Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga


LALU PATHUL BAHRI
SUARA REVOLUSI.COM- Program 100 hari yang dicanangkan Pemerintahan Suhaili- Pathul untuk menggenjot pelayanan di setiap SKPD nampaknya bakal terwujud, ini terbukti dengan pelayanan keliling yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan bergerak cepat memberikan pelayanan gratis pembuatan akta kelahiran, dengan mendatangi langsung kecamatan yang ada di Lombok Tengah dan lebih menarik lagi Kecamatan Pujut yang mendapat giliran pertama pelayanan mampu menyelesaikan 1.200 akta kelahiran dalam jangka waktu 3 hari.
Karuan saja, dengan melihat antusias warga terutama masyarakat Kecamatan Pujut untuk membuat akta kelahiran, sedikit tidak membuat orang Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, S.IP  memberikan apresiasi serta rasa terima kasih demi terwujudnya pelayanan yang maksimal.
Lalu Pathul Bahri yang ditemui usai menerima Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di ruang kerjanya mengatakan pihaknya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Kecamatan Pujut yang telah memberikan pelayanan serta  menyelesaikan pelayanan pembuatan akta kelahiran keliling dalam jangka waktu 3 hari  denganmenyelesaikan pembuatan akta kelahiran sebanyak 1.200 akta.
Menurutnya, sukses pelayanan cepat  yang diberikan Dinas Dukcapil yang berkoordinasi dengan Kecamatan Pujut, diharapkan  diikuti juga oleh kecamatan yang lain ketika mendapatkan giliran untuk pelayanan keliling gratis pembuatan akta kelahiran. ”Saya berharap agar sukses Kecamatan Pujut pada giliran pertama pelayanan keliling gratis ini juga diikuti oleh kecamatan lain, ini juga menjadi penilaian kami bagi camat yang mau bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” harapnya.
Haji Darwis
Sementara itu Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil H. Darwis SH.MM mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelayanan akta keliling merupakan program dinas yang juga masuk dalam program 100 hari Bupati Lombok Tengah H. Moh Suhaili FT, SH dan Wakilnya Lalu Pathul Bahri, S.IP.
Target pusat yang diberikan kepada Dukcapil yakni 85% pada tahun ini sedikit tidak bakal terpenuhi dalam pembuatan akta kelahiran yang dimulai dari 0 tahun sampai 18 tahun. Mengingat antusias warga yang begitu tinggi dalam pembuatan akta kelahiran, strategi pelayanan Keliling atau jemput bola ini sedikit tidak dapat membantu penyelesaian target 85% tahun ini dan target 92% pada tahun 2017.
Ditambahkan Abah Dos sapaan akrab Kepala Dinas Dukcapil, pelayanan keliling gratis akta kelahiran ini akan mendatangi seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah dan masing- masing kecamatan mendapatkan jatah 3 hari pelayanan, namun jika tidak mampu terselesaikan dalam jangka waktu 3 hari, pihaknya nantinya akan memberikan tambahan waktu 2 hari. ”Masing- masing kecamatan mendapatkan jatah 3 hari, tapi kalau tidak bisa selesai, kami akan tambah nantinya setelah semua kecamatan mendapatkan pelayanan selama 2 hari dan langsung ke Dinas Dukcapil untuk penambahannya” jelasnya.
Berikut jadwal pembuatan akta kelahiran keliling di masing-masing kecamatan. Kecamatan Pujut Senin 28-03-2016 hingga Rabu 30-03-2016, Kecamatan Praya Timur Kamis 31-03-2016 hingga Sabtu 2-03-2016, Kecamatan Janapria Senin 4-04-2016 hingga Rabu 6-04-2016, Kecamatan Kopang Kamis 7-04-2016 hingga Sabtu 9-04-2016, Kecamatan Jonggat Senin 11-04-2016 hingga Rabu 13-04-2016, Kecamatan Praya Barat Daya Kamis 14-04-2016 hingga Sabtu 16-04-2016.
Sedangkan untuk Kecamatan Pringgarata yakni dimulai dari hari Senin 18-04-2016 hingga Rabu 20-04-2016, Kecamatan Praya Barat Kamis 21-04-2016 hingga Sabtu 23-04-2016, Kecamatan Batukliang Senin 25-04-2016 hingga Rabu 27-04-2016, Kecamatan Praya Tengah Kamis 28-04-2016 hingga Sabtu 30-04-2016, Kecamatan Batukliang Utara Senin 2-05-2016 hingga Rabu 4-05-2016. Sedangkan untuk Praya Senin 9-05-2016 hingga Rabu 11-05-2016. 



KERJASAMA HUMAS dan PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM
HM.Mayuki,S.Ag
SUARA REVOLUSI Saat ini pembangunan Dam Mujur sedang dalam tahapan study larap. Study Larap itu adalah mempelajari seberapa luas dari lahan yang akan digenangi oleh air Dam tersebut bila sudah dibendung.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan PU–ESDM Lombok Tengah, Mohammad Amir Ali, Rabu (30/2) 2016. Ia menyatakan, setelah sudy larap itulah nantinya bisa ditentukan berapa jul;ah luasan tanah sekitar Dam itu yang akan dibebaskan.”Mengenai berapa yang saat ini akan dibebaskan hal itu belum bisa disebutkan. Dalam study Larap tidak untuk tentukan harga lahan yang akan dibebaskan. Soal harga nanti ditentukan tim independent,”Katanya.

Study Larap itu lanjut Kabid, sudah mencatat berbagai macam hal yang akan ikut terendam oleh genangan Air Dam mujur itu nantinya. Seperti berapa banyak pohon turi, bamboo dan kebun serta rumah warga dan perkampungan yang akan ikut dibebaskan untuk pembangunan Dam Mujur tersebut.”Harapanya soal anggaran pembebsan natinya dari pusat 50 persen, provinsi 30 persen dan Kabupaten 20 persen,”Ungkapnya.
Karena sesuai dengan perencanaan yang ada, pusat siap 100 persen anggaran untuk pembangunan Dam Mujur tersebut. Untuk itu, masyarakat dan seluruh element harus mendukung pembebasan lahan Dam Mujur tersebut. Karena bila tidak maka anggaran yang seharusnya lebih dahulu digelontorkan ke Lombok Tengah, bisa dialihkan ketempat lain.”Maka masyarakat jangan sampai terprovokasi dan menyuatakan tidak setuju dengan opembangunan Dam Mujur ini,”Tukasnya.
Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, HM.Mayuki,S.Ag mengatakan, sejak awal ia telah menyampaikan ke masyarakat kalau sesungguhnya tidak ada masyarkat yang tidak setuju dengan pembangunan Dam Mujur tersebut.”Masyarakat setempat ingin mendapatkan kepastian dan kejelasan mengenai persoalan pembebesanya,”jelasnya.
Pengukuran yang dilakukan sejumlah pihak dalam rangka Study Larap itu saja lanjut Mayuki, dianggap pengukuran pembebasan lahan sehingga menimbulkan sebuah keributan kecil ditengah-tengah masyarakat.”Hal itu akibat dari sosialisasi yang dilakukan sangat minim. Masyarakat kaget dan mengira kalau lahan yang mereka miliki akan diambil paksa seperti zaman otoriter dulu,”Tandasnya.(SR 02)
SUARA REVOLUSI.COM– Pedagang Kaki Lima (PKL) siap ditertibkan, namun tak siap dipindahkan. Itulah aspirasi PKL yang mengemuka pada hearing puluhan PKL, Rabu 30/3/2016 ke DPRD Lombok Tengah. Tampaknya pada hearing tersebut, salah seorang anggota dewan, pandai mainkan diplomasinya sehingga para PKL anggap ditertibkan tidak termasuk dipindahkan.

Humas LSMS Bersatu Untuk Maju (BUM) NTB, Haji Ahkmad Yani pada hearing tersebut menyampiakan, para PKL tidak bersedia dipindahkan dari lokasi berjualan saat ini yakni didepan masjid agung.
”Karena disitulah saat ini tempat yang paling ramai dikota praya ini, bahkan sampai jam sepuluh malam disana masih ramai,”Ungkapnya.
Menanggapi aduan para PKL tersebut, salah seorang anggota DPRD Lombok Tengah, HL.Arif Rahman Hakim menyatakan, PKL dibverikan ijin berdagang disekitar depan masjid agung itu, karena PKL mau diatur dan ditata
Untuk itu, apapun alasanya, para pedangang tidak bersedia untuk dipindahkan dari lokasi tersebut. Apalagi ada wacana pemindahan kelokasi baru, hal itu jelas ditolak oleh PKL. ”Lokasi baru itu kan tidak memadai, masih sepi dan amburadul. Tetapi bagaimanapun juga kami tetap bersedia untuk ditata dengan baik,”Tambahnya.
.”Sekarang bila tidak mau diatur ijinya bisa dicabut nanti, nah makanya sekarang saya Tanya, bapak-bapak mau diatur dan ditata tidak,”Ujar Lalu Arif yang dijawab mau oleh para PKL.
“Ya sudah kalau memang mau diatur, maka sudah clear masalah hari ini,”Tandas Lalu Arif lagi. Salah seorang PKL menimpali. “Kalau ada yang tidak mau diatur pak, jangankan dicabut izin, tangkap dan dipenjarapun kami mau. Asalkan jangan dipindahkan dari Depan Masjid Agung,”Ujarnya.
Setelah sekitar 3 jam lebih berdiskusi, para PKL inipun sepakat kalau mereka hanya akan ditertibkan saja dan bukan dipindah. Entahlah,… apa para PKL itu faham atau tidak, kalau siap ditertibkan itu, sama artinya dengan siap dipindahkan juga. (SR 02)
H.Willgo Zaenar
SUARA REVOLUSI.COM Anggaran Rp.1,8 miliar yang dijanjikan presiden RI Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika Resort Kuta desa Kuta Kecamatan Pujut Lombok Tengah, ternyata tidak ada dikementerian Pariwisata RI. Hal tersebut membuat sejumlah anggota DPRD bergerak cepat mencari tahu dimana keberadaan anggran tersebut.
Salah seorang anggota DPRD Provinsi, Burhanudin dalam lawatanya ke Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah beberapa waktu lalu mengatakan, dirinya sampai pernah melakukan kunjungan kerja ke kementerian pariwisata untuk mendapatkan kebenaran infromasi tersebut.”Dan ternyata benar, memang tidak ada sama sekali disebut-sebut tentang kawasan wisata Mandalika Resort disana,”Ujarnya.
Politisi Hanura tersbut kemudian mencoba mencari tahu ke Kementerian BUMN. Dan dikementerian itulah disebut-sebut sebagai kementerian yang menangani persoalan tersebut. Namun sayangnya tandas Burhanudin, dikementerian tersebut juga belum ada disebutkan anggran soal lahan ITDC tersebut.”Ternyata memang ada di kementerian BUMN, tetapi anggaranya saja yang belum ada dialokasikan untuk itu,”Ungkapnya.
Anggota komisi XI DPR-RI Dapil NTB, Willgo Zaenar saat berkunjung ke Lombok Tengah beberapa waktu lalu, ketika ditanya terkait dengan janji presiden tersebut menyatakan, hal itu akibat dari limitnya anggaran negara saat ini. “Namun demikian kita sebenarnya menunggu usulan dari pemerintah, tidak bisa kita yang mengajukan,”Jelasnya.

Secara pribadi sebagai ketua kelompok badan anggaran fraksi Gerindra di DPRD pusat lanjut Willgo Zaenar, sangat mendukung dengan seluruh kebijakan soal pembangunan kawasan mandalika resort tersebut. Bahkan dirinya siap untuk mengamnkan dan mengawal kepentingan tersebut.”Yang penting BUMN dan kementerian keuangan dan pemerintah memasukkan itu, maka kami mendukung penuh,”Tandasnya.
Sejauh yang ia ketahui lanjut Willgo Zaenar, dalam APBN tahun 2016 ini belum ada masuk anggaran Rp.1,8 miliar tersebut untuk pembangunan kawasan pantai kuta tersebut. Namun begitu, stekholder yang ada baik gubernur dan yang lainya harus mendorong hal tersebut agar masuk dalam APBN Perubahan nanti.”Semua harus berstau mendoirong hal itu dari daerah, baik Bupati terlebih-lebih gubernur. Sesekali masyarakat NTB datang kepusat dorong hal ini,”Pungkasnya. (SR 02)
Arif Susanto (Wakil Ketua Umum PP KAMMI)
Hal yang senantiasa berulang dari momentum hari lahir sebuah Gerakan Mahasiswa adalah refleksi dan gugatan: mau kemana Gerakan Mahasiswa. Pertanyaan ini senantiasa berulang dengan jawaban yang juga berulang. Apakah Gerakan Mahasiswa masih idealis berperan sebagai Agent Of Change? Ataukan telah takluk pada penguasa dan komprador? Pertanyaan ini pula yang harus direnungkan dalam momentum Milad (Ulang Tahun) KAMMI ke 18 pada 29 Maret 2016 ini.

Seringkali peran Gerakan Mahasiswa disimplifikasi menjadi dua hal: Agent of Change dan Iron Stock. Dua peran ini ditanamkan sejak rekrutmen anggota. Namun kita lupa bahwa perubahan dan kepemimpinan masa depan itu bergantung pada agenda besar apa yang dicanangkan. Tanpa Ageda Besar, gerakan perubahan tak akan menemukan definisi dan tujuan yang jelas. Tanpa agenda besar, cita-cita memimpin masa depan laksana menyiapkan kendaraan terbaik yang belum jelas tujuan dan medan yang akan dilalui.
Apakah Agenda Besar Gerakan Mahasiswa Indonesai? Apakah rutinitas demonstrasi mengkritik hingga menggulingkan presiden? Apakah melakukan advokasi masyarakat dengan blusukan ke daerah-daerah penuh masalah? Ataukan kuliah yang rajin hingga IPK tinggi dan lulus cumlaude kemudian lanjut S2 dan S3? Hal diatas bukanlah agenda besar sebuah Gerakan Mahasiswa. Ini hanya konsekuensi dari Agenda Besar yang memang membutuhkan hal-hal diatas agar Agenda Besar terwujud.
Lantas apakah Agenda Besar Gerakan Mahasiswa Indonesia? Karena Gerakan Mahasiswa ada untuk membela kepentingan Rakyat dan Bangsa Indonesia, maka Agenda Besar Gerakan Mahasiswa Indonesia adalah melanjutkan perjuangan para pendiri Bangsa. Perjuangan Pendiri Bangsa adalah ruh dan tugas sejarah yang harus dilanjutkan oleh setiap anak Bangsa Indonesia dimanapun dan kapanpun. Nasionalisme dan Partiotisme adalah tugas dan konsekuensi dari darah yang mengalir dalam diri kita. Ia juga tugas Illahiah yang telah mengamanahkan sepetak surga bernama Indonesia kepada kita Putra-putri Indonesia.
Perjuangan Pendiri Bangsa ialah sekumpulah ruh dan cita-cita yang melandasi perjuangan para pendiri bangsa sehingga mereka rela menumpahkan segala harta, keringat, darah, air mata dan nyawa bagi Kemerdekaan Indonesia. Ia terangkum dalam Cita-cita Kemerdekaan Indonesia. Proklamasi 17 Agustus 1945 hanyalah gerbang bagi tugas panjang Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia.
Tugas sejarah yang wajib diemban oleh setiap Anak Bangsa, tanpa terkecuali Gerakan Mahasiswa. Tugas sejarah inilah Agenda Besar sesungguhnya dari Gerakan Mahasiswa: Berkontribusi dan Bergerak untuk Menjayakan Indonesia dengan Mewujudkan seluruh Cita-cita Kemerdekaan Indonesia. Bahwa dengan agenda besar ini kita harus turun ke jalan berdemonstrasi mengkritik hingga menumbangkan rezim, itu adalah konsekuensi dari tugas. Bahwa dengan ini kita harus memiliki kompetensi keilmuan dan kepemimpinan yang unggu, ini juga konsekuensi dari tugas sejarah kita.
Agenda Besar ini takkan terwujud tanpa kita menyiapkan Generasi Emas Indonesia, yakni sebuah Generasi yang tulus mencintai dan berkontribusi besar bagi terwujudnya setiap cita-cita Kemerdekaan Indonesia. Generasi ini bukan superman, tapi supertim selayaknya generasi Soeakarno, Natsir, Tan Malaka dan kawan-kawan yang bahu membahu menyusun kepingan-kepingan Kebangsaan Indonesia.
Perjalanan Reformasi yang hampir dua dekade ini juga perlu kita renungkan. Apakah generasi 70-an hingga 90-an yang kini mengisi pos-pos strategis di Negeri ini telah membawa Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri Bangsa? Ataukan justru merekalah yang membawa kemunduran Indonesia?. Maka bila kita menghendaki Indonesia mencapai era Kejayaan di tahun 2045 tepat 100 tahun Indonesia Merdeka, kita Generasi aktivisi Gerakan Mahasiswa Indonesai hari ini perlu menakar diri.

Bisakah kita menjadi Generasi Emas yang memiliki kompetensi, leadership dan integritas yang memadai sehingga tugas sejarah Menjayakan Indonesia benar-benar tertunaikan. Karena inilah jalan panjang Gerakan Mahasiswa Indonesia. Menata langkah dan waktu guna mengawal dan menyiapkan masa Kejayaan Indonesia. Inilah yang telah KAMMI insafi sehingga Agenda Besar KAMMI adalah Bergerak Jayakan Indonesia, dengan Mewujudkan Cita-cita Kemerdekaan Indonesia dan menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Selamat Milad 18 KAMMI: Jayakan Indonesia! **
SUARA REVOLUSI.COM - Bantuan dari berbagai macam kalangan, mengalir ke balita bernama Laela Hidayanti. Penderita Jantung Bocor warga Dusun Nyereyem Kelurahan Gerunung Kecamatan Praya tersebut, menjadi sorotan warga dan banyak pihak setelah dimuat sejumlah media masa.
Salah satu bantuan datang dari DPD KNPI Lombok Tengah dengan Ketua M.Samsoel Qomar,S.Sos. Sesuai dengan yang menjadi kebutuhan Laela yang saat ini membutuhkan dana untuk biaya operasi hingga mencapai puluhan juta, maka KNPI melakukan kegiatan amal bagi balita tersebut.”Dana belasan juta ini datangnya dari pengurus dan anggota KNPI,”Ungkap Samsoel.
Sejumlah OKP yang telah bergabung dengan KNPI Pimpinanya lanjut Samsoel, mendukung kegiatan social itu dan bersedia menyumbang untuk membantu biaya operasional balita tersebut. Dengan anggota sekitar 200 orang lebih, maka hal yang berat itu lanjut Samseol bisa dipikul secara bersama.”Kalau sudah semua dilakukan secara bersama-sama maka tidak ada pekerjaan yang besar dan sulit,”Imbuhnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) juga tidak tinggal diam dengan hal tersebut. Melalui pihak dinas terkait, saat ini sedang diupayakan untuk memberikan bantuan kepada balita tersebut. Teramsuk salah seorang anak asuh disalah satu panti asuhan yang ada di Desa Aik Mual Praya yang mengalami kecelakaan.”Bantuan itu juga untuk anak kita yang tak sengaja telan paku plastic itu,”Ujar Wakil Bupati Lombok Tengah, L.Pathul Bahri,S.Ip ditempat terpisah.
Bahkan Wakil Bupati, sudah melihat secara langsung kondisi kedua anak tersebut yang sama-sama butuh bantaun dengan segera itu agar nyawanya bisa segera tertolong. Namun demikian lanjut Wakil Buoati, semua tergantung Allah SWT dan manusia hanya bisa berusaha.”Kami senantiasa berdoa semoga kedua anak kita ini diselamatakan oleh Allah SWT dan soal bantuan dengan secaptnya kita realisasikan. Bila tidak akan kami gunakan uang sendiri juga,”Tandasnya. (SR 02)
SUARA REVOLUSI.COM - Untuk menyalurkan bantuan keungan hingaa ke desa-desa, maka diperlukan suatu lembaga didesa yang dijadikan mitra oleh perbankan agar bisa menjangkau rakyat hingga ketingkat pedeasaan. Itulah sebabnya Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Desa dibentuk. Demikian disampaikan anggota Komisi 11 DPR-RI, Willgo Zainar, SE,MBA, Senin (28/3/ 2016) pada acara Sosialisasi Pembentukan LKM di Hotel Aerotel Mandalika Praya.

Tanpa adanya LKM Desa lanjut Willgo Zainar, maka bantuan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan lainya tidak bisa dengan mudah akan masuk ke desa-desa diseluruh tanah air. Untuk itulah pentingnya LKM Desa harus segera dibentuk diseluruh desa di Lombok Tengah.” Bank-bank penyalur seperi BNI yang telah dialokasikan Rp.67 triliun, BNI 46 Rp.6,5 triliun dan bank Mandiri Rp.13 triliun tentunya tidak akan bisa menjangkau langsung masyarakat bawah,”Ungkapnya.

Dari 600 ribu LKM yang ada di Indonesia lanjut Willgo, baru sekitar 41 LKM yang terdaftar di Otoritas Jasa Keungan (OJK). Untuk itu dengan mengambil momentum yang baik ketua komisoner OJK dan dirut bank penyalur KUR akan berikan sertifikat LKM-nya. “Kami berharap dari 127 desa yang ada disini bisa membentuk LKM dalam satu bulan kedepan dan langsung diberikan sertifikat,”Harapnya.

Untuk Lombok Timur lanjut Willgo, sekitar 200 LKM sudah menyiapkan dirinya, sementara Lombok Utara baru hanya sekitar 60 LKM yang sudah menyaipkan dirinya. Untuk NTB Willgo berharap sebanyak 350 LKM bisa segera diserahkan Sertifikatnya. “Saya kira ini program yang baik, bagaimana membangun melalui rakyat bahwa yang nantinya diharapkan agar masyarakat tidak bergantung hidupnya mejadi TKI keluar negeri,”Paparnya.
Dengan adanya LKM itu nantinya, maka KUR dengan mudah diakses oleh masyrakat sehingga ekonomi kreatif yang ada ditengah-tengah masyarakat nantinya bisa berkembang dengan baik. Untuk itu ucapan terimakasih sangat pantas disamapikan kepada Wakil Bupati yang pada kesempatan tersebut mau hadir dalam acara itu.”Selain itu juga bisa mengahdirkan seluruh Kepala Desa yang ada di Lombok Tengah dan elementterkait lainya hadir dalam acara ini,”Ucapnya. (SR 02)
(Penulis Muhammad Saleh Marketing dan Tour Division The Lombok Travel )
Rombongan ITS Foto Bersama di Depan Lombok Internasional Airport
SUARA REVOLUSI.COM- Keindahan alam pulau Lombok yang indah  nan mempesona akan memanjakan disetiap kedipan mata dengan kekayaan dan potensi yang dimilki oleh pulau kecil mungil bagaikan sepenggal surga. Liburan anda akan lebih menyenangkan dengan menggunakan jasa The Lombok Travel. The Lombok Travel memberikan pelayanan prima dan yang paling penting adalah harga paket yang terjangkau dari kalangan backpacker sampai pejabat teras. Sekulumit pengalaman dan perjalann tour paket 4 hari 3 malam let’s check this out;
Kali ini pengalaman dan perjalanan tour kepala Lab dan staf ITS Surabaya. Peserta tour tiba di Lombok atau bandara pukul 7:00 waktu Praya dan sekitarnya. Peserta tour lansung disambut oleh Direktur The Lombok Travel dan guide terbaik NTB bernama Muhammad Isnaini yang akrab dipanggil Memet. Dari bandara naik 2 bus,setiap bus dipandu oleh guide so pasti terbaik doang. Peserta tour lansung diajak untuk makan malam di M2R pimpinan ibu Handayani,S.Sos. Menu makanan yang sediakan adalah rawon khas Lombok serta menu lainnya. Makan malam yang khidmat dan menyenangkan diringi alunan live musik yang membuat suasana semakin hidup dan semangat.
Suasana Makan Malam di M2R Cafe

Tour hari pertama peserta dikelompokkan menjadi dua kelompok. Pada hari pertama tour, kelompok pertama tour ke Gili Trawangan dan kelompok dua tour ke Air Terjun Benang Stokel. Kejutan dan keistimewaan yang didapatkan oleh kelompok dua sebelum mengunjungi Air Terjun Benang Stokel adalah Crew mengajak untuk mengunjungi Pura Lingsar. Pura Lingsar adalah Pura tempat ritual dan sembahyang dua agama yang eksis sampai hari ini khususnya Islam waktu telu diwilayah Bayan kabupaten Lombok Utara dan Hindu. Toleransi dua agama mengajarkan kedamian dan kerukunan yang sangat perlu dan patut dicontoh oleh daerah lain yang masih berkonflik masalah agama atau ras. Pura Lingsar mengajarkan kepada manusia bahwa agama adalah keyakinan setiap individu manusia yang sudah terbawa dari fitrahnya. Manusia beragama adalah manusia yang tidak menjadikan perbedaan menjadi masalah, tetapi dari perbedaan itulah yang akan menyatukan perbedaan itu sendiri. Hindu dan Islam waktu telu berkolaborasi merayakan perang topat di Pura Lingsar, warna pakian,rambut,kulit,asal sudah menjadi satu dan bersatu dalam suka cita merayakan seremonial perang ketupat.
Gerbang utama Pura Lingsar 

Sejarah yang tertanam dan terpendam di Pura Lingsar satu demi satu kali ini akan dibongkar serta misteri yang belum terekspos. Informasi penting yang harus diperhatikan oleh para pengunjung khususnya bagi kaum hawa atau cewek. Ketika anda akan memasuki tempat sembahyang atau ritual di Pura Lingsar kaum hawa tidak boleh dalam keadaan bulan datang oh..salah datang bulan maksudnya. Sebelum pengunjung memasuki tempat sembahyang dan ritual pengunjung harus mendaftarkan diri serta berdonasi untuk pembangunan dan pemeliharaan Pura Lingsar, kocek yang anda keluarkan tidak banyak kok hanya IDR 10.000. Setiap pengunjung dikasih selendang yang harus diikat dipinggang. 
Membaca Awik-Awik Sebelum Masuk Pura
Misteri pertama adalah  sumur suci yang dianggap dan sudah disakralkan oleh para kiyai atau pemangku  yang ada disana. Disumur suci  itu, anda akan melihat banyak koin atau uang logam. Dipercaya oleh warga dari turun temurun ketika melemparkan koin kedalam sumur suci tersebut, apapun permintaan, keinginan atau harapan pasti terkabul. Kebanyakan pengunjung melakukan melontar atau melemparkan koin atau uang logam dengan tujuan apa yang dihajatkan atau yang diharapkan terkabul tentunya dengan izin Tuhan yang maha kuasa dan esa.
Air Sumur Suci

Tata cara pelemparan koin kedalam sumur suci tersebut sungguh unik. Setiap pengunjung yang melemparkan koin harus menghadap belakang tanpa tidak boleh menoleh melihat apakah koin yang dilemparkan masuk kesumur suci atau tidak. Jangan lupa iya dicoba tapi jangan dikultuskan dan dipercaya buta tanpa berdoa dan berusaha. Disebelah kanan sumur suci anda akan melihat batu nisan yang berjejer yang dibungkus kain kafan dan diikat kain kuning. Batu yang dibungkus itu langsung dibawa dari gunung rinjani yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.  Disanalah para pengunjung atau warga setempat berdoa sesuai dengan kepercayaan antara Islam waktu telu dan Hindu. Islam waktu telu akan membawa rampai dan sejenisnya sedangkan ummat hindu akan membawa dufan dan kemenyan untuk mediasi dalam berdoa.
Batu nisan yang berjejer yang dibungkus kain kafan dan diikat kain kuning

Selanjutnya adalah pancuran air yang berjumlah empat, air dalam pancuran tersebut lansung dari saluran kaki gunung Rinjani. Kenapa pancuran air berjumlah empat? Karena menurut kepercayaan orang Islam ada empat sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dekat dan paling akrab yaitu Abu Bakar,Umar,Usman dan Ali dari sanalah diambil filosofi empat pancuran air. Air pancuran tersebut juga dianggap keramat dan majik bagi sebagian yang pernah merasakan dan menurut warga setempat. Filosofi selanjutnya juga berasal dari agama Islam, tujuh belas anak tangga yang menghubungkan ke tempat ritual agama Hindu. 
Tangga Tujuh belas jumlah rakaat sholat ummat Islam
Tujuh belas tangga diambil dari filosofi jumlah rakaat sholat orang islam. Perpaduan dua agama yang berdeda ini disatukan dalam sudut pandang membangun toleransi antarummat beragama. Belum ada dalam sejarah sampai saat ini gesekan antar dua agama ini terjadi di Pura Lingsar. Semoga ini sebagai contoh bagi manusia yang masih memilki agama dilubuk hatinya. Biarlah Tuhan yang menilai salah atau benar agama yang kita anut karena  Tuhan adalah pengadil yang paling adil.
Empat Air Pancuran Pura Lingsar, Jumlah angka empat diambil dari 4 sahabat Nabi Muhammad SAW
Komplek tempat ritual ummat Hindu

Setelah selesai dari Pura Lingsar kelompok dua lansung tancap gas ke Benang Stokel yang ada di kabupaten Lombok Tengah. Dengan keadaan cuaca yang cukup cerah dan sedikit panas terik karena matahari yang sedang tertawa girang melihat pengunjung membludak ke Lombok. Dengan keadaan jalan raya setengah hotmik menuju destinasi Benang Stokel peserta begitu happy dan sedikit tegang dengan jalan yang berkelok-kelok layaknya anak gunung rinjani menyeburkan laharnya. Dengan melihat keindahan alam hijau membahana disetiap perjalanan memberikan peserta merasakan “Back to the Nature”. Padi menguning yang menghiasi perjalanan serta petani yang lagi sedang memanen padinya dengan cara yang tradisional yang disebut dalam bahasa sasak “merampek” mewarnai perjalanan menuju Benang Stokel. Satu jam berlalu akhirnya sampai ditujuan wisata air terjun andalan kabupaten Lombok Tengah. Peserta begitu melihat hutan hijau nan sejuk serta memberikan aroma semangat trekking menuju Benang Stokel dan Benang Kelambu.  
Peserta Foto Bersama di Air Terjun Benang Stokel

Keindahan yang tersimpan di air terjun Benang Stokel menghapus keringat bercucuran bak air hujan yang mengalir deras. Rasa kagum dan terpesona keelokan Benang Stokel menjadi obat penasaran dan lelah peserta trekking. Sebagian peserta menikmati indahnya air terjun Benang Stokel dari kejahuan radius 50 meter diatas permukaan bukit. Sebagian peserta  gigih dicampur rasa penasaran yang menghujam dari hati untuk melihat secara dekat air terjun Benang Stokel. Dengan usaha yang cukup lumayan melelahkan turun dari lempengan bukit dan akhirnya sampai juga di Benang Stokel. Dalam membalas rasa penasaran dicampur kaki yang keram melewati jalanan nan berliku. Pembalasan yang terbaik adalah dengan cara selfi dan foto sepuasnya didekat air terjun Benang Stokel.
Selesai dari air terjun lansung ke tujuan destinasi berikutnya. Destinasi berikutnya tidak kalah menariknya, kalau mobil mengisi bahan bakar kalau manusia mengisi bahan energi alias makan siang. Makan siang kali ini makan siang paling spesial yang ada di Lombok Tengah yaitu Nasi Puyung dan Bebalung khas Lombok menjadi menu andalan dan utama. Jangan kuatir kalau makan di Lombok budgetnya tidak menguras bak mandi oh….salah menguras kantong. Selesai lunch alias makan siang lansung menuju Sukarare. Sukarare adalah desa dimana semua warganya menjadi perajin kain tenun asli dan khas Lombok. Menurut cerita warga setempat anak cewek atau ABG tidak boleh menikah sebelum bisa menenun atau menyensek dalam bahasa sasak. Anak cewek ABG didesa Sukerare dipersiapkan menjadi insan manusia yang berguna dalam membangun dan menopang ekonomi saat berkeluarga nanti. Di Sukarere adalah contoh kecil tumbuh semangat Kartini moderen yang perlu diperhatiakan dan dibina. Selesai dari Sukerare dan belanja disana, kita lansung menuju hotel yang ada di Kila Senggigi Beach Hotel dan jam tujuh berangkat lagi untuk dinner di Fortuna.
Kelompok satu asyik menikmati indahnya pulau kecil yang disebut dan popular dengan sebutan Gili. Gili Trawangan menjadi destinasi pertama kelompok satu. Gili Trawangan adalah pulau dimana no vehicle no pollution no women no cry heee..hee bukan iya yang benar hanya no vehicle no pollution tidak ada kendaraan yang mengeluarkan polusi udara. Transportasi ramah lingkungan satu-satunya alat transportasi yang ada disana saperti Andong dalam bahasa Jawa, Dokar dalam bahasa Sasak. Alat transportasi yang energinya dari kuda tapi bukan kuda liar iya. Sepeda gayuh dan sepeda listrik menjadi pilihan mode transportasi yang tersedia disana. Peserta asyik dengan aktivitas snorkeling dan diving di Gili Trawangan. Setelah puas menikmati indahnya Gili, semua peserta balik ke darat atau pelabuhan teluk nara menggunakan speed boat atau kapal cepat. Di speed boat semua peserta mencoba menguji andrenalin yang phobia dengan air laut dan kecepatan diatas rata-rata.
Snorkling di Gili Trawangan
Destinasi berikutnya pergi shopping alias belanja di Cahaya Gallery. Orang bilng papa pergi workshop untuk mencari duit sedangkan mama pergi shopping. Selesai dari Cahaya Gallery  peserta menuju Gandrung oleh-oleh baju khas Lombok yang murah dan terjangkau bagi kalangan bawah maupun atas. Semua peserta membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Surabaya. Dilain sisi kelompok dua asyik menikmati fasilitas hotel dan menikmati indahnya sunset di Senggigi Beach. Kelompok satu capek dan bersusah payah mencari dan mensortir baju yang cocok dan pas untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Jam sudah menunjukkan jam tujuh, sudah saatnya makan malam, bagi kelompok dua suasana yang begitu mengasikkan serta meyejukkan yang membawa confident dibalut sudah bersih dan mandi pastinya segar. Kelompok satu suasana capek plus belum mandi menjadikan suasana menjadi apa ya…… Dinner sudah siap semua peserta berkumpul ditempat yang sudah disiapkan di rumah makan Fortuna. Makan malam begitu romantis nan dua sejoli yang lagi menikmati honeymoon.  Cahaya lampu yang remang-remang menjadikan suasana menjadi lebih nikmat. Makan malam diringi musik keroncong nostalgia  menyemarakkan suasana dingin yang baru saja hujan lebat mengguyur langit Senggigi. Alunan lagu dinyayikan oleh salah satu peserta menjadikan suasana dinner begitu unforgettable moment. Selesai makan malam peserta kembali ke hotel.
Tour hari kedua semua peserta pergi ke Pantai Kuta Lombok, tetapi tetap menjadi dua kelompok, kelompok bis besar dan ELF atau bis kecil. Bis kecil duluan jalan berhubung personil sudah lengkap, oh iya saya lupa ada tambahan satu peserta yang telat datang ikut kelompok bis kecil. Bis kecil dengan semangat 45 jalan menuju pantai Kuta, sebelum sampai ke pantai Kuta,kita singgah dan menyempatkan diri untuk ingin lebih tahu budaya dan rumah sasak adat Lombok. Sade Rembitan adalah tujuan kami untuk meng explore dan menggali budaya Lombok. Setelah puas menikmati dan tahu seluk beluk suku sasak dari adat rumahnya. Kami lansung menuju pantai Kuta Lombok. Sebenarnya dari Sade Rumah adat Sasak kurang dari 15 menit menuju pantai Kuta. Kelompok bis besar dan bis kecil berkumpul di pantai Kuta untuk sama-sama makan siang. Siang itu pantai Kuta begitu indah dengan pasir mericanya tapi sayangnya terik matahari yang begitu panas.
Pantai Tanjung A'An

Selesai makan siang bersama, kelompok bis besar balik ke hotel sedangkan bis kecil melanjutkan petualangannya. Bis kecil dengan sejuta rasa pingin menjelajah pantai selatan dengan tujuan pantai Tanjung An. Sampai di pantai Tanjung An berfoto sambil jalan-jalan setelah selesai dari pantai Tanjung An. Kita melanjutkan perjalanan membeli oleh-oleh khas Lombok. Berhubung kelompok dua atau bis kecil belum sempat membeli oleh-oleh pada saat tour hari pertama. Oleh-oleh pertama adalah mutiara khas Lombok yang ada di Sekarbela. Tawar-menawar antara pembeli dan penjual terlihat dari kejahuan yang mengintip senyum girang para penjual dan perajin mutiara yang ada di Sekarbela. Selesai di Sekarbela kita lansung menyerbu oleh-oleh makanan khas Lombok di UD. Amelia. Selesai dari sana lansung menuju hotel. Perjalanan begitu melelahkan serta kepuasan menjadi bekal untuk bangun besok untuk check out dari hotel dan Lombok.
Hari check out atau hari terakhir matahari tidak menampakkan senyum manis seperti biasanya di langit Senggigi. Suasana haru mulai setelah semua bis berjalan menuju Lombok Internatiol Airport. Ada pertemuan pasti ada perpisahan pepatah yang sangat populer dikalangan anak remaja baru baliq. Tapi kali ini suasana terbawa dalam perpisahan dengan peserta yang sudah membangun emosional yang kuat dan mengikat. Semoga pertemuan ini bukan pertemuan yang terakhir. Semoga Tuhan mempertemukan kita berjumpa di waktu dan kesempatan yang lain. Salam sukses bagi kita semua. Kami dari pimpinan dan kru The Lombok Travel kalau ada pelayanan kami yang kurang baik dan belum sempurna selama liburan di Lombok kami mohon maaf yang sebesar-besarnya tak ada gading yang tak retak. Akhirul kalam wassalamualekum. WR.WB. 




SUARA REVOLUSI- Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia Cabang  Lombok Tengah di lantik,  Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri didampingi Kadis Pariwisata H.Lalu Putria saat menghadiri pelantikan pengurus Taekwondo Indonesia Cabang Lombok Tengah di Bencih  Adiguna Praya. (JP) 




SUARA REVOLUSI- Prof.Dr KH. Said Agil Al Munawar selaku Ketua LPTQ Pusat didampingi Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri melakukan shalat jumat bersama di Masjid Agung Lombok Tengah,Sebelum shalat jumat bersama,Said Agil meninjau langsung lokasi pelaksanaan MTQ  ke 26 Tingkat Nasional yang sebagian mata lombanya akan di pusatkan di Lombok Tengah. (JP)
SUARA REVOLUSI Untuk mencegah peredaran narkoba yang lebih luas lagi, berbagai macam cara dilakukan oleh pihak Mapolres Lombok Tengah melalui Kesatuan Narkoba-nya. Mulai dari melakukan tindakan terhadap pelaku dan melakukan pencegahan.

Tindakan pencegahan itu dantaranya dengan melakukan sosialiasi terhadap bahaya laten narkoba dalam setiap kesempatan dan menjalin kerjasama dengan komunitas pemuda yang rentan disusupi oleh para pelaku peredaran narkoba.”Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan diskusi dengan salah satu komunitas kepemudaan di Lombok Tengah guna ikut membantu melakukan pencegahan,”Ungkap Kasat Narkoba Mapolres Lombok Tengah, Iptu, Citra Kirani, Kamis (24/3) 2016 lalu.
Baru baru ini lanjut Kasat, pihaknya berdiksusi dan menjalain kerjasaam dengan sebuah komunitas yang bersepakat dengan dirinya untuk menjadi salah satu bagian dari gerakan mencegah narkoba di Lombok Tengah. “Paling tidak dengan membentengi diri sendiri dulu agar tidak tergida narkoba itu sudah cukup, walau belum bisa berbuat untuk yang lain,”Katanya.

Untuk itu dalam diskusi yang dialaksanakan disebuah kafe di Lombok Tengah itu, Kasat Narkoba menekankan kepada seluruh anggota komunitas itu terlebih dahulu memberikan contoh kepada masyarakat untuk jangan pernah dekat apalagi mencoba yang namanya narkoba.”Seperti berprilaku hidup bebas dan lainya hal itu sangat mendekatkan kita terhadap hidup yang tak terkontrol dan nantinya jsuteru terjerumus narkoba,”Jelasnya.
Adapun komunitas itu antara lain, Komunitas Turun Tangan (KTT) Lombok dan Komunitas Loteng Peduli (KLP) yang kedua komunitas tersebut telah berkomitmen bersama menyelamatakan generasi muda Lombok Tengah dari ancaman narkoba.”Rencanya bersama-sama dengan BNN NTB, tanggal 2 April nanti mereka akan serentak sosialisasikan bahaya narkoba ini di Alun-Alun Tastura dan ketengah warga,”Pungkas Kasat.(SR 02)
SUARA REVOLUSI- Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri didampingi kabag Humas dan Protokol Lalu Herdan menyambangi langsung Laila penderita jantung Bocor di Rumahnya, Dusun Nyerenyem Kelurahan Gerunung.
Wakil Bupati memberikan langsung sumbangan dari kantong pribadinya.selain itu,Pathul Bahri berjanji akan mengupayakan bantuan untuk pengobatan ke Rumah Sakit Sanglah Bali melalui bantuan Pemerintah,Rabu (23/3/2016). (SR 01)
dr. Muzakir Langkir 
SUARA REVOLUSI  Petugas jaga (scurity) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya akan dikurangi. Dari 30 scurity saat ini, nantinya hanya akan disisakan 15 saja. Jumlah tersebut dianggap cukup ideal untuk menjaga kawasan RSUD Praya.  Untuk memaksimalkan kinerja, para petugas jaga nantinya akan mengikuti serangkaian pelatihan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Dengan harapan bisa menjadi “bekal” bagi mereka dalam menjalankan tugas, sehingga bisa maksimal walaupun dengan jumlah lebih sedikit dari sebelumnya.

Begitu juga dengan pengangkatan, nantinya akan melibatkan pihak kepolisian dan lembaga terkait lainnya. Sebelum ditempatkan, para calon security akan mengikuti seleksi ketat. Kepala RSUD Praya, dr. Muzakir Langkir mengungkapkan, dengan pola tersebut, untuk melakukan pengangkatan petugas jaga, pihak RSUD harus mengajukan permohonan kepada pihak kepolisian sesuai kebutuhan.

Setelah itu, pihak kepolisian akan menunjukkan siapa-siapa saja yang layak untuk ditempatkan sebagai petugas jaga. Adapun gaji petugas jaga tetap dibebankan kepada keuangan RSUD Praya. Seperti halnya security, pengelolaan parkir kendaraan juga akan dibenahi. Kedepan, pengelolaan parkir akan dipihak ketigakan.  Selain lebih tertib, juga agar pengelolaan dana parkir lebih transparan dan meningkatkan. Saat ini, setoran parkir yang diterima hanya Rp 80 ribuan per hari. Jumlah tersebut sangat minim, jika dilihat dari jumlah kunjungan setiap harinya.  “  Kalau dipihak ketigakan, kami berharap setoran lebih besar,” harapnya.

Untuk itu dr. Langkir mengajak semua pihak mendukung upaya yang dilakukan dalam membenahi pelayanan di instansi yang dipimpinnya. Sehingga kedepan management RSUD Praya bisa memberikan pelayanan lebih baik, sebagaimana harapan masyarakat. (SR 04)
dr.Nurhandini Ekadewi
SUARA REVOLUSI- Dalam mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, berbagai upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Selain sosialisasi tentang pola hidup sehat, berbagai program pro rakyat digulirkan, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN. Namun semua itu masih kurang maksimal.  
Kepala Dikes Lombok Tengah, dr.Nurhandini Ekadewi, mengungkapkan, kurang maksimalnya program penataan lingkungan sehat akibat perencanaan yang kurang matang. Banyak pembangunan fisik, khususnya yang berkaitan dengan sarana kesehatan masyarakat tidak termanfaatkan dengan baik. Dimana sarana penunjang kesehatan yang dibangun tidak mengacu pada kebutuhan masyarakat itu sendiri. Untuk menghindari hal-hal seperti itu, dalam melakukan perencanaan, Dinas PU selaku SKPD pelaksana kegiatan seharusnya melibatkan pihak Dikes dalam hal perencanaan.  Sehingga nantinya Dikes bisa memberikan masukan terkait sarana kesehatan seperti apa yang dibutuhkan masyarakat. “ Yang paling tahu kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan kan kami,” kata dr Eka di ruanganya, kemarin.
Kondisi itu diperparah dengan minimnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan. Penerapan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih sangat minim. Tidak hanya di pedesaan, hal serupa juga terjadi di wilayah perkotaan. Dari hasil pantauan petugas, jumlah pemukiman kumuh di Kota Praya terus menjamur.
Penyebaran penyakit di wilayah perkotaan juga cenderung lebih besar dibandingkan pedesaan. Contoh kecil bisa dilihat dari penyebaran penyakit DBD dan Cikungunya. Dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar kasus DBD dan Cikungunya terjadi di wilayah perkotaan. Untuk itu, kedepan pihaknya berharap agar semua pihak bisa terlibat dan peduli akan pentingnya kesehatan.  Pihaknya mengajak seluruh jajaran SKBD di daerah ini untuk bersinergi dalam menciptakan kwalitas hidup masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. (SR 04)

Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil NTB Hj.Baiq Dyah Ratu Ganefi di kantor Bupati
SUARA REVOLUSI - Soal hak paten berbagai macam hasil kerajinan warga Desa Beleke Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah yang hingga saat ini belum ada, masih dipertanyakan warga pengrajin di desa tersebut.
Beberapa waktu lalu dalam sebuah resesnya, anggota DPR-RI H.Wilgo Zaenal dari Fraksi Gerindra menjanjikan warga untuk segera mematenkan hasil kerajinan warga desa beleke tersebut agar tidak diklaim sebagai hasil kerajinan daerah lain.”Selama ini kita masih menunggu realisasi janji dari anggota dewan kita disenayan itu. Kami percaya hal ini bisa terealisasi,”Ujar salah seorang pengrajin, Hamdan 37 tahun , Rabu (23/3) 2016.
Dengan adanya wacana hak paten hasil kerjainan ketak Beleke tersebut, diharapkan menjadi angin segar bagi warga khususnya para pengrajin ketak setempat. Wisatawan manca negara pecinta kerajinan ketak akan berbondong-bonding langsung ke Desa Beleke untuk mendapatkan hasil kerjainan ketak secara langsung.”Selama ini, mereka para wisatawan hanya mengenal ketak di Bali yang dibawa dari desa kami Beleka ini,”Jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Lombok Tengah dari Fraksi Gerindra, H.Muhalip memberikan apresiasi yang yang setinggi-tingginya kepada warga masyarakat Beleka yang memiliki antusias tinggi untuk memperjuangkan nasib hasil kerjainan kedepan agar lebih cemerlang.”Ini tandanya masyarakat pengrajin dibeleke sudah memiliki visi yang jelas dan hal itu karena mereka memang rata-rata warga yang berpendidikan,”Katanya.


Terkait hak paten yang sudah dijanjikan, saat ini jelas anggota dewan dari Dapil V Jonggat-Pringgarata ini menjelaskan kalau hal itu masih dalam proses. Ia bersama anggota DPR-RI turun ke Desa Beleke sekitar 3 bulan yang lalu, dan hingga saat ini proses hak paten hasil kerajinan beleke tersebut masih terus diupayakan.”Bukan soal hak paten saja, namun hal laian mengenai kemajuan pariwisata di Lombok tengah saat ini juga sedang diupayakan,”Tandasnya. (SR 02)
Dr. Hermawan, HM. Nursiah, Lalu Tajudin
SUARA REVOLUSI- Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Pusat dalam hal ini diwakili oleh Bapak Dr. Hermawan selaku Kepala Sub Direktorat Pengelolaan dan Pembinaan LPSE LKPP mengunjungi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lombok Tengah sebagai tahapan menuju standarisasi nasional.

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat lebih dekat kondisi LPSE Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka pemenuhan syarat 17 Standarisasi Nasional yang pada saat ini, LPSE Kabupaten Lombok Tengah baru memenuhi 11 Standar Layanan. Sehingga diharapkan dengan kunjungan langsung ke Kantor LPSE, selain melihat dari dekat juga sekaligus melakukan penilaian, apakah LPSE Kabupaten Lombok Tengah layak memenuhi 17 Standar yang telah ditetapkan oleh LKPP.

Perlu diketahui bahwa LPSE Kabupaten Lombok Tengah mulai dilaunching oleh Prof. Himawan Adinegoro selaku Deputi Bidang Monev dan Pengembangan Sistem Informasi pada tanggal 27 Juni 2011 bersama Bapak Wakil Bupati Lombok Tengah.

“Alhamdulillah, sampai dengan saat ini LPSE Kabupaten Lombok Tengah sudah memiliki banyak prestasi ditataran nasional. Hal ini dibuktikan dengan telah diterimanya 2 Award khusus untuk LPSE Kabupaten Lombok Tengah yakni e-Procurement Award 2013 untuk kategori Inovasi LPSE dan National e-Procurement Award 2015 untuk kategori yang sama yaitu Inovasi LPSE. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sendiri pada tahun 2014 telah mendapatkan National Procurement Award 2014 untuk kategori Akselerasi Penerapan e-Procurement” tutur Asisten III HM. Nursiah, M.Si.

Selain itu, LPSE Kabupaten Lombok Tengah juga telah direkomendasikan oleh LKPP untuk menjadi tujuan kunjungan dari Daerah lain yang ingin belajar maupun sharing, terutama masalah e-Reporting Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik maupun pengelolaan organisasi LPSE.

Meski sudah memiliki sejumlah prestasi, LPSE Kabupaten Lombok Tengah tetap harus melakukan kewajiban beberapa hal sesuai dengan peraturan kepala LKPP nomor 9 tahun 2015 tentang Peningkatan Pelayanan Elektronik.

Yang harus dilakukan oleh LPSE Kabupaten Lombok Tengah adalah dalam hal peningkatan kapasitas, keamanan informasi dan layanan pengadaan secara eletronik.

Kedatang LKPP, selain melakukan penilaian juga dalam rangka melakukan pembinaan ke Daerah ke arah yang lebih baik lagi, sehingga persyaratan untuk mendapatkan standarisasi nasional bisa tercapai.

Dari hasil penilaian secara faktual di lapangan kemarin, sesuai Berita Acara yang telah ditanda tangani oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Lombok Tengah, HM. Nursiah, M.Si selaku Ketua LPSE Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Bagian AP dan ULP Setda Kabupaten Lombok Tengah dan Dr. Hermawan, dinyatakan bahwa LPSE Kabupaten Lombok Tengah telah memenuhi 17 Standar yang telah ditetapkan oleh LKPP. Diharapkan dengan telah memenuhinya 17 Standar tersebut, LPSE Kabupaten Lombok Tengah dapat meningkatkan pelayanannya di bidang pengadaan barang/jasa secara elektronik untuk menuju pemenuhan Standard ISO. (*)



KERJASAMA HUMAS dan PROTOKOL SETDA LOMBOK TENGAH DENGAN SUARA REVOLUSI.COM
M Nasip
SUARA REVOLUSI- Gagal panen di sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Tengah tidak geming  Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pertanian dan Peternakan dalam mengantisipasi penyakit wereng padi, gagal panen diakibatkan penyakit wereng  puluhan hektar lahan pertanian siap panen  di Kecamatan Praya Barat dan Kecamatan Pujut gagal panen. “Ini menunjukkan Dinas terkait tidak memiliki program jangka panjang untuk petani,” ungkap  M Nasip Wakil Pimpinan DPRD Lombok Tengah,Selasa  (22/03/2016)

 Diakuinya pak Nasip panggilan akrabnya, menyesalkan kinerja Dinas Pertanian yang menurutnya gagal sehingga panen di Loteng dianggap gagal.“Ini jadi bukti kalau dinas tidak memiliki program yang jelas. Malah terkesan hanya mencari-cari alasan cuaca yang disalahkan,” katanya. 
Gagal panen lantaran hama wereng sudah sering dialami petani di Kabupaten Loteng. Dinas pertanian selalu beralasan karena cuaca. “Itu kan alasan klasik,” kesalnya. 

Padahal setiap tahun selalu ada peyuluhan dari dinas terkait,”Kalau gagal panen terus tiap tahun yang selalu menjadi korban adalah petani,” tegas M Nasip.

Kepala Dinas Pertanian belum biasa dihubungi. Sementara itu, berdasarkan catatan yang ada, serangan hama wereng yang menyebabkan kegagalan panen di Kabupaten Lombok Tengah pada akhir maret 2016, tercatat serangan parah mencapai puluhan hektar yang terjadi di beberapa kecamatan yakni kecamatan Praya Barat, Praya Barat daya, Pujut.” Warga terpaksa panen muda dari pada tidak dapat keuntungan sama sekali alias merugi.” Kata warga dikecamatan Praya Barat Daya. (TH)