Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

Rianty 

 Pukul 12:30
 saatnya makan siang, kali ini Boni  yang akan menteraktirku, mengingat janjinya kemarin sore giliran dia yang teraktir.
“hai Bon, elo nggak lupa khan dengan janji loe kemarin sore?”
“janji apa? Perasaan kita tidak pernah buat janji”
“mulai lagi deh, pura-pura amnesia, cepetan gue laper nih, cacing dalam perut gue udah meronta-ronta nih minta diisi”
“ ah elo, giliran makan gratis aja loe gak pernah lupa, kunyah aja tuh”
“apa?”

“rumput, lagian kali ini gue gak ada duit, lihat! dompet gue aja sampe berhantu, kosong mulu”.  Sambil menunjukkan dompetnya yang kucel tanpa penghuni.
Aku benar-benar kecewa ketika sebuah tragedi dimana perut sudah nyanyi tapi gak jadi diisi, sebenarnya aku sudah tahu, si sontoloyo Boni punya banyak uang di tasnya, tadi saja pas aku kepoin surat cintanya yang dia taruh di dalam tas, dia bawa banyak sekali uang, bukan hanya itu, tadi pagi juga aku melihat si Boni beli boneka sama cokelat buat dia kasih ke gebetan barunya, huhu sial banget sih nasibku, sudah lapar, sahabat satu-satunya pelitnya minta ampun, dia lebih mentingin gebeten barunya daripada sahabat dekatnya padahal dulu aku sering teraktir dia makan siang, meski itu dulu, sebelum usahaku gulung tikar, usaha satu-satunya yang aku andalkan untuk bisa menghidupi diri dan keluarga, bahkan aku bisa kuliah dan menyekolahkan adikku karenanya, tapi setelah semuanya ludes dilalap si jago merah, sejak saat itu aku mulai mencari pekerjaan baru, dan ahirnya diterima sebagai pelayan di sebuah restoran elit di salah satu jantung ibukota. Pedih memang, tapi aku bukan orang yang lemah, meski kedua orang tuaku sudah tiada dan hanya menyisakan  kami bertiga, aku tetap berusaha tegar menjalani hidupku, kakakku satu satunya yang kami harapkan menjadi tulang punggung bagiku dan adikku , justru dia yang meminta uang kepadaku, sekarang dengan penghasilanku yang tidak seberapa karena bekerja paruh waktu di samping kuliah, aku jadi serba hemat dalam penggunaan uang.

Lama sekali aku tertegun tanpa menghiraukan panggilan Boni kepadaku yang sedari tadi mengibas-ibaskan tangannya di depan mukaku,
“hah!..”
 Aku melamun lagi, tapi aku segera mengahiri memikirkan masalah yang selama ini memenuhi kepalaku hingga kepalaku pengap dan terasa pening, tapi daripada memikirkan masalah yang tidak berujung lebih baik berusaha menyibukkan diri agar aku tidak terlalu memikirkan kemalangan diriku, segera ku hapus lamunanku yang tidak enak itu dan mulai fokus mendengar  Boni
 “Desty kamu budek apa pura-pura gak denger aku ngomong apa?”
  dengan nada pura-pura ceria aku menjawab “kenapa? Jadi traktirannya?”
 dengan ketus Boni menjawab “saat ini aku sedang tidak ada uang, lain kali aja”
Mendengar kebohongan yang dilontarkan dari mulut berbehel Boni aku langsung putar otak, (hebat bener si Boni ngeles, mending gue kerjain aja)
Brukk... aku pura-pura pingsan, agar Bony simpati padaku
 “ Desty! Gue tau kali loe Cuma akting doang, udahlah jangan lebay gitu tengsin nih gue di lihat banyak orang, yang ada nanti mereka malah berpikiran yang enggak-enggak
Dari arah timur datang seorang cewek cantik yang berjalan mengarah kearah kami, cewek itu ternyata gebetan barunya Bony,

 “aduh  Mampus, si Mira gebeten gue jalan ke arah sini lagi, heh cacing bangun dong, jangan sampai gebetan baru gue lihat loe pingsan di depan gue, entar dia berpikir macam-macam lagi, bisa-bisa dia gak jadi nerima gue ”. kali ini keberuntungan memihak pada Bony, cewek itu di panggil seseorang lalu berbalik arah menuju seorang yang memanggilnya.
Hadeeh capek deh! Si Boni malah lebih mentingin ceweknya ketimbang sahabatnya yang terkapar pingsan, gak pingsan beneran sih aku hanya ngetes dia saat ini, apakah dia benar-benar menganggapku sahabat baiknya atau tidak,

“Desty gue serius loe kenapa?, oh gue tahu caranya biar loe cepet bangun”
Dalam hati aku berkata (“gitu dong Bon kalo loe cepet-cepet bertindak, kan gue gak capek cium lantai gini”). Aku fikir kali ini Boni berubah pikiran, dan  bersedia membelikanku makan siang. Tapi kali ini dia malah buka sepatu, lalu buka kaos kaki dan, taraa dia dengan santainya ngibas-ngibasin kaos kakinya yang baunya mampu menggugurkan bulu hidung,  oh my god! Baunya gak ketulungan, tapi aku berusaha tetap tenang agar aku tidak kalah dalam permainan ini. Karena merasa triknya tidak berhasil, Boni mulai sedikit panik

“Desty jangan main-main ya? Gue tinggalin nih”
   Aku tetap tidak bergerak sedikitpun, aku mau melihat siapa yang akan kalah dalam sandiwara ini. Lalu sedikit demi sedikit dia berjalan menjauh, tapi aku tetap tidak bergeming, hingga ahirnya batang hidungnya benar-benar tidak kelihatan, kebetulan sekali saat itu kampus sudah sepi, dengan memicingkan mata sedikit aku melihat dimana posisi Boni. Aku berpikir sepertinya Boni benar-benar kabur, aku sedih dan hendak mengahiri sandiwara pingsanku ini, saat aku hampir membuka mata, suara derak kaki berlarian mengarah kepadaku, ternyata itu Boni,  dia langsung menggopongku lalu membawaku ke UKS, kali ini dia benar-benar panik.

    Setelah siuman dan pura-pura lemas, dia mendekatiku tanpa mencurigai aktingku barusan,
“gue pikir elo cuman pura-pura pingsan tadi. ”
“ia nih gue juga gak tau, rasanya gue lemes banget dan tiba-tiba gue kehilangan kesadaran, gue belum makan dari tadi pagi.”
Aku berusaha agar aktingku semaksimal mungkin, hihii padahal tadi pagi aku sarapan dua mangkuk bubur ayam sebelum berangkat.
“astaga kenapa kamu nyiksa diri seperti itu?, kenapa nggak bilang sama aku kalo kamu tidak tahan lapar”

ciee ngomongnya pake ‘aku kamu’ mimpi apa gue semalam si Boni cupu jadi perhatian gini”
“bukannya gitu, masa gak boleh sih perhatian sama sahabat sendiri”
“perhatian kok malah lebih mentingin si Mira daripada gue yang pingsan, padahal si Mira belum nerima elo, dan asal loe tau ya! kaos kaki loe bau jamban tau nggak”
“hehe sengaja gue gak cuci sebulan, biar nanti calon istri gue yang cuciin,  tapi bentar dulu kok loe tau gue lihat Mira tadi, dan loe bisa nyium kaos kaki ini? waduh Parah ni! berarti loe pura-pura pingsan dong?”

Celaka, karena aku keceplosan ngomong, dia jadi tahu kalau aku pura-pura pingsan, padahal aku sudah capek-capek buat drama. Sepertinya dia tidak suka dengan kepura-puraanku tadi, dia mulai marah dan menyatakan kalau tadi dia benar-benar khawatir. BERSAMBUNG.....
Rianty 

SUARAREVOLUSI- Jakarta, 13 mei 2016. 

         Namaku Desty Ariandha Nugraha  aku biasa dipanggil Desty.  Umurku  baru masuk 21 tahun, aku sedang kuliah di salah satu kampus besar di pusat ibu kota Jakarta.  Aktivitas sehari-hariku kuliah dan bekerja paruh waktu disamping kuliah.  Saking sibuknya hingga aku lupa sampai di mana kisah cintaku berjalan, lagipula aku tidak terlalu memikirkan itu sekarang, karena aku tipe cewek yang cuek dengan penampilan.  Sepertinya cowok yang naksir padaku bisa dihitung banyak karena sebagian besar cowok-cowok pasti suka sama cewek kece yang feminim. Berbeda sekali denganku yang asal-asalan berpakaian, bagiku yang penting aku nyaman dengan apa yang aku kenakan “it does not matter” seperti kata orang bule.
Morning in Sunday pukul 07:30

      Pagi itu suara klakson mobil Boni sahabatku membangunkanku dari mimpi indah bertemu seorang pangeran tampan, nyaris saja dia mendekatiku di mimpi itu, tapi suara bising teriakan Boni si cowok behel, plus dibarengi suara klakson mobil yang membengkakkan telinga membuatku terkejut dan hampir jatuh dari ranjangku. Segera aku  beranjak keluar untuk  menemuinya dengan rambut kusut dan bau ketek yang menyebar kemana-mana.

 “heh monyong, ngapain loe pagi-pagi udah bising depan kos-kosan orang? kayak nenek-nenek hilang sendal aja..”
“ya ampun Destiii, penampilan loe amburadul banget, loe belum siap-siap?”
“gue kan baru bangun gimana mau siap-siap, emang kita mau kemana?”
“hari ini kan kita ada diskusi tentang lokasi penelitian, temen-temen udah pada kumpul tuh! Elo di tunggu-tunggu dari tadi, eh  malah asik molor, cepetan kalo lama kita tinggalin”
“iya iya bawel, lagian kenapa sih hari minggu masih aja ada tugas kampus”
“ya udah kalo loe gak mau lulus, gue jalan dulu”

“eeeehh tunggu tunggu, ah elo masa mau ninggalin gue, tunggu gue siap siap dulu kalee”
            Seperti biasa aktifitas kampus yang padat membuatku super duper capek, kesana kesini ngerjain tugas. Hari minggu pun tidak luput dari ngerjain tugas menumpuk, dan hari ini sama seperti hari-hari minggu sebelumnya, tanpa istirahat, tanpa menikmati weekend, tanpa tidur siang, intinya tanpa libur. Tapi memang sudah kewajibanku sebagai mahasiswi yang sebentar lagi mau lulus,  aku tidak sabar untuk mengucapkan bye-bye pada  kampus besar yang membosankan itu.

Setelah kami semua kumpul, lalu ketua kelompok membuka diskusi dengan mengumumkan jadwal dan lokasi penelitian terlebih dahulu.
“teman-teman jadwal penelitian kita diselenggarakan tanggal 20 mei mendatang dan lokasi penelitian kita kali ini kita akan meneliti di Lombok”
Seketika suasana ruangan menjadi riuh karena sorak sorai gembira teman-temanku, salah seorang temanku yang pendiam juga ikut bersuara “ horeee ke Lombok, sambil penelitian sambil liburan”, sedangkan aku hanya diam tanpa sepatah kata.

 Hampir 95 persen teman-temanku setuju dan bersorak kegirangan, dan sisanya yang  lima persen berbalik arah tidak setuju, salah satu diantara lima persen itu ada aku, alasan-alasan mereka yang menolak sih cukup masuk akal, ada yang mau meneliti ke kampung halamannya  biar sekalian pulang kampung, ada yang mau meneliti di Jakarta biar irit ongkos, dan lain sebagainya, dan saat mereka yang setuju menanyaiku kenapa aku menolak? Aku menjawab,

 “karena gue takut pantai...”
Sontak semuanya tertawa, “takut pantai?” alasan yang tidak masuk akal memang, saat semua justru menyukai keindahan pantai plus pemandangan yang super duper menawan, disitu aku malah menolak meneliti ke daerah yang banyak pantainya, teman-temanku jelas menganggap aku kolot, nggak gaul, kuno dan lain sebagainya karena aku takut pantai, padahal mereka tidak tahu alasan dibalik aku tidak menyukai pantai, salah satu temanku yang sok kecantikan nyahut.

 “heh Desti si cewek dekil, kalo loe gak suka pantai, mending ke laut aja loe”
“gak ada urusannya ya sama loe!” aku menimpali
“emang gak ada urusan sih, cuman gue bingung, kenapa tiba-tiba elo jadi gak suka pantai?, jangan-jangan loe takut kedok loe ketahuan, kalau sebenarnya elo jelmaan nyi Roro kidul, penunggu pantai selatan hahaha”
  Mukaku panas mendengar omongan pedas dari Clara si cewek kecentilan, hampir saja bogem mentah melayang ke mukanya yang seratus persen ditambal bedak itu, tapi buru-buru Boni mencegahku,

“hey clara si cewek menor! Karena gue takut sesuatu, bukan berarti elo seenaknya ngata-ngatain gue ya!, mending elo ngaca, muka penuh bedak kayak tembok jalan gitu, masih aja nyolot”
 Semuanya tertawa mendengar keberanianku membalas bully-an clara, kini  malah  clara yang mati kutu, dia terlihat malu dan raut mukanya memerah, tapi kali ini dia tidak berani nyolot lagi karena dia takut sepatu yang aku siapkan di tangan melayang ke mukanya. Untuk mendinginkan suasana Boni pun angkat bicara,
“Des! Di Lombok itu bukan hanya pantai saja isinya, tapi daratan luas juga ada kali”
Tawa kecil keluar dari mulutku “ hehe.. iya juga sih tapi,”

Ketua kelompok kami memotong pembicaraanku “sudah-sudah, jangan memikirkan ego satu-dua orang saja, penelitian ini memang sudah sesuai dengan prosedur, jadi mau tidak mau suka tidak suka, Lombok sudah jadi objek penelitian kita, dan kamu Desty, kita tidak meneliti pantai, kita akan meneliti untuk keperluan tugas, lagipula belum tentu kita akan ke pantai”

  Kata-kata ketua tadi terasa seperti angin segar bagiku, syukurlah bukan ke pantai.  sepengetahuanku di Lombok itu pantainya banyak, ya bisa jadi  kita akan meneliti ke pantai sambil liburan, aku hanya memikirkan kekhawatiranku saat ini, semoga bukan. Bersambung....
Peserta Ruqyah 
Praktisi Ruqyah Ustad Jamiluddin Nakasi Saat Sedang Menyampaikan Materi 

SUARAREVOLUSI-Acara ruqyah yang diadakan oleh DASI NTB cabang Lombok Tengah berlangsung khidmat  yang terlihat dari semua peserta yang hadir di gedung Daqwah MUI Lombok Tengah. Tanggal 16 April 2017 hari minggu tepat pukul sembilan acara pembukaan dimulai. Dalam acara pembukaan, ketua panitia sekaligus ketua DASI cabang Lombok Tengah Sawaluddin,S.Pd mengucapkan banyak terima kasih kepada semua peserta yang menyemptakan diri hadir dalam acara rukyah ini tuturnya. Dalam kesempatan itu juga ia berterimakasih kepada para donatur dan sponsor yang mendukung acara ini seperti QHI dan Toko Grand Hero Cabang Praya.  Sawaludin,S.Pd juga menambahkan  acara ini bertujuan untuk mengenal dan mengetahui bagaimana cara kita lebih dekat dengan Al-qur’an & sunnah Rasul. Rukyah ini insyaAllah bisa menjadi penyembuh bagi setiap penyakit baik jiwa maupun raga, sebagaiman yang telah dipraktikkan oleh Baginda Rasul Muhammad SAW semasa hidupnya. Acara Ruqyah Syar'iyah ini langsung di pandu oleh praktisi nasional rukyah ustad Jamiluddin Nakasi yang memberikan materi yang sangat mengena yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Semua peserta khusuq dalam mengikuti ruqyah ini yang selesai sekitar jam 11 :30 (SR01)
SUARAREVOLUSI-DASI NTB merupakan lembaga sosial yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan kemanusian. Dalam bidang pendidikan DASI menyediakan beasiswa bagi anak yatim piatu yang berprestasi baik secara akademik maupun non akademik. Bale Baca atau perpustakaan berbasis di rumah mitra atau donatur DASI dalam menyediakan buku, majalah, komik dll sehingga siswa, mahasiswa serta masyarakat setempat bisa mengakses pengetahuan dan informasi.  Dalam bidang kesehatan DASI menyediakan balai pengobatan  dan pelayanan ambulance gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Bidang kemanusian dengan berbagai macam program seperti respon cepat tanggap bencana, pembinaan dan pengkaderan dalam memunculkan bibit unggul pengusaha yang handal dan professional.   Pemberian bantuan langsung ke masyarakat yang harus segera dibantu seperti masyarakat yang sakit atau terkena musibah yang harus segera dirujuk di rumah sakit dan butuh biaya pengobatan langsung dibantu oleh DASI.

Salah satu cabang DASI NTB yang sangat pesat kemajuannya dalam mengelola dan mengumpulkan zakat, infak, wakaf dan  sedekah adalah DASI NTB cabang Lombok Tengah yang berkantor di jalan Untung Suropati no. 45 Kampung Jawa Praya Lombok Tengah. DASI NTB cabang Lombok Tengah mempunyai empat program unggulan dalam membantu dan membina masyarakat yang memiliki semboyan Tatas Tuhu Trasna. Empat program yang menjadi prioritas dalam membantu masyarakat yang sudah dan terus berjalan sampai detik  ini adalah Layanan Ambulance Gratis, Program Sapa Yatim, Program 1000 Bina Insan Cerdas Mandiri melalui pemberian rombong gratis dan terakhir Tanggap Becana.
Program Ambulance gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan antar jemput bagi masyarakat yang tertimpa musibah atau  penyakit yang harus di bawa ke rumah sakit baik rumah sakit yang ada di daerah sekitar Praya sampai dengan ibu kota provinsi kota Mataram bahkan sampai pulau Sumbawa. Ambulance DASI Loteng siap membantu dan melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi. Banyak masyarakat Lombok Tengah belum banyak  mengetahui program DASI Loteng tentang Ambulance gratis yang menjadi salah satu program unggulan dalam membantu masyarakat. Program Ambuelance gratis ini merupakan salah satu program yang baru berapa bulan berjalan di Loteng karena DASI Pusat mempercayakan DASI Loteng mengoprasikan Ambulance untuk membantu meringankan beban masyarakat ketika masyarakat perlu di rujuk ke rumah sakit. Ambulance gratis diperuntukkan bagi siapapun yang membutuhkan layanan Ambulance akan tetapi untuk mengedukasi masyarakat Lombok Tengah untuk gemar bersedekah dan berinfak dalam menumbuh kembangkan rasa gotong royong dalam  membantu masyarakat, masyarakat diminta untuk bersedekah seikhlasnya ketika menggunakan layanan ambulance.


Program Sapa Yatim merupakan program menyantuni anak yatim setiap hari jum’at dengan memberikan makan siang 100 anak yatim yang ada di Lombok Tengah. Jum’at berkah atau sayyidul ayyam (raja hari dari tujuh hari ) menjadi hari yang di pilih untuk membahagiakan anak yatim. Program ini menjadi program yang langsung bersentuhan dengan anak yatim menerima manfaat secara langsung.
Program 1000 Bina Insan Cerdas Mandiri melalui pemberian rombong gratis merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui wirausaha. Program ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri dan sejahtera melalui pembinaan dan pendampingan dalam berwirausaha. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, dari masyarakat yang menerima manfaat menjadi masyarakat yang bisa memberikan manfaat ke masyarakat yang lainnya lagi.

Program Tanggap Bencana merupakan program yang bertujuan untuk membantu mayarakat yang tertimpa musibah banjir, tanah longsor, gunung meletus dll. Setiap ada becana atau musibah selalu turun ke tengah-tengah masyarakat yang tertimpa untuk membantu. Semoga program-program tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebaik-baiknya sehingga bisa tercipta masyarakat yang sejahtera dan mandiri. (SR01)



SUARAREVOLUSI-Kata ruqyah sering didengar dan dilihat dikalangan masyarakat melalui media televisi.  Ruqyah sangat di identikkan dengan orang kesurupan atau kemasukan jin jahat ke dalam tubuh seseorang. Sebenarnya ruqyah itu bukan hanya orang kesurupan saja akan tetapi lebih dengan terapi sehat qalbu. Pengertian ruqyah secara terminologi al-‘udzah (sebuah perlindungan) yang digunakan untuk melindungi orang yang terkena penyakit, seperti panas karena disengat binatang, kesurupan, dan yang lainnya. Sedangkan makna ruqyah secara etimologi syariat adalah doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit. Terkadang doa atau bacaan itu disertai dengan sebuah tiupan dari mulut ke kedua telapak tangan atau anggota tubuh orang yang meruqyah atau yang diruqyah. Tentunya ruqyah yang paling utama adalah doa dan bacaan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Assunnah.

DASI NTB Cabang Lombok Tengah mengadakan Ruqyah Syar’iyyah Akbar pada hari minggu tanggal 16 April 2017 yang bertempat di Aula MUI Lombok Tengah didepan Masjid Agung Praya. Ruqyah ini langsung dipandu oleh praktisi ruqyah nasional Ust. Jamiluddin Naksi. Mengikuti ruqyah ini berarti juga berdonasi untuk membantu fakir miskin yang ada di Nusa Tenggara Barat. Donasi untuk mengikuti acara ruqyah ini hanya 30.000,- perorang. Mari jangan ketinggalan sebelum kursi habis, untuk info lebih lanjut dan mau daftar lewat sms atau wa bisa menghubungi nomor 081918150787.(SR01)