Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

SUARA REVOLUSI.COM- Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri menerima Piagam Penghargaan terhadap pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menyusun dan menyajikan Laporan Keuangan tahun 2015, Senin 19 Desember 2016, bertempat di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB. Penghargaan diberikan oleh Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi, MA didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Taukhid. Wabup hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, H.M.Nursiah,S.Sos.,M.Si.
Selain penyerahan piagam penghargaan WTP, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) petikan tahun 2017 kepada Kuasa Pengguna Anggaran di wilayah Provinsi NTB. DIPA merupakan dokumen pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar pengeluaran negara dan pencairan dana atas beban APBN, sekaligus menjadi dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. “Penyerahan DIPA tahun 2017 dilaksanakan lebih awal agar pelaksanaan pembangunan dan pencairan anggaran lebih cepat dan segera memberikan manfaat yang nyata kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat” kata Taukhid, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB dalam sambutannya.
Pada kesempatan tersebut, diumumkan juga 5 desa di Provinsi NTB yang mendapatkan penghargaan sebagai  “Desa Pelopor Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa”. Kelima desa tersebut yakni Desa Montong Gamang Kabupaten Lombok Tengah, Desa Leu Kabupaten Bima, Desa Sori Sakalo Kabupaten Dompu, Desa Baru Tahan Kabupaten Sumbawa dan Desa Aikmel Utara Kabupaten Lombok Timur.

Muhamad Saleh (Marketing and Tour Divisoin)

SUARAREVOLUSI-Language means of communication. Communication is to bind between far to be close, close becomes closer. The shift meaning of communication today is hardly to understand. One person sits down with her friends don’t talk each other but they only see their hand phone without paying attention each other. Digital era dominated all of life side not only for big city but also country side even small village. 
Language is to understand ecah other and smile together 
English is one of international language taught and studied over the world. Indonesia is one of country which put English in education curriculum even it is become national examination. Learning second or foreign language as a threat for beginners especially for some people who desire with the language. Lately English as a giant is ready to make practioners and counselors think deeply to solve some problems appear to learners. The problems such as difficult to pronounce the words, the words are the same but differ to state, hard to memorize, etc.  Emerging some strategies for studying foreign language in internet or media becomes part of solving problems in learning English.
Language is to explain something which not understand  yet 

Some linguists such as Skinner, Naom Chomsky, and Chapman have different perspectives of acquiring a language. Skinner defined someone got a language by imitating, Naom Chomsky human being is given by God an instrument which mentioned by Chomsky language acquisition device (LAD) whereas Chapman more concerned with social environment to assist in discovering functions and regulations of language.(Language Development for Preschool Children;Sonwat,Francis: 17-18 :2007). As a learner of language especially English as foreign language we can combine three perspectives to be one. God has given us an instrument for acquiring a language after getting it we learn a language by imitating in our environments after knowing the language we will know the functions and the regulations of the language.

Some strategies in learning and teaching process are defending on tutors or teachers themselves. A lot of methods of teaching and learning we can find in internet even in our gadget. The successful of teaching we can see from the participants active and respond in every deliver some lessons or materials. Some quotes that very interesting to see from different angle as teacher or lecturer ‘’tell me I forget, show me I remember, involve me I understand.

English becomes essential thing in Lombok today. Lombok is well known by piece of heaven, one thousand mosques island within a lot of rare panorama which don’t find yet around in Indonesia. Tourism in Lombok is one of the biggest booster economies in west NusaTtenggara province. The governor of NTB Dr. Zainul Majdi took much attention with development of tourism by conducting national events in Lombok to support tourism which basis to move economy NTB society. National events which conducted such as Hari Pers Nasional, Teknologi Tepat Guna, Musbawah Tilawatil Qur’an etc.  Formerly tourism in Lombok only was seen as local tourism which still left behind with Bali Island. Some people from Lombok made a joke that mention NTB stand for Nasib Tergantung Bali and Nasib Tidak Berubah (the fate of Lombok tourism defends on Bali and the fate does not change) but today Lombok tourism prove that itself be able to show up to the world that Lombok becomes world destination for winning beyond of hidden heaven. Lombok got award from international forum in Abu Dhabi in 2015 by two categories World’s Best Halal Tourism destination and World’s Best Halal Honeymoon destination and the last of the year 2016 Lombok got back the award by three categories World’s Best Halal Beach Resort for Novotel Lombok Resort and Villas,  World’s Best Halal Honeymoon destination for Sembalun village, and the last World’s Best Halal Tourism Website for www.wonderfullomboksumbawa.com. The awards which have been given as means to develop tourism better in the future.
Lombok is world toursim destination 
The famous of Lombok tourism becomes opportunity for NTB society in looking for livelihood, job, and making money. Society must prepare themselves to get qualified and requirements for getting a job in tourism area. One of the most important skill which obligate owned by the people are skills of foreign language minimally English. Other skills like hotel service, tour guide, etc. The development of tourism in Lombok gives new hope and new dream for local people, local people NTB must not go to Malaysia, Korea, Thailand, Saudi Arabia become labor of manpower  Indonesia for looking money and survive.  The local people should have little skill in tourism.
the branch office of the Lombok Travel in Gili Trawangan 
The Lombok Travel is one of the best agents for traveling in West Nusa Tenggara Province. The Lombok Travel started working and serving in tourism in 2003 which has experience and expert staff when you desire seeing and enjoying Lombok deeply and beyond. It is the time to change your life and your future to see the Lombok paradise with us , don’t ever postpone your time to enjoy it and decide now or never at all. Don’t be afraid of deciding your choice because live is choice you choose for winning or failing. We are from the staff of The Lombok Travel is ready to help everyone who want to enjoy traveling with us. Go with natives is of brand because the guide and the staff are Lombok natives (pribumi). We serve not only for traveling in Lombok but also overseas. Now we cooperative with central Lombok regency for study comparative around Indonesia, recently we bring group from central Lombok civil servant study comparative go to Java such as Malang, Jakarta,Surabaya,Jogjakarta etc. Don’t be hesitate we serve with heart and logical price.***
SUARA REVOLUSI.COM- Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berencana meminjam dana segar pada Lembaga Pembiayaan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Internasional dan juga Pasar Modern. Rencana itu sudah disampaikan Bupati,HM.Suhaili,FT.SH.MM, Kamis (17/11/2016) di Pendopo Bupati saat menerima kunjungan pihak SMI ke Lombok Tengah.

Sementara itu Komisaris Utama PT.SMI Eko Putra Adijanto mengatakan, PT.SMI dibangun tahun 2009 yang memprioritaskan untuk pembiayaan infrastruktur. Saat ini jumlah pinjaman Rp.24 trilyun sementara modal SMI Rp. 30 trilyun lebih. "Pendekatan SMI adalah korporasi, sehingga ingin melihat sejauh mana potensi masing masing daerah,"Katanya.
Lebih lanjut Eko Putra Adijanyo mengatakan, pihaknya menyambut baik jika Lombok Tengah berencana buat rumah sakit yang bertarap internasional dan juga pasar modern yang lebih sehat. "Kami sambut baik rencana itu, track record Lombok Tengah dalam pengembalian sangat baik sehingga kita akan terus tingkatkan jalin kerjasama" jelasnya.
Direktur Keuangan PT.SMI Agresius R Kadiaman menambahkan, kementrian keuangan meminta SMI fokus diluar jawa, sebab Jawa sudah terlalu sering diberikan pinjaman. "Salah satu tujuan berkunjung kami, ingin melihat sejauh mana pinjaman itu bermanfaat bagi masyarakat. Harapannya, sampai habis masa pinjaman, pembangunan yang dibiayai dari pinjaman itu masih bisa dinikmati masyarakat" Ungkapnya. (SR 02)
SUARA REVOLUSI.COM - Yang Mayoritas Sayangi Yang Minoritas Yang Minoritas jangan Malu Berbaur Dengan Yang Mayoritas, begitu Amanah Bupati Lombok Tengah HM.Suahili,FT,SH.MM, amanat itu disampikan Bupati selaku pemimpin apel kebhinekaan cinta damai yang digelar  Selasa (15/11/2016) di Alun-alun Tastura.
Adapun tuiuan dan esensi pelaksanaan apel itu lanjut Bupati, untuk menyegarkan ingatan bahwa seluruh mahkluk diciptakan berbeda-beda atau berbhineka. "Yang kita ihktiarkan kebhinekaan itu jadi satu kekuatan untuk mencapai tujuan berbangsa. Wahana untuk merajut, memperkuat sekaligis memperkokoh tali silaturrahim,"Jelas Bupati.
Dibalik kebhinekaan lanjut Bupati, tuhan membikai dalam satu kebersamaan. Ia mencontohkan, beda fisik tetapi disatukan dalam satu agama dan berada serta hidup dalam satu wilayah jadi satu bingkai Lombok Tengah. "Ukhuah islamiah yang sejati adalah ukhuah dalam arti yang luas,""Tandasnya.
Ditengah kebhinekaan tambah Bupati, pasti banyak perbedaan baik pendapat dan pandangan dalam berkehidupan dan berbangsa, namun perbedaan itu harus berada diatas niat untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan. "Moment ini sangat strategis untuk menyatukan, pendapat, visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama,"Ujarnya.
"Yang mayoritas, hormati dan sayangi yang minoritas. Yang minoritas jangan malu membaur dan mendekatkan diri dan jangan istimewakan diri dari yang mayoritas,"Pungkas Bupati. (SR 02)

Hulaimi Al-Amin,MA

SUARAREVOLUSI- Tuan guru adalah manusia biasa yang diciptakan sama dengan yang lain, hanya saja mereka mendapat penyebutan demikian dikarenakan memiliki ilmu pengetahuan mendalam tentang agama, akhlak mulia di tengah-tengah masyarakat. Tuan guru adalah penyebutan atau istilah tokoh agama di Lombok. Di tempat lain penyebutan dan istilah untuk orang demikian akan berbeda. Di Jawa, ada kiyai, Sumatra  memakai buya, Kalimantan juga memakai tuan guru.

Mereka semua mendapat penghormatan masyarakat karena alasan tadi. Penyebutan atau istilah yang berbeda tersebut sebenarnya adalah pengakuan sosial atau social recognition. Artinya masyarakat setempat atau suatu daerah, desa dan kampung yang memberikan gelar itu bukan secara individu. Karena itu, seseorang yang bergelar dan mendapat pengakuan seperti itu harus tetap menjaganya. Harus ada kontrol pada dirinya dalam berkata dan berbuat yakni dengan akhlak dan moral yang baik.

Jika tidak ada kontrol, bisa jadi gelar dan pengakuan demikian dicabut oleh masyarakat. Artinya jika seorang tuan guru (baca: kiyai, ustd dlsb) sudah tidak lagi berada pada koridornya, tidak ada akhlak mulia pada dirinya apalagi sekarang-sekarang ini banyak kita dengar terjadi tindakan asusila, amoral oleh seorang ustad, kiyai dlsb, maka pengakuan itu runtuh seketika. Masyarakat sudah tidak mempercayainya lagi sebagai tokoh agama.

Dalam kerangka ini, pengakuan yang demikian menjadi tidak permanen, hanya sementara diakibatkan perbuatan dan akhlak yang tercela dari yang bersangkutan. Mereka yang awalnya terhormat bisa jadi terhina karena masyarakat yang mengetahui, memberikan ganjaran dan balasan. Masyarakat yang memberikan hukuman karena perbuatannya. Karena itu, bagi mereka yang mendapat pengakuan masyarakat semacam tuan guru, kiyai, ustd dlsb semestinya harus benar-benar dijaga. Tidak menggunakannya untuk tujuan-tujuan dan kepentingan sesaat, apalagi hanya untuk dunia. Janganlah jadi ulama su', ustd su' yang hanya berbuat demi kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan. Berat pertanggung jawabannya nanti di mata tuhan. Bukan kah sebagai seorang yang memiliki ilmu kemudian menyelewengkan ilmunya pada jalan-jalan yang tidak benar semakin memberatkan di banding orang awan ? Mari berfikir jernih dan sehat kawan.***
SUARA REVOLUSI.COM- Upacara Hari Kesehatan Nasionak (HKN) Ke-52 di Kabupaten Lombok Tengah ini, dilangsungkan di Alun-Alun Tastura Praya, Sabtu 12 /11/2016. Upacara HKN dihadiri Wabup selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh tenaga kesehatan se Lombok Tengah sedikitnya 2500 peserta.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan piagam penghargaan dan memberikan Reward dana pembinaan kepada sanitarian berprestasi dalam mengODPkan/stop buang air besar sembarangan di desa dan kelurahan sebanyak 14 kepala desa.

Adapun penerima reward ODP itu antara lain, Gerunung, Gonjak, Mekar Damai, Bilebante, Nyerot, Batu Tulis, Jontlak, Gerantung, Batunyala, Durian, Bebuak, Montong Gamang, Tampak Siring, Barabali. Selain itu diberikan juga Reward Insentif kepada Kader Posyandu sebanyak 1.862 kader.
Diserahkan juga mobil Ambulance sebanyak 8 unit kepada Puskesmas Praya, Ubung, Praya Timur, Pengadang, Darek, Manggung, Wajageseng, Tanak Beak. Dan satu unit mobil instalasi Farmasi kepada UPT. Farmasi Dikes Lombok Tengah.(humas)


KERJASAMA HUMAS DAN PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM
SUARA REVOLUSI.COM- Bidan Sulhani yang ditugaskan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Labulia Kecamatan Jonggat, peraih pin emas berkat dedikasinya dalam menangani ibu melahirkan tanpa menyebabkan kematian berturut-turut selama 5 tahun. Penghargaan itu, diberikan kepada Sulhani pada puncak Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN), Sabtu (12/11) 2016 di Bencingah Adiguna Praya.
Selain pemberian pin emas kepada bidan Sulhani, berbagai macam pengahargaan juga diberikan kepada para tenaga dan pelaku kesehatan lainya, antara lain, pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah sanitarian dari sejumlah desa yang telah berhasil menghentikan perilaku buang air besar disembarang tempat melalui program Open Defication Free (ODF) yang sudah lama dijalankan disejumlah desa yakni sebanyak 14 desa dan kelurahan di Lombok Tengah.
Adapun penerima reward ODF itu antara lain,Kelurahan Gerunung, Keluarahan Gonjak, Desa Mekar Damai, Desa Bilebante, Desa Nyerot, Desa Batu Tulis, Desa Jontlak, Desa Gerantung, Desa Batunyala, Durian,Desa Bebuak,Desa Montong Gamang, Desa Tampak Siring dan Desa Barabali.
Pada kesempatan tersebut, juga dihiasai senyum ceria seribuan kader posyandu yang berasal dari berbagai desa yang pada gari itu, selain sebagai peserta upacara memperingati HKN, juga sebagai salah satu penerima reward dari pemerintah berupa pemberian Insentif kepada Kader Posyandu sebanyak 1.862 orang kader.
Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat, pada kesempatan itu juga diserahkan mobil Ambulance sebanyak 8 unit kepada sejumlah Puskesmas yang ada di Lombok tengah. Antara kain kepada Puskesmas Praya, Ubung, Praya Timur, Pengadang, Darek, Mangkung, Wajageseng, Tanak Beak. Dan satu unit mobil instalasi Farmasi kepada UPT. Farmasi Dikes Lombok Tengah
Pada kesempatan tersebut, juga diumumkan pemenang berbagai macam lomba yang kemudian langsung diikuti dengan penyerahan hadiah oleh sejumlah pejabat terkait. Seperti pemberian hadiah kepada jura I lomba Posyandu yang kali ini diaraih oleh Posyandu Tunas Harapan I Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Adapun juara II diraih Posyandu kasih Ibu Dusun Karang Timbang Desa Montong Terep kecamatan Praya dan juara III diraih Posyandu Kartini, dusun Muncan Desa Muncan Kecamatan Kopang. (SR 02)
Muhamad Saleh (Aliansi Ummat Islam NTB)

SUARAREVOLUSI-Sebagian besar masyarakat Indonesia sangat familiar dengan pohon bambu. Pohon bambu mempunyai filosofi dan value yang sangat tinggi dan luhur bagi bangsa Indonesia.  Pohon bambu yang di buat menjadi bambu runcing  menjadi satu-satunya senjata yang mudah didapatkan dan digunakan menjadi perisai dan senjata saat perang melawan colonial atau penjajah yang menjajah Indonesia pada saat itu. Bambu runcing menjadi senjata andalan bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah dari tanah pertiwi.

Saat sholat jum’at khatib atau penceramah menyampaikan materi yang sangat mengena dan menyentuh bagi bangsa Indonesia yang sedang dilanda masalah serius dalam hal penodaan atau penistaan agama yang lagi hot-hotnya serta menjadi santapan rutin dan tontonan favorit masyarakat Indonesia tentang bagaimana kelanjutan proses hukum yang diterima atau dikenakan kepada gubernur non aktif Jakarta Ahok. Dari kedai kopi sampai khutbah jum’at menjadi perbincangan yang tidak ada putus-putusnya.  

Ummat muslim Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat terluka dan tersinggung atas statement Ahok saat kunjungan kerja ke kupulaun seribu. Kasus penistaan agama ini menjadi bola salju yang sampai detik ini belum ada kejelasan kapan Ahok akan ditetapkan menjadi tersangka atas penodaan agama. Ummat muslim saat ini tidak bisa terkecoh lagi dengan pengalihan isu untuk menutup kasus yang menimpa Ahok. Kasus senter di blowup dimedia seperti kasus Ahmad Dani yang di laporkan ke Polisi atas pencemaran nama baik presiden saat orasi pada aksi damai 4 november lalu di Istana, bukan Ahmad Dani saja yang dilaporkan tetapi juga singa parlemen Fahri Hamzah dengan kasus yang sama. 
  
Saat ini bangsa Indonesia ummat Muslim concern atas kasus penistaan agama. Kepolisian yang menjadi garda terdepan dalam menangani kasus serta penegakan hukum terasa ada yang mendekte dan diarahkan seolah-olah ini bukan kasus besar yang perlu ditangani segera. Tetapi dengan desakan ummat Islam saat demo besar-besaran 4 november 2016 dengan jumlah massa aksi 2 juta lebih, kepolisian mulai membuka lembaran baru untuk membuka tetapi masih dirasa masih setengah hati belum maksimal. Tokoh ulama yang sangat santun dan sangat jarang marah KH. Abdullah Gimnastiar atau dikenal dengan Aa Gym sangat menyayangkan sikap penegak hukum yang sangat lamban dalam memproses kasus Ahok ini pada saat menjadi narasumber diacara Indonesia Lawyers Club, beliau menuturkan masak dengan satu orang ini (Ahok) Indonesia akan kacau balau, beliau juga memberikan nasehat sangat bijak kepada para pejabat yang menjadi narasumber di acara ILC jabatan itu sementara saja sebentar lagi kita akan mati.

Pro dan kontra apakah Ahok menistakan agama atau tidak menjadi polemik saat ini. Pakar hukum,tokoh agama,pakar linguistik beradu argumentasi untuk menarasikan dan menyakinkan Ahok ini menistakan agama atau tidak.Bahasa Indonesia menjadi trend yang sangat mendunia disemua golongan masyarakat serta tumpah darah Indonesia tidak lain dan tidak bukan kata “pakai” menjadi debatable dikalangan para guru besar yang ada di Indonesia. Potongan statement yang diucapkan oleh Ahok “ dibohongi pakai Al-Maidah 51” dan “dibohongi Al-Maidah 51”. Bahasa Indonesia yang akhir-akhir ini tidak diperhatikan menjadi Sunami yang menjadi perbincangan semua kalangan masyarakat. Banyak masyarakat menilai dan geli atas logika terbalik saat ini. Mencari kesempatan dalam kesempitan untuk membenarkan dan dirasakan ada pemaksaan logika untuk membenarkan.

Gelar sidang terbuka dan akan live di tivi swasta nasional kasus yang menimpa Ahok akan menjadi polemik yang kurang ahsan (baik) kepada ummat Islam Indonesia yang menjadi mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia dan agama mayoritas di Indonesia. Head to head antara para mubaliq atau tokoh agama islam pada sidang kasus Ahok. Adu argumentasi demi argumentasi yang pro dan kontra tidak bisa dielakkan lagi pada penapsiran surat Al-Maidah 51 oleh Tokoh Agama yang pro dan kontra serta akan menjadi perang dingin siapa yang benar dan salah dalam menapsirkan surat Al-Maidah 51. Sebut saja kalau tokoh agama akan head to head yaitu Ketua MUI KH.Maaruf Amin sekaligus yang sudah menetapkan Ahok menistakan dan menghina ulama dan Safi-i Maarif mantan ketua PP Muhammadiyah yang bersedia menjadi ahli pihak Ahok. Menang atau kalah menjadi pertaruhan ummat muslim Indonesia saat ini. Apakah ini theory baru yang muncul untuk teka-teki ummat ahir zaman, ada tokoh yang dikasih jabatan atau posisi yang enak sedangkan ada yang harus dikorban atau diinjak dalam memuluskan suatu kepentingan golongan tertentu. Persatuan ummat muslim menjadi kunci satu-satunya dalam menegakkan hukum yang ada di Indonesia jangan sampai ummat muslim dan tokohnya diadu domba maka ummat muslim yang akan rugi sendiri. Ummat muslim adalah benteng terakhir penjaga NKRI Jendral Gatot Nurmantyo ILC TV ONE.***
Muhamad Saleh (Aliansi Ummat Islam NTB)

SUARAREVOLUSI-Jutaan pasang mata rakyat Indonesia tertuju ke Istana negara tepatnya tanggal 4 november 2016 memecahkan rekor muri Indonesia dengan jumlah massa aksi terbanyak di Indonesia. Ummat muslim berjuang demi tegaknya hukum di Indonesia. Jika hukum di Indonesia tegak maka masalah yang muncul bisa diatasi dengan cepat dan tepat akan tetapi apabila hukum ini mencle-mencle (tidak tegak) kehidupan berbangsa dan bernegara bisa hancur berkeping-keping. Massa aksi dengan membawa tema #aksidamai #penjarakanAhok melakukan aksi damai yang dimulai setelah sholat jum’at dari masjid Istiqlal Jakarta. Aksi ini diikuti oleh dua juta lebih ummat muslim dari berbagai penjuru tanah air yang tumpah ruah di Istana presiden Jokowi. Massa aksi yang datang murni atas panggilan jiwa demi membela agama dan kitab suci Al-Qur’an.

Aksi damai yang di komandai imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizik berjalan dengan damai dan lancar. Memang hajatan aksi ini aksi damai demi menyuarakan proses hukum bagi sang penista agama yaitu Ahok. Suara takbir,tahlil,tahmid,solawatan serta kalimat agung berkumandang seisi Jakarta sebagai pembangkit jiwa massa aksi. Tokoh-tokoh nasional berdatangan dan ikut andil dalam menyuarakan tuntutan penyelesaian kasus penistaan agama serta mencari keadilan hukum tanpa ada intervensi dari pihak asing dan aseng yang lagi berjamur di Indonesia. Tokoh nasional yang hadir seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Ahmad Dani serta para alim ulama se nusantara.

Menyuarakan inspirasi dalam menyampaikan pendapat kepada orang nomor satu Indonesia dengan cara berdemonstrasi sangat sah dan legal di Indonesia karena Indonesia katanya negara demokrasi. Sebagaimana diketahui demokrasi berasal dari bahasa Yunani demos dan kratos. Rakyat Indonesia berhak menyuarakan pandangan dan pendapat sesuai dengan undang-undang yang ada dan berlaku baik yang berlaku bagi sekelompok orang saja atau orang tertentu yang punya kepentingan. Pemerintah memberikan ruang terbuka bagi masyarakat dalam berpendapat sebebas-bebasnya asalkan tidak merugikan orang lain.

Munculnya media mainstream baik yang pro pemerintah maupun aposisi dalam arti mem-balance serta mengkritisi apa yang kurang dan lebih dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah itu sendiri. Media mainstream yang aposisi terhadap pemerintah biasanya akan mendapatkan pressure. Dalam aksi damai 4 november 2016 yang lalu beberapa media yang pro ke aksi damai diblokir oleh pemerintah khususnya Kementerian Kominkoinfo memblokir portal berita online seperti; www.pos-metro.com, jurnalmuslim.com, voa-islam.com, nusanews.com dll, sedangkan yang lain tidak disentuh oleh pemerintah itu sendiri yang tentunya sesuai dengan ABS (Asal Bapak Senang). Inikah yang dinamakan negara yang berdasarkan demokrasi. Ada dua hal yang sangat melekat pada setiap individu manusia pada zaman alamiah ini yaitu kebebasan dan kemerdekaan,apabila sebuah kekuasaan tidak mampu menjamin keduanya dipandang patut untuk dibubarkan.(Fahri Hamzah;Negara,Psar dan Rakyat:12).

Tuntutan demi tuntutan, demonstrasi terjadi di berbagai daerah menghiasi pertelevisian  nasional atas kasus penistaan atau penodaan agama yang tersangka Ahok seperti bola liar yang tidak ada ujung pangkalnya. Perlakuan atas kasus Ahok ini adanya tendency pemerintah pusat khususnya presiden Jokowi. Kasus-kasus gubernur daerah yang terlilit kasus hukum tidak pernah harus ada persetujuan dari presiden untuk diperiksa atau ditindaklanjuti hukumnya tapi anehnya pada kasus yang menimpa Ahok, Polri seakan tidak berdaya dan tidak punya nyali lagi dalam menegakkan hukum. Polri tidak berwenang untuk memeriksa kalau belum ada lampu hijau dari  sang presiden dalam memeriksa kasus Ahok atas penistaan agama. Sebagai warga wong cilik ini kan aneh bin ajaib sehingga layak mendapatkan rekor muri Indonesia atas kasus hukum yang bertele-tele.

Desakan ummat muslim se nusantara dan puncaknya pada 4 november 2016 ke istana menjadi desakan serta kekecewaan berat yang pernah dimilki oleh bangsa Indonesia pada era moderen ini. Dua juta ummat muslim berdatangan dari berbagai penjuru tanah air mendesak pemerintah untuk segera memproses hukum penista agama yang sudah jelas-jelas dan ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI Pusat) bahwa Ahok sudah jelas menodai agama. Kehadiran tokoh agama,nasional serta rakyat Indonesia menanti keputusan hasil aksi 4 november 2016 yang bisa memobilisasi massa lebih dari 2 juta rakyat Indonesia. Massa aksi yang mau menyampaikan tuntutan aksi kepada orang nomor satu Indonesia aneh bin ajaib tuan rumah presiden Jokowi tidak ada di Istana. Sampai-sampai host TV One menyampaikan pengumuman kepada bapak presiden tercinta Jokowi untuk menemui massa aksi yang sudah lama menunggu sang presiden yang merakyat katanya. Ternyata sang presiden masih mengurus proyek di Bandara Seokarno-Hatta, memang luar biasa presiden Jokowi meninggalkan rumahnya demi proyek jalur kereta api untuk menghubungkannya dengan Bandara Soekarno Hatta. Tetapi alangkah eloknya sang presiden seharusnya memprioritaskan tuntutan ummat muslim yang jauh-jauh datang dari pelosok nusantara demi bertemu dan berdiskusi atas kasus penistaan agama. Massa aksi hanya bisa bernegosiasi dengan Menteri Menkopulham H.Wiranto dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla yang berjanji akan menuntaskan kasus penistaan agama yang tersangka Ahok dalam jangka waktu 2 minggu dan tepatnya hari senin tanggal 7 november 2016 kemarin Ahok  diperiksa. Ini hanya cuman janji tetapi belum ada kejelasan pasti.

Waktu 2 minggu menjadi sandiwara baru dan narasi baru dalam menegakkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. 2 juta ummat muslim yang datang ke istana merasa kecewa karena belum sesuai dengan tuntutan atau ekspektasi massa aksi. Tetapi ini sebagai shock therapy bagi pemegang kuasa serta penegak hukum yang ada di Indonesia. Marahnya ummat muslim seperti lebah,lebah tidak akan pernah mengganggu siapapun tetapi lebah kalau diganggu sampai ke dasar laut mau pergi pasti dicari, inilah karekter ummat islam. Pribadi boleh dihina tapi agama dilecehkan, siap mati demi membela agama. Kita kawal bersama proses hukum yang sedang berjalan semoga ini sebagai titik tonggak atas tegaknya hukum di Indonesia. ***

SUARA REVOLUSI.COM- JAKARTA – Sebagai komitmen Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lombok Tengah dalam penerapan standar operasonal prosedur terhadap layanan kepada pengguna Sistem Pengadaan Secara Elektronik, akhirnya Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pe­merin­tah (LKPP) RI menganugerahkan National Procurement Award 2016, untuk kategori Komitmen Penerapan Standar LPSE : 2014. Selain itu, LKPP-RI juga kembali menganugerahkan National Procurement Award 2016 untuk kategori Inovasi LPSE, seperti telah diketahui bahwa LPSE Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2013 dan 2015 juga memperoleh penghargaan National Procurement Award  pada kategori yang sama yaitu Inovasi LPSE.

Penghargaan untuk tahun 2016 ini terasa sangat istimewa, karena penghargaan diterima langsung oleh Bupati Lombok Tengah H. Moh. Suhaili FT, SH., MM. yang diserahkan oleh Ke­pala LKPP RI, Dr. Ir. Agus Prabowo, M.Eng bersama Deputi Bidang Monitoring Evaluasi Dan Pengembangan Sistem Informasi Ibu Sarah Sadiqa, SH., M.Sc dalam Rapat Kerja Nasional LPSE 2016 di Balai Kartini Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT mengharapkan, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi Peme­rintah Kabupaten Lombok Tengah untuk lebih berkomitmen dalam pemyelenggaraan layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah yang bersih dan akuntabel. “Sejak tahun 2011, secara mandiri Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah melakukan pengadaan barang dan jasa secara elektronik,  tercatat sekitar 641 paket pelelangan yang telah dilaksa­nakan melalui LPSE yang telah menghasilkan efisiensi sekitar Rp. 91 M lebih atau sebesar 8,50%” katanya. Bahkan kalau perlu pada tahun 2017 dapat ditingkatkan untuk memperoleh ISO:27001.

Kabupaten Lombok Tengah, sangat bersyukur dengan award ini yang semakin menegaskan bahwa da­lam penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa tetap mengikuti regulasi yang telah ditetapkan.
Pengadaan melalui LPSE lan­jut­nya,  juga salah satu upaya pemerintah dalam efisiensi ang­garan serta menjadikan penyedia barang dan jasa yang profesional ke depannya. “Dengan award ini, Kabupaten Lombok Tengah satu-satunya LPSE di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memenuhi 17 standar LPSE dan sekaligus ditunjuk sebagai Pilot Project Training Center Implementasi Sistem Katalog Lokal di Indonesia bersama 32 LPSE terpilih. Untuk menjawab tantangan itu seluruh hal yang terlibat dalam Pengelola LPSE harus mampu terus berinovasi demi pembangunan daerah yang lebih baik, terutama dalam hal peningkatan dan pengembangan SDM.” ungkapnya. (Humas)



KERJASAMA HUMAS DAN PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM

Muhamad Saleh (Aliansi Ummat Islam NTB)

SUARAREVOLUSI-Seentero nusantara tergugah jiwa dan raganya atas nama membela agama. Agama menjadi fundamental yang sudah melekat dilubuk setiap jiwa manusia yang ada di Indonesia. Agama menjadi role of life dan way of life. Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim terbanyak di dunia sedang merasakan jeritan dan tangisan akan hukum yang berlaku di tanah nusantara. Ummat islam yang ada diseluruh wilayah Indonesia terbangun dari tidur panjang atas peryataan atau statement petahana Gubernur Jakarta yang akrab di sapa Ahok. Ahok menyulut percikan api yang membangunkan singa padang pasir yang lagi tidur selama ini. Pernyataan kontroversial yang dikatakan Ahok pada saat kunjungan kerja ke kepulauan seribu September lalu menyulut api jihad. Statement yang dikeluarkan Ahok: “Kan bisa aja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya, karena dibohongin pakai (Alquran) surat Al-Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak Bapak Ibu, ya. Jadi kalau Bapak Ibu perasaan enggak bisa pilih nih karena ‘saya takut masuk neraka’, dibodohin gitu, ya gapapa, karena itu kan panggilan pribadi Bapak Ibu.”

Kekebalan hukum yang dinilai oleh masyarakat yang dimilki oleh Ahok menjadi pertaruhan besar pada saat ini. Kasus hukum yang pernah melilit Ahok ini seperti  kasus pembelian tanah rumah sakit sumber waras, bus transjakarta, reklamasi,dana teman Ahok dll. Kasus-kasus tersebut dibuat angin lalu dan harapan kosong akan tegaknya hukum di Indonesia. Sudah jelas dan terang benderang ada kejanggalan yang lansung di audit oleh BPK tentang penyimpangan transaksi pada pembelian tanah rumah sakit sumber waras lagi-lagi Ahok lolos dari jeratan hukum dan aneh bin ajaib lembaga antirasuah Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) memberikan klarifikasi sangat menggelikan “Ahok tidak punya niat jahat”.Kasus reklamasi yang sudah tersangka dan tertangkap Sanusi, ada keterlibatan Ahok pada kasus tersebut tetapi lagi-lagi tidak tersentuh oleh hukum. Ahok yang selama ini dikenal dengan tegas dan keras terhadap siapapun yang menyimpang yang dilihat pada pemerintahan ibu kota lansung disikat habis sampai akarnya. Dibalik itu juga ada hal yang tersembunyi yang tidak diketahui oleh khalayak umum.

Titik nadir dari tingkah laku Ahok selama ini sudah mencapai titik puncak ketersingungan ummat muslim yang ada di Indonesia. Statement yang dikeluarkan sudah mencedrai kerukunan keberagamaan yang sudah ditata dan diatur selama ini. Dari berbagai elemen masyarakat Indonesia berjuang bahkan berani mati demi hukum harus berlaku ke Ahok. Demonstrasi yang terjadi diberbagai daerah yang ada di Indonesia menjadi warning bagi steakholder  atau pemegang kuasa yang ada di republik ini. Bagaimana tidak tanggal 4 November 2016 sebagai tonggak sejarah kebangkitan ummat muslim yang ada di Indonesia yang masih mempunyai taji dan taring dalam membela agama yang sampai detik ini menjadi agama mayoritas di Indonesia.

Kekhawatiran menyelimuti pejabat teras istana Jakarta. Orang nomor satu Indonesia bapak presiden Jokowi langsung turun tangan meredam akan aksi besar-besaran pada tanggal 4 November 2016 yang bertepatan dengan hari agung ummat islam Jum’at. Dengan konsolidasi yang dilakukan oleh bapak presiden ke rumah ketua umum partai Gerinda bapak Prabowo Subianto dan berselang satu hari lansung mengundang para tokoh agama yang tergabung dalam organisasi besar yang ada di Indonesia seperti NU,Muhammadiyah dan MUI. Yang dibahas adalah masalah demo besar-besaran ummat islam yang akan mengepung istana Jakarta. Dalam konsolidasi yang dilakukan oleh bapak presiden Jokowi dengan tokoh agama Jokowi tidak akan intervensi atas kasus Ahok dalam penodaan atau penistaan agama yang sudah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Sandiwara apa yang akan terjadi pada tanggal 4 November 2016 atas tuntutan kasus Ahok atas penodaan atau penistaan agama. Apakah akan berlansung aman,damai,tentram dan sesuai tuntutan aksi 4 November #penjarakan Ahok atau Ahok harus diproses segera dan dijebloskan kepenjara atau aksi damai 4 Novermber tidak akan digubris bahkan diacuhkan sebagai angin lalu. Tidak ada orang yang kebal hukum di Indonesia karena Indonesia adalah negara hukum. Apakah hukum ini benar-benar bagi orang yang punya kuasa dan modal atau hukum hanya berlaku bagi orang lemah dan miskin tidak punya uang untuk membayar pengacara ketika tersandung masalah hukum. Apakah ini benar dan nyata hukum di Indonesia tumpul ke atas tajam kebawah yang terjadi selama ini. Ketika mereview atas beberapa kasus terbaru atas penghinaan presiden ketika itu,pelaku dengan sergap ditangkap langsung oleh pihak yang berwajib. Tetapi kali ini hukum sudah dijadikan sebagai tameng bagi penguasa yang berkepentingan. Hukum katanya tidak memandang bulu tetapi hukum memandang bulu siapa itu? Kalau bulu yang punya kuasa tidak akan pernah tersentuh sedikitpun oleh hukum itu sendiri. Semoga kasus besar yang membuat republik ini gacuh dengan satu orang yaitu Ahok segera diadili dan diproses demi tegaknya hukum. Semoga ini menjadi renungan kita bersama atas penegakan hukum yang ada di republik tercinta Indonesia.***
SUARA REVOLUSI.COM- Indonesia Toursm Development Coorporations (ITDC) Senin (31/10/2016) gelar acara Tasyakuran Pembangunan Hotel Pullman dikawasan Pariwisata Mandalika Resort di Kuta Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pembangunan Hotel itu, jadi tonggak pembangunan sejumlah hotel lainya di Mandalika Resort.
Dalam acara yang dihadiri jajaran ITDC dan Pemerintah Daerah (Pemda) dan sejumlah tokoh masyarakat tersebut, Direktur Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, Hari Wibisono mengatakan, kegiatan tasyakuran itu merupakan kegiatan rasa syukur karena, akhirnya pembangunan hotel yang akan menjadi tonggak pembangunan hotel ITDC lainya.
Lebih jauh disebutkan, hotel bernama Pullman itu dibangun diatas area seluas 5 hektar dengan kelas hotel berbintang lima yang letaknya persis berdampingan dengan Hotel Novotel Lombok. Dengan konsep villa, hotel itu akan dibangun dengan 235 kamar.”Dimana setiap kamar membtuhkan karyawan 1,5 orang. Artinya kita membutuhkan sekitar 15.000 orang pekerja bila hotel ini sudah beroperasi,”Kata Hari Wibisono.
Hotel itu lanjutnya, ditargetkan akan dibangun secara terus menerus tanpa tahapan hingga selesai selama 2 tahun kedepan. Artinya sekitar akhir tahun 2018 nanti, hotel itu sudah bisa diuji coba pengepoerasianya sejalan dengan proses pemenuhan sertifikasinya. “Secara fisik pembangunan hotel ini akan kita mulai bulan april mendatang. Dan tahun 2019 sudah secara total beroperasi,”Janjinya.
Dalam membangun hotel itu, pihak ITDC bersinergi dengan BUMN lainya yang ikut berinvestasi pada pembangunan hotel tersebut. Salah satunya dengan PT. Wika Wijaya Utama yang sudah melalui berbagai macam prosedur yang sudah disyarakat sesuai dengan aturanya.
Pada tasyakuran itu, dirangkai juga dengan pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan piatu yang ada disekitar kawasan Mandalika Resort. Anak yatim piatu itu, diharapkan bisa menjadi saksi sebagai tonggak dimulainya pembangunan berbagai macam hotel dan fasilitas kawasan hotel tersebut.(SR) 02
Groundbreaking Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, (31/10/2016) di Kuta Lombok
SUARA REVOLUSI.COM- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, jangan sampai jadi kawasan groundbreaking saja. Demikian disampaikan, Bupati Lombok Tengah, HM.Suhaili,FT.SH.MM, sindir Indonesia Toursm Deplovment Coorporations (ITDC) saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Pullman, senin (31/10/2016) di Kuta Lombok.
Berbagai pembangunan di KEK itu, sudah sangat lama diidam-idamkan oleh masyarakat Lombok Tengah. Untuk itu, kali ini diharapkan pembangunan Hotel Pullman itu benar-bernar terwujud seperti yang diharapkan oleh seluruh masyarakat. “Kita ingat betul, presiden Susilo Bambang Yudoyono dulu lakukan Groundbreaking, bapak wakil presiden Yusuf Kalla juga lakukan Groundbreaking. Jangan sampai kawasan KEK ini hanya jadi kawasan Groundbreaking saja,”Sindirnya.
Namun demikian, kegiatan itu dinilai Bupati sebagai kegiatan yang sangat strategis, penting sekaligus mulia. Karena itu merupakan salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan di Lombok Tengah dan hal itu patut untuk disyukuri. Rasa syukur itu tidak hanya diucapkan namun diimplementasikan dengan cara mendukung penuh pembangunan tersebut.”Hal yang pertama, kami mengajak saudara kami sendiri dulu, baik kadis-kadis, camat, kepala desa dan seluruh element masyarakat untuk menyatukan visi dalam membangun KEK ini,”Ajaknya.
Berbagai macam Destinasi wisata berupa karunia Allah SWT berbentuk keindahan alam itu, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada saat ini, dinilai belum mampu untuk membangunan dan mengembangkan kawasan tersebut, maka dari itulah dibutuhkan orang lain untuk membantu pemabngunanya.”Percuma kita punya ribuan hektar kawasan yang indah kalau kita tidak mampu mengelolanya. Maka tidak akan bermamfaat banyak,”Kata Bupati.
Untuk itulah, Allah SWT lanjut Bupati, mengetuk hati pemerintah pusat, dengan tanpa pernah dirinya melakukan loby-loby, melalui ITDC dan PT.Wika Jaya Utama, menggelontorkan bantuanya untuk mendorong pembangunan kawasan tersebut. “Sekarang melalui APBN Rp 46 miliar dikucurkan untuk KEK ini. Selain itu Allah SWT, ketuk hati pusat untuk meperbaiki jalan ke Mong dan Sangkep dan juga ada program penataan lingkungan pemukiman pada tahun 2017 dan saat ini sedang penyelesaian perencanaanya,”Ungkapnya.
Menyinggung atas masih adanya persoalan atas sebagian lahan KEK, Bupati mengatakan, Negara takkan mungkin untuk menzolimi masyarakat. Rumusan atas penyelesaian masalah itu sudah didengarnya sedang disempurnakan di Jakarta. Penyelesaian dengan jalan terbaik, akan segera diputuskan.”Disadari betul, kalau Negara ini ada karena adanya masyarakat yang banyak. Maka segalanya pasti aka nada keputusan yang terbaik bagi masyarakat,”Tukasnya.(SR 02)
HM.Suhaili,FT
SUARA REVOLUSI.COM- Bupati Lombok Tengah, HM.Suhaili,FT.SH.MM intruksikan agar Kades sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort fokus bangun keamanan. Masalah pembangunan fisik akan ditangani oleh Pemerintah Kabupaten. Intruksi itu disampaikan Bupati, Senin (31/10) 2016 saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Hotel Pullman di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort.
Bupati prihatin, karena hingga saat ini masih saja terdengar kabar kalau ada terjadi sejumlah peristiwa gangguan Kamtibmas diwilayah Lombok Tengah, khsusnya kawasan pariwisata. Terlebih-lebih hal itu menimpa turis manca Negara yang sedang berlibur ke Lombok Tengah.”Untuk itu saudara-saudaraku terutama tokoh-tokoh masyarakat, mari untuk soal keamanan ini benar-benar menjadi focus kita bersama,”Lirih Bupati.
Bupati mempersilahkan desa untuk melakukan apa saja demi menjamin keamanan diseluruh Lombok Tengah ini, terlebih lagi dikawasan wisata yang saat ini sudah mulai banyak didatangi oleh warga dari berbagai macam belahan dunia. Desa disilhakan untuk focus menyelesaikan persoalan keamanan tersebut.”Gunakan ADD atau DD yang ada didesa sebanyak-banyaknya untuk keperluan keamanan ini. Bila perlu setiap 5 meter wilayah dijaga oleh satu orang anggota BKD,”Tukasnya.
Diakui Bupati, petugas penjaga pantai yang ada saat ini belum maksimal. Walau sudah diberikan berbagai fasilitas seperti pos dan kendaraan serta alat komunikasi, namun rupanya 300-san orang anggota PAM Pantai itu masih belum maksimal.”Untuk itu, mari bahu-membahu kita secara bersama-sama wujudkan keamanan ini,”Pungkasnya.
Menanggapi apa yang disampaikan Bupati tersebut, salah seorang tokoh yang juga Kepal Desa Kuta, Lalu Badarudin mengatakan, pihaknya dalam rangka wujudkan keamanan didesa kuta sudah menganggarkan sebesar RP.75 Juta untuk biaya operasional Badan Keamanan Desa (BKD) setempat.”Itu tahap pertama, jumlahnya bisa terus bertambah sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada. Apalagi ini intruksi langsung bupati, maka kami akan focus pada keamanan,”Janjinya. (SR 02)

SUARA REVOLUSI.COM- Upacara pada Jumat 28/10/2016 dalam rangka peringati sumpah pemuda di Lapangan Jurang Banteng, Kampung Batu Dacil, Dusun Lace Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat Daya itu, diikuti ratusan PNS dan warga setempat.
Bupati Lombok Tengah, HM.Suhaili,FT.SH.MM mengatakan, sengaja mengajak seluruh pegawai upacara ditempat yang jauh dan mungkin tidak pernah didatangi oleh pegawai itu antara lain, untuk mengajak ketahui karunia Allah SWT, berupa keindahan alam yang cantik dan menawan yang dimiliki Lombok Tengah.
Sekaligus untuk mengetahui seperti apa perbatasan paling barat wilayah tastura yang berbatasan dengan Lombok Barat. Sehingga bila Nambung yang jelas-jelas ada diwilayah Lombok Tengah harus dilepas ke Lombok Barat, maka yang lain tak harus merasa tidak pernah mengunjungi Nambung."Inilah wilayah perbatasan kita, indah dan cantik buat siapa saja yang melihat jatuh cinta dan ingin memilikinya,"Sindir Bupati.
Bupati sebenarnya menginginkan pelaksanaan upcara itu, langsung di Nambung yang kini diklaim oleh Lombok Barat. Namun karena berbagai pertimbangan dan menghormati serta menghargai berbagai saran, maka dilaksanakan di Dusun Lace Desa Montong Ajan yang tak jauh dari Dusun Nambung.
Selain itu lanjut Bupati, supaya ada tantangan bagi pegawai pada setiap kegiatan yang dilakukan dan tidak monoton upcara semacam itu hanya dilaksanakan di alun-alun dan halaman kantor bupati saja. "Apalagi ini bertepatan dengan semangat juang pemuda dalam sumpah pemuda ke 88 yang merupakan nomor keberuntungan. Tapi kok sayang sekali tidak ada barisan KNPI yang hadir ini,"Tanya Bupati yang dijawab salah seorang pengurus PK DPD KNPI Praya Barat Daya, yang duduk di kursi undangan.
Dengan adanya kegiatan diwilayah eksotik itu, juga untuk menggugah semua, supaya tumbuh rasa cinta kepada wilayah dan ikut membangun. Dimana, semua masyarakat punya tanggung jawab membangun daerah. "Kenapa tidak ada pol-pp yang dikaruniai bisa bangun villa dan restourant ditempat ini. Atau membangun hal lainya silahkan, tanpa memandang strata dan tingkatan struktur semua boleh membangun,"Ujar Bupati, sembari menambahkan, ada bantuan untuk yatim piatu dan jompo 150 org pada acara itu.
Selain itu dibarengi dengan, lounching dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Direktur Utama Bank NTB. Selain itu, ada peluncuran program bantuan khusus untuk kelompok usaha kecil yang bunganya dibayar pemerintah. "Ini khusus untuk young -young tastura dan Montong Ajan. Untuk ciptakan usaha baru bagi masyarakat, mumpung anggaran saat ini sedang dibahas, coba anggarkan Rp.50 miliar dan masing2 kelompok usaha diberikan Rp.20 Juta dan bunganya pememerintah yang bayar,"Tandas bupati. (SR 02)


KERJASAMA HUMAS DAN PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM 
SUARA REVOLUSI.COM- Ruang Terbuka Hijau Tonjeng Beru (RTHTB), yang berada di wilayah perbatasan antara Kelurahan Panjisari dan Prapen. Terletak diujung paling utara Bendungan Batujai. Setelah diresmikan Wakil Bupati,L.Pathul Bahri,S.Ip beberapa waktu lalu, kini taman itu jadi salah satu favorite warga.
Puluhan warga, hampir setiap sore silih berganti berdatangan ketempat ini. Dilatar belakangani hamparan bening genangan bendungan batujai dan sesekali diwarnai deru pesawat yang mau mendarat di Bandara, jadi salah satu view menarik RTH Tonjeng Beru ini.
Saat matahari tenggelam, awan merah jingga yang tersapu sinar mentari senja, menambah keindahan dan memanjakan warga yang datang ke RTH ini. Saat matahari tenggelam itu, genangan bening bendunganpun berubah merah jingga mengikuti warna awan tadi.
Dikejauhan... bentangan biru hitam Gunung Mareje, menambah molek dan cantiknya pemandangan dari taman yang dibangun pada masa kepemimpinan HM.Suhaili,FT ini.
Bila ingin pipis atau buang air besar, gak usah khawatir. Taman Tonjeng Beru dilengkapi dengan toilet dan juga mushola yang memadai. Datang ketempat ini gratis, paling cuma bayar parkiran dan keluarin duit untuk belanja-belanja.
Hanya saja, ditempat ini belum ada yang tertarik untuk jualan kuliner lengkap seperti yang ada di Taman Muhajirin. Yang ada cuman penjual warungan yang sediakan aneka macam minuman, kopi dan jajanan ringan saja. Anda pernah kesini.(SR 02)
SUARA REVOLUSI.COM- Bertempat disalah satu ruang rapat Hotel Novotel Kuta Lombok, Senin 24/10/2016, menteri yang pernah jadi PLT Kementerian PU ESDM ini, melakukan rapat dengan Wakil Gubernur, Bupati Lombok Tengah dan sejumlah lembaga lainya, termasuk dari ITDC.
Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat tersebut, khusus membahas soal Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort. Ia mengatakan, kalau sektor pariwisata merupakan sumber penerimaan tertinggi negara, baru kemudian sektor lainya.
Untuk itu, menteri berharap agar Pemda menjadikan KEK Mandalika Resort menjadi mega proyek bagi pemerintah. Pemda tingkat I dan II diharapkan bersatu padu sukseskan Kawasan Ekonomi Khusus tersebut. "Selesaikan segera masalah lahan yang ada dengan baik, kalau tidak malah nanti bikin kapok investor,"Katanya.
Saat memberikan izin Investor, juga harus selektif. Sehingga mafia atau broker lahan tak bisa masuk dikawasan tersebut. Menteri tegaskan untuk memilih investor yang high class, sehingga apa yang akan dibangun bersaing."Misalnya investor dari singapura yang disana banyak yang highclass,"Imbuhnya.
Selain itu, masalah adat ditekankan menteri agar bisa diselesaikan dan bisa dimodernisasi. Semua harus diselesaikan secara kompromi dan tidak menimbulkan konflik. "Lingkungan juga harus diperhatikan. Bagaimana listrik dan ketersediaan air bersih. Management lingkungan harus dikelola dengan baik. Misalnya dengan menanam Mangroof yang malah sangat menarik nanti bagi wisatawan,"Katanya.
Hal terakhir yang disinggung menteri, soal keamanan. Dimana, pemerintah daerah memiliki peran besar dalam menyelesaikan persoalan keamanan. Polisi dan TNI dan masyarakat khususnya lembaga adat, bersatu padu wujudkan keamanan.
Untuk diketahui, malam ini menteri menginap di Hotel Novotel Lombok dan besok pagi (selasa 25/10/2016) akan melakukan dialog dengan tokoh masyarakat disekitat lingkar ITDC dan seluruh tokoh masyarakat di Lombok Tengah, terkait berbagai masalah pada KEK mandalika resort tersebut. (SR 02)
SUARA REVOLUSI.COM- Upacara peringatan Hari Jadi ke 71 Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (15/10/2016) di Alun-alun Tastura Praya, ditandai dengan penghormatan kepada bendera Pataka Lombok Tengah yang dipimpin komandan upacara.

Adapun yang bertindak selaku inspektur dalam upacara tersebut, Bupati Lombok Tengah, HM.Suahili,FT.SH.MM dan dihadiri oleh Wakil Bupati,L.Pathul Bahri,S.Ip, Sekda,H.Nursiah,S.Sos.M.Si dan jajaran SKPD se-Kabupaten Lombok Tengah, serta puluhan tamu udangan dari berbagai daerah di NTB.

Ratusan peserta dari hampir seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seluruh element masyrakat juga tampak hadir sebagai peserta upacara. Semua peserta upacra laki-laki diharuskan menggunakan pakaian adat bawahan dengan selewok foto warna hitam lengkap dengan bebetnya, berbaju putih dengan kopiah warna hitam. Sementara yang wanita menggunakan pakaian muslim warna putih.

Pada upacara tersebut, penyampaian mengenai sejarah kabupaten Lombok Tengah menjadi salah satu rangkaian yang tak bisa dipisahkan. Disebutkan, Lombok Tengah Kabupaten Lombok Tengah terbentuk menjadi otonom berdasarkan Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan daerah-daerah Tingkat II dalam wilayah Daerah-Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Undang-undang tersebut disahkan pada tanggal 14 Agustus 1958.

Namun demikian, sebelum terbentuk sebagai sebuah wilayah pemerintahan, entitas Lombok Tengah telah ada jauh sebelum itu. Beberapa momentum historis yang menandai keberadaan Lombok Tengah, antara lain adalah dengan dikeluarkan Stb Nomor 248 Tahun 1898, kemudian pasca proklamasi, Lombok Tengah secara integral menjadi bagian dari NKRI ditandai dengan pelantikan secara formal Kepala Pemerintahan Setempat Lombok Tengah yang pertama, pada tanggal15 Oktober 1945.

Momentum ini menjadi leverage factor yang memicu tumbuhnya semangat integrasi, patriotisme dan nasionalisme di Kabupaten Lombok Tengah. Enam momentum yang diklasifikasi menjadi dua kategori masa kejadian perostiwa penting perjalanan Kabupaten Lombok Tengah, yakni pada masa sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.

Momentum Peristiwa Sebelum Kemerdekaan, meliputi : Peristiwa 7 Agustus 1891. Pada saat inilah mulai dikobarkannya apa yang disebut dengan Congah Praya kemudian berlanjut pada 28 September 1898 menjadi Perang Lombok yang berakhir dengan runtuhnya dinasti Kerajaan Karang Asem di Lombok.

Kemudian Peristiwa 18 Agustus 1898. Berlangsung pertemuan para tokoh masyarakat sasak untuk mennetukan batas wilayah desa dan kampung, baik di onder afdeeling (dibawah divisi) Lombok Barat maupun di onder afdeeling Lombok Timur. Pada waktu itu, Lombok Tengah masih berada di onder afdeeling Lombok Timur .

Selanjutnya, peristiwa 27 Agustus 1898. Onder afdeeling Lombok Timur dimekarkan menjadi onder afdeeling Lombok Timur dan onder afdeeling Lombok Tengah, sesuai statblad Nomor 248 Tahun 1898 kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Gubernur General Nomor 19 Tanggal 27 Agustus 1898.

Sejak saat itulah dikenal istilah Lombok Tengah dengan batas-batas wilayah seperti sekarang. Semua alternatif momentum tersebut, kemudian mengerucut menjadi dua. Satu alternatif momentum sebelum kemerdekaan, yakni peristiwa 27 Agustus 1898. Sedangkan alternatif momentum sesudah kemerdekaan, yang dipilih adalah peristiwa 15 Oktober 1945. Ketika memilih salah satu dari dua alternatif momentum ini ternayat tidak mudah. Buktinya, selama tiga hari dan tiga malam seminar berjalan, belum juga menghasilkan keputusan.

Forum seminar kemudian membentuk Tim Perumus untuk melakukan kajian lebih mendalam terhadap kedua alternatif momentum tersebut. Setelah melalui perdebatan diantara Tim Perumus dipilih peristiwa 15 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Kabupaten Lombok Tengah. Dipilihnya momentum 15 Oktober 1945 sesuai dengan kriteria yang telah disepakati, sebagaimana dinyatakan dalam Berita Acara Tim Perumus Seminar Hari Jadi Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam berita acara itu disebutkan antara lain, hari jadi yang ingin ditetapkan adalah Hari kesatuan masyarakat hukum b. Dasar penentuan alternatif momentum hendaknya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan memperhatikan hal-hal seperti, memperkokoh persatuan dan kesatuan serta meningkatkan rasa kebersamaan serta mampu menggali nilai-nilai perjuangan sebagai spirit dalam menghadapi masa depan. Memiliki nilai legalitas dan landasan yuridis formal, serta didukung dengan kajian ilmiah sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Kemudian, memiliki nilai legalitas dan landasan yuridis formal, serta didukung dengan kajian ilmiah sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akademis . Mendapat pengakuan secara luas dari masyarakat 3. Mendapat pengakuan secara luas dari masyarakat Selain telah memenuhi kretiria tersebut, dipilihnya tanggal 15 Oktober 1945 juga dilandasi oleh beberapa pertimbangan.

Pertama, pengakuan Lalu Srinata selaku Kepala Pemerintahan Lombok Tengah oleh Gubernur Provinsi Sunda Kecil, Mr. I Gusti Ketut Pudja, telah melegitimasi keberadaan Pemerintahan Lombok Tengah secara hukum. Kedua, pada tanggal 15 Oktober 1945 Komite Nasional Daerah Lombok (semacam DPRD) mengadakan rapat umum di alun-alun Mataram.

Pada momentum itulah untuk pertama kali dikibarkan Bendera Merah Putih dan dibacanya Teks Proklamasi 17 Agustus 1945 di Bumi Sasak Lombok. Peristiwa ini tentu amat membanggakan dan menjadi spirit bagi masyarakat Lombok untuk membangun daerahnya menjadi lebih maju kedepan. (SR 02)


KERJASAMA HUMAS DAN PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM
Muhammad Ismaun,ST.MT
SUARA REVOLUSI.COM- Namun, anggaran pembangunan Bendungan Mujur itu, diusulkan sesuai dengan proses yang sudah berjalan dilapangan. Demikian disampaikan, PPK Perencanaan Bendungan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I NTB, Muhammad Ismaun,ST.MT, Senin (17/10) 2016 di Praya.

Adapun proses tersebut antara lain seperti, desain, amdal, Larap dan juga ada apreisal. Bila semua sudah siap, termasuk masalah-masalah socialyang ada disekitar lokasi pembangunan bendungan tersebut, barulah pemerintah bisa menentukan anggaranya pertahun.”Kalau semua proses persiapan awal tadi belum diselesaikan, maka pemerintah pusat tidak bisa menjawab berapa anggaran yang akan dikucurkan pada pembangunan bendungan mujur itu,”Ungkapnya.

Untuk bendungan Mujur sendiri, proses yang saat ini sedang dilakukan antara lain yakni mengenai Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang saat ini diproses dengan melibatkan pihak Universitas Mataram dan sejumlah lembaga berkopenten lainya.”Tahun ini mengenai Amdal diharapkan bisa tuntas dan tidak menemui kendala lagi,”Imbuhnya.

Sementara untuk Study Larap atau Land Acquisition And Resettlement Action Plan, hingga saat ini belum bisa diselesaikan khususnya di Desa kelebuh Kecamatan Praya Tengah. PU-ESDM Lombok Tengah yang diberikan kewenangan untuk menyelesaikan Larap tersebut, ternyata belum bisa menyelesaikan proses Larap dengan berbagai kendala.”Mudahan saja dengan adanya konsultasi public yang sudah dilakukan bila hari didusun lelong itu, bisa menyelesaikan proses larap ini,”Harapnya.

Bila Larap sudah selesai barulah tim independen yang menentukan harga, turun kelapangan untuk melihat fakta terhadap hasil yang telah dibuat tim larap. Barulah apa yang menjadi pertanyaan warga mengenai berapa harga lahan bisa terjawab.”Kalau semua itu sudah selesai maka, barulah kapan tahun akan mulai pembangunan secara fisik bendungan mujur ini bisa ditentukan,”Jelasnya.

Untuk tahun 2016 ini, bendungan yang ada di Meninting desa Bukit Tinggi Lombok Barat sudah siap untuk dibangun secara fisik. Karena semua proses persiapan sudah selesai dilakukan dengan cepat dan tepat walau mulainya persiapan di meninting tersebut bersamaan dengan bendungan mujur.”Jadi kita berharap kepada pemerintah kabupaten Lombok tengah, bisa membantu kita untuk terus mengawal percepatan pembangunan ini,”Tambahnya.

Pembangunan Bendungan Mujur tersebut tegas Muhammad Ismaun, tak mungkin dibatalkan karena merupakan perencanaan pembangunan nasional. Hanya saja kepan akan dimulai tergantung dari pneyelesaian berbagai persiapan seperti yang saat ini sedang dilakukan.”Kalau dibatalkan itu tidak mungkin. Namun penundaan bisa dilakukan sampai kapan saja karena ini tanpa ada target selesai pembangunanya,”Pungkasnya. (SR 02)