVI Tingkat Kabupaten Loteng.
SUARA REVOLUSI.COM-Kecamatan Praya Barat, akhirnya raih juara umum Musabaqah Tilawatill Quran (MTQ) ke 26 tahun 2015 tingkat Kabupaten Lombok Tengah. Keputusan tentang juara-juara dalam MTQ tersebut  disampaikan pada acara penutupan MTQ pada Jumat (27/3/2015) lalu di Lapangan Umum Penujak Praya Barat.

Dihadapan ratusan warga yang hadir pada malam penutupan MTQ yang digelar sejak 21 Maret tersebut, Sekretaris Dewan Hakim MTQ ke 26 Lombok Tengah H.Sabarudin Abdurrahman,S.Pd.I  menyampaikan, dipandang perlu menetapkan peserta terbaik  dan harapa I,II dan III untuk semua cabang dan golongan.

Selain itu, nama-nama yang ditetapkan tersebut lanjut H.Sabarudin,  telah memenuhi syarat  sebagai peserta terbaik dan harapan.  Maka melalui Surat Keputusan (SK) Dean Hakim Nomor :02/DH.MTQ-XVI/LTH/2015 tentang peserta terbaik dan harapan, ditetapkan sejumlah nama sebagai peserta ternaik dan juara harapan.”Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan bahwa keputusa ini tidak dapat diganggu gugat,”tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dewan Hakim  juga menyebutkan seluruh peserta terbaik dan arapan semua cabang dan golongan. Adapun golongan yang dilombakan antara lain, Tartil, Anak-anak, Cacat Netra, Remaja, Qiraat Mujawwad, 1 Juzz dan Tilawah, 5 Juz dan Tilawah, 10 Juz, 20 Juz, 30 Juz, Tafsir Bahasa Arab, Tafsir Bahasa Indonesia, Tafsir Bahasa Inggris, FQ Umum, SQ Umum, Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer dan M21Q. 

Setelah mengumumkan semua juara terbaik dan harapan tersebut H.Sabarudin kemudian menyampaikan juara umum MTQ ke 26 tahun 2015.” Jadi juara umunya yakni Kecamatan Praya Barat dengan nilai 64 sebagai juara Pertama, kemudian Kecamatan Praya dengan nilai 50 sebagai Juara kedua dan Kecamatan Jonggat dengan nilai 45 sebagai juara ketiga,”imbuhnya.

Untuk itu lanjut Sekretaris Dewan Hakim, kecamatan Praya Barat menjadi untusan yang mewakili Kabupaten Lombok Tengah dalam MTQ tingkat Provinsi NTB yang akan digelar di Kota Bima dalam waktu dekat.

Usai pembacaan seluruh juara dalam semua golongan dan mata lomba, Wakil Bupati LombokTengah, Drs.HL.Normal Suzana didampingi Sekda Lombok Tengah, Drs.HL.Supardan,MM, Kemenag Praya,Drs.HL.Nasri Anggara, Sekretaris LPTQ hl.Fathul Bahri,S.Ip dan Koordinator Dewan Hakim, Drs.HL.Khaerdin menyerahkan hadiah berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan. (sr 02)
Pasar ternak Batunyale Kabupaten Loteng,NTB
SUARA REVOLUSI.COM- Kegaduhan suara orang-orang yang ramai, ditambah lagi suara sapi, kerbau dan kambing, bahkan sesekali suara kokok ayam, merupakan hal yang biasa. Bahkan semakin gaduh suara-suara itu, membuat orang-orang yang berada ditempat  itu semakin bersemangat. Yang unik, semakin sore semakin banyak saja orang-orang yang berdatangan dan melakukan transaksi. Begitulah suasana di Pasar Ternak Desa Batu Nyale Kecamatan Praya Tengah.

Pasar ternak yang merupakan pindahan dari pasar ternak yang sebelumnya berada di Kota Praya tersebut, saat ini semakin menggeliat sebagai salah satu pusat perekonomian bagi para petani ternak di Lombok khusunya Lombok Tengah.  Apalagi harga ternak sapi yang lumayan  tinggi bulan ini, membuat aktivitas pasar ternak di Desa Batunyala semakin ramai. “Alhamdulilah, pasar ini sudah dikenal keseluruh penjuru pulau Lombok. Semakin ramai saja yang datang untuk menjual atau membeli ternak ke pasar ini,”ujar H.Romdah (44) peternak asal Desa Kawo Pujut saat ditemui ketika berada di Pasar tersebut Sabtu lalu.

Pasar yang beroperasi setiap hari sabtu tersebut lanjut H.Romdah, ramai dari pagi hingga malam hari. Khusus pagi hinga siang hari untuk  ternak jenis kambing. Sedangkan ternak besar seperti sapi dan kerbau mulai diperjual belikan usai sholat Asar  hingga menjelang Isak. Satu hal yang unik di pasar ini, transaksi jual beli sapi maupun kerbau justru lebih ramai menjelang magrib. “Selain itu, harga juga lebih murah.  Pemilik ternak yang sudah terlanjur membawa ternaknya ke pasar, enggan membawa pulang ternaknya sehingga melego barangnya dengan harga yang lebih murah kalau malam sudah menjelang,”ungkapnya.

Warga lainya, H.Samsudin (50) peternak asal Teratak Batukliang Utara, justeru menyoroti soal bau yang menjadi khas dari pasar ternak tersebut. Di pasar ternak Batunyala itu, bau pesing akibat kotoran ternak merupakan hal biasa.  Aroma yang kurang menyengat tidak menjadi masalah bagi pelaku bisnis di tempat itu.  “Tetapi keramaian di pasar ini membuat ruas jalan  Provinsi  yang menghubungkan Praya dengan Keruak kerap macet pada hari Sabtu.  Berbagai jenis kendaraan pengangkut ternak parkir di pinggir jalan. Ini kira-kira bagaimana ya cara mengatasinya,”ujarnya.

Namun demikian Lanjut H.Samsudin, kemacetan menjadi pertanda ramaianya aktivitas di dalam pasar. Maklum pasar itu merupakan pasar ternak terbesar di Lombok Tengah. Bahkan oleh sebagian orang diklaim sebagai pasar ternak teramai di pulau Lombok.

Pantauan langung dipasar Ternak Batu Nyala pada Sabtu lalu, tampak truk-truk pengangkut ternak berdatangan silih berganti. Ternak tersebut datang dari berbagai daerah di Lombok. Diantaranya Loteng, Lobar dan Lotim.

Yang unik,  dalam bertransaksi , khususnya ketika terjadi jual beli sapi. Proses tawar menawar hewan tidak seperti biasanya. Makelar mematok harga dengan menunjukkan jari kepada calon pembeli. Dua jari untuk Rp 2 juta, lima jari untuk Rp 5 juta dan seterusnya. ‘’Pedagang dan pembeli sudah terbiasa dengan isyarat dalam transaksi,’’ terang salah satu saudagar sapi, H.Jamil asal Desa Mujur Praya Timur.

Ramainya pasar ternak Batunyala setiap hari pasaran mendatangkan berkah bagi warga sekitar. Sejumlah lapak pedagang musiman milik masyarakat sekitar pasar tumbuh di beberapa tempat. Tidak itu saja, masyarakat mendulang keuntungan dengan cara menarik retribusi parkir dari semua jenir kendaraan yang parkir di tempat yang telah disediakan. “Kami pedagang kecil mendapat hasil lebih pada setiap hari sabtu saat berjualan dipasar ini. Saya hanya jualan nasi bungkus, kopi dan kadang mie rebus. Kalau hari biasanya hanya dapat dua sampai tiga ratus ribu, tapi saat sabtu bisa sampai dua jutaan,”tutur salah seorang pedagang kaki lima, Hamidah (30) warga Desa Batu Nyala. (sr 02)
Pesona Pantai Selong Belanak
SUARA REVOLUSI.COM- Hingga saat ini ,pengembangan kawasan wisata pantai Selong Belanak masih monoton. Selain disebabkan masih minimnya sarana,Pengembangan  potensi wisata pantai yang terkenal keindahanya hingga manca negara ini, belum dikelola maksimal disebabkan investor yang ingin membangun masih setengah hati. Demikian disampaikan Kepala Desa (Kades) Selong Belanak Kecamatan Praya Barat, Nurtasim pada Kamis (26/3/2015) kemarin.

Menurut Nurtasim, pengembangan kawasan wisata pantai Selong Belanak terkendala kurangnya sarana,penginapan, restoran dan penunjang lainnya. Padahal ,siapa yang tidak kenal keindahan pantai dengan hamparan pasir putih dan kelilingi bukit tersebut. “Pantai selong ini sudah terkenal ditingkat internasional, namun sarana penunjang sangat minim sekali,”ungkapnya.

Dinyatakan kades, masih minimnya sarana seperti penginapan dan lainya menyebabkan ,setiap musim liburan , banyak wisatawan yang kecewa karena tidak mendapat penginapan.  ‘’Kami berharap fasilitas pendukung diusahakan pemerintah daerah supaya pariwisata di Selong Belanak semakin ramai. Investor yang sudah masuk Selong Belanak hendaknya segera ditekan agar segera membangun,’’ujarnya.

Selong Belanak memiliki garis pantai sepanjang 18,20 km. 70 persen lebih diantaranya sudah dikuasi investor. Disatu sisi, belum ada tanda-tanda investor akan membangun. Hal ini yang membuat pariwisata Selong Belanak sulit berkembang seperti yang diharapkan. “Masalah besar namun tidak ditanggapi serius oleh pemerintah, mejadi penyebab utama pariwisata selong belanak masih jalan dtempat. Yakni banyaknya broker tanah yang mengaku investor yang sejak puluhan tahun menguasai lahan namun tidak juga mulai membangun,”pungkasnya.(sr 02)
HM.Ruslan menunjukkan STNK Motor yang hilang
SUARA REVOLUSI.COM- Apes nian nasib pegawai camat yang satu ini. Saat dirinya tengah sibuk rapat terkait tugasnya sebagai salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Dinas Koperasi Dan Perdagangan (Diskoperindag) Lombok Tengah, motor vixion miliknya yang diparkir bersama kendaraan pegawai lainya raib diduga digondol Pencuri Sepeda Motor.

Itulah yang dialami Kepala Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan Kantor Camat Batukliang, HM.Ruslan,S.Ip. Setelah sekitar 20 menit rapat disalah satu ruangan di Kantor Diskoperindag kamis kemarin, motor miliknya yang sebenarnya dibelikan untuk anaknya tersebut, sudah tidak ada ditempat ia parker tadi.”Hanya sekitar 20 menit kita rapat,hendak saya pulang motor saya lihat ditempat saya parker itu sudah tidak ada. Padahal saya merasa parkiran itu cukup aman,”katanya.

Selain itu, motornya ketika diparkir lanjut HM.Ruslan, dalam keadaan terkonci stang. Yang ia tidak habis piker baru hanya sekitar 20 menit ia meninggalkan motornya itu namun sudah hilang dan tidak diketahui oleh satupun pegawai mengenai adanya orang yang melihat peristiwa pencurian tersebut.”Saya sangat wasapada, dirumah saya selalu mengunci stang dan menggeboknya. Tetapi tadi karena saya mengira aman makanya tidak saya gembok rodanya,”imbuhnya.

Namun, HM.Ruslan mengaku pasrah dengan hilangnya motornya itu. Karena motor itu masih dalam masa kredit dan belum lunas. Ia melaporkan kehilangan ke polisi hanya sebagai syarat untuk mengklaim asuranya dari pihak dealer.”Saya baru sekitar 6 bulan mencicilnya. Melaporkan ini hanya untuk klaim asuransi saja, maklum motor kreditan,”pungkasnya ditemui di Mapolres Lombok Tengah ketika sedang melaporkan kejadian kehilangan yang dialaminya pada Kamis (26/3/2015) kemarin.(sr 02)
Shakinah
SUARA REVOLUSI.COM- Kisah pilu tentang Ibu Rumah Tangga yang mendapat tekanan dari suami terus terjadi di Lombok Tengah. Berbagai cara para aktifis perempuan seakan tidak berarti apa-apa dalam menekan kejadian yang membuat perempuan terus menjadi korban tersebut. Kali ini Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), menimpa seorang warga Desa Jago Kecamatan Praya. Oleh suaminya, ia dipukul dan dicekik sehingga lebam dan mengalami sakit dalam.

Peristiwa itu dialami Shakinah (44) warga dusun Batu Mulik Desa Jago Kecamatan Praya Lombok Tengah. Dugaan penganiayaan yang dilakukan suaminya tersebut tutur Shakinah terjadi pada tanggal 23 maret lalu. Dimana saat itu, suaminya yang bekerja sehari-hari sebagai pekerja emas gelondongan di Sumbawa pulang kerumahnya di jago. Sebelum kejadian itu, suaminya yang memang ringan tangan itu sudah lebih dari seminggu berada dirumah.”Nah tanggal 23 itu, suami saya berencana akan berangkat lagi ke Sumbawa namun tidak ada ongkos yang cukup untuk kesana,”katanya mengawali cerita saat melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Mapolres Lombok Tengah, Kamis (26/3/2015).

Mengatasi masalah itu lanjut Shakinah, setelah berdiksusi dengan suaminya , disepakati kalau mereka akan meminjam uang kesalah satu sanak keluarga dan yang akan pergi pinjam uang adalah putrinya. Nah saat putri semata wayangnya hendak berangkat pergi meminjam uang itulah, peristiwa yang membuat ia tidak tahan lagi dengan perlakuan kasar suaminya itu terjadi.”Hanya gara-gara saya mengusap mata saya, suami saya itu mengira kalau saya nangis. Ia rupanya tidak suka melihat saya menangis sedih saat meihat putri saya pergi pinjam uang,”tuturnya.

Saat ia membantah dituding menangis itulah lanjut Shakinah, suaminya itu menghantam wajahnya dengan kepalan tanganya yang kekar, hingga ditepi bibir bagian atasnya terlihat lebam membiru. Bukan itu saja, lengan, punggung dan dadanya juga berkali-kali terkena pukulan keras tangan suaminya itu. Tak pelak saat itu membuat dirinya merasakan kesakitan yang luar biasa diulu hatinya.”Lihat jari-jari tangan saya juga terluka karena kuku-kuku tanganya atau entak karena apa. Yang jelas saya saat itu sangat tidak berdaya tidak mampu melawanya,”imbuhnya.

Untuk itulah Shakinah akhirnya memutuskan melaporkan suaminya ke Polisi pada Kamis sekitar pukul 11.00 wita kemarin.  Yang tragis usai puas menyiksa dirinya, sang sumai kemudian menyatakan kalau drinya diceraikan setelah sekitar 7 tahun berumah tangga. Dimana selama itu, nafkah lahir sering tidak diberikan untuk menghidupi dirinya dan anaknya.”Saya selama ini bahkan hampir tidak pernah diberi nafkah lahir maupun batin. Ditambah lagi sering memukuli saya, saya sudah sangat tidak tahan dengan rasa sakit hati saya ini. Makanya saya melaporkan hal ini ke polisi, saya sudah tidak tahan,”tandasnya.(sr 02)
Lalu Haris Munandar
SUARA REVOLUSI.COM-Berakhirnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) menyisakan sejumlah persoalan. Nasib para Fasilitator Keuangan dan Fasilitator Teknik baik Kabupaten dan kecamatan yang habis kontrak setahun sekali ini juga belum jelas. Apalagi, dengan diberlakukannya UU Desa, dimana dana Rp 1,4 miliar dari APBN langsung turun ke desa dan tidak transit di UPK untuk pembangunan fisik melalui dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) lagi.

Kepala BPMD Kabupaten Lombok Tengah,Haris Munandar  pada Rabu (25/3/2015)  menegaskan, belum lama ini pihaknya menerima surat dari kementrian desa yang isinya sejumlah program PNPM di Kecamatan masih bisa dilanjutkan.‘’Saya tidak hafal secara rinci bunyi suratnya.Tapi intinya program PNPM yang ada akan dilanjutkan,’’kata Haris.

Sementara sejumlah fasilitator perogma ini mengungakpkan ,sebelumnya, habis kontrak bisa diperpanjang lantaran masih menerima program pendampingan, namun kontrak yang habis sejak 31 Desember lalu masih menggantung.

Sementara itu,kasi BPMD Kecamatan BKU H Mahrif mengatakan , nasib para fasiliitator memang dilematis setelah habis kontrak. Berbeda dengan pengelola UPK, meskipun pemerintahan berakhir, nasibnya masih berlanjut karena perguliran uang terus berjalan utamanya di simpan pinjam perempuan (SPP). ‘’Masih banyak tunggakan warga pada program ini.Agar legalitas UPK jelas,pemerintah harus segera memberikan solusi,’’katanya.

Sementara, BLM yang biasa berkontribusi 75 persen untuk pembangunan fisik ke desa-desa terancam hilang, mengingat amanah UU Desa yang mengguyur infrastrukturnya langsung ke desa sebesar Rp 1,4 miliar. (sr 02)
Ujian Nasional
SUARA REVOLUSI.COM- Seperti lirik lagu artis POP Indonesia Agnes Monica berjudul Pernikahan Dini, begitulah umpama kejadian yang sering menimpa para pelajar khususnya di Lombok Tengah,NTB. Entah apa penyebab hal itu terjadi, yang pasti membuat sejumlah sekolah mulai melakukan berbagai langkah mencegah agar anak didiknya tidak menikah sebelum mereka benar-benar tamat sekolah. Salah satunya yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Praya. Seringnya siswa yang menikah sebelum tamat, membuat sekolah itu kini membuat peraturan agar hal itu tidak terjadi lagi.

Kepala SMPN 3 Praya,Muhrim,S.Pd  menyatakan, warning tidak menikah tersebut bahkan harus dilakukan sebelum Ujian Nasional (UN) dilaksanakan. Bahkan  jauh hari ,pihak sekolah telah membuat peraturan sekolah termasuk sangsi berupa denda bagi yang melanggar aturan. ‘’Selain harus mengganti dana yang pernah diberikan sekolah,siswa yang menikah sebelum UN juga dikenakan denda yang jumlahnya sudah disepakati semua wali murid,’’ujarnya.

Selain itu Muhrim menyampaikan,  dalam menghadapi UN pihaknya menekankan peran dan dukungan orangtua sangat menentukan keberhasilah anak dalam menyelesaikan pendidikan. Sementara sebagai persiapan,selain menggelar try out ,pihak sekolah juga akan menggelar doa bersama sebagai agenda rutin menjelang UN. “Doa bersama jelang UN juga merupakan tradisi kami disekolah ini yang akan kami laksanakan sebelum UN benar-benar dilaksanakan,”imbuhnya.

Pihak sekolah lanjut Muhrim, pada doa bersama jelang UN tersebut, para wali murid khususnya ibu-ibu mereka juga diharapkan iut berdoa secara bersama-sama dengan para putra dan putrinya untuk berdoa. Namun tentu, doa bukanlah usaha utama untuk meraih sukses dalam UN, namun belajar dengan tekun dan tepat tetap menjadi senjata uta,a menghadapi UN ‘’Setiap tahun orangtua siswa antusias mengikuti program ini . Bahkan ada dari mereka yang melakukan konsultasi langsung terkait dengan persiapan UN. Ini menjadi bukti bahwa kita semua tidak ingin melihat anak-anak gagal,”pungkasnya.(sr 02)
HM.Mayuki,S.ag
SUARA REVOLUSI.COM- Hingga saat ini, partai masih terus menjajaki para Bakal Calon (Balon) Bupati yang hendak maju dalam perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu yang tengah intens melakukan komunikasi dengan para Balon itu yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sekretaris PPP Kabupaten Lombok Tengah, HM.Mayuki,S.ag  pada rabu (25/3/2015) menyatakan, salah satu Balon yang saat ini berkomunikasi Intens dengan PPP yakni salah seorang Kades yang sudah siap untuk maju mencalonkan diri sebagai Calon Bupati periode berikutnya. Bahkan dari hasil komunikasi itu, sang kades tersebut telah menunjukkan keseriusanya.”Bahkan kades kita yang mau maju ini sudah gelar Deklarasi sebagai bentuk pembuktian bahwa ia serius,”katanya.

Bahkan kades yang saat ini masih aktif menjadi Kades di Desa Mertak Kecamatan Pujut tersebut tandas Mayuki, telah melakukan pendaftaran secara resmi ke partai berlambang Ka`bah tersebut. Namun selain Kades mertak H.Bangun, sejumlah balon lainya juga terus intensif melakukan komunikasi dengan partai tersebut.”Tetapi ada 3 balon lain yang juga terus melakukan komunikasi dengan kita dan bahkan juga sudah mendaftar,”imbuhnya.

Selain PPP, Partai lainya yakni PKS juga tidak kalah sibuknya dalam menjaring Balon. Namun, tidak seperti partai yang lain, PKS malah sibuk menjaring Balon untuk Balon Bupati dan bukan Balon Wakil Bupati. Karena kader PKS sendiri memastikan diri akan ditempatkan sebagai Balon Wakil Baupati.”Kalau kita hanya menjaring Balon Bupati, untuk Balon Wakil Bupati akan kita tempatkan Kader PKS sendiri,”ungkap salah seorang Kader PKS Humaidi,ST ditemui terpisah kemarin.

PKS menempatkan kadernya cukup sebagai balon Wakil Bupati tandas Humaidi, hal itu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh kader-kader PKS.  Karena menurutnya, PKS selalu berfikir dan mempertimbangkan untuk menempatkan orang sesuai dengan kemampuanya.”Kita berfikir realistis, apa mamfaatnya kita memaksakan kaders sendiri sebagai Calon Bupati kalau faktanya dia tidak mampu baik secara financial maupun yang lainya,”pungkasnya. (sr 02)
Suasana Penerimaan 4 DPRD Dari 4 Kabupaten Kungker Ke DPRD Loteng,NTB
SUARA REVOLUSI.COM- Banyaknya prestasi dan potensi yang dimiliki Kabupaten Lombok Tengah dalam berbagai bidang pembangunan, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari 4 Kabupaten memilih melakukan kunjungan kerja ke DPRD Lombok Tengah.  DPRD dari 4 kabupaten itu, diterima secara bersamaan oleh DPRD Lombok Tengah pada Rabu (25/3/2015)  diruang Sidang Utama gedung DPRD Lombok Tengah.

Adapun 4 DPRD tersebut yakni DPRD kabupaten Merangin Provinsi Jambi, DPRD Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, DPRD Kabupaten Lampung Provinsi Lampung dan DPRD Ogan Komiring Ulu (Oku) Sumatera Selatan.  Mereka rata-rata tertarik dengan bagaimana Lombok Tengah mengelola potensi pariwisata, pertanian dan mengelola berbagai macam pemabngunan berbagai infrastruktur di Lombok Tengah.

Salah satu ketua Rombongan yakni ketua rombongan komisi II DPRD Kabupaten Merangin Subhan,SE menyatakan, pihaknya tertarik kungker ke Lombok Tengah untuk sharing mengenai bagaimana DPRD Lombok Tengah memberikan dukungan dan legalitas terhadap berbagai macam pembangunan khususnua dibidang pertanian, Hultikulturan dan Ketahanan Pangan.”Seperti kita ketahui melalui media, beberapa waktu lalu Lombok Tengah telah mencanangkan sebuah wilayah sebagai pusat pengembangan Hultikultura, nah bagaimana hal itu bisa diwujudkan,”katanya.

Selain itu, pariwisatanya yang oleh Presiden telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Sehingga Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) diwacanakan pemeritah pusat ditempatkan di Lombok Tengah ini. Apa yang diraih tersebut menurut Subhan merupakan sesuatu yang hingga saat ini belum bisa diraih oleh sejumlah daerah di Indoensia.”Bagaimana Legeslatif dan Eksekutif bersinergi dalam meriah semua itu, saya rasa itulah kira-kira pokok utama yang ingin kami ketahui. Selebihnya nanti akan berkembang saat kita diskusi,”imbuhnya.

Sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari DPRD masing-masing kabupaten tersebut, Ketua DPRD Lombok Tengah, H.A.Fuaddi,FT.SE yang langsung menerima kedatangan 4 DPRD dari Kabupaten yang berbeda tersebut, melanjutkan dengan sesi diskusi. Kepala SKPD terkait seperti Kadis Pertanian dan Peternakan, Ir.H.Ibrahim, Kadis PU-ESDM, HL.Rasyidi,ST dan Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, HL.Putria, Spd,Mpd. (sr 02)
Pengolahan Makanan berbahan dasar rumput laut.
SUARA REVOLUSI.COM- Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata memiliki kelompok usaha mandiri yang cukup kesohor. Kelompok tersebut bernama Putri Rinjani. Kelompok ini khusus mengolah makanan berbahan dasar rumput laut. Untuk itu tidak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Bilebante kalau tidak mampir ke lokasi pembuatan makanan olahan  yang tergabung dalam kelompok Putri Rinjani.

Lokasi kelompok usaha tersebut berada tidak jauh dari kantor desa setempat. Berjarak sekitar 20 meter.  Usaha makanan olahan terpusat di rumah salah satu pengurus kelompok usaha Putri Rinjani.Usaha kelompok makanan olahan Putri Rinjani cukup kesohor di Kecamatan Pringgarata. Termasuk di Kabupaten Lombok Tengah. Makanan olahan kelompok ini memiliki ciri khas dan cita rasa yang menggugah selera.
Kelompok usaha Putri Rinjani dirintis Hj Zenab, 26 tahun warga setempat. Kelompok tersebut memiliki puluhan anggota yang didominasi ibu rumah tangga. Dominasi perempuan dalam kelompok ini memiliki hubungan erat dengan nama kelompok usaha tersebut.

Produk yang dihasilkan kelompok usaha makanan olahan Putri Rinjani memiliki ciri khas khusus. Semua makanan olahan yang dihasilkan berbahan dasar rumput laut.  Campuran rumput laut untuk membuat makanan olahan beragam. Diantaranya beras, ketan, ubi dan campuran lainnya.
Makan olahan yang dihasilkan beragam. Diantaranya kerupuk, keripik, dodol dan berbagai jenis makanan olahan lainnya yang digemari masyarakat. ‘’Ciri khas utama produk kami adalah tidak mengggunakan bahan pengawet dan zat kimia. Semua makanan olahan menggunakan bahan dasar rumput laut,’’ jelas pendiri Putri Rinjani, Hj Zaenab pada Selasa (24/3/2015).

Ragam makanan olahan yang dihasilkan kelompok ini dipasarkan ke sejumlah penjuru kecamatan di Loteng. Termasuk ke beberapa supermarket di Mataram dan Lombok Barat. Sejumlah pengepul produk sejenis di Mataram bahkan mengambil barang di kelompok usaha Putri Rinjani.‘’Kelompok usaha ini berada di bawah bimbingan pemerintah Desa Bilebante dan Pemkab Loteng,’’ terangnya.

Berkembangnya kelompok usaha makanan olahan Sinar Rinjani mendapat simpati berbagai kalangan. Tidak terkecuali Kepala desa Bilebante, Rakyatulliwa’dudin.Karena itu, pemerintah desa terus mendorong kelompok usaha tersebut terus berkembang. Keberadaan kelompok ini cukup membantu program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang digalakkan pemerintah.(sr 02)
Panen Padi
SUARA REVOLUSI.COM- Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian (BKP3) Kabupaten  Lombok Tengah mengimbau agar petani mengoptimalkan fungsi lumbung padi. Sebab disaat musim kemarau kemungkinan produksi padi tidak seperti pada saat musim penghujan. Sehingga masa paceklik pangan dapat diantisipasi dan dapat ditanggulangi. Demikian disampaikan Kepala BKP3 Kabupaten Lombok Tengah,Ir Lalu Iskandar,MM.,pada Selasa (24/3/2015).

Dengan memamfaatkan lumbung padi dengan semaksimal mungkin lanjut Lalu Iskandar, bisa meningkatkan kesejahteraan petani secara berkepajangan. Disamping itu bisa melatih petani untuk tidak hidup boros dan memperturutkan hawa nafsu sesaat.“Jadi di tengah hasil panen yang melimpah, para petani bisa menjual gabahnya untuk disimpan di lumbung padi,” katanya.

Dikatakan,saat ini lumbung pangan yang ada tidak hanya berfungsi untuk menjemur dan menampung gabah kering saja.‘’Dalam waktu dekat ini,lumbung pangan juga akan dilengkapi dengan penagdaan sejumlah mesin penggiling.’’ujarnya.

Sementara terkait mekanisme penyimpanan gabah, para petani harus  menjual gabahnya ke Ketua Kelompok dengan harga standar. Dengan demikian pada masa paceklik nanti, petani dapat membeli kembali gabah yang mereka jual dengan harga semula.“Setiap gabungan kelompok tani (gapoktan) yang terdiri dari 20 anggota memiliki atau menyimpan 1 lumbung padi, dengan kapasitas sekitar 40 ton gabah setiap lumbungnya,” paparnya.

Saat ditanya terkait ketersediaan pangan di Lombok Tengah,Iskandar  mengatakan,masih dalam status aman,bahkan surplus,  apalagi produksi padi masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat wilayah setempat. Salah satu manfaat dari lumbung padi ini bisa dirasakan juga oleh masyarakat pesisir yang memang tidak memproduksi padi. “Pada prinsipnya daerah yang minim memproduksi padi, namun kaya akan hasil ternak dan hasil laut, seperti di daerah pesisir, pada masa paceklik bisa menjual ternaknya dan juga hasil lautnya untuk ditukar dengan padi,”pungkasnya.(sr 02)
HL.Puri
SUARA REVOLUSI.COM- Rapat Koordinasi Simulasi Penaggulangan Bencana Alam Tsunami sangat penting dilaksanakan agar pihak terkait mengetahui tugas dan fungsinya masing-masing ketika bencana terjadi. Untuk itulah pihak BPBD menggelar rapat tersebut pada Selasa (24/3/2015)  diruang rapat utama kantor Bupati Lombok Tengah. Demikian disampaikan Kepala BPBD Lombok Tengah, HL.Puri disela-sela mengikuti rapat tersebut.

Rapat koordinasi tersebut lanjut HL.Puri, melaibatkan Provinsi dan juga pihak ketiga yakni sebuah Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) dari Jepang bernama Jepang International Coorperation Agency (JICA). Dimana beberapa bulan lalu, dirinya oleh lembaga asal Negara tirai bamboo tersebut diajak langsung ke jepang untuk melihat bagaimana kesiapan warga jepang dalam meghadapi ancaman bencana.”Saya sudah diajak kejepang beberapa bulan lalu terkait dengan hal ini,”katanya.

Pelaksanaan Simulasi Penanggulangan Bencana Tsunami tersebut lanjut HL.Puri, rencananya akan digelar pada tanggal 18 April mendatang dan dilaksanakan di Pantai Kute Desa Kute Kecamatan Pujut Lombok Tengah.”Potensi tsunami itu kita ketahui bersama tentu terjadi diwilayah pantai, dan kita hanya memiliki wilayah pantai dibagaian selatan. Maka disanalah kita akan menggelar  simulasi itu,”imbuhnya.

Sesuai dengan tugas dan fungsi BPBD lanjut HL.Puri, apa yang akan dilakukanya menggelar simulasi itu untuk Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan menekan resiko akibat bencana yang akan terjadi tersebut.  Berbagai fasilitas juga akan dibangun untuk menunjang hal tersebut seperti adanya rencana membangun Tempat Evakuasi Sementara (TES).”Rencananya TES itu akan dibangun di sekitar Pasar Seni Kute. Selain itu kita juga sudah memiliki Pusat Operasional Pengendalian Bencana Gempa  online atau Posdaol”tandasnya.

Adapaun sekenario dari simulasi itu nantinya lanjut HL.Puri, dilokasi kegiatan akan dibuat seolah-olah terjadi bencana dengan bunyi-bunyian. Semua dibuat selamai mungkin, baik bagaimana kepanikan warga dan yang lainya. Dimana sekitar sebanyak 30 orang relawan dari desa juga sudah siap untuk mendukung pelaksanaan simulasi tersebut.”Untuk itu rekan-rekan media kami undang pada acara itu nanti agar bisa dipublikasikan ke seluruh masyrakat, agar masyarakat juga bisa menbgetahui hal ini,”pungkasnya.(sr 02)
Suasana Rapat Paripurna DPRD Loteng
SUARA REVOLUSI.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, pada Selasa (24/3) kemarin menggelar Rapat Paripurna terkait pembahasan Rancangan Peraturan Dewan mengenai Kode Etik dan Tata Cara Beracara Badan Kerhormatan (BK) DPRD setempat.

Dalam sidang tersebut, seluruh unsur pimpinan DPRD tampak menghadiri sidang. Dan yang bertindak sebagai ketua Sidang yakni Ketua DPRD, H.A.Fuaddi,FT.SE yang secara resmi juga membuka sidang tersebut. Dimana digelarnya sidang sesuai dengan keputusan pimpinan DPRD nomor 3 tahun 2015.”BK telah diberikan tugas untuk menyusun draf Ranperda DPRD tersebut sejak bebrapa waktu lalu, dan hari ini penyusunan draf tersebut telah selesai dilakukan kemudian dilanjutkan dengan membahas hal itu melalui rapat paripurna ini,”katanya.

Setelah membuka secara resmi sidang tersebut, Ketua DPRD kemudian  mempersilahkan juru bicara BK DPRD untuk membacakan susunan kedua Draf Ranperda DPRD tersebut.

Adapun Juru Bicara BK DPRD, H.Muhammad Bintang menyampaikan, dalam waktu yang relatif singkat Rancangan Draf Kode Etik dan Tata cara Beracara BK tersebut telah rampung disusun. Dimana struktur Ranperda DPRD tersebut terdiri dari 2 Ranperda yakni Ranperda DPRD tentang Kode Etik dan Tata Cara Beracara.

Ranperda Kode Etik tersebut lanjut H.M.Bintang, terdiri dari 10 Bab dan 28 pasal. Dengan materi subtansinya yakni mengatur tentang ketentuan umum.  Dengan tujuan dan  azaz mengenai mengatur tingkah dan  perilaku, data kerja, hubungan antar anggota dewan, etika rapat, kerahasiaan hasil rapat dan etika menyampaikan pendapat. “Selain itu mengatur juga etika berpakaian, kewajiban dan larangan anggota,  sanksi dan mekanisme penuntutan,”jelasnya.

Sementara untuk Ranperda DPRD tentang Tata Beracara BK DPRD  lanjut HM.Bintang, terdiri dari 10 Bab dengan 22 pasal. Dengan subtansi materinya yakni tentang ketentuan umum, prinsip beracara, objek pengaduan atau pelaoran. Tata cara menajukan pengaduan atau pelaporan, registrasi perkara, dan pemeriksaan pendahuluan, persidangan, alat bukti, rapat pleno tentang ketentuan penutup.”Selanjutnya draf ini akan saya serahkan ke pimpinan DPRD untuk ditindak lanjuti sebagaimana mestinya,”imbuhnya.

Setelah itu, rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD yang terdiri dari masing-masing Fraksi yang ada di DPRD. Setelah para anggota pansus dan ketua pansus ditentukan dengan melakukan skor sebanyak 2 kali, agenda rapat pada hari itu akhirnya selesai dengan baik.”Setelah diskusi penentuan siapa ketua dan wakil ketua pansus, maka ditetapkan bahwa Ketua Pansus Ranperda DPRD tentang Kode Etik dan Tata Cara Beracara BK DPRD yakni H.M.Maihi,S.Ag dan Wakil Ketua Pansusnya yakni M.Tauhid,S.ip. Dengan demikian maka rapat paripurna DPRD hari ini kita tutup sampai disini,”ujar Ketua DPRD H.A.Fuaddi sembari mengetuk palu dewanya.(sr 02)


SUARA REVOLUSI.COM- Bila Anda adalah seorang pria lajang atau seorang duda kaya, berarti iklan berikut ini ditujukan kepada Anda. Di sebuah situs online kini beredar iklan yang menawarkan satu unit rumah. Pemiliknya seorang janda cantik asal Sleman - Jogjakarta, sebut saja Melati (nama samaran). Rumah ini dibandrol satu milyar rupiah. “Beli Rumah Saya, Bonusnya Bisa Nikah Dengan Saya”, demikian bunyi iklan itu. Foto sang janda cantik dengan fose menggoda menghiasi iklan ini. Dalam vedio iklan yang mengambil setting di beberapa bagian rumah itu, sosok Melati digambarkan sebagai wanita sosialita alias play girl (rambut dicat, baju kaos dan blus warna biru ketat dengan menonjolkan bentuk tubuh, berikut acting menantang yang menggairahkan). Tak ayal, posting iklan ini bikin heboh dan langsung booming menjadi trending topic di jagat maya. Pihak agen pengiklan pun kebanjiran peminat sampai ribuan orang. Tentu semuanya pengen memperistri si janda cantik. Gelagat kontestasi pun tak terhindarkan. Buktinya, banyak diantara mereka yang telah menawar lebih dari harga yang ditawarkan. Konon, menurut klaim dari pihak agen pengiklan, sudah ada peminat yang berani menawar sampai tiga milyar rupiah. Sebuah harga pantastik karena jauh melampaui nilai obyek barang. Namun, tahukah ? Meski mendapat tawaran segede itu, Melati masih belum bersedia melepas rumahnya.

Mengapa Melati masih bertahan ? Disini menariknya. Dalam sebuah wawancara di salah satu tv berita nasional, Melati mengaku mendambakan sosok suami yang bisa membahagiakan dirinya, bertanggungjawab dan sejumlah kreteria lain. Atas kreteria ini, ia belum menemukan kecocokan dengan pihak pembeli. Ternyata ini bukan seperti transaksi jual-beli barang. Sebab, disini pertimbangan pembeli tidak didasarkan atas murah atau mahalnya harga. Disini pertimbangan tersebut telah berbelok arah. Bahwa, kecocokan atau kesepakatan antara pihak pembeli dengan penjual lebih ditentukan oleh faktor kecocokan kreteria atas calon pembeli yang notabene bakal jadi suami bagi sang pemilik rumah. Celakanya, kreteria tersebut ditentukan secara sepihak oleh Melati. Akibatnya, kesepakatan jual-beli hanya dapat ditentukan secara sepihak pula oleh Melati. Pihak pembeli tidak diberikan ruang tawar sedikitpun. Ini tidak adil. Sungguhpun demikian, para calon pembeli sepertinya tak peduli atas ketidakadilan itu. Ya, sepertinya mereka terlanjur tergoda oleh iklan sang janda. Tentu saja !

Mendapat respons ribuan calon pembeli, nyatanya bukan memudahkan jalan bagi Melati untuk menjual rumah sekaligus mendapatkan suami. Yang terjadi justru Melati terjebak di antara dua harapan sekaligus. Satu, harapan akan adanya kecocokan harga atas pembelian rumahnya. Dua, harapan akan adanya kecocoka kreteria atas calon pembeli sekaligus calon suami. Kemungkinan yang bisa terjadi: Yang menawar tiga milyar itu adalah seorang duda tua. Secara akal, ini tidak bakalan membahagiakan hubungan suami-istri yang didambakan, jika tak hendak mengatakan jauh dari memuaskan kebutuhan biologisnya. Karenanya, ini tak masuk kreteria calon suami yang diharapkan. Asal tahu, janda ini tergolong masih muda, 40 tahun. Tambahan lagi, ia sudah menjanda 14 tahun. Keadaan demikian, Anda pasti tahu pria seperti apa yang didambakan janda ini. Kemungkinan lain: Ada sejumlah pemuda lajang dengan pisikal kuat yang ikut menawar, namun duitnya jauh dari harga rumah yang ditawarkan. Boleh jadi mereka ini dinilai ideal sebagai pemuas kebutuhan biologis. Tapi, ini juga bukan kreteria pria yang diharapkan. Sebab, alasan utama menjual rumah adalah untuk membayar utang di bank. Terungkap, bahwa dulunya rumah itu dibangun dari modal utang di bank yang kini tak mampu dilunasi.

Persoalan lain yang dihadapi Melati adalah adanya tanggapan miring dari banyak pihak atas iklan kontroversial itu. Dalam teori psikologi sosial dinyatakan, jika ada perilaku menyimpang dari nilai keadaban bersama yang dianut berdasarkan norma sosial dan norma agama, maka akan melukai perasaan masyarakat penganutnya. Apa yang salah dari iklan Melati ? Adalah karena Melati telah “memposisikan diri selaku bonus” bagi pembeli rumahnya. Bonus ini boleh saja dinilai halal (syah) karena memenuhi syarat syar’i: menikah. Penyimpangan nilai keadaban atas iklan ini pun tentu belum seberapa bila dibandingkan dengan iklan serupa (sama-sama menawarkan diri) di Romania sana. Di akun facebooknya, Adelina Albu (25) menawarkan bonus 500 euru atau hampir Rp. 7 juta bagi pria yang bersedia menghamilinya. (kompas.com / 22 Maret 2015). Dari aspek standar nilai keadaban, Romania tentu tidak sama dengan bangsa kita yang menganut adat ketimuran. Sebuah tatanan keadaban yang amat sensitive terhadap perilaku menyimpang dari nilai moral dan adat sopan-santun. Itu sebab, mengapa banyak pihak kemudian menilai kalau konten iklan Melati telah melukai perasaan masyarakat. Refleksinya kemudian muncul dalam rupa-rupa “celoteh” tak sedap. Ada yang bilang kalau Melati menjadi penumpang agar ikut “terjual” bersama rumahnya. Bagaimana pula perasaan kedua anak Melati yang kini sudah remaja ? Bagaimana perasaannya terhadap teman-temannya di sekolah ? Bagaimana perasaannya terhadap teman dan tetangga di lingkungan rumah ? Semua ini menjadi bahan celotehan banyak pihak.

Selain sama-sama menawarkan diri, kedua iklan tersebut juga sama-sama mendapat respons dari ribuan peminat. Yang berbeda adalah bentuk bonus yang ditawarkan. Kalau Adelina bersedia membayar pria yang bisa menghamilinya. Karenanya, ia memberi syarat adanya tes kesuburan atas pria yang dibayar dan diberi hak asuh atas anaknya. Setelah itu, hubungan dinyatakan selesai (tidak dinikahi ataupun hidup bersama) dengan membayar lelaki yang menghamilinya. Sebaliknya, Melati bersedia dinikahi. Untuk ini, ia akan mendapatkan bayaran uang atas penjualan rumah dan atas mahar perkawinannya. Setelah itu, seperti Anda duga, begitu pembeli menikahi Melati, maka pasangan suami-istri ini bakalan menghuni rumah itu. Melati mendapatkan kembali Rumah yang telah dijual tanpa membayar sepeserpun. Begitulah, Melati dapat pulang kembali ke rumahnya setelah menempuh jalan (menikahi) menuju pembelinya. Mungkin ini akan mengingatkan Anda pada sebuah film dekade delapanpuluhan, berjudul: Kejarlah Daku Kau Kutangkap. Sebuah film yang berkisah tentang seorang pemuda yang berhasil menikahi wanita pujaannya setelah berusaha dengan segala cara. Namun, dalam perjalanan rumah-tangganya, sang suami diperdaya sang istri. Nasib sang suami dalam film ini patut menjadi bahan renungan bagi para calon pembeli rumah janda cantik yang diiklan itu. Ingat, terlalu keburu nafsu mengambil suatu keputusan, lebih disebabkan dorongan setan dari pada hasil pertimbangan hati-nurani dan akal sehat. ***

Penulis ; H.Abdul Azim, Pegiat Perpustakaan di Pemkab. Loteng
Editor ; Muhammad Saleh Alayubi