Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

SUARA REVOLUSI.COM- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Dikpora) NTB menggelar Gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (27/8/15) kemarin. Kegiatan yang bertempat di halaman kantor Dikpora NTB merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Pemudadan Olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia. Asisten III Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat Drs. H. Lalu Syafi’i, M.M dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi penyemangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak di NTB, yang jumlahnya hampir mencapai 2 juta anak. “Insya Allah hak-hak anak menjadi perhatian kita semua untuk dapat kita berikan, seperti hak kebahagiaan, hak untuk suka cita, dan hak untuk bermain. Hak-hak yang melekat pada anak merupakan kewajiban kita sebagai orang tua,” ujarnya.

Namun demikian, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dikpora NTB ini mengatakan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut masih membutuhkan kerja keras dan sinergi dari para stakeholders. “Saat ini kita masih belum bisa menyediakan taman bermain yang bagus dan layak bagi anak-anak dan ini menjadi PR kita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan PAUD-PAUD yang ada di NTB harus terus dievaluasi secara berkelanjutan untuk mengetahui apakah paud-paud yang ada saat ini bisa memberikan pendidikan yang benar-benar di butuhkan oleh anak usia dini.
Kedepannya pemerintah NTB akan memberikan perhatian yang sama antara PAUD dengan Pendidikan Dasar 9 tahun. Salah satu wujudya adalah peningkatan porsi APBD untuk PAUD di tahun 2017 yang semula hanya sebesar 5% menjadi 20%. “Mudah-mudahan, peningkatan anggaran ini bisa berdampak optimal bagi peningkatan kualitas pengajar, infrastruktur, dan peningkatan kurikulum pendidikan anak usia dini,” tutupnya. (ajik)



Editor : Fatma
SUARA REVOLUSI.COM- Pembukaan Seminar dan Pengukuhan Gelar Profesional Internal Auditor (PIA)2015 ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Muh. Amin, SH. M.Si di Hotel Sentosa Senggigi Lombok Barat Kamis, (27/8/2015) kemarin.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘’Tanggung jawab direksi dalam pencegahan, pendeteksian dan Penindakan Tipikor’’ ini diselenggarakan oleh Integrity Objective Competence Asosiasi Auditor Internal ( The Association Of Internal Auditor) yang berlangsung sehari dan menghadirkan beberapa orang narasumber diantaranya adalah Dr. Sugiharto, SE. MBA Chairman Investmen Committe PT. Prtama Capital Assets Management, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL.M.,Ph.D, Ketua BPKP NTB Dr. Bonardo Hutauruk,Ak.MM dan Rektor Universitas Sangga Buana Bandung Dr. H. Asep Effendi SE. M.Si.

Dihadapan undangan dan para Profesional Internal Auditor dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir, Wakil Gubernur H. Muh.Amin, SH. M.Si menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran narasumber dan peserta seminar serta dipilihnya NTB sebagai Lokasi penyelenggaraan Seminar
Wagub menjelaskan kegiatan ini sangat bermanfaaat bagi para auditor dalam menimba pengalaman sera bertukar pikiran dengan para narasumber agar mampu menjalankan tugasnya secara profesional dalam menangani Tindak Pidana Korupsi . Ia menambahkan Seminar dan Pengukuhan ini bukanlah merupakan proses akhir dan penutup dari pembelajaran di bidang internal auditor namun para auditor harus terus menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mensejajarkan kemampuan kerjanya.


Dijelaskan wagub kegiatan ini juga merupakan bagian integral dari proses pelatihan audit internal guna mendapatkan sertifikat profesional sehingga para peserta mampu ikut mengambil bagian dan berperan aktif dalam mewujudkan tata klola organisasi yang baik dan bermartabat baik dalam organisasi bisnis maupun dibidang pemerintahan.


Sementara itu Ketua penyelenggara Seminar Bapak Nasir Jafar menjelaskan seminar ini diikuti sejumlah 184 peserta yang bertujuan Untuk menggali pengalaman narasumber ini untuk menghdapi hal hal yang dalam tugas Auditor dalam menangani tindak pidana korupsi
Dikatakan, sebagai rangkaian dari kegiatan ini para peserta seminar akan melakukan kunjungan wisata ke beragai tempat wisata di Pulau Lombok seperti ke objek wisata Gili Terawanagan dan mengunjungi lokasi centra kerajinan keramik di desa Banyu Mulek bahkan akan mengunjungi pusat kerajinan kain tenun di Desa Sukarara Lombok Tengah. (ajik)


Editor : Daffa

SUARA REVOLUSI.COM-  Tingkatkan Pelayanan Kesehatan demi Masyarakat NTB yang Bersih dan Sehat “terwujudnya masyarakat NTB yang memilih untuk hidup bersih dan sehat, ditopang oleh peningkatan pelayanan kesehatan di era JKN”, buka Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Muhammad Nur, S.H., M.H pada acara Rakerkesda tahun 2015 yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB dan dinas kesehatan kabupaten/ kota se-NTB serta seluruh stakeholders di bidang kesehatan.
Rakerkesda yang mengangkat tema Pemantapan pelayanan kesehatan di era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) menuju masyarakat NTB yang mandiri untuk hidup bersih dan sehat di gelar di Selaparang Ballroom Hotel Lombok Raya, Kamis (27/8/2015) kemarin.

Rakerkesda yang dihadiri oleh Kepala BPJS Divisi Regional XI Nusra, Kepala Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kepala Ombudsman Perwakilan NTB, Kepala Dinas/ Badan di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Direktur RSUP NTB, Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Kabupaten/Kota se-NTB dibuka dengan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Drg. Eka Junaedi yang memaparkan tujuan diselenggarakannya acara tahunan ini sebagai forum komunikasi, konsultasi dan sentralisasi dalam program kesehatan antara pusat, provinsi, kota dan kabupaten dan seluruh stakeholders yang berperan dalam pembangunan kesehatan masyarakat.


Pada kesempatan yang sama, sekda berharap dalam rangka mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang bersih dan sehat, perlu dilakukan pembenahan dan pemaksimalan usaha bersama dalam bidang Kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah yang sangat penting dalam menyamakan persepsi antara pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. H. M. Nur meminta kepada seluruh jajaran Kesehatan agar dapat berusaha memaksimalkan segala pelayanan dibidang kesehatan, untuk membantu dan suksesnya pelaksanaan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah dalam rangka meningkatkan kualitas SDM untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera. “semoga keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang akan dibahas pada rapat kerja ini akan menghasilkan kebijakan yang produktif untuk memastikan masyarakat hidup bersih dan sehat”, ujarnya. (ajik)



Editor : Nazila
SUARA REVOLUSI.COM- Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara Kementerian Lingkungan Hidup RI, Drs. Rijaluzzaman bersilaturrahmi dengan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Rijal yang bergeser dari kedudukannya sebagai Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Papua ke Ekoregion Bali dan Nusra menggantikan Novrizal, S.T, M.Si sejak Juni 2015 lalu itu, diterima Gubernur di kediaman resmi Gubernur, Selasa siang (25/8/2015).

Pada kali pertama kesempatannya bertemu gubernur itu, Rijal yang didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Penelitian (BLHP) NTB, Ir. Hery Erfan Rayes mengungkapkan, Jumat 28 Agustus 2015 mendatang, akan digelar gerakan kebersihan sampah secara serentak yang akan diikuti oleh 42 kabupaten/kota se Bali dan Nusa Tenggara. Ia juga mengatakan, pihaknya memiliki banyak program yang akan dijalankan di Nusa Tenggara Barat. “Salah satunya yang menjadi fokus perhatian kami adalah program pengendalian mata air, apalagi sekarang sudah memasuki musim kemarau”, ujarnya. 

Menanggapi itu, Gubernur menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan yang akan digelar termasuk berbagai program dari pemerintah pusat “Saya support sepenuhnya, terlebih ini sangat sesuai dengan program unggulan kami, untuk mewujudkan NTB bersih dan hijau”, ungkap gubernur. Kedepan ia berharap, sebagai perangkat Regional Kementerian Kehutanan yang menaungi wilayah NTB, Rijal lebih sering turun ke lapangan. “Sering-seringlah meninjau Lombok-Sumbawa”, tutupnya. (ajik)


SUARA REVOLUSI.COM- Universitas Teknologi Sumbawa, (UTS) dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan Asean University Youth Summit (AUYS) 2016. Pengumuman ini disampaikan pada acara penutupan AUYS 2015 yang digelar di Hotel EDC, Universitas Utara Malaysia (UUM), Sintok, Kedah, Malaysia. Hal demikian diungkap Rektor UTS, Dr. Arief Budi Witarto, M.Eng ketika bertemu Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di kediaman resmi gubernur, Selasa siang (25/8/2015).

Arief yang datang didampingi beberapa dekan dari berbagai fakultas di UTS itu mengungkapkan, AUYS nanti akan digelar Januari 2016 di Sumbawa. Ia menyatakan, terpilihnya NTB, khususnya UTS sebagai lokasi AUYS tak lepas dari gencarnya promosi mahasiswa UTS pada ajang AUYS lalu. Diungkap Arief, Januari 2015 10 orang mahasiswa UTS telah berangkat ke Malaysia sebagai delegasi UTS untuk mengikuti AUYS. “Gencarnya mereka mempromosikan NTB dengan segala potensi sumber daya alam, hingga wisata budayanya, membuat Sumbawa dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan bertaraf Asean itu”, katanya.
Menurut Arief, kegiatan akan melibatkan 500 peserta yang merupakan pemuda-pemuda Asean. 


Rencananya, UTS akan menggunakan konsep berbeda dalam pelaksanaannya, yakni tidak hanya monoton berdiskusi di dalam ruangan, melainkan dipadukan dengan kegiatan outbond. Para peserta rencananya akan diajak berkeliling melihat potensi yang dimiliki Sumbawa di beberapa tempat seperti kerajinan, madu, susu, kuda liar serta alam wisata. Dituturkan Arief kepada gubernur, kontingen AUYS selama 3 hari akan berada di pulau Sumbawa, dan 2 hari di pulau Lombok. Namun demikian pihaknya berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Menanggapi apa yang disampaikan Arief, gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi. Ia berharap kegiatan berlangsung sukses dan berdampak positif bagi daerah, khususnya dalam rangka promosi pariwisata dimana para peserta merupakan perwakilan pemuda dari berbagai Negara di Asean, yang bisa ikut membantu mempromosikan pariwisata NTB. (ajik)
SUARA REVOLUSI.COM- Selasa (25/8/2015) di  Aerohotel Mandalika Praya, NTB. Komisi Pemilihan umum (KPU) Kabupaten Lombok Tengah menggelar pengundian nomor urut calon bupati dan wakil bupati lombok tengah sesuai dengan tatapan pemilihan kepala daerah serentak 9 desember 2015.

pasangan calon bupati dan wakil bupati yang meraih nomor urut Satu adalah pasangan calon atas nama HL.Wiratmaja-Badrun Nadianto (JADI) nomor urut Dua udah di raih pasangan calon atas nama HM Suhaili FT-Lalu Pathul Bahri, nomor urut Tiga Paslon atas nama TGH Lalu Gede Wire Sakti Amir Murni-Lalu Wiarajaya adan nomor urut kempat atas nama pasngan calon H.Suharto (Tuan Lay)-Hj Lale Widare serta nomor urut Kelima di Raih pasangan calon atas nama HL Suprayatno-Zainul Aidi. Kelima pasangan calon tersebut dengan gembira menyambut nomor urut yang di raiahnya sesuai dengan keingiananya. (SR 01)

Paslon No Urut 5

Paslon No Urut 1

Paslon No Urut 3

Paslon No Urut 4

Editor : Muh Daffa Zaidan
Ary Wahyudi
SUARA REVOLUSI.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten  Lombok Tengah mengelar penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah, pada pilkada serentak 9 desember 2015.
Kelima pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut yaitu,HM Suhaili FT-Lalu Pathul Bahri,H Suharto (Tuan Lay)-Hj Lale Widare,HL Suprayatno-Zainul Aidi,TGH Lalu Gede Sakti-Ahmad Wirajaye, dan paslon HL Wiratmaja-Badron Nadianto (Jadi) serta pasangan calon H kurniawan-H Mahdan (Kurma) dianggap tidak memenuhi syarat. "Hanya lima paslon yang memenuhi syarat (MS) dan di tetapkan sebagi peserta pilkada loteng" Kata ketua KPU Loteng Ary Wahyudi,SH.MH di aula KPU Loteng,Senin (24/8/2015). (SR 01)


Editor : Fatma
SUARA REVOLUSI.COM- Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTB bekerjasama dengan Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTB dan Himpunan Mahasiswa (Himmah) Universitas NW pancor menyelenggarakan kegiatan pembinaan Iqra pada lingkungan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berada dibawah Dinas Sosial,  di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) “Budi Rini” Selagalas Mataram.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh ketua TP PKK, Hj. Erica Zainul Majdi dihadiri oleh Hj. Syamsiah M. Amin selaku Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita Provinsi NTB, Hj. Siti Aisyah M. Nur selaku Ketua Dharma Wanita Provinsi NTB, Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi NTB, Drs. M. Husni Thamrin, MM, Ketua Muslimat NW Pancor, Ketua Lembaga Pemasyarakatan Anak dan sejumlah SKPD terkait.


Dalam sambutannya, Hj. Erica Zainul Majdi mengungkapkan rasa haru saat mendengarkan pembacaan Alqur’an dan Tilawah pada awal acara dan mengingatkan kepada seluruh yang hadir di acara tersebut untuk tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dan hadist Rasulullah SAW dengan baik dan benar, tapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “TP PKK percaya jika kita semua mampu membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dan Hadist, maka kita akan menjadi manusia yang lebih baik sesuai visi dan misi NTB yaitu beriman, berbudaya, berdaya saing dan sejahtera”, paparnya. (ajik)



Editor : Nazila Dewi Utami
SUARA REVOLUSI.COM- Sebanyak 324 Jama’ah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter 1 emberkasi Bandara Internasional Lombok (BIL) resmi diberangkatkan ke Tanah Suci Mekkah.
 Acara pelepasan yang dilakukan Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kesra, Drs. H. Lalu Syafi’i, M.M tersebut berlangsung di Asrama Haji Mataram dan dihadiri oleh Pimpinan Komisi VIII DPR RI, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi NTB, Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH dan Kapolda NTB Brigjen Pol.Umar Septono. Hadir juga di acara tersebut Anggota DPRD Provinsi NTB, unsur TNI dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB. 

Dalam sambutannya Drs. H. Lalu Syafi’i, M.M berharap selama perjalanan dan pelaksanaan seluruh prosesi ibadah haji, para jama’ah senantiasa memperhatikan seluruh ketentuan yang berlaku. “jadilah duta bangsa yang berdisiplin, taat terhadap aturan Allah dan aturan Rasul, serta taat pula terhadap ketentuan yang dibuat oleh pemerintah”, harapnya


Terkait dengan Jama’ah Calon Haji yang belum selesai pengurusan visanya, yaitu sekitar 41 orang, Kepala Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH selaku Ketua Panitia Pemberangkatan Jama’ah Haji dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa ke-41 jama’ah tersebut masih diuruskan visanya. “Setiap hari tidak henti-hentinya kami mengutus petugas ke Jakarta untuk mengurus visa para jama’ah. Tapi, karena ini kewenangan pihak Arab Saudi, maka kami hanya dapat berkoordinasi dengan Kementerian Agama Pusat”. Jelasnya. (ajik)



Editor : Nazila Dewi Utami
SUARA REVOLUSI.COM- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB Hj. Erica Zainul Majdi menyampaikan, ia bersama dengan Dekranasda NTB dan seluruh pemangku amanah di bidang kerajinan daerah memiliki keinginan kuat untuk dapat menjadikan Tenun NTB dan Batik Sasambo seperti halnya Batik Jawa. Keinginan kuat tersebut disampaikan Erica dalam sambutan yang diberikannya saat membua Seminar Wastra yang merupakan rangkaian dari Bulan Budaya Lombok Sumbawa di Taman Mayura, Senin (24/8/15).

“Kami punya keinginan yang kuat untuk menjadikan Tenun NTB dan Batik Sasambo seperti Batik Jawa, yang bisa diterima oleh seluruh masyarakat dan bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Belajar dari sejarah kesuksesan Batik Jawa yang cukup panjang, Erica menyebutkan Jajaran Pemprov. NTB juga telah mengambil langkah yang sama dengan kebijakan Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang mewajibkan seluruh jajarannya untuk mengenakan batik di hari-hari tertentu. “Pendekatan seperti itu juga dilakukan oleh Pemprov. NTB yang mewajibkan jajarannya mengenakan Tenun NTB atau Batik Sasambo, demikan juga di sekolah-sekolah,” ungkap Erica. (ajik)



Editor : Muh Daffa Zaidan

Muhamad Hizbullah

SUARA REVOLUSI.COM- Pemilihan kepala daerah Akhir tahun 2015 ini menjadi penentu 5 tahun ke depan pulau Lombok, NTB. Meskipun kota Mataram di ancam gagal pilkada pada tahun ini, namun pergumulan politik tidak akan pernah henti. Masyarakat sudah mulai mencari, memilah, dan memilih siapa yang pantas memimpin NTB ke depannya. 

Prof Dr. AhmadSyafii Maarif menceritakan pengalamannya ketika bertemu dengan Walikota Surabaya, Trismaharani, yang fenomenal. Ia menanyakan apakah sebuah kota atau daerah ditentukan sepenuhnya oleh kecukupan APBD?Trismaharani mengatakan, Bangun kepercayaan warga kepada pemerintah dan berdayakan mereka. Nanti dana akan datang sendiri. Ahmad Syafii Maarif menyatakan di kolom Resonansi Republika, edisi 11 Agustus 2015, di sinilah masalahnya: hanya segelintir gubernur/bupati/wali kota yang dipercayai rakyatnya. Sebagian mereka telah makan sumpah. Dan tidak sedikit pula yang telah jadi pasien KPK. Mereka memerintah dengan kepalsuan. Politik uang telah merusak parah sistem demokrasi kita.
Kepercayaan (trust) ini yang salah satu menjadikannya terpilih sebagai walikota ke-3 terbaik di dunia pada tahun 2014 oleh Word Mayor, sebuah lembaga kajian di bidang studi pembangunan kota yang berpusat di London,  Inggris. Menurut situs tersebut Trismaharani adalah pemimpin yang energik, pemimpin yang mampu menyulap lahan mati menjadi hidup, danpemimpin yang terbukti kesuksesannya dalam masalah pendidikan dan kesehatan. 

Saat ini IPM NTB berada  di urutan ke dua terbawah dari 34 provinsi di Indonesia. Menurut BPS NTB yang menyebabkan IPM NTB masih rendah adalah masih belum oftimal dalam sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat, sementara dalam sektor ekonomi sudah relatif bagus.
Hal inilah yang menjadi catatan penting buat calon kepala daerah NTB ke depan, pendidikan dan kesehatan masyarakat harus menjadi jargon utama memimpin ke depan, di samping itu harus membangun kepercayaan kepada masyarakat, terbuka, dan menjalin komunikasi yang santun. 

Saat ini jarak masyarakat dengan pemerintah di NTB, Lombok khususnya, sangat jauh sekali, karena itu masyarakat acuh terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah, masyarakat masih belum paham terkait program kerja pemerintah, paling ia hanya mendengar dari mulut ke mulut yang berlalu begitu saja. Pendewasaan untuk menjadikannya cinta kepada daerahnya harus menjadi tanggung jawab pemerintah-pemerintah setempat, dengan lebih intens terjun ke lapangan. Calon kepala daerah ke depan bagi masyarakat Lombok, NTB tidak cukup hanya membutuhkan kepala daerah kantoran dalam arti yang diam duduk manis menunggu tanda tangan saja, namun juga membutuhkan pejabat daerah lapangan, dalam arti mau terjun ke masyarakatnya, menerima keluh kesah warganya. Saat ini masyarakat harus benar-benar menjadi di layani karena memang begitu prinsip demokrasi. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Kekisruhan yang terjadi Minggu ini di Lombok Utara terkait dugaan penyelewengan anggaran yang terjadi di Dikbudpora Lombok Utara, belasan orang yang berasal dari Nusantara Parliament Watch (NPW) Lombok Utara, Barisan Nasional Pemuda Desa (Barnas PD), Lentera, dan Koalisi Pemuda Kayangan mendatangi kantor bupati sambil mengadakan orasi di depan kantor Bupati Lombok Utara. 

Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, setidaknya ini merupakan gambaran masyarakat akan kesenjangan yang dirasakan antara pemerintah dan masyarakat. Masyarakat sudah lelah dengan jargon anti korupsi yang dilanggamkan para calon kepala daerah 10 tahun terakhir sejak reformasi, namun korupsi tak henti-henti. Mereka muak dengan perilaku politisi yang hipokrit. Mereka menginginkan pemimpin yang jujur, santun, dan dekat dengan masyarakat. Namun penantian yang lama, akan lahirnya pemimpin demikian juga membuat masyarakat skeptik.

Jadilah pemimpin yang negerawan kalau bahasanya Syafii Maarif, pemimpin yang dewasa, bijak,dan berpihak kepada rakyat. Ketika terpilih harus lebih mengutamakan rakyat ketimbang partai meskipun harus dikucilkan dari golongannya karena harus berlawanan dengan kepentingan rakyat.
Masyarakat Lombok, NTB sudah lama menantikan pemimpin yang bisa sedikit mengangkat harkat, derajat, serta kesejahtraannya. Mereka sudah lelah menanti, jangan sampai membuatnya kecewa, sudah capek terseok-seok mencari pekerjaan karena sempitnya lapangan pekerjaan yang di sediakan. Pendidikan yang menjadi cita-citanya layaknya di kota terpaksa harus berhenti karena biaya kuliah yang terus naik setiap tahunnya, belum lagi masalah kesehatan mereka sudah sekarat lama di rumahnya tidak ke rumah sakit karena mereka takut biaya rumah sakit yang tidak mampu mereka bayar,  mereka simpan, sembunyikan penyakitnya di depan keluarganya karena demi tidak tega melihat keluarganya pontang panting mencari biaya kesehatannya. 

Pemimpin yang jujur, bersih, merakyat,sudah lama menjadi impian masyarakat Lombok. semoga pilkada tahun ini setidaknya mampu melahirkan pemimpin yang membawa masyarakat lebih maju ke depannya dan meningkat kesejahtraanya.


Editor : Nazila Dewi Utami
Muhamad Hizbullah
SUARA REVOLUSI.COM- Lagi-lagi musibah menimpa Indonesia, tepat pada hari Ahad 16 Agustus 2015 pesawat Trigana dengan nomor penerbangan IL-257 rute Jayapura-Oksibil dilaporkan hilang kontak, kecelakaan tersebut menambah jumlah musibah kecelakaan pesawat di Indonesia, yang sebelumnya kecelakaan menimpa pesawat Hercules, pesawat QZ 8501 dll. Belum lagi ditambah dengan meletusnya gunung Raung, kemarau panjang yang melanda Indonesia, dan musibah-musibah lainnya.

Musibah-musibah tersebut patut menjadi renungan kita semua, kenapa musibah silih berganti melanda Indonesia ? apa yang salah dengan Indonesia ? menurut pandangan agama, musibah tersebut tidak serta merta karena gejala alam, namun ada di luar hukum alam yang berlaku, bisa jadi karena ulah kelakuan manusia yang sudah tidak bermoral lagi, tidak taat kepada Allah SWT, dan melawan sunnatullah yang berlaku.

Allah SWT berfirman dalam QS As-Syuara: 30-31 “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan  kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.” Muhamad Quraish Shihab dalam tafsirnyamengutip ungkapan Al-Biqai, ia mengatakan, bahwa Musibah yang menimpa kamu kapan dan dimanapun terjadinya maka itu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmmu sendiri yakni dosa dan kemaksiatan yang kamu lakukan, paling tidak disebabkan oleh kecerobohan atau ketidak hati-hatian kamu. Musibah yang kamu alami itu hanyalah akibat sebagian dari kesalahan kamu. 

Kata-kataWaya’fu an katsirmenurut al-Biqai adalah Allah memaafkan banyak dari kesalahan-kesalahan kamu. seandainya pemaafan itu tidak ada dari Allah, maka pastilah kamu semua binasa bahkan tidak akan ada satu binatang melata pun di pentas bumi ini.
Musibah-musibah tersebut tidak serta membuat kita psimis dan putus asa, namun mari kita jadikan musibah tersebut sebagai ajang introspeksi dan memperbaiki diri. Tidak selamanya sebuah musibah dikatakan sebagai kemusnahan dan kemalangan. Bisa jadi, musibah itu sebagai tazkiyah atau rahmat bagi setiap orang. Seperti ungkapan Husain Muhammad Al-Bagdadi dalam bukunya “Al-Musibah ‘indalqura’an Syaahid ‘ala Qudratillah” mengatakan, musibah selain bermakna ujian, siksaan, juga bermakna tazkiyah atau rahmat Allah SWT. Karena bisa jadi orang yang tidak ditimpa musibah di khawatirkan timbul rasa sombong, angkuh dan lalai seperti orang yang mabuk yang tidak tahu sekelilingnya.

Dr. Samuel Johnson mengatakan, “kebiasaan melihat sisi baik dari semua peristiwa jauh lebih berharga daripada mendapatkan penghasilan seribu poundsterling dalam setahun”.namun peristiwa-peristiwa yang menimpa Indonesia tersebut bukan lalu membuat kita cuek, pasrah, dan tidak mau tahu. Pasrah tanpa berbenah itu juga sama halnya dengan musibah. Pribadi muslim yang merdeka adalah peka terhadap kondisi, mau merubah diri, dan mengambil pelajaran dari semua peristiwa. Sebagai makhluk sosial adanya musibah sebagai pertanda bahwa manusia harus saling bantu satu sama lain.Quraish Shihab mengatakan dalam bukunya “Membumikan Al-Quran jilid 2” (2011) musibah itu ada kalanya dibutuhkan, seperti sakit, supaya manusia merasakan betapa nikmatnya sehat, harus ada yang terkapar supaya mengerti pentingnya peduli sesama, harus ada yang takut supaya mengetahui nilai keberanian, harus ada musibah supaya memahami makna kesabaran dan seterusnya.

Dalam konteks inilah, perlu kita simak firman Allah SWT QS. Al-Baqarah (2):216 “ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengethaui, sedang kamu tidak mengetahui”segalanya diciptakan Allahdan segalanya baik. Keburukan adalah akibat keterbatasan pandangan. Ia sebenarnya tidak buruk, tetapi nalar manusia mengiranya demikian. Ini sama seperti orang yang memandang praktik amputasi tanpa memperhatikan sebab dan dampaknya. Tetapi jika diketahui penyebab dan dampak akhirnya, maka sang dokter yang mengamputasi akan sangat terpuji perbuatannya.Wallahua’lam.


Editor : Muh.Daffa Zaidan