Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » LTMNU Gelar Seminar Anti Radikalisme


suara revolusi 19.07.00 0


Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin membuka resmi seminar nasional dengan tema “Menangkal ideologi radikal dengan paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah ala Indonesia”

SUARA REVOLUSI.COM – Wakil Gubernur NTB H. Muh Amin membuka seminar nasional dengan tema “Menangkal ideologi radikal dengan paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah ala Indonesia”. Seminar diselenggarakan oleh Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) PWNU NTB di MAN 2 Mataram, Rabu (29/04/2015).

Seminar dihadiri oleh sekitar 150 tamu undangan beserta peserta yang terdiri dari pimpinan pondok pesantren, akademisi, aktivis, mahasiswa dan masyarakat umum. Hadir pula dalam seminar tersebut Katib 'Aam PBNU DR. KH. Malik Madani, Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat Dr. KH. M. Cholil Nafis, Ketua PWNU NTB Drs. TGH. Ahmad Taqi'udin Mansur M.Pd.I, Direktur Pascasarjana IAIN Mataram Dr. H. Masnun Tahir M.Ag, Ketua LTMNU NTB, Muhammad Hafin Zuhdi.“Seminar ini merupakan tanggapan atas kekuatiran akan munculnya ideologi radikal yang menggerogoti NKRI, ujar Muhammad Hafin Zuhdi.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur mengatakan, “ Sesungguhnya, kita semua memahami bahwa radikalisme bukanlah merupakan produk ajaran agama, tetapi merupakan emosi individual yang di dasarkan pada interpretasi keagamaan yang salah, ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa dalam beberapa kasus ideologi tak selalu menjadi penyebab utama munculnya radikalisme. Motif ekonomi juga tak jarang menjadi alasan terkuat. Orang nomor dua di NTB ini kemudian mencontohkan ISIS (Islamic State of Irak and Suriah) yang membayar anggotanya 16 juta per orang.
Ia kemudian menambahkan, “peningkatan pendidikan dan pendalaman terhadap ajaran Islam merupakan solusi terbaik yang perlu terus dikembangkan. Pemahaman agama yang benar akan menghindarkan umat dari perilaku-perilaku negatif dan pemahaman ajaran yang menyesatkan”, ucapnya

Saat memberi keterangan terhadap media, ia mengatakan, saat ini paham radikalisme tak terlalu berkembang di NTB namun kita harus tetap waspada. Hal tersebut dikarenakan adanya upaya-upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk melakukan perekrutan. (ivan)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply