Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » Aktivitas Perburuan di Kawasan Hutan Loteng Ancam Satwa Liar


suara revolusi 10.07.00 0



SUARA REVOLUSI.COM- Aktivitas perburuan Satwa di belahan Utara Hutan Lombok Tengah (Loteng) kian mengkhawatirkan.
Beberapa jenis Satwa yang hidup di dalam Hutan itu menjadi sasaran empuk para pemburu liar, seperti Sesenggah, Rusa, Monyet, Lutung, Babi Hutan, Ayam Hutan dan berbagai macam jenis burung.
Dari hasil penelusuran Media Pembaruan selama 4 hari yakni dari Tanggal, 3 sampai  dengan Tanggal 6 Agustus 2015 lalu, dikawasan Hutan Loteng bagian Utara, per harinya  3 hingga 5 ekor Satwa jenis Rusa, dan Sesenggah berhasil ditangkap oleh para pembru liar dengan cara ditembak menggunakan Senjata Api, Perangkap dan dengan menggunakan keahlian Ajing Pemburu.
Terbukti ditengah hutan atau dipondok – pondok peristirahatan para pemburu liar yang ada di tengah hutan, nampak dengan jelas, sisa tulang, kulit dan tanduk Satwa yang dilindungi negara tersebut.

Selain, Satwa jenis Rusa, dan Sesenggah, disepanjang jalur pendakian menuju Gunung Renjani yang ada di kawasan Hutan Loteng itu, terlihat sisa bulu Burung dari berbagai macam jenis Burung yang berhasil ditangkap para pemburu liar.
Tidak hannya itu saja, di jalur pendakian tersebut juga ditemukan tengkorak monyek yang diduga kuat merupakan tengkorak monyet / kerang jenis Lutung.
Akibat perburuan tersebut, Satwa yang hidup liar di dalam kawasan Hutan tersebut terancam punah dan takut menampakkan diri serta cenderung bersembunyi di dalam semak – semak.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam  (BKSDA) Wilayah 1 Lombok Lalu. M. Fadli, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mencegah aksi para Pemburu Liar tersebut.
Pasalnya, Satwa yang ada di Kawasan Hutan tersebut menjadi tanggung jawab Taman Nasional Gunung Renani (TNGR) dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Loteng. “Kalau kita di BKSDA hannya mengawasi Satwa yang ada di Bagian Selatan, seperti di Kawasan Hutan Tunak. Untuk Satwa yang ada di Hutan Utara menjadi ranah dan tanggungjawab TNGR dan Dishutbun,” terang L. M. Fadli pada Media Pembaruan, Jum’at kemarin.
Karena itu bukan menjadi ranah Tanggungjawab BKSDA, pihaknya hannya bisa menghimbau kepada Masyarakat untuk menghentikan aktivitas perburuan Satwa – satwa yang dilindungi Negara tersebut.”Kami minta dan menghimbau kepada Masyarakat Tolong hentikan perbuaruan Satwa. Biarkan Satwa itu berkemang biak dan hidup bebas di dalam,” ujar L.M. Fadli.
Ditempat terpisah, Kadishutbun Loteng Ir. Pan Rahayu Samsor, sangat menyayangkan masih maraknya Aktivitas perburuan Satwa di kawasan hutan bagian Utara Loteng.
Pihaknya berjanji dalam waktu dekat ini akan segera berkoordinasi dengan TNGR, Kodim 1620 Loteng dan Polres Loteng terkait dengan aktivitas perburuan Satwa tersebut termasuk juga terkait dengan penggunaan Senjata Api oleh para pemburu Satwa liar tersebut.”Satwa – satwa itu tidak boleh diburu karena dilindungi UU. Kami akan segera berkoordinasi dengan TNGR, termasuk juga dengan Kodim dan Polres terkait dengan penggunaan Senjata Api oleh para pemburu tersebut,” katanya pada Media Pembaruan, Jum’at kemarin.
Pan Rahayu mengaku, pihaknya pernah menerima informasi terkait dengan aktivitas perburuan Satwa di hutan bagian utara Loteng tersebut.
Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk segera menghentikan segala bentuk aktivitas perburuan Satwa tersebut.”Kita akan segera mencegah perburuan itu. Bila ada masyarakat yang mengetahui atau melihat perburuan Satwa tolong dilaporkan ke pihak berwajib. Dan kami himbau kepada seluruh masyarakat untuk segera menghentikan segala bentuk perburuan Satwa,” serunya. (RUL) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply