Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA LOMBOK TENGAH


suara revolusi 07.57.00 0

Oleh: Nun Sendra Apri Wardani, S. Pd.*
Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 4 Praya

SUARA REVOLUSI.COM- Menurut  Chandler dalam Rangkuti (2002:3) bahwa strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya. Strategi dapat pula diartikan sebagai rencana umum yang integratif yang dirancang untuk memberdayakan organisasi pariwisata untuk mencapai tujuan melalui pemanfaatan sumber daya dengan tepat walaupun menemukan banyak rintangan dari pihak pesaing (Puspa, 2006:18).
Pengembangan merupakan suatu proses, cara, perbuatan menjadikan sesuatu menjadi lebih baik, maju, sempurna dan berguna. Pengembangan merupakan suatu proses/aktivitas memajukan sesuatu yang dianggap perlu untuk ditata sedemikian rupa dengan meremajakan atau memelihara yang sudah berkembang agar menjadi lebih menarik dan berkembang (Alwi, 2005:538).
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan penuh, dapat di lakukan perorangan maupun kelompok. Berwisata bagi kebanyakaan orang bertujuan untuk menciptakan kembali kesegaran fisik maupun psikis agar dapat beraktifitas dengan baik pula, atau hiburan mendapatkan kepuasan lahir batin.
Dewasa ini maupun pada masa yang akan datang, kebutuhan akan berwisata akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dunia. Oleh karena itu, perlu adanya langkah strategis dalam mengembangkan kawasan wisata agar wisatawan tertarik untuk mengunjungi daerah Lombok Tengah khususnya, mengingat kawasan pariwisata di Lombok Tengah adalah salah satu destinasi utama bagi para pelancong baik lokal maupun mancanegara.
Setiap tahun jumlah wistawan mancanegara yang datang ke Lombok mengalami peningkatan. Mereka datang rata-rata untuk tujuan berlibur, namun tidak sedikit yang tujuannya untuk berbisnis atau mencari keuntungan dari aspek sosial-ekonomi. Melalui hal ini, ide cemerlang yang dapat di terapkan dalam strategi pengembangan pariwisata Lombok Tengah bisa di mulai dengan mencanangkan 5 M. 5 M dalam hal ini adalah:
1.    Membebas-visakan para pelancong mancanegara
2.    Meningkatkan SDA di 5 ekuitas destinasi wisata
3.    Menyamankan akses  berwisata
4.    Mengembangkan kelestarian budaya lokal
5.    Mengoptimalkan ambasador pariwisata
5 M Pertama berkaitan dengan telah di tanda tanganinya PP No. 69 Tahun 2015 tentang bebas visa kunjungan. Maka orang asing warga negara dari negara tertentu dibebas-visakan dari kewajiban memiliki visa kunjungan untuk wilayah Indonesia dalam rangka kunjugan wisata. Lampiran perpres tersebutpun menyatakan terdapat 45 negara yang dinyatakan bebas visa kunjungan ke Indonesia.
Penerapan dalam memberlakukan bebas visa bagi para pelancong warga negara asing ke depannya akan lebih menguntungkan  bagi tempat pariwisata. Dalam hal inipun diharapkan banyak turis dari belahan dunia yang berminat datang ke Indonesia terutama objek wisata yang ada di Lombok Tengah.
5 M yang ke-2 yaitu meningkatkan SDA di 5 ekuitas destinasi wisata. Lima kawasan wisata lombok tengah yang sangat berpotensi untuk menjadi rekomendasi destinasi utama para pelancong yaitu pantai Kuta yang ada di selatan daerah Lombok Tengah, kampung Sade yang juga berada di selatan daerah Lombok Tengah, Sukarara yang terletak tidak jauh dari jantung kota Lombok Tengah, Aik Bukak, Benang Stokel, serta Benang Kelambu yang ada di bagian utara daerah Lombok Tengah.
Ke-5 destinasi tersebut akan menjadi icon kawasan wisata Lombok khususnya daerah Lombok Tengah apabila masyarakat setempat menyadari potensi alam dengan memperhatikan konektivitas sumber daya alam yang ada.
5 M yang ke-3 adalah menyamankan akses berwisata. Memberikan fasilitas yang nyaman dan mendirikan jaringan kluster pariwisata yang dinamis kepada wisatawan menjadi hal penting dalam pelayanan berwisata. Jika meninjau kawasan wisata yang ada di daerah selatan Lombok  Tengah seperti halnya kawasan pantai Kuta, dan kampung Sade, akses jalan dan fasilitas penting untuk segera dilakukan pembenahan agar lebih memadai. Begitupula kawasan yang ada di Sukarara, dan benang stokel yang di daerah utara lombok tengah. Pembenahannya dapat dilakukan dengan perbaikan dan pelebaran jalan menuju akses berwisata. Selain itu pula dengan pengadaan infrastruktur yang lengkappun akan lebih menambah kenyamanan wisatawan dalam berwisata.
Sedangkan 5 M yang ke-4 yaitu mengembangkan kelestarian budaya lokal. Tradisi budaya lokal yang ada di Lombok Tengah sangatlah penting untuk terus dilestarikan. Budaya masyarakat kampung Sade yang begitu unik dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.
Hal yang dapat di kemas dalam mengembangkan tradisi budaya lokal yang ada di kampung Sade dapat dilakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat setempat akan pentingnya elemen atau komponen unik dari warisan budaya lokal yang harus tetap dipertahankan. Pencapaiannya itu pun dapat dilakukan di balai masyarakat setempat.
Strategi Pengembangan wisata kampung Sade Lombok Sebagai Destinasi Pariwisata berkelanjutan dalam kegiatan kepariwisataan yaitu sikap ramah tamah masyarakat kampung Sade. Dengan adanya potensi tersebut maka akan melengkapi daya tarik wisata yang ada di kampung Sade Lombok termasuk potensi budaya dan tradisi lainnya, sehingga wisatawan akan merasa nyaman dan betah untuk berwisata di Lombok. Potensi alam dan sosial budaya merupakan kekuatan sekaligus peluang bagi pariwisata Lombok Tengah  menjadi destinasi pariwisata yang berkualitas.
Salah satu bentuk keunikan tradisi masyarakat Kuta Lombok yang menjadi potensi dan daya tarik wisata sosial budaya yang paling populer selain upacara adat, kerajinan, keseniannya adalah tradisi tahunan yaitu core event “Bau Nyale”. Event ini merupakan hal yang paling dinantikan oleh para wisatawan terlebih wisatawan mancanegara.
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kelestarian budaya. Selain mempertahankan keunikan budaya setempat dapat pula dengan memajukan kerajinan yang berbasis lokal yang ada di daerah Sukarara. Identitas akan kerajinan dan makanan lokal adalah komponen warisan budaya yang signifikan dalam mengajak wisatawan agar lebih tertarik akan kearifan budaya lokal yang ada.
Inti dari 5 M yang terakhir adalah mengoptimalkan kembali ambasador pariwisata dalam rangka mempromosikan firma lokal yang sudah ada. Ambasador yang sudah terpilih di harapkan akan membawa perubahan dalam peningkatan kunjungan wisatawan. Upaya yang terorganisir seperti halnya terjun langsung dalam mempromosikan wisata dan budaya setempat akan menunjang kelangsungan siklus pariwisata. Dalam pengoptimalisasian inipun diharapkan ambasador dapat menarik sebanyak mungkin wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kawasan wisata Lombok Tengah memiliki potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, perlu untuk dikembangkan. Uraian jargon 5 M yang adapun adalah upaya atau strategi dalam pengembangan kawasan wisata Lombok Tengah. Dengan adanya jargon 5 M tersebut juga diharapkan dapat memajukan kawasan wisata Lombok Tengah, mensejahterakan masyarakat sekitar kawasan pariwisata dan meningkatkan pendapatan daerah di luar sektor komoditi pangan tentunya.
Beberapa hal lain yang perlu dilakukan oeh semua pihak, baik itu oleh pemerintah, legistaif, stakeholder, pelaku pariwisata dan masyarakat agar pengembangan tersebut dapat terwujud diantaranya adalah kerjasama yang baik dengan semua pihak terutama pihak terkait, peningkatan sumber daya manusia serta manajemen destinasi yang baik, cermat dan efektif.
Dengan adanya pengembangan wisata, diharapkan penduduk yang bermukim di sekitar kawasan pariwisata bisa sejahtera dan mengambil banyak manfaat dari kegiatan pariwisata, untuk itu juga, kita harus ikut andil menjaga dan memelihara alam serta lingkungan sekitar kawasan wisata sebagai bentuk dari milik kita bersama.

Dengan ini pula, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membuat perencanaan strategi pengembangan pariwisata Lombok Tengah sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan ke depannya akan menjadi lebih baik, yang nantinya akan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat terutama masyarakat setempat, kelestarian tradisi dan budaya lokal serta peningkatan kualitas lingkungan.***

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply