Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » Angin Perubahan Untuk NTB


suara revolusi 06.04.00 0

DR. H. Zulkiflimansyah, M.Sc
SUARAREVOLUSI-Sistem demokrasi  sebagai  harapan dan gagasan yang membawa ummat penduduk bumi dianggap ada dalam negara. Abraham Lincoln yang mengumandangkan hakikat dari demokrasi yang meletakkan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Rakyat sudah trauma stadium empat ketika ditindas oleh kekuasaan feodal. Dengan adanya sistem demokrasi itulah rakyat terobati dengan akomodasi yang besar pada kebebasan partisipasi baik individu maupun kelompok (masyarakat). Rakyat bisa bernafas lega,nasibnya tidak lagi bersandar pada determinasi orang lain melainkan atas kesadaran,rasionalitas dan pilihan sendiri (Fahri Hamzah. Negara, Pasar dan Rakyat:70).


Indonesia menganut paham demokrasi terbesar ketiga dunia setelah India pada urutan yang pertama dan Amerika pada urutan yang kedua. Indonesia menjadi negara muslim terbanyak dunia yang mengikuti sistem demokrasi, baik demokrasi langsung maupun demokrasi tidak langsung. Demokrasi langsung dalam pemilihan presiden atau kepala negara berlangsung tahun 2004. Sosilo Bambang Yudoyono atau akrab dengan sebutan SBY berpasangan dengan Jusuf Kalla menjadi pembuka sejarah terpilihnya presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat. Demokrasi Indonesia hari ini demokrasi siapa yang kuat modal itu yang menang. Demokrasi Indonesia harganya sangat mahal, untuk membeli kendraan atau partai saja, bisa mengeluarkan gocek lebih dari berapa milyar bahkan triliunan untuk diusung menjadi gubernur, Bupati, DPR dan DPRD.

Pesta demokrasi serentak tahun 2017 sebagai pergantian kepemimpinan nasional. 101 daerah dan 153 pasangan calon merebut kekuasaan tertinggi di daerah masing-masing. Pada pesta demokrasi lima tahunan di Nusa Tenggara Barat tahun 2018 sudah dimulai dengan perang baliho di setiap ruas jalan yang penuh dengan kerumunan dan keramian manusia. Waktu terus berjalan, untuk memanaskan mesin-mesin politik sedini mungkin sebagai alternatif dalam menarik perhatian pemilih dan masyarakat NTB. Partai Keadilan Sejahtra (PKS) yang mengusung pemimpin muda cerdas dan juga sebagai ikon yang lagi trend di daerah bumi gora dengan mengusung DR. H. Zulkiflimansyah, M.Sc. sebagai calon gubernur NTB periode 2018-2023. DR. Zul sapaan akrabnya langsung action ke masyarakat untuk melihat langsung keadaan,harapan serta cita-cita masyarakat NTB kedepannya. Masyarakat NTB yang menginginkan pembangunan yang berkelanjutan yang sudah maju dan berkembang serta perlu ditingkatkan lagi. DR. Zul dengan mengusung tema yang selaras dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat NTB “ Melanjutkan Ikhtiar TGB” menjadi magnet yang bisa membangkitkan semangat atau ghairah masyarakat NTB dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahtraan kedepannya.

DR. Zul sebagai estapet kepemimpinan muda cerdas yang akan menggantikan kepemimpinan TGB. DR. Zainul Majdi dalam melanjutkan perjuangannya yang sudah dua periode atau 10 tahun mengabdi dan bekerja untuk NTB. Secara gamblang dan jelas TGB. DR. Zainul Majdi mendukung penuh DR. Zul menggantikan kepemimpinannya. Salah satu di media online TGB. DR. Zainul Majdi pernah mengeluarkan pernyataan “apa harus harus potong sapi untuk mendukung DR. Zul”. Sinyal-sinyal kuat ketua DPW Partai Demokrat ini dalam mendukung DR. Zul dengan dengan indikasi seringnya DR. Zul di undang di acara-acara besar organisasi Nahdatul Wathan yang di ketuai oleh TGB. DR. Zainul Majdi sendiri. Baru-baru ini DR. Zul di undang pada Rakerda NW di Sumbawa dan pada acara wisuda Universitas Hamzanwadi desember tahun lalu.

Kalau melihat kapasitas dan intelektualitas DR. Zul dan TGB sama-sama study doktoralnya di luar negeri akan tetapi beda bidang DR. Zul dikenal dengan pakar ekonomi sedangkan TGB terkenal dengan pakar tafsir. Sehingga sangat layak DR. Zul melanjutkan pembangunan yang sudah dibangun oleh TGB. DR. Zainul Majdi sepuluh tahun ini. DR. Zul intelektual muda yang masih menjabat sebagai anggota DPR RI dan pendiri Universitas Teknologi Sumbawa ini sangat layak menjadi gubernur NTB kedepannya. Prestasi akademik maupun prestasi dalam memajukan IPM NTB melalui universitas yang ia dirikan semata-mata didedikasikan untuk NTB yang lebih maju dan sejahtra kedepannya.(SR01)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply