Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

SUARA REVOLUSI.COM- Tabrakan beruntun yang terjadi di depan Badan Kepengawaian Daerah (BKD) Lombok Tengah yang melibatkan empat mobil rinsek terjadi sekitar pikul 11.20 wita, selasa (22/12/2015). Walau tidak ada korban jiwa,namun sempat terjadi kemacetan di jalan gajah mada praya akibat tempat kejadian perkara (TKP) pusat perhatian warga yang melintas pada saat itu. ke empat mobil tersebut ada yang rusak ringan dan rusak parah.

Adapun kendaraan yang terlibat dalam kecelakan beruntun tersebut antara lain, Suzuki Ertiga DR 1602 SA, New Masda CX5 DR 1778 AS, Kijang Kapsul DR 1661 SZ dan Sedan Taksi Blue Bird  DR 589 AS. (SR 01)
Ketua KPU Loteng, Ary Wahyudi,SH.MH. Menyerahan Surat Penetapan Paslon terpilih Bupati dan Wabup Loteng H.M.Suhaili, FT.SH dan Lalu Pathul Bahri. S.IP, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih periode 2016-2021. 
SUARA REVOLUSI.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah Menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Tengah Tahun 2015, Pasangan HM.Suhaili FT,SH dan Lalu Pathul Bahri,S.IP di tetapkan sebagai pemenang Pemilihan Kepala Daerah periode 2016-2021 di Aerotel Hotel Mandalika Praya, Selasa (22/12). (SR 01)


Ir.HL.Moh.Amin
SUARA REVOLUSI.COM- Potret kondisi desa 5 tahun lalu, bisa digambarkan menjadi 4 bagian. Demikian disampaikan Asisten I Setda Lombok Tengah, Ir.HL.Moh.Amin,Senin (21/12)  ditemui diruang kerjanya.

Yang pertama ungkap Asisten I yakni aturan main. Sesuai dengan undang-undang Nomor 32 terkait dengan desa, saat itu dari segi tanggung jawab yang diberikan sangat luar biasa besar. Begitu juga dilihat dari PP 72 yang tanggungjawabnya besar namun daya yang diberikan kurang.”Artinya tanggung jawab besar didesa tidak disertai dengan anggaran yang besar juga,”Jelasnya.

Adapun tanggung jawab itu antara lain lanjut Asisten I, seperti bertanggung jawab terhadap pelayanan administrasi dan pelayanan berjalanya ekonomi. Ketertiban dan keamanan dan juga diberikan ruang untuk emalakukan musyawarah desa walaupun hal itu tidak dimuat langsung dalam undang-undang nomor 25.”Ini yang saat itu menjadi hiruk pikuk, karena apa yang direncanakan dalam musyawarah desa namun tidak pernah dilaksanakan,”Imbuhnya.

Sejak tahun 2014 lanjut HL.Moh.Amin ada undang-undang nomor 6, PP 43 tahun 2015 dan saat ini beberapa peraturan menteri juga sedang dibuat yang membuat desa begitu berbunga-bunga untuk menyambutnya. “Tentu berbunga-bunga itu dalam konteks apa yang mereka rencanakan hal itu yang bisa mereka laksanakan dalam membangun desanya,”Katanya.

Yang kedua potret desa 5 tahun lalu lanjut HL.Moh.Amin, dilihat dari cita-cita desa. Dulu boleh-boleh saja desa tidak mempunya visi dan misi, namun sekarang wajib dalam suatu desa harus dibawa kemana dalam hal pembangunanya 5 tahun kedepan dan lengkap dengan cara bagaimana cara mencapainya.”Masyarakat harus terlibat dalam mencapai visi dan misi desa tersebut baik sejak perencanaan dalam membangun mimpi desa,”Tandasnya.

Setelah itu lanjut HL.Moh.Amin, yang ke tiga yakni tingkat kemandirian desa. Dulu hampir tidak ada sama sekali ada desa yang  memiliki hal yang menonjol dari desa yang satu dengan desa yang lain. Namun hari ini ungkap Amin desa sudah memiliki berbagai warna. “Saat ini ada istilah desa One Village One Product dan hal itu sudah dimulai dilaksanakan. Desa sekarang sudah punya ciri sendiri,”Terangnya.

Yang terakhir menurut Assiten I yakni kondisi kapasitas desa saat ini sudah sangat mumpuni. Hal ini karena desa dalam berbagai kesempatan selalu diberikan berbagai macam pelatihan-pelatihan dalam segala hal agar bisa menjalankan semua bidang pembangunan didesanya.”Itulah empat potret kondisi desa 5 tahun yang silam disbanding dengan saat ini,”Pungkasnya.(SR 03)
Drs.H.Nasri Anggara
SUARA REVOLUSI.COM- Berbagai kegiatan dalam rangka peringati hari Amal Bhakti tahun ini, diserahkan ke masing-masing Kelompok Kerja Mandrasah (KKM) yang ada. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah, Drs.H.Nasri Anggara, Senin (21/12) diruang kerjanya.
Lebih lanjut Kemenag menegaskan, pada tahun ini tidak ada sepersenpun anggaran untuk kegiatan peringatan hari amal bhakti itu yang dianggarkan melalui Kementerian Agama. Semua KKM yang ada harus kreatif melaksanakan kegiatan termasuk penggalangan dana.”Tidak ada anggaran untuk kegiatan itu sekarang,”Tegasnya.

Pihak KKM dalam melakukan kegiatan lomba-lomba dalam rangka Hari Amal Bahkti tersebut saran Kemenag, bisa bekerja sama dengan pihak ke tiga. Ia mencontohkan dengan menggaet sponsor dari perusahaan yang ada.”Tentu hal itu asal bisa dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat,”Tandasnya.

Walaupun tanpa dukungan dana dari pemerintah dengan layak, Kemenag berharap agar semangat pelaksanaan kegiatan Hari Amal Bhakti tidak surut dan dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya.”Dan benar sudah kita lihat bersama, bagaimana meriahnya kegiatan dimasing-masing KKM,”Pungkasnya. (SR 03)
SUARA REVOLUSI.COM- Kegiatan Pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Tinja di Kampung Tampar Ampar Praya akan terus dilanjutkan. Namun demikian, berbagai solusi bagi adanya warga yang pro-kontra terhadap pembangunan tersebut masih terus dilakukan.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya PU-ESDM Lombok Tengah, L Firman Wijaya mengatakan, pembangunan itu terus dilanjutkan karena pada hakekatnya sebuah pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak ada yang akan menyengsarakan rakyatnya.”Tetapi tentu bagi adanya warga yang tidak setuju kami hargai,”Katanya, senin (21/12/2015).

Lebih lanjut dikatakan, sebelum proyek dikerjakan pihak terkait sudah melakukan proses awal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seperti sosialisasi dan yang lainya. Begitu juga pemenang tender yakni PT. Mustika Cendana Emas, sudah memasang plang proyek. “Plang proyek ada di depan dan sosialisasi kami sudah lakukan dua kali,” Jelas Firman.

Dari pengamatannya selama proyek dikerjakan lanjut Firman, yang jadi pokok masalah dipersoalkan warga adalah metode pengerjaannya. Misalnya, pada saat dilakukan penggalian untuk pemasangan pipa dibiarkan sampai satu minggu. Ini kemudian yang memperkeruh suasana karena warga banyak merasa dirugikan dan tidak nyaman beraktivitas.“Mungkin seperti ini kendala masalah di lapangan. Tapi kami akan sikapi dan atasi masalah ini,” janji Firman.

Firman menambahkan, dari kontrak kerja yang ada proyek IPAL ini harus tuntas pengerjaannya 30 Desember ini. Untuk itu, dia berjanji akan cepat mengatasi masalah ini dengan cara ikut turun tangan. Beberapa hari lalu pasca hearing perwakilan Perumnas, pihaknya sudah melayangkan surat ke Kepala Lingkungan (Kaling). Surat ini bertujuan meminta kesediaan waktu kapan bisa dilakukan sosialisasi ke tiga kalinya untuk memuluskan hajatan pemerintah. “Insya Allah, nanti kami akan undang teman-teman media pada saat kegiatan sosialisasi,”Pungkasnya.(SR 03)
SUARA REVOLUSI.COM- Komisi Pemilihan Umum Lombok Tengah (KPU) Menyelesaikan rapat pleno terbuka Rekapitulasi Hasil penghitungan suara Pasangan calon bupati dan wakil bupati lombok tengah tahun 2015 tepat pada pukul 14.55 yang berjalan dengan aman dan lanjar di Aerotel hotel Mandalika Praya,Kamis (17/12).

Dari hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara paslon tersebut pasangan Bupati dan Wakil Bupati Loteng dengan nomor 2 H.M.Suhaili FT,SH dan Lalau Pathul Bahri,S.IP menang telak di 11 kecamatan dari  12 kecamatan se Kabupaten Lombok Tengah dari 4 Paslon lainnya.

Paslon nomor 2 Suhaili dan Pathul hanya kalah tipis di kecamatan pujut yakni berada di bawah perolehan hasil suara paslon nomor 5 Suprayatno dan Zainul Aidi. 

Adapun rekapitulasi hasi perhitungan perolehan suara paslon bupati dan wakil bupati loteng tahun 2015, paslon nomor 1 Mamiq Ngoh dan Badrun memperoleh 18.123 suara atau 3,94 persen, paslon nomor 2 suhaili dan pathul memperoleh 21.395 suara atau 46.34 persen, Sakti dan Jaya memperoleh 122.044 suara atau 26,50 persen, Tuan Lay dan Lale Widare memperoleh 30.267 suara atau 6,57 persen sedangkan nomor 5 Derip dan Zainul Aidi memperoleh 76.639 suara atau 16,64 persen dari total jumlah suara sah sebesar 460.468 suara. (SR 01)
Penjabat Bupati Lombok Tengah Ibu Salim,SH.M.Si sedang memberikan sambutan pada acara zikir dan doa bersama aats kesuksesan pilkada dan Hut NTB Ke 57.

SUARA REVOLUSI.COM- Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka keseuksesan dalam penyelenggarakan pilkada serentak dan hari ulang tahun Nusa Tenggara Barat (NTB) yang di gelar di masjid agung Lombok Tengah, Rabu (16/12/2015). (SR 01).




SUARA REVOLUSI.COM- Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) menggelar gerakan tanam kedelai dalam rangka percepatan optimasi perluasan areal tanam melalui peningkatan indeks pertanaman (PAT-PIP) kedelai tahun 2015 di kelompok tani sepit mandiri Desa Pengembur Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah,senin (14/12). (SR 01)
 Jumadil Adilo, M.Pd (Praktisi Pariwisata dan Wakil Dekan III FPBS IKIP Mataram )

SUARAREVOLUSI.COM. Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid dan sektor pariwisata menjadi salah satu andalan dalam menggerakkan dan meningkatkan laju ekonomi yang lebih menjanjikan dan mensejahtrakan masyarakat NusaTenggara Barat (NTB). Sederet penghargaan fantastis yang diterima oleh pemerintah Nusa Tenggara Barat baik penghargaan  dalam negeri maupun luar negeri dalam bidang pariwisata. Penghargaan terbaru yang diperoleh tanggal 10 Desember tahun 2015 ini adalah datang dari pemerintah pusat, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dalam ketegori  “The Real Wonder of the World 2015” , penghargaan tersebut lansung diserahkan oleh Menteri Pariwisata Bapak Ir. Arief Yahya dan langsung diterima oleh Sekretaris Provinsi Nusa Tenggara Barat Bapak H. Muhammad Nur dalam hal ini mewakili gubernur NTB Bapak Dr. Zainul Majdi, MA.(Facebook Taufan Rahmadi Ketua Badan Promosi Pariwisata NTB).


Baru-baru ini juga, kita tidak bisa menapikkan berita duka sekaligus tamparan pada industri pariwisata Nusa Tenggara Barat, dalam satu hari tiga kejadian perampokan atau pembegalan beringas terjadi di wilayah selatan Kabupaten Lombok Tengah. Tidak tanggung-tanggung yang menjadi korban perampokan adalah tiga wisatawan mancanegara dari Amerika dan Jerman yang bernama Barbara Klar dan Gina Schilings dari Jerman serta Brian Jhon dari New Jersey Amerika (Media Pembaharuan).  Apakah ini sebuah challange atau tantangan sebuah daerah yang lagi naik daun di dunia pariwisata atau apakah ini keteledoran baik pemerintah daerah maupun provinsi untuk terus meningkatkan keamanan di destinasi wisata?  apakah juga masyarakat yang masih acuh tak acuh terhadap pariwisata itu sendiri? apakah sense of belonging atau rasa memiliki masyarakat terhadap pariwisata itu sendiri belum ada ? kalau masyarakat sadar akan dampak dari pariwisata yang akan meningkatkan income atau penghasilan baik dari peluang lapagan kerja atau perputaran ekonomi di temapat tujuan wisata, sangat mustahil akan terjadi kejadian yang tidak diinginkan.

 Patut dan perlu di contoh masyarakat Bali yang hanya menjual jasa khususnya jasa pariwisata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, tidak heran pariwisata Bali terkenal seentero dunia, rahasianya hanya satu masyarakat sadar wisata, dari sadar wisata itulah timbul sense of belonging dan sense of security untuk menjaga dan memelihara penghasilan utama dari sektor pariwisata.  apa pun itu sebenarnya ayo kita sama-sama membangun pariwisata, saling bahu membahu dalam menjaga kenyamanan dan keamanan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.

Masalah demi masalah muncul dalam pariwisata NTB yang sedang naik daun ini, tetapi ini merupakan titik awal kebangkitan pariwisata NTB kedepannya. Masalah yang belum digembar-gemborkan adalah masalah penutupan jalur Bali-Gili Trawangan. Menurut Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Nusa Tenggara Barat  Bapak H. L. Muhammad Faozal, S.sos., M.Si sinyal kuat penutupan sekaligus pengalihan pelabuahn sebagai alternatif yang akan dilakukan adalah fast boat dari Bali yang menuju Gili Trawangan harus berhenti di pelabuhan Teluk Nara atau Bangsal Lombok Utara, di pelabuhan tersebut bongkar muat barang atau transfer penumpang yang lansung dibawa oleh kapal lain ke tujuan tiga gili, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air, ini di sampaikan lansung oleh Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Nusa Tenggara Barat pada acara Focus Group Discussion(FGD) dengan tema strategi pemasaran wisata halal di Hotel Santika 8/12/15 (Suara NTB).

Rencana dan kebijakan yang di buat oleh Kepala Dinas Pariwasata Provinsi Nusa Tenggara Barat  Bapak H. L. Muhammad Faozal, S.sos., M.Si bertentangan dengan kepala UPTD pelabuhan Senggigi, Dishub Lombok Barat Bapak Iskandar Zulkarnaen, dia menuturkan pemerintah daerah atau provinsi jangan terlalu gegabah mengambil dan membuat keputusan, karena menurutnya surat ijin yang mengatur trayek penyebrangan kapal termasuk fast boat masih dibawah wewenang Direktorat Jendral Perhubungan Laut Bidang Perkapalan dan Keselamatan Pelayaran sehingga pemerintah daerah maupun provinsi tidak bisa berbuat banyak masalah trayek tersebut karena  itu sebagai regulasi dan kebijakan pemerintah pusat yang membidangi Bidang Perkapalan dan Keselamatan Pelayaran.

Sebagai praktisi dan pemerhati pariwisata  yang ada di Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok, kebijakan rencana pengalihan bongkar muat atau transfer penumpang yang akan diberalukan segera kurang baik dalam memajukan pariwisata kedepannya, pemerintah provinsi khususnya Dinas Pariwisata rencana kebijakannya sangat prematur dalam kemajuan pariwisata NTB, perlu dikaji ulang sehingga akan menghasilkan kebijakan atau keputusan yang lebih rasional, bayangkan kalau dilihat dari segi kenyamanan, penumpang sangat risih rasanya adanya bongkar muat penumpang, penumpang yang masih merasakan capek dan mual dari perjalanan yang lama dari Bali menuju Gili Trawangan pindah lagi ke perahu atau fast boat lainnya. Marilah kita ciptakan kondisi pariwisata yang nyaman dan menyenangkan bagi wisatawan yang berkunjung ke NTB. Jargon yang selalu didengungkan oleh Badan Promosi Pariwisata Nusa Tenggara Barat(BPPD NTB) “muliakan wisatawan” inikah caranya kita muliakan wisatawan yang mau berkunjung ke NTB dengan membuat peraturan yang bertele-tele tidak mencerminkan praktis dan mudah. ***

Pujut Dahlan ( Mantan Pengurus Forum Silaturrahmi Pemuda Lombok Tengah) 

Rabu 9 Desember 2015 menjadi tonggak   sejarah baru politik di Indonesia. Selesai sudah prosesi pilkada serentak dimana rakyat memilih secara langsung para pemimpinnya untuk pertama kalinya. Ada 269 pemilihan kepala daerah yaitu ada 9 tingkat provinsi, 30 kota ( walikota( , dan 224 pemilihan kabupaten (bupati). Perhelatan  pilkda serentak ini menjadi horizon politik baru, ketika semua calon kepala daerah yang terpilih diharapkan bisa menjadi tonggak sejarah  perubahan mendasar dibeberapa daerah. Dengan kesuksesan pelaksaan pilkada serentak ini menjadi tanda-tanda kedewasaan poitik masyarakat sudah  menampakkan wajah aslinya. Apalagi pilkada serentak ini meminimalisir terjadinya chaos antar massa, mendistosri aksi-aksi anarkis antar pendukung. Berikutnya lagi mereka yang kalah harus legowo menerima kekalahanya dan  pihak yang menang agar lebih mengontrol diri atas euforia kemenangan sampai perhitungan suara resmi dari KPU di umumkan.

Suksesnya perhelatan pilkada serentak dibeberapa daerah menjadi catatan positif perjalanan proses demokrasi di Indonesia.Tanggal 9 Desember 2015 menjadi penentu kepemimpinan di beberapa daerah. Dari semua partai pengusung pilkada saya pribadi menyorot suskesnya kader partai Keadilan Sejahtera di beberapa daerah menjadi gubernur dan bupati di beberapa kabupaten/kota. Ini menjadi prasyarat partai yang pernah dilanda ‘badai besar’ ini kembali dipercaya oleh public lagi. Di  bawah kepemimpinan Shohibul Imam partai keadilan sejahtera masih memberanikan dirinya bahwa partai tersebut masih memiliki mesin partai yang komplit, secara struktural partai ini masih tetap solid dan  terus berkhidmat untuk rakyat. Dengan kesuksesan ini menjadi ekspektasi publik bahwa partai  berlambang bulan sabit ini  dipercaya dan mampu membawa amanah rakyat. Saya mengutip salah satu pernyataan Ketua Majelis Syoru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di media sosial Salim Segaf Al-Jufri yang berpesan,” Dengan kemenangan di beberapa daerah kader-kader PKS harus menjaga kepercayaan rakyat Indonesia.”

Sinyal Suksesnya kader-kader PKS di beberapa daerah  menjadi peluang masyarakat Indonesia untuk menaruh harapan dan berinteraksi  langsung dengan para pemimpinnya di daerah. Tepat apa yang dikatakan Eep Syafullah Fatah dalam tulisannya “Dentuman Ekspektasi Publik”  bahwa “ Para pemimpin yang terpilih harus memaknai jabatan atau amanahnya sebagai pemimpin di daerah untuk mengelola pemerintahannya sebagai sebuah “bisnis kepercayaan” Artinya pemimpin tidak boleh sembarangan memerintah jika tak ingin kehilangan kepercayaan masyarakat, para pemilih,”. Selanjutnya, jangan sampai menyia-nyiakan amanah rakyat ini jika tidak ingin kehilangan kepercayaan publik. Tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah mengelola ‘ekspektasi masyarakat’ habit masyarakat kita sekali dikhianati maka seterusnya menjadi bumerang tidak percaya lagi.
Selama beberapa dekade terakhir mengevaluasi perjalanan produk pilkada di beberapa daerah memperlihatkan bahwa harapan rakyat bertepuk sebelah tangan. Ibaratnya  masyarakat hanya mendorong mobil mogok yang  membantu pada saat mendorongnya setelah mobil berjalan lalu ditinggalkan. Intinya jangan mengecewakan rakyat! Ada trend atau kecendrungan rakyat sudah kecewa dengan tabiat pemimpin di beberapa daerah yang berkarakter memanfaatkan rakyat sebagai objek.

Kesuksesan PKS di beberapa daerah ini menjadi prestasi luar biasa. Pertanyaannya adalah kenapa rakyat menaruh perhatian kepada calon pemimpin yang di usung kendaraan berlambang bulan sabit ini? Jawabannya sederhana mungkin sangat sederhana yaitu masyarakat masih berharap banyak bahwa calon yang mereka pilih mampu membawa aspirasinya. Masyarakatpun sadar bahwa dari rentang waktu selama 11 tahun, ada 56 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di KPK. Informasi dari detiknews bahwa data yang didapat dari KPK setidaknya sudah 56 kepala daerah terjerat kasus hukum di KPK. Ini terhitung sejak KPK berdiri tahun 2003. 56 kepala daerah yang terjerat KPK terdiri dari gubernur, wakil gubernur, walikota, bupati dan wakil bupati. Rata-rata dari para kepala daerah itu terjerat kasus penyalahgunaan wewenang, baik dalam pengelolaan anggaran dan aset daerah ataupun penyalahgunaan terkait perizinan. Namuna ada pula kepala daerah yang terjerat kasus penyuapan,”

Inforamsi ini setidaknya menjadi pelajaran buat kepala daerah yang terpilih nanti pasca pengumuman KPU resmi untuk lebih berhati-hati dengan jabatan. Para pemimpin yang terpilih jangan sampai menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya. Kemenangan para partai pengusung menjadi cikal bakal bahwa perubahan harus dimulai dari masyarakat sendiri. Sekalipun masih ada yang golput tidak menggunakan hak suaranya yang menurut saya pribadi hal tersebut cukup naïf, karena bagaimanapun  kita sudah di alam demokrasi tidak  menyia-nyiakan hak suara kita. Satu suara sangat menentukan arah perjalanan daerah kita kedepan.

Begitulah harapan kita sebagai masyarakat Indonesia yang telah menggunakan hak suara kita pada perhelatan pilkada serentak 9 Desember 2015 . Sukses kader-kader  Partai Keadilan Sejahtera yang menjadi pemimpin di beberapa daerah menjadi sinyal bahwa partai ini sudah keluar dari badai yang menerjang. Saatnya partai yang dipimpin Shohibul Imam ini menunjukkan kualitasnya sebagai partai yang terus berkhidmat untuk rakyat.***


SUARA REVOLUSI.COM- Penjabat Bupati Lombok Tengah Ibnu Salim,SH,M.Si  Kasat Pol PP Provinsi NTB, yang didampingi sekda Drs H. Lalu Supardan,MM dipercayakan menjabat paling lama satu tahun atau sampai pelantikan Bupati baru . Setelah dilantik kemarin Senin ( 7/12 ) diruang rapat utama gubenur penjabat langsung exsen masuk kerja dan langsung gelar rakor diruang rapat  utama kantor Bupati Lombok Tengah bersama seluruh SKPD, yang tidak menghadiri rakor tersebut kecuali Kadis Dukcapil Kunker ke Jakarta dan Kadis Dispenda karena sakit.(SR 01)

SUARA REVOLUSI.COM- Wagub lebih lanjut mengatakan, pengambilan sumpah jabatan tersebut, merupakan tindak lanjut Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (mendagri) tentang pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah periode 2010-2015. “ Untuk itu pada Bupati dan Wakil Bupati lama yakni, H.Suhaili,FT dan HL.Normal Suzana mewakili peemrintah dan masyarakat NTB, mengucapkan terimaksih dan pengahrgaan setinggi-tingginya selama 5 tahun sebagi Bupati dan wakil Bupati loteng,”Demikian arahan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H.Muh.Amin,SH.M.Si pada acara pengambilan sumpah dan jabatan Penjabat Bupati Lombok Tengah,Senin (7/12) di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB.

Diingatkan kepada Penjabat Bupati, agar selalu menjaga kondusifitas dan penyelenggaraan pemerintahan di Lombok Tengah. Terlebih pada tanggal 9 Desember ada Pilkada serentak. Selama pelaksanaan Pilkada, telah dilantik 6 penjabat Bupati. “ Tinggal lagi satu penjabat Bupati yang akan kita lantik yakni Sumbawa pada tanggal 11 Januari 2016 mendatang,”Ungkapnya.
Walau terkesan hanya sementara lanjut Wagub, namun tugas dan tanggung jawab menjadi seorang penjabat Bupati sangat besar. Karena paska pelaksanaan pilkada, tidak ada seorangpun yang bisa menebak apa yang akan terjadi. “Mengantisipasi hal itulah salah satu tanggung jawab besar seorang penjabat bupati,”Imbuhnya.
Penjabat Bupati Lombok Tengah,Ibnu Salim,SH.M.Si diingatkan untuk selalu menjaga kondusifitas dan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan di Lombok Tengah. Apalagi dalam waktu dekat diselenggarakan Pilkada serentak. Selain itu, tugas yang juga cukup berat yakni bagaimana Penjabat Bupati mampu menjaga netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena terkait soal netralitas PNS tersebut sudah ada yang hingga sampai diproses oleh aparat. “Fasilitasi pilkada dan jaga netarilitas, PNS. Yang terakhir ini sudah muali membuat kisruh. Untuk itu, tidak perlu membuat atau mengambil kebijakan yang membuat gaduh. Walau barangkali diperbolehkan oleh perundang-undangan yang berlaku,”Saranya.
Wagub juga menekankan, agar seluruh jajaranan pemerintahan dan seluruh lembaga dan komponen yang ada di Lombok tengah, untuk mau membantu dan bekerjasama dan mendukung kerja-kerja penjabat bupati yang baru dilantik. “Tidak mungkin Ibnu salim bekerja sendiri, harus mendapat dukungan oleh semua jajaran di loteng apalagi DPRD,”Tandasnya. ( SR 03)
Pelantikan Penjabat Bupati Lombok Tengah Ibnu Salim,SH.M.Si yang di Lantik oleh Wakil Gubenur Drs Moh Amin,MM.
SUARA REVOLUSI.COM- Ibnu Salim menandaskan, pertamatama yang akan ia lakukan yakni melanjutkan roda pemerintahan yang sebelumnya pernah dijalankan oleh Pelaksana Harian yang diamanahkan ke Sekda Lombok Tengah,Drs.HL.Supardan,MM. “Tentu yang akan saya laksanakan, tugas poko saya menjalankan pembangunan dan pelayanan pemrintahan untuk masyarakat Lombok Tengah,” Demikian disampaikan Penjabat Bupati Lombok Tengah, Ibnu Salim,SH.M.Si ,Senin (7/12).
Selain itu, pihaknya juga akan segera bertemu dengan unsur-unsur penyelenggara pemilu dan juga unsur pengawas. Hal itu untuk memastikan aspek-aspek penyelenggraan pemilu sudah dalam kondisi siap. “Soal arahan gubernur agar tidak mengeluarkan kebijakan yang bikin gaduh, insyaallah saya akan fokus pada sesuaidengan amanat gubernur dan menteri dalam menteri,”Tandasnya.
Penandatangan naskah pelantiakan penjabat bupati Lombok tengah,Ibu Salim.
Dalam konteks penyelanggaraan pemerintahan dalam hal keamanan, dengan banyaknya kejadian criminal yang dialami sejumlah wisatawan, akan menjadi perhatian bersama dan diharpkan pers bisa mendukung dirinya saat melakukan langkah-langkah strategis kedepan.”Saya mohon rekan-rekan pers mendukung sepenuhnya baik dalam rangka penyelenggaraan pemilu dan social kemasyarakatan dan terbebas dari gangguan keamanan karena Lombok Tengah itu adalah masa depan pariwisata NTB,”Tukasnya.
Kemudian lanjut Ibnu Salim, memfasilitasi terselenggaranya pilkada di Lombok Tengah agar berjalan tertib, damai dan berintegritas. Dan yang paling penting menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah utama yang dilakukan dalam rangka pilkada, koordinasi dengan pihak-pihak SKPD terkait.”Kita ingin mendapatkan informasi dan soal kondisi yang paling berat yang kemungkinan terjadi,”Imbuhnya.
Menjaga netralitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Pilkada Lombok Tengah 2015 ini, merupakan tugas penting yang harus segera dijalankan. 
Ibnu Salim menandaskan, pertamatama yang akan ia lakukan yakni melanjutkan roda pemerintahan yang sebelumnya pernah dijalankan oleh Pelaksana Harian yang diamanahkan ke Sekda Lombok Tengah,Drs.HL.Supardan,MM. “Tentu yang akan saya laksanakan, tugas poko saya menjalankan pembangunan dan pelayanan pemrintahan untuk masyarakat Lombok Tengah,”Katanya.
Kemudian lanjut Ibnu Salim, memfasilitasi terselenggaranya pilkada di Lombok Tengah agar berjalan tertib, damai dan berintegritas. Dan yang paling penting menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah utama yang dilakukan dalam rangka pilkada, koordinasi dengan pihak-pihak SKPD terkait.”Kita ingin mendapatkan informasi dan soal kondisi yang paling berat yang kemungkinan terjadi,”Imbuhnya.(SR 01)


Ary Wahyudi,SH.MH.
SUARA REVOLUSI.COM-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah terus upaya untuk  meningkatkan angka partisipasi masyarakat pada Pilkada  tahun 2015. Salah satu dengan cara memamfaatkan pengurus masjid yang ada diseluruh Kabupaten Lombok Tengah. 
Lanjut Ary Wahyudi, para merbot atau petugas masjid tersebut  nantinya akan dimintai tolong untuk menghimbau dan mengingatkan warga untuk menggunkan hak pilihnya di TPS masing-masing. Informasi itu diselipkan saat kegiatan ibadah sedang dilakukan.”Misalnya saat sholat jumat, disaat petugas Masjid umumkan sipa khatib, berapa jumlah sumbangan minggu itu, disitulah infromnasi pilkada diselipkan,” Demikian pernyataan Ketua KPU Lombok Tengah,Ary Wahyudi,SH.MH,Rabu (2/12).
Selaian itu, nantinya KPU juga akan berkeliling dari dusun ke dusun dengan meminjam Mobil Humas untuk melakukan sosialisasi secara langsung saat menjelang Pilkada tiba. Selain itu, beberapa waktu lalu, KPU juga sudah sosialisasi ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Praya Lombok Tengah.”Sekitar 200 lebih pemeilih yang ada disana, ternyata sangat antusias. Karena mereka termasuk pemilih Marginal yang tidak punya akses informasi luas soal pilkada ini,”Pungkasnya
Kemudian pada hari H pencoblosan, tepatnya hari Rabu tanggal 9 Desember 2015 nanti, merbot masjid dimintai tolong untuk mengumumkan dan menghimbau warga untuk ke TPS masing-masing melakukan pencoblosan dengan waktu dari pukul 07.00 hingga pukul 13.00 wita.”Jadi saat subuh itu petugas masjid menghimbau lagi pada hari itu agar warga segera ke TPS mencoblos,”Katanya. (SR 03)

Ketua PBNU KH.Said Agil Sirad mendukung Pasanga Calon Bupati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan nomor 2, Suhaili-Pathul dengan mengangkat dua jarinya sebagai simbul mendukung penuh kader NU.
Calon Wakil Bupati Loteng Pathul Bahri bersama Dewan Syuro PB NU TGH Lalu Turmudzi Badaruddin.
 
Jamaah Tablik Akbar
SUARA REVOLUSI.COM- Sikap politik Organisasi islam (ormas) seperti Nahdatul Ulama (NU) pada pilkada Lombok Tengah semakin hari semakin jelas dan terang menderang. dukungan yang diberikan ke pasangan calon BUpati dan Wakil Bupati Lombok Tengah dengan nomor 2, suhaili-pathul bukan isapan jempol. hal tersebut bisa dilihat pada saat DPW NU,GP Anshor dan DPC NU Lombok Tengah mengelar tablik akbar  di pondok pesantren Taklimusibyan Bonder Kecamatan Praya Barat kemarin sore.(SR 01)

Suasana Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Tengah.
SUARA REVOLUSI.COM-  Sesuai pidato pengantar nota keuangan dan ranperda tentang APBD tahun 2016 yang disampaikan Wakil Bupati Lombok Tengah,Drs.HL.Normal Suzana pada sidang paripurna sebelumnya lanjut M.Tauhid, struktur sebagaimana telah ditetepakan dalam KUA PPAS RAPBD tahun 2016 telah mengalami perubahan.”Perubahan itu akibat disahkanya RUU APBN 2016 menjadi undang-undang, dimana terdapat perkembangan informasi definitive terhadap rincian alokasi transfer dari pusat,”Terangnya.
Sebagaimana tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2016, ada 5 prioritas pembangunan Kabupaten Lombok Tengah. Disamping itu Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik hingga Rp.106 Milyar lebih.  Dari APBN untuk Lombok Tengah lanjut M.Tauhid, untuk Dana Alokasi Umum (DAU) Rp.998.650.731.000,00 atau mengalami kenaikan sebesar Rp.47.293.246.000,00. Dana Insentif Daerah (DID) Rp.5000.000.000,00, atau turun sebesar Rp.18.341.866.000.00, kemudian Dana Desa (DD) sebesar Rp.92.903.644.000,00 atau naik sebesar Rp.51.541.252.000,00. Sementara untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp.157.754.280.000,00 atau naik sebesar Rp.79.829.710.000,00.”Sehubungan dengan informasi itu, maka secara struktur total pendapatan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 160.322.342.000,00 yang pengalokasianya telah disesuaikan dan menjadi pokok dalam pembahasan bersama pemerintah daerah dan DPRD,”tandas M.Tauhid.
M.Tauhid lebih lanjut memaparkan, ke 5 prioritas tersebut yakni peningkatan akses dan mutu pelayanan pendidikan dan kesehatan, pengelolaan sumber daya alam secara berkenlanjutan, peningkatan iklim usaha dan investasi yang kondusif, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar dan peningkatan kapasitas aparatur dalam peningkatan kualitas pelayanan public.
Untuk membiayai ke 5 prioritas pembangunan tersebut lanjut M.Tauhid, melalui Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Palpon Anggaran Sementara (PPAS) Ranperda APBD tahun 2016, struktur anggaranya telah disepakati. Antara lain, total pendapatan daerah sebesar Rp. 1.623.545.217.813,00 dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp.161.095.851.813,00, Dana Perimbangan sebesar Rp. 1.099.633.803.000,00, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebear Rp.362.815.563.000,00
Adapun belanja daerah lanjut M.Tauhid yakni sebesar Rp.1.586.445.217.813,00 yang terdiri dari, plafon belanja tidak langsung Rp. 1.127.122.503.328,00, plafon belanja langsung Rp.459.322.714.485,00.”Sehingga pada RAPBD ini terdapat surplus sebesar Rp. 37.100.000.000,00 yang selanjutnya dialokasikan untuk menutup pembiayaan netto yang minus sebear Rp. 37.100.000.000,00 atau tiga puluh tujuh miliar seratus juta rupiah,”. Demikian disampaikan Juru Bicara (Jubir) gabungan komisi DPRD setempat,M.Tauhid dalam laporanya terhadap hasil pembahasan Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Lombok Tengah 2016 yang disampaikan dalam sebuah sidang paripurna DPRD beberapa waktu lalu. (SR 03)


Peserta Pelatihan dan Pembekalan Bela Negara
SUARA REVOLUSI.COM-Komandan Korem 162 wira bhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede,ST,M.Si memimpin langsung   Upacara pembukaan pelatihan dan pembekalan bela negara kepada masyarakar kabupaten lombok tengah tahun 2015 kodim 1620/ lombok tengah, dihalaman kodim 1620 praya,dan dibuka langsung oleh dandrem 162 wirabakti kolonel Lalu Rudy Irham. Pelatihan bela negara ini bertujuan untuk melatih dan mendidik mental anak bangsa dan target lima tahun kedepan 100 jura masyarakat indonesia menjadi kader bels negara dan untuk sepuluh kabupaten kota se NTB  baru kodim 1620 lombok tengah pertama menyelenggarakan pelatihan bela negara.
Dandrem 162 wirabakti NTB Kolonel Lalu Rudy Irham menegasgaskan "harga mati" TNI tidak boleh mendukung salah satu kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati di pilkada serentak NTB. Jika ada ditemukan anggota TNI yang mendukung salah satu paslon makan akan ditindak tegas.katanya (SR 04)
Jumadil Adilo,M.Pd (Praktisi Pariwisata dan Dosen) dan Muhamad Saleh (Marketing The Lombok Travel)

SUARA REVOLUSI.COM - Bencana alam yang terjadi beberapa minggu yang lalu, batuknya gunung Barujari atau anak gunung Rinjani yang mengeluarkan abu vulkanik menjadi fenomena dan pil pahit bagi pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Akses utama masuknya wisatawan ke NTB ditutup tanpa ada pemberitahuan yang jelas kapan beroprasi,  dari pihak yang berwenang  khususnya PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok (BIL) juga tidak memberikan informasi yang akurat dan valid sehingga banyak penumpang yang terlantar. Dari tidak beroprasinya Bandara Internasional Lombok PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok (BIL) merilis informasi tentang total kerugian mencapai Rp 3 Miliar (Republika). Tidak kalah meruginya pariwisata Nusa Tengggara Barat (NTB) juga mencatat kerugian mencapai 18 Miliar (Tempo). Destinasi wisata menjadi sepi dan sunyi tanpa ada tamu yang berwara-wiri di sekitar pusat pariwisata andalan NTB.


Mode transportasi yang nyaman dan terjangkau sebagai alternatif belum juga dipersiapkan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bagi wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik. Pemerintah provinsi khususnya dinas terkait Dinas Pariwisata dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggra Barat belum ada upaya yang jelas dalam mengatasi dan memberi solusi yang tepat mengenai permasalahan transportasi, jangan sampai hanya bisa promosi yang jor-joran tapi belum mampu menyediakan daya pendukung yang memadai. Lebih-lebih dua penghargaan bergengsi yang diterima baru-baru ini menjadi bukti keseriusan pemerintah provinsi terhadap pariwisata, pariwisata yang dijadikan sebagai andalan dan juga penggerak ekonomi untuk kemakmuran rakyat NTB.

Dampak tidak beroperasinya Bandara Internasional Lombok, banyak wisatawan menggunakan transportasi laut yang cepat dan terjangkau  yaitu Speed Boat atau kapal cepat. Speed Boat atau kapal cepat menjadi alternatif nyaman dan aman untuk mengakses destinasi pariwisata NTB khususnya bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali yang menuju  Gili Trawangan Lombok NTB. Lonjakan penumpang dari Bali menuju Gili Trawangan tidak terhindarkan padat dan ramai.  Dari sanalah muncul permasalahan yang terjadi baru-baru ini menjadi  complicated atau ruwet atas rencana penutupan akses utama masuk wisatawan dari rute Bali-Gili Trawangan menggunakan speed Boat atau kapal lainnya yang rencananya akan ditutup dengan alasan pencemaran dan perusakan ekosistem laut. Menurut pemerhati dan praktisi pariwisata bapak Usman, M.M sangat prihatin dan miris mendengar rencana akan ditutupnya jalur Bali-Gili Trawangan, dia menuturkan kenapa tidak dari dulu saja, kenapa sekarang, kalau memang masalah pencemaran dan perusakan ekosistem laut yang memang menjadi fundamental atau pokok permasalahannya, dia memandang  ini memang murni persaingan bisnis yang terjadi di elit atau steakholder pelaku pariwisata antara Bali dan Lombok. 

Kalau melihat sepak terjang pariwisata Lombok NTB semakin signifikan kemajuannya baik secara infrastruktur maupun tata kelola pariwisata itu sendiri, ini menunjukkan bahwa ada riak-riak kecil dari oknum-oknum tertentu. Stigma yang selama ini selalu melekat ke NTB yang sering di pelesetkan NTB (Nasib Tergantung Bali atau Nasib Tak Berubah) menjadi alasan yang mungkin mendasari persaingan itu sendiri. Tapi apa pun itu jangan sampai merugikan orang banyak dalam mencari nafkah dan penghidupan melalui pariwisata itu sendiri.

Akibat yang timbul dari rencana penutupan jalur Bali-Gili Trawangan akan menjadi polemik yang berdampak ke masalah ekonomi, pelemahan ekonomi yang akan terjadi berdampak ke sektor-sektor lainnya. Tidak heran Penerimaan PAD (Pajak Asli Daerah) dari hasil pajak daerah sebesar Rp 48,76 miliar lebih, hasil retribusi daerah Rp 36,40 miliar(Lombok Post) di kabupaten Lombok Utara.  Ini salah kontribusi besar pariwisata andalan Lombok Utara terutama tiga gili, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Ini sebagai pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah daerah khususnya kabupaten Lombok Utara untuk mencari win-win solution. Solusi yang mungkin menjadi alternatif adalah adanya MOU atau kesepakatan kerjasama yang saling mengikat dan saling menguntungkan antara ke dua belah pihak (Bali-Lombok). Segera adakan mediasi antara pihak-pihak yang berkepentingan dalam pariwisata sehingga tidak berlarut-larut permasalahan ini.   

Pariwisata bagi Lombok Utara sebagai penompang laju ekonomi saat ini, kabupaten yang baru genap berumur 7 tahun hasil pemekaran dari kabupaten Lombok Barat mampu mengalahkan APBD kabupaten lainnya yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga gili merupakan andalan akselarasi atau percepatan pertumbuhan ekonomi terutama Gili Trawangan, tidak mengherankan rata-rata income perkapita atau penghasilan penduduk Gili Trawangan mencapai 200.000 ribu perhari, ini menunjukkan bahwa pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi  Gili Trawangan saat ini, kalau memang penutupan rute Bali-Gili Trawangan jadi ditutup, maka ekonomi pulau kecil bernama Gili Trawangan akan menurun draktis.  Sebaiknya pemerintah atau pihak yang terkait mengkaji ulang atas policy atau kebijakan yang kurang pro rakyat khususnya Gili Trawangan. ***
Ahmad Dahlan ( Mantan Ketua Umum KAMMI NTB 2012-2014)

SUARA REVOLUSI.COM Pilkada  serentak tinggal menunggu hari. Dimana masyarakat akan  menggunakan hak politiknya memilih calon pemimpinnya  pada tanggal 9 Desember 2015. Di Nusa Tenggara Barat ada tujuh daerah  kabupaten/Kota yang akan ikut serentak melaksanakan euphoria pilkada. Pilkada NTB akan diikuti oleh 26 pasangan calon. Kabupaten Lombok Tengah dengan pasangan terbanyak  ada 6 calon kandidat. Kabupaten Bima ada 5 pasangan calon.. Dompu dengan 4  pasangan calon. Kabupaten Sumbawa dengan 3 pasangan calon. Kabupaten Sumabawa Barat dengan 4 pasangan calon. Kabupaten Lombok Utara 2 pasangan calon. Terakhir Kota Mataram 2 pasangan calon. Sementara  untuk keseluruhan semua daerah ada 269 daerah yang terdiri dari 9 Provinsi , 36 Kota, dan 224 Kabupaten.
Saya pribadi menelisik satu kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Tengah dimana saya dilahirkan  dengan harapan pelaksanaan pilkada Lombok Tengah atau kita kenal dengan  ‘Bumi Tatas Tuhu Trasne’ lebih bermartabat dan damai serta menghasilkan pemimpin yang berintigritas serta  amanah. Nama pasangan cabup dan cawabup Kabupaten Lombok Tengah diantaranya 1. H.M Suhaili FT, SH dan Lalu Fathul Bahri, S.Ip diusung oleh PKS dan Gerindra. 2. H. Suharto dan Hj. Lale Widare dari pasangan perseorangan. 3. H. Lalu Suprayatno, SH,MBA,MM dan Zaenul Aidi, SP, diusung oleh partai Demokrat, PBB, PDIP dan PKPI. 4. TGH. L. Gede Ali Wirasakti Amir Murni LC,MA dan H.L Acmad Wirajaya diusung oleh Hanura, Nasdem, PKB. 5. Drs. Kurniawan Armin,MA dan Drs. H. Mahdan Arkam dari pasangan perseorangan. 6. H. Lalu Wiratmaja, SH dan H. Badrun Nadianto, S.Sos, S,Kep,M.Pd.
Bicara tentang pilkada berarti melihat tentang sosok figure, track record kapasitas, kapabilitas dan integritas para calon pemimpin yang akan menjadi kontestan. Pada dasarnya prinsip pelaksanaan pilkada adalah  bagaimana rmengedepankan demokrasi agar kedaulatan ada  di tangan rakat bukan di tangan penguasa atau  mereka yang berambisi dengan syahwat politik.
.

Kabupaten Lombok Tengah membutuhkan figure yang tidak hanya mampu berwacana hebat seperti umunya dan kebanyakan orang. Namun dibutukan sebuah dedikasi untuk mengemban amanah dengan baik, memahami persoalan tentang kondisi daerah Lombok Tengah yang  membutuhkan  percepatan program pembangunan  yang baik. Sehingga ketika terpilih benar-benar mengabdi untuk rakyat. Bukannya, setelah jadi malah  meraup uang rakyat dengan mengincar proyek-proyek siluman untuk mengembalikan cost politik. Begitulah, habit para pemimpin kalau sudah duduk di kursi lupa dengan janji-janji politiknya.Sehingga   proses pelaksanaan pilkada sampai terpilihnya pemimpin  menghasilkan output yang tidak produktif malah justru mengkhianati rakyat.
Fakta yang terjadi di beberapa pilkada sebelumnya timbulnya ‘makelar politik’ seperti menguatkan tradisi transaksional politik yang sudah mengakar ke lapisan masyarakat dan merusak tatanan berbangsa dan bernegara sehingga persis yang dikatakan oleh Emmanuel Kant yang muncul kemudian ‘Power tends to corrupt. Absolute power tends to corrupt absolutely’ .Karena untuk mendapatkan kekuasaan itu dengan cara yang salah akhirnya kecendrungan untuk mengumpulkan modal menjadi prioritas, sangat kontraproduktif dengan janji-janji pada waktu kempanye. Masyarakat harus sadar dengan tontonan para actor politik hari ini. Jangan salah memilih pemimpin.  Perubahan  hanya bisa kita wujudkan dengan memilih para pemimpin yang out of the box dalam berpikir.
Selama ini Kabupaten Lombok Tengah dikenal dengan rasa sosialnya masih tinggi. Trah kekeluargaan antar keluarganya masih kuat yang itu semua menjadi ruang para kandidat masuk dengan bersilaturrahmi. Jangan sampai masyarakat Lombok Tengah hanya dijadikan objek dari proses demokrasi ini. Demokrasi harus benar-benar fair.Dari proses pelaksanaannya harus jujur dan adil tanpa ada yang dirugikan. Harapannya proses demokrasi pilkada di Lombok Tengah menghasilkan kualitas pemimpin  bukan dinilai dari detik-detik terakhir yang bisa diselesaikan dengan ‘uang’ namun lebih pada pencerdasan politik masyarakat Lombok Tengah.
Kita semua mengetahui Masyarakat Lombok Tengah juga hampir warganya adalah orang berpendidkan yang tentunya punya ekspektasi tinggi menginginkan sosok figure yang secara kapasitas sudah tidak diragukan lagi memimpin Bumi Tatas Tuhu Trasna. Fakta integritas antar semua calon kandidat juga harus disepakati supaya tidak ada tendensi terjadinya konflik vertical dan horizontal baik sebelum pelaksanan pilkada maupun pasca pelaksanaan pilkada. Karena kita tidak ingin masyarakat mudah terprovokasi apalagi lebih mengedapankan otot atau kita kenal dengan  ‘pagahnya’  daripada otak. Pemimpin yang kita harapkan adalah yang mampu membawa perubahan lebih baik selama 5 tahun ke depan. Saya pribadi mengakui progress pembangunan Lombok Tengah selama kepemimpinan Suhaili –Normal cukup bagus walaupun memang banyak hal juga yang  belum optimal. Apalagi Pemimpin terpilih nanti tidak hanya focus pada  Pembangunan infrastruktur secara fisik, sumber daya manusia juga butuh perhatian serius, pemimpin berikutnya juga harus lebih kreatif dalam hal pencapian anggaran jangan mengulangi kecelakaan sejarah dengan kesalahan difisit anggaran namun peningkatan PAD juga harus di tingkatkan, visi-misi jangan hanya simbol dengan judul-judul besar  tapi tetap berpacu dan berporos pada visi-misi yang kuat untuk dilaksanakan.
Dari lima pasang kandidat yang bertarung pada tanggal 9 Desember 2015 nanti sudah saatnya masyarakat Kabupaten Lombok Tengah memilih pemimpin yang punya kapasitas dan kapabilitas memimpin untuk membawa daerah lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat Lombok Tengah sudah harus meninggalkan sistem feodalistik yaitu memilih berdasarkan kedekatan kekeluargaan. Dan matrealisitik. yaitu memilih karena ada potensi uang yang diberikan oleh calon kandidat. Jangan sampai waktu yang 5 tahun tergadai oleh persoalan uang. Jangan sampai hak politik kita pada tanggal 9 Desember 2015 nanti  kita jual,  harkat dan martabat daerah kita jadi rendah karena kita salah memilih pemimpin.***




SUARA REVOLUSI.COM- Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari nomor 4, Hj.Lale WidareHj.Lale Widare berharap, Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari nomor 4, Hj.Lale Widare siapa Pun baik tua maupun muda akan mau dan bersedia menjadikanya ibu bagi mereka semuanya. Ia juga berharap agar seluruh yang hadir dan seluruh warga Lombok Tengah untuk tulus memilih dirinya sebagai Wakil Bupati dengan mencoblos paket nomor 4.”Mudah-mudahan anda semua, sebagai mana saya tulus, dengan tulus bersama-sama untuk membangun Lombok Tengah ini secara bersama-sama.”katanya 
 Calon Wakil Bupati (Cawabup) dari nomor 4, Hj.Lale Widare pada acara tasyakuran.
Masa pendukung paslon nomor urut 4
Dalam setiap langkahnya bertandang kerumah-rumah warga, Hj.Lale Widare senantiasa mengingatkan kepada warga agar pada hari Rabu tanggal 9 Desember nanti untuk selalu mengingat dan mempertimbangkan tentang siapa yang pantas menjadi pemimpin, sebelum akhirnya mencoblos.”Berfikrilah siapa kira-kira yang pantas menjadi pemimpin di Lombok Tengah. Kenapa saya bertanya seperti itu, karena bagaimanapun saya sudah siap menjadi ibunya siapapun yang ada di Lombok Tengah ini,”Ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hj.Lale Widare, mengaku resah dibalik senyum yang selalu ia lemparkan kepada tim dan simpatisanya selama ini. Kendati demnikian, senyum adalah ibadah, untuk itu dirinya sebagai cawabup akan terus selalu memberikan senyum kepada semua insane.”Saya sebagai Wakil Bupati, yang sekarang masih calon dan mudahan nanti benar-benar menjadi Wakil Bupati akan selalu memberikan senyum kepada seluruh warga,”Katanya.

Diharapkan kepada seluruh tim baik dari korcam dan kordes agar senantiasa terus bergerak dari rumah kerumah untuk mengingatkan kepada seluruh warga terhadap paket nomor 4 tersebut. Tim merupakan ujung tombak perjuangan paket tersebut.”Tanpa bantuan saudara semua dari korcam mapaun kordes dan tim lainya, kami ini tidak ada artinya. Untuk itu saya mengucapkan terimaksih banyak dan terus berjuang, sehingga tanggal 9 desember nanti kita bisa tersenyum dengan nyata dan bukan hanya senyum difoto saja,”Tandasnya sembari mengakhiri pidatonnya dengan sebuah pantun. (SR 01)