Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » MELALUI PMR AKU BELAJAR


suara revolusi 07.15.00 1

Oleh: Yuda Hartawan*
SUARA REVOLUSI.COM- Nama saya Yuda Hartawan, saya ingin menceritakan pengalaman saya dalam mengikuti organisasi. Menurut saya berorganisasi itu pasti pernah dilakukan setiap orang yang sering berinteraksi. Pasti disetiap lingkungan, entah lingkungan rumah maupun disekolah pasti ada yang namanya organisasi. Kali ini saya ingin membagi pengalaman saya kepada pembaca.

Palang Merah Remaja (disingkat PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut PMR. Terdapat di PMI kota atau kabupaten di seluruh Indonesia, dengan anggota lebih dari 5 juta orang, anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
Kali ini pengalaman saya mengikuti Palang Merah Remaja (PMR). PMR adalah kegiatan yang dasarnya untuk menolong orang yang semua orang yang sedang dalam keadaan gawat darurat. Selain menolong orang, PMR juga dapat mumbentuk keperibadian kita menjadi pribadi yang dapat dibanggakan, PMR juga dapat mengajarkan kita agar disiplin, berani, jujur, dan membentuk akhlak yang baik.
Awalnya aku mangira PMR itu hanya ekstrakurikuler untuk gadis saja, setelah salah satu teman kami yaitu  Amar mengikuti PMR akupun mengikutinya dengan senang hati. Aku banyak mencari dari internet tentang PMR, ternyata PMR itu sangat baik untuk diikuti. Aku banyak bertanya kepada kakak kelasku tentang kegiatan PMR SMPN 4 Praya, akupun makin tertarik mengikuti PMR.
Hari pertama saya mengikuti PMR aku disambut dengan hangat oleh senior-senior yang aku kenal. Setelah beberapa lama aku menunggu, akhirnya pelatih PMR-pun datang. Kamipun disuruh masuk kelas untuk memperkenalkan diri, karena kami adalah anggota baru. Perkenalan kamipun dimulai, mulai  dari aku, Amar, Adrian, Sukron dan teman yang lain. Akhirnya pelatih PMR kamipun memperkenalkan diri nama pelatih kami L. M. Ariandi Sahiran, kami disuruh memanggilnya Kak Ari. Kamipun diberi beberapa materi dasar PMR .
Keesokan harinya Kak Ari datang untuk membagikan pengumuman pelantikan. Pelantikan PMR SMPN 4 Praya akan dilakukan 2 minggu lagi, akupun dan temen-teman merasa sangat senang.
Dua minggu setelah pengemuman, tepatnya hari sabtu, kami kumpul pukul  15.00 WITA di halaman SMPN 4 Praya  aku  datang pukul 14.30 WITA. Aku membeli beberapa keperluan pelantikan di toko terdekat. Akhirnya pukul 15.00 acara yang ditinggu-tunggupun dimulai, mulai dari acara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Ari. Setelah acara pembukaan selesai kami bersiap shalat ashar di musholla SMPN 4 Praya. Setelah kami solat ashar lalu kami makan dan kami beristirahat.
Saat pukul 17.00 WITA kami berlajar menyelamatkan pasien yang sedang pingsan, ternyata manjadi anggota PMR itu tidaklah mudah, kami harus latihan praktik baris berbaris (PBB), belajar tentag obat-obatan, mambuat tenda, tandu, dan lain-lain. Aku merasa itu adalah pengalaman yang begitu berharga, akhirnya azan magribpun tiba, latihan kami hentikan untuk sholat magrib  sekaligus shalat isya berjemaah di musholla SMPN 4 Praya.
Setelah kami selesai shalat isya, kami makan dan bersiap-siap untuk mengikuti upacara api unggun di halaman sekolah. Setelah persiapan selesai, kami berkumpul di halaman sekolah untuk memulai acara tersebut. Kami memulai acara tersebut dengan bernyanyi lagu-lagu PMR, selesai bernyanyi kita disuruh menunjukan bakat dari masing-masing kelompok, kami diberi waktu 15 menit untuk mempersiapkannya. Setelah kami mempersiapkan pertunjukan, api unggunpun kami bakar dan setelah itu kami dari kelompok satu menunjukan bakat kami dengan menari dan menyanyi yang cukup kompak, diikuti oleh kelompok dua dan seterusnya. Awalnya aku merasa malu saat menari, tetepi karena banyak teman-teman yang menepuk tangani saya, menurut saya itulah yang menjadi semangat tersendiri buat saya. Tepat pukul 19.35 WITA acara api ungun berakhir, kamipun menuju tenda masing-masing kelompok.
Setelah kami dan teman-teman mau tidur, aku merasakan ada yang aneh, setiap kami mau tidur kami selalu saja dihalangi oleh senior kami, seharusnyakan senior itukan yang menyuruh juniornya tidur, aku melihat jam tanganku pukul 20.56 WITA kami disuruh kumpul di lapangan sekolah. Disana kami diberi materi fisik yang sangat malelahkan, selain itu kami juga dibiri materi apa itu pengorbanan orang tua. Ternyata PMR SMPN 4 Praya juga mendidik kita agar patuh dan taat kepada orang tua, akupun menjadi bangga mengikuti kegiatan PMR SMPN 4 Praya. Kamipun sempat terharu saat salah satu kakak pembina kami yaitu Kak Dhani menbacakan puisi tentang pengorbanan orang tua dan hal itu membuat kita semua manangis.
Setelah pukul 21.35 WITA kami tidur untuk beristirahat. Kami bangun pukul 06.12 WITA untuk  sholat subuh  berjemaah di musholla. Setelah kami selesai shalat berjemaah kami senam pagi dan setelah itu kami sarapan pagi. Acara yang selanjutnya adalah  persiapan pelantikan, itupun kami harus melewati beberapa ujian diantaranya ujian mental, materi, fisik, dan lain-lain. Regu kami mulai dari ujian mental, dimana kami disuruh berkeliling dengan muka yang dibaluri kopi. Selanjutnya kami menuju pos ujian materi dimana kami diberi soal tentang apa itu PMR dan sejarahnya. Kami dengan mudah melewati pos materi dan kamipun menuju pos fisik. Kami tiba di pos fisik pukul 08.30 WITA kamipun disuruh push up, direndam di sungai, dan lain-lain. Kamipun disuruh PBB dengan sempurna lalu kami dilantik dengan penuh kebanggaan. Pelantikanpun selesai pada pukul 10.15 WITA. Kamipun makan setelah pelantikan, lalu kami bersiap untuk upacara penutup. Kamipun pulang pukul 11.07 WITA, kamipun pulang dengan perasaan bangga bercampur lelah.
Keesokan harinya pada hari Senin, kami berjaga di belakang barisan kamipun mendapat kasus ketika salah satu kakak kelas kami pingsan, kamipun lantas menolongnya dengan cara menggopongnya ke UKS, kamipun memberikan pertolongan pertama yang harus dilakukan terhadap pasien. Kamipun segera berjaga di belakang barisan dengan rasa bangga. Kami mendapat banyak pengalaman berharga saat mengikuti PMR.
Selain itu juga, Saya di minta untuk mencari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar sekolah dan di luar area lingkungan. Saya juga belajar bagai mana caranya untuk mengobati seseorang yang terkena luka kecil ataupun luka besar. Dan yang saya tidak pernah lupa adalah di saat ada pelatihan untuk semua anak PMR saya harus membuat simpul-simpul untuk menggotong mengontong seseorang yang sedang kecelakaan di jalan. Memang rumit sampai-sampai saya tidak lulus dalam pelatihan pertama dan akhirnya saya mengikuti pelatihan ke dua dan alhamdullilahnya saya lulus dan naik pangkat.

Sekarang aku telah menjadi senior, semua pengalamanku hurus aku turunkan pada adik kelasku agar mereka menjadi penerus PMR  yang dapat diandalkan oleh sekolah. Kamipun melantik junior-junior kami seperti yang kami alami selama ini agar mereka menjadi pribadi yang dapat diandalkan serta patuh kepada orang tua.

Maka dari ini saya selaku anggota PMR secara tidak langsung dapat menerapkan Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah. Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama "7 Prinsip Dasar Palang Merah”.

Gerakan palang merah dan Bulaan lahir dari keinginan untuk memberikan pertolongan kepada korban yang terluka dalam pertempuran tanpa membeda-bedakan mereka dan untuk mencegah serta mengatasi penderitaan sesama. Tujuannya ialah melindungi jiwa dan kesehatan serta menjamin penghormatan terhadap umat manusia. Gerakan menumbuhkan saling pengertian, kerja sama dan perdamaian abadi antarsesama manusia.
  • Kesamaan
Gerakan memberi bantuan kepada orang yang menderita tanpa membeda-bedakan mereka berdasarkan kebangsaan, ras, agama, tingkat sosial, atau pandangan politik. Tujuannya semata-mata ialah mengurangi penderitaan orang lain sesuai dengan kebutuhannya dengan mendahulukan keadaan yang paling parah.
  • Kenetralan
Gerakan tidak memihak atau melibatkan diri dalam pertentangan politik, ras, agama, atau ideologi.
  • Kemandirian
Gerakan bersifat mandiri, setiap perhimpunan Nasional sekalipun merupakan pendukung bagi pemerintah di bidang kemanusiaan dan harus menaati peraturan hukum yang berlaku di negara masing-masing, namun gerakan bersifat otonom dan harus menjaga tindakannya agar sejalan dengan prinsip dasar gerakan.
  • Kesukarelaan
Gerakan memberi bantuan atas dasar sukarela tanpa unsur keinginan untuk mencari keuntungan apapun.
  • Kesatuan
Di dalam satu Negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional dan hanya boleh memilih salah satu lambang yang digunakan Palang merah atau Bulan Sabit Merah. Gerakan bersifat terbuka dan melaksanakan tugas kemanusiaan di seluruh wilayah negara bersangkutan.
  • Kesemestaan
Gerakan bersifat semesta. Artinya, gerakan hadir di seluruh dunia. Setiap perhimpunan nasional mempunyai status yang sederajat, serta memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam membantu sama lain.
Demikian pengalaman saya, semoga menjadi bacaan yang bermanfaat dan atas peshatiannya saya ucapkan terimakasih.***

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

1 komentar MELALUI PMR AKU BELAJAR