Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

Nama                              : Dr. H. Zulkieflimansyah
Tempat/Tanggal Lahir    : Sumbawa, 18 Mei 1972

Pekerjaan :
- Anggota DPR RI (3 periode)
- Rektor UTS
- Staf Pengajar FEUI
- Staf Pengajar Sekolah Komando Angkatan Laut
- Senior Fellow, Kennedy School of Governmnent, Harvard University, USA

Pendidikan:
- TK Bhayangkari Sumbawa Besar
- SD Negeri 2 Sumbawa Besar
- SMP Negeri 1 Sumbawa Besar
- SMA Negeri 1 Sumbawa Besar
- Fakultas Ekonomi UI
- Sadadeen Secondary College, Australia
- Sophia University, Japan
- Strathclyde University, Glasgow UK
- Institute for New Technology, The Netherlands.
- Institute for International Relation, USA
- Lund University, Sweden
- University of Manchester, UK
- University of Dundee, Scotland
- Harvard Business School USA
- Kennedy school of Government, Harvard University, USA

Pengalaman Organisasi :
- Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia 1994 - 1995

Prestasi :
Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen
Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS)
Pendiri Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya ( IISBUD)
Pendiri Akademi Komunitas Alat Berat Olat Maras
Pendiri SDIT dan SMPIT Samawa Cendekia
Pendiri SMK Al Kahfi. Sekolah kejuruan berbasis Pesantren dan Pelaku Industri
Pendiri Science and Techno Park

SUARAREVOLUSI-Kiprah Nyata Membangun NTB Melalui UTS-Meski punya nama besar dan berbagai prestasi di tingkat nasional, namun kampung halamannya, NTB, selalu meneteskan kerinduan di dada Bang Zul. Tapi, bagi orang-orang seperti Bang Zul, kerinduan tidak boleh menjadi romantisme belaka.

Bang Zul mewujudkannya dalam bentuk kontribusi nyata, yaitu dengan mendirikan Universitas Teknologi Sumbawa. Setelah beberapa tahun yang cukup menguras energi, pada 2013 Bang Zul akhirnya berhasil mewujudkan mimpinya untuk mendirikan UTS.

Pada tanggal 14 Maret 2013, Bang Zul berhasil mengantongi keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65/E/O/2013 tentang Izin Pendirian UTS di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. Pada 22 April 2014, Mendikbud RI kembali mengeluarkan Surat Nomor 65/E/O/2014 yang ditujukan kepada Yayasan Dea Mas sebagai Penyelenggara.

Sejak saat itu, UTS telah berkembang menjadi sebuah laboratorium yang mengolah mimpi anak-anak NTB bersama bakat-bakat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari UTS pula, percik sejarah kebangkitan NTB mulai bersinar, seiring dengan pencapaian yang juga ditorehkan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa TGB. Bersama TGB yang merupakan karibnya itu, Bang Zul terus menapaki upaya untuk memajukan IPM NTB.

Dalam berbagai kesempatan, Bang Zul selalu mengutarakan bahwa UTS didirikannya sebagai salah satu solusi untuk mendorong NTB keluar dari keterpurukan IPM. Bersama TGB, Bang Zul mengaku memiliki kesepahaman bahwa untuk keluar dari keterpurukan, NTB harus mampu mendatangkan talenta-talenta hebat untuk bersekolah di daerah ini.
Seperti diketahui, saat ini kebiasaan masyarakat NTB yang memiliki kemampuan ekonomi cukup baik adalah mengirimkan anak-anak mereka untuk sekolah di universitas-universitas terbaik di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah-daerah lainnya. Tren ini membuat NTB kehilangan talenta-talenta terbaik mereka.

Melalui UTS, tren ini dibalik. “Saat ini UTS menjadi tempat mengerami talenta-talenta terbaik dari Aceh, sampai Papua,” ujarnya dalam sebuah kesempatan. Dengan mendatangkan SDM-SDM yang berbakat dari luar daerah, UTS bisa memberikan kontribusi nyata terhadap upaya memajukan IPM NTB.


Kiprahnya di bidang pendidikan inilah yang tampaknya mempertautkan Bang Zul dengan kakak kandung TGB, yaitu Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Bersama, Rohmi, Bang Zul juga ikut mendorong lahirnya Universitas Hamzanwadi yang baru saja berganti nama dari STKIP Hamzanwadi. Bersama Rohmi pula, ia kini berupaya menatap babak baru dalam perjuangan memajukan IPM NTB, yaitu dengan menjajal suksesi kepemimpinan NTB 2018.

Layaknya kompetisi, niatan Bang Zul untuk menggandeng Rohmi tampil di Pilkada NTB 2018 tentu saja harus menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari meyakinkan parpol untuk mendukung mereka, hingga memenangkan hati pemilih. Kini, tantangan itu sedang berproses. Selama proses yang tidak mudah ini, Bang Zul juga kerap kali berhadapan dengan cercaan, hinaan bahkan sindiran yang semuanya selalu ia tanggapi dengan kepala dingin.

“Saya dalam berpolitik itu sederhana saja dan realistis. Kalau elektabilitas saya tinggi dan memungkinkan untuk menang Insya Allah saya maju dan Bu Rohmi wakilnya. Kalau ternyata elektabilitas Bu Rohmi lebih baik, monggo Bu Rohmi yang maju jadi Cagubnya. Saya bisa mengabdi membangun daerah dan negeri kita dengan cara lain,” ujar Bang Zul melalui akun Facebooknya baru-baru ini.

Bahkan, ia menambahkan pula, jika saja elektabilitas dirinya dan Rohmi ternyata tidak menggembirakan, akan sangat rasional dan bersedia memberikan kesempatan kepada figur lain yang lebih banyak dikehendaki oleh masyarakat NTB. Bang Zul yakin prinsip semacam ini juga berlaku terhadap kandidat lain.

“Tugas saya, Bu Rohmi dan semua kandidat lain adalah berusaha melakukan sosialisasi agar masyarakat kemudian punya kedaulatan dan pilihan. Sudah saatnya masyarakat diajak untuk tidak memilih kucing dalam karung, apalagi memilih karung dalam perut kucing. Pilkada kita di NTB ini harus mulai dimaknai sebagai festival yang menyegarkan, dimana kontestasi gagasan jadi acuan, sehingga masyarakat kemudian akan punya kedaulatan untuk memilih dengan baik dan benar,” pungkasnya. (SR01)


SUARAREVOLUSI-Bakal Calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, tidak memasuki bursa Pilkada NTB dengan tawaran kosong. Ia datang dengan sebuah rencana untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran di NTB. Rekam jejaknya memperlihatkan, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) ini merupakan sosok yang tepat. Ia punya resep untuk mengatasi problem besar yang masih dialami oleh masyarakat NTB ini.

SEJAK kecil, Dr. H. Zulkieflimansyah yang akrab disapa Dr.Zul, sudah memperlihatkan bahwa ia kelak akan menjadi orang hebat. Ia telah memperlihatkan bakat dan kemampuannya di sejumlah bidang keilmuan sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak, yaitu di TK Bhayangkari Sumbawa Besar. Ia kemudian melanjutkan ke SD Negeri 2 Sumbawa Besar, lalu SMP Negeri 1 Sumbawa Besar dan SMA Negeri 1 Sumbawa Besar.
Seperti dilansir dalam situs resminya, Dr. Zul – sapaan akrabnya, telah memenangkan berbagai perlombaan dan prestasi sejak masa sekolahnya di Sumbawa Besar, kampung halaman tempat ia lahir dan dibesarkan.

Puncak prestasinya di bangku sekolah adalah saat ia terpilih mewakili Provinsi NTB pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.
Dr.Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary College di Alice Springs. Di sana, ia tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis jasa pengiriman kargo. Bersama keluarga yang punya bisnis kargo ini, Dr. Zul pun bisa mengenal Australia lebih jauh.

Ia menjelajahi negeri Kanguru itu hingga ke pedalaman. Ia juga kerap berinteraksi dengan orang-orang Aborigin, suku asli Australia yang mengesankan.
Lepas SMA, politisi kelahiran Sumbawa Besar, 18 Mei 1972 ini kemudian memilih untuk mendalami ilmu ekonomi di Universitas Indonesia.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi pemenang pertama lomba menulis mahasiswa bidang ekonomi tingkat nasional. Dr. Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa dalam Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di tingkat nasional.

JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Dr.Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus. Tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus. Periode 1994-1995, Dr.Zul dipercaya oleh Mahasiswa UI sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat Universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI). Belajar adalah kebutuhan untuk senantiasa meningkatkan kapasitas. Demikian salah satu prinsip hidupnya.

Gelar sarjana ekonomi diperolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3 sampai sekarang. Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathlyde Business School, University of Strathclyde, Glasgow di Inggris.

Pada tahun 1997 memperoleh gelar M.Sc in International Marketing dari Department of Marketing. Tahun 1998 mengikuti program master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department of Economics dan selanjutnya menyelesaikan program doktoralnya di departemen yang sama pada tahun 2001.

Selain degree programme yang ditempuhnya di University of Strathclyde Glasgow, Dr.Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland). Saat ini, Dr. Zul sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA.

Setelah diamanahkan menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009, pria murah senyum ini kembali dipercaya berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon (Banten 2).
Selain menjabat sebagai Sekretaris Fraksi PKS MPR, sejak 2009 Dr.Zul diamanahi untuk berkecimpung di Komisi VII yang berkutat dengan persoalan sumber daya energi dan mineral, riset dan teknologi dan lingkungan hidup.

Setelah kurang lebih dua tahun di Komisi VII, terhitung sejak Bulan November 2011. Dr. Zul diamanatkan Fraksi PKS untuk pindah ke Komisi XI sebagai Wakil Ketua.
Keterlibatannya di dunia politik tak berarti menyurutkan prestasinya sebagai akademisi di kampus. Buktinya, ia memenangkan berbagai Grant Penelitian di tingkat nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian internasional.

Menulis opini di koran nasional adalah hal biasa yang dilakukannya. Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003.(SR01)

SUARAREVOLUSI-Tentu teknologi tak harus kering dari keindahan. Kehadiran Institut Ilmu sosial dan Ilmu Budaya (IISBUD) di Sumbawa Industrial Complex tentu memberikan nuansa yang agak berbeda. Ada Fakultas Hukum yang bisa memberikan gambaran tentang copy right, ada Prodi Sosiologi yang memberikan gambaran tentang dinamika masyarakat.

Ada seni musik, seni tari, sastra dll. Teknologi memang harus menyatu dengan seni dan budaya sehingga jadilah lokasi Sumbawa Industrial Complex ini sebagai sebuah lokasi yang manusiawi, nyaman dan menyenangkan. Persis seperti nama lokasi kompleks ini berada sekarang. Olat Maras yang artinya Bukit Kebahagiaan.

Olat Maras diharapkan jadi semacam taman pembelajaran yang menenangkan. Kemajuan dan ide tentang teknologi menemukan interseksi yang pas dan selaras dengan beragam ilmu lain seperti bisnis, akuntansi, hukum, juga berinteraksi dengan puisi dan tarian. Mereka yang terlibat di dalamnya adalah ilmuwan-ilmuwan yang diharapkan tumbuh utuh sebagai manusia dan bermanfaat bagi semesta alam. Untuk ilmu dan hal-hal lain yang bersifat praktis di Sumbawa Industrial Complex ini ada juga SMK berbasis pesantren yang mendidik anakanak yang siap bekerja praktis.

Ada juga akademi komunitas yang mempelajari alat berat dll. Sebuah mimpi besar dan kerja besar. Satu saat Insya Allah ini akan jadi nyata dan kita banggakan. Kalau Sumbawa Industrial Complex ini bisa terwujud maka tentu bisa dijadikan model dan rujukan untuk mengembangkan industrial complex serupa di banyak provinsi lain di Indonesia. Terutama untuk Indonesia bagian Timur. Kalau di Sumbawa bisa, mestinya di tempat lain juga bisa !

Dengan kata lain, apa yang sedang di lakukan Dr. Zul saat ini di Sumbawa bukan hanya untuk Sumbawa, tapi semata karena ekspresi dan rasa cintanya pada NTB. Program Go East Young Man ! Kemajuan dan keberadaban mensyaratkan hadirnya keragaman. Ide-ide yang brilian tidak hadir dalam kevakuman. Ia muncul dari interaksi yang terus menerus membentuk lingkaran kemajuan.


Dr. Zul melihat masih banyak masyarakat NTB yang inward looking dan belum memahami indahnya keragaman yang berserak di Nusantara ini. Begitu juga banyak anak-anak Indonesia di provinsi lain banyak juga yang belum pernah melihat NTB apalagi melihat Sumbawa. Untuk itulah Dr. Zul menginisiasi program beasiswa Go East Young Man !

Beasiswa yang ditujukan bagi calon mahasiswa-mahasiswa terbaik seluruh Indonesia yang mau bersekolah di UTS. Dr. Zul ingin agar di NTB ada Indonesia Mini, ada replica tentang Indonesia. Responsnya ternyata luar biasa datang dari seluruh penjuru Indonesia dari Aceh sampai Papua. Dengan hadirnya mahasiswa-mahasiswa yang datang dari beragam asal usul dan budaya, ada pembelajaran dan pemaknaan kembali tentang kebhinekaan dan indahnya menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa. Bangga menjadi Indonesia.

Anakanak NTB kini bisa belajar dari saudaranya yang berasal dari Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Aceh, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dari Pulau Jawa dll. Dan anak-anak Indonesia yang berasal dari provinsi-provinsi lain belajar juga tentang budaya NTB dan mengirimkan berbagai panorama dan keindahan Sumbawa, Lombok dll ke daerahnya masing-masing.

Dengan era media sosial seperti sekarang informasi dapat begitu cepat disampaikan. Mereka secara tidak langsung telah menjadi duta wisata yang sempurna untuk NTB dan Indonesia. Pesan mereka cukup jelas ke Jakarta dan juga ke daerah mereka masing-masing bahwa Indonesia itu besar. Indonesia itu indah dan menakjubkan. Dan Indonesia itu sangat mungkin dibangun dan ditegakkan dari daerah.

‘’Tempat kami kuliah boleh di kaki bukit kecil dan sederhana di Sumbawa tapi mimpi dan cita-cita kami sangat besar’’ Dampak eksperimen dan keasyikan Dr. Zul sudah mulai terasa. Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) memang masih belia, tapi mahasiswa-mahasiswanya telah berhasil menorehkan banyak prestasi bukan hanya di tingkat nasional tapi bahkan di level internasional.

Menangnya Tim Mahasiswa Bioteknologi UTS di Kompetisi Bioteknologi Dunia di MIT di Amerika jadi bukti nyata akan hal itu. Membangun NTB dan juga membangun Indonesia adalah sebuah perjalanan panjang. Dr. Zul sudah memulainya dengan langkah pertama dari Sumbawa. (SR01)

SUARAREVOLUSI- Tak Melupakan Tanah Kelahiran Di Banten, Dr. Zul sangat dikenal. Tak heran beliau pernah menjadi Calon Gubernur di Banten tahun 2006 berpasangan dengan artis Marissa Haque. Sayang pasangan ini kalah tipis dari pasangan Ratu Atut – Masduki saat itu.

Untuk mengembangkan masyarakat, Dr. Zul di Banten berhasil mengembangkan Lembaga Keuangan Syariah Ibu Mandiri untuk membantu permodalan UKM di Dapilnya serta mendirikan Sekolah Favorit Sinar Cendekia (SD, SMP dan SMA) di Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang Selatan.

Walaupun menjadi tokoh di Banten dan juga menjadi tokoh nasional, tak mengurangi perhatiannya pada tanah kelahirannya di NTB. Bersahabat baik dengan Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi (biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sekarang memungkinkan Dr. Zul mendiskusikan banyak hal tentang kemajuan NTB.

Mimpi TGB untuk menuntaskan pembangunan kilang strategis di Lombok Utara serta mengembangkan kawasan Samota di Pulau Sumbawa adalah ide-ide gemilang TGB yang di dukung penuh oleh Dr. Zul. Di Sumbawa Dr. Zul dikenal sebagai penggagas banyak lembaga pendidikan.

Ada TK dan SDIT Samawa Cendekia yang akan terus dikembangkan menjadi SMPIT dan SMAIT. Ada juga SMK Al Kahfi, SMK berbasis pesantren yang berada di kaki pegunungan di Olat Maras. Untuk pendidikan tinggi Dr. Zul menggagas lahirnya Univeristas Teknologi Sumbawa (UTS), Institut Ilmu Sosial Seni dan Budaya (IISBUD), dan Akademi Komunitas Olat Maras untuk pendidikan D1 dan D2.

Di sekitar komplek pendidikan di pegunungan Olat Maras, Dr. Zul juga mengembangkan Science and Techno Park untuk Bioteknologi serta hadir juga Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM). Di Sumbawa Dr. Zul juga menggairahkan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Arena Pacuan Kuda dibangun di dekat lokasi pariwisata di Desa Penyaring dan membuat dua event besar pacuan kuda setiap tahun yang diikuti kuda-kuda pacu dari berbagai provinsi di Indonesia. Di setiap event biasanya diisi oleh banyak sekali kemeriahan seperti lomba seni tradisional tari dan nyanyian.

Agar para joki tak ketinggalan dalam belajar, sekolah untuk joki cilik juga dilakukan di tempat pacuan kuda bekerjasama dengan Fakultas Psikologi UTS. Mimpi tentang Sumbawa Industrial Complex Walaupun NTB bukan dapilnya, kiprah Dr. Zul di NTB bukanlah semata karena romantika kedaerahan semata.

Ada ide besar tentang harus hadirnya kawasan industri yang terintegrasi yang nantinya bisa jadi model untuk pengembangan teknologi nasional di Indonesia. Sebuah kawasan yang menyediakan lingkungan yang nyaman bagi lahirnya perusahaan dan industri kelas dunia di NTB. Dr. Zul adalah pakar industri dan teknologi, dan sangat yakin bahwa ketertinggalan Indonesia harus digesa dengan peningkatan produktivitas dan kemajuan teknologi.

Hadirnya Industri dan teknologilah yang mampu mengatasi persoalan dasar pembangunan di NTB seperti kemiskinan, pengangguran, standar hidup yang rendah serta ketimpangan sosial. Dengan kata lain apa yang di sedang dilakukan Dr. Zul sekarang di Sumbawa adalah ekspresi pemahamannya tentang bagaimana sebaiknya industri dan teknologi itu dibangun dan berkontribusi bagi pengembangan dan peningkatan kemampuan masyarakat.

Sebuah mimpi besar dan agak ‘’gila’’. Karena ide nya yang menarik dan sedikit ‘’nekat’’ ini menjadi pesona sendiri bagi banyak tokoh nasional untuk menengok sejenak ke Sumbawa tentang apa yang sedang dilakukan Dr. Zul dengan Industrial Complex nya di Olat Maras, Sumbawa. Industrial Complex sendiri adalah sebuah kawasan yang di dalamnya penuh dengan interaksi hangat antara dunia usaha, institusi pendidikan dan pemerintah.


Sumbawa Industrial Complex adalah perjalanan panjang, berliku dan melelahkan. Butuh daya tahan dan kesabaran luar biasa untuk mewujudkannya jadi nyata.Tapi bukankah semua perjalanan panjang memang harus dimulai dengan langkah pertama? Langkah awal yang dilakukan Dr. Zul adalah mendirikan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Ide dasarnya sederhana. NTB dan Indonesia kalau mau maju butuh insinyur lebih banyak. Ahli-ahli sosial dan ahli agama di NTB sudah banyak, yang kurang adalah insinyur. NTB tak cukup menghasilkan sarjana dan ahli yang cuma bisa mengolah kata, pandai berdebat dan penuh kritik. NTB butuh ahli dan sarjana yang mampu mengolah sumber daya alam jadi punya nilai tambah.

Untuk itulah UTS hadir untuk menghasilkan lebih banyak insinyur. Para insinyur inilah yang diharapkan menjadi backbone yang dididik dan dibina untuk menjadi entrepreneur handal di masa depan. Betul di NTB ada AMNT tapi sebagian besar insinyurnya masih dari luar. Agar AMNT bisa diisi lebih banyak tenaga lokal maka stop mengeluh tapi segera didik SDM kita dengan skill dan kemampuan yang sesuai dan dibutuhkan oleh AMNT.

UTS kini mendidik anak-anak kita di bidang Metalurgi, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Bioteknologi, Akuntansi, Ekonomi, Manajemen, Psikologi dan Ilmu Komunikasi.

Mudah-mudahan dengan banyaknya pilihan program studi anak-anak kita punya banyak pilihan sehingga tak harus lagi ke luar daerah untuk melanjutkan studinya. Kenapa ini penting? Karena Indeks Pengembangan Manusia (IPM) atau Human Development Index NTB itu rendah salah satunya karena lulusan SMA nya banyak yang melanjutkan pendidikan tingginya di Bandung, Bogor, Jakarta, Yogya dan Malang.

Agar IPM NTB membaik maka institusi pendidikan tinggi di NTB harus juga mampu menarik bakat terbaik Indonesia untuk belajar dan tinggal di NTB. Alhamdulillah mahasiswa-mahasiswa UTS kini berasal dari hampir semua provinsi di Indonesia.

Lalu agar bagus pengajar UTS dari mana? Dengan jaringan dan pertemanan yang terbangun lama Dr. Zul mampu mengajak dan menghadirkan banyak ilmuwan muda hadir dan mengembangkan expertisenya di UTS dan tinggal di Sumbawa. Mengembangkan Universitas Teknologi butuh biaya yang tidak murah.

Alat-alat lab nya agar bisa bersaing nilainya sangat besar (mahal). Untuk mensiasatinya Dr. Zul segera menghadirkan Science and Techno Park (STP) di UTS yang diharapkan mampu menghadirkan lab dan perlengkapan-perlengkapan mahal yang dibutuhkan untuk mengasah kemampuan para mahasiswanya. Di STP diharapkan para mahasiswa dilatih di workshop yang ada dan juga diajar berbisnis di pusat inkubasi sehingga ide-ide yang dihasilkan di kampus bisa jadi bisnis.

Diharapkan dengan hadirnya STP bibit-bibit perusahaan dan industri akan banyak lahir dari sini. Dengan hadirnya lab dan industri yang canggih maka ke depan akan mengundang lebih banyak lagi peneliti dan dosen terbaik ke Sumbawa. Kalau ini terjadi kesinambungan kampus dengan kualitas tinggi bisa terus di jaga kesinambungannya.

Alhamdulillah dua perusahaan berskala nasional El Nusa sudah bersedia untuk meramaikan STP UTS dengan merencanakan pembangunan pembangkit listrik biomassa dan juga Perusahaan joint venture Prancis Aqua Energy yang akan membangun Pembangkit Listrik Solar cell di STP UTS. Perusahaan di bidang permesinan juga sudah hadir.

Demikian juga perusahaan-perusahaan lain berbasis Bioteknologi seperti PT Rumah Kaca untuk pembibitan dan pelestarian tanaman asli yang akan jadi cikal bakal botanical garden di Sumbawa, PT Biologi molekuler dan lain-lain, telah hadir dan bermunculan di STP UTS. Sedangkan untuk UKMUKM berbasiskan sumber daya alam lokal akan diakomodir dan dibina di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) di sekitar UTS dan STP juga. (SR01)

SUARAREVOLUSI-Menurut Asisten Pembangunan dan Ekonomi pemerintah provinsi NTB Chairul Machsul membeberkan posisi angka kemiskinan di NTB berdasarkan data Tim Penanggulangan Kemiskinan (TP2K). Angka kemiskinan di NTB saat ini cukup tinggi bahkan kalau digabungkan dengan masyarakat yang rentan menjadi masyarakat miskin, maka setengah dari penduduk NTB tergolong miskin  mencapai 2,4 juta orang. Berdasarkan data yang dirilis oleh Bappeda NTB bersama dengan TP2K pada tahun 2008 angka kemiskinan di NTB mencapai 25 persen, pada september 2016 turun menjadi 16,02 persen dan pada tahun 2017 penurunan angka kemiskinan hanya mencapai 0,05 persen(Radar Mandalika 16/8/2017).   

Pilkada NTB 2018 menyisakan beberapa bulan lagi, calon gubernur  dan wakil gubernur 2018 sudah mulai dengan amunisi dan logistiknya dalam menyambut pesta lima tahunan 2018 NTB. Calon gubernur yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr. H. Zulkieflimansyah,M.Sc giat mencuri perhatian publik khususnya kaum muda NTB. Tim media pemenangan Dr. Zul mengadakan Tebak Scor Spanish Super Cup atau yang biasa disebut Piala Raja Spanyol  yang berhadiah sepuluh baju atau kostum ori Real Madrid dan Barcelona dan tidak ketinggalan juga nonton bareng penuh door prize pertandingan Timnas seagames Indonesia melawan kesebelasan Filipina tadi malam.

Dr. H.  Zulkieflimansyah, M.Sc salah satu salah satu calon gubernur NTB yang mengusung visi hadir untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran saat ini sangat tepat sesuai dengan permasalahan yang dihadapi NTB saat ini.  Jargon  hadir untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran menjadi perbincangan dan topik hangat  diskusi saat ini. media online dan cetak sedang menyoroti pengangguran dan kemiskinan yang ada di NTB.  Dr. Zul merupakan pakar ekonomi industri lulusan Inggris yang akan  memadukan teori dan praktik dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di NTB kedepannya.(SR01)


SUARAREVOLUSI-DOKTOR H. Zulkieflimansyah. Biasa disapa dengan panggilan Dr. Zul atau Bang Zul, lahir di Sumbawa Besar, 18 Mei 1972. Gelar Sarjana Ekonomi di perolehnya tahun 1995 dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) tempat di mana ia mengajar di program S1, S2 dan S3 sampai sekarang.

Postgraduate programme-nya ditamatkan di Strathclyde Business School, University of Strathclyde di United Kingdom (UK). Pada tahun 1997 memperoleh gelar MSc in International marketing dari Department of Marketing.

Tahun 1998 ia mengikuti Program Master kembali dalam bidang Industrialization, Trade and Economic Policy di Department of Economics. Selanjutnya, menyelesaikan program doktoralnya di departemen yang sama pada tahun 2001 di bidang Ekonomi Industri dan Kebijakan Teknologi.

Sederet prestasi telah diukirnya sejak kanak-kanak. Berbagai perlombaan dan prestasi dimenangkannya di Sumbawa Besar, tempat di mana ia lahir dan dibesarkan. Puncaknya ia terpilih mewakili Nusa Tenggara Barat (NTB) pada kompetisi pertukaran pelajar antara Indonesia-Australia selama hampir setahun pada tahun 1989.

Dr. Zul bersekolah di Darwin High School di Darwin dan di Sadadeen Secondary Collegedi Alice Springs di Australia. Pengalaman tinggal bersama keluarga Australia yang melakoni bisnis Outback Freight Business Service memungkinkan ia mengenal Australia sangat dalam sampai ke pedalaman dan berinteraksi dengan suku asli Aborigin yang mengesankan.

Ketika kuliah di UI berbagai aktivitas dan prestasi juga ditorehkan. Mahasiswa berprestasi UI di bidang penalaran diperolehnya di tahun 1994 serta menjadi pemenang pertama lomba menulis mahasiswa bidang ekonomi tingkat nasional. Dr. Zul juga menjadi pemenang di lomba menulis mahasiswa dalam Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Japan Airlines (JAL) baik di tingkat Universitas Indonesia maupun di tingkat nasional.

JAL kemudian mensponsorinya untuk belajar di Sophia University Tokyo, Japan tentang Comparative Asian Industrial System. Bang Zul tak hanya bergulat dengan buku di kampus. Tapi juga berinteraksi dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan sebagai aktivis kampus.

Periode 1994-199, Dr. Zul dipercaya oleh mahasiswa UI sebagai Ketua Senat Mahasiswa tingkat universitas yang kini menjelma menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UI). Dr. Zul senang dan menikmati belajar. Selain degree programme yang ditempuhnya di Glasgow, Dr. Zul juga menempuh pendidikan lanjutannya di Kennedy School of Government, Harvard University (US), Harvard Business School (HBS), Institute for New Technology, Maastricht (The Netherlands), Science and Policy Research Unit di University of Manchester (UK) serta di University of Dundee (Scotland).

Dr. Zul juga berpengalaman sebagai Senior Research Fellow, Kennedy School of Government, Harvard University, USA. Setelah diamanahkan menjadi anggota DPR RI Periode 2004-2009, dan di oeriode 2009-2014 lalu, kini beliau kembali dipercaya berkiprah di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mewakili daerah pemilihan Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon ( Banten 2 ) untuk periode 2014-2019.

Keterlibatannya di dunia politik tak berarti menyurutkan prestasinya sebagai akademisi di kampus. Memenangkan berbagai grant penelitian di tingkat nasional, menulis di jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri serta merepresentasikan Indonesia di penelitian-penelitian internasional, menulis opini di koran nasional adalah hal biasa yang dilakukannya.

Tak mengherankan jika Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkannya sebagai Peneliti Muda Terbaik Indonesia dalam bidang Ekonomi dan Management tahun 2003.(SRO1)
L. Pathul Bahri
SUARAREVOLUSI-Bursa Efek Indonesia Jakarta melakukan sosialisasi di pendopo Bupati rabu 16 agustus 2017 tentang nabung saham. Kabupaten Lombok Tengah ditetapkan menjadi  pilot project  yang ada di Nusa Tenggara Barat.  Wakil Bupati Lombok Tengah L. Pathul Bahri memberikan sambutan pada acara sosialisasi nabung saham dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan sebelum ke acara sosialisasi  didepan gerbang bertemu dengan 5 kepala SKPD dan saat itu juga dia bertanya perihal apa perbedaan bursa efek dan pasar modal akan tetapi tak satu pun yang bisa menjawab tuturnya. Wakil Bupati menambahkan bahwa Lombok Tengah memang menjadi primadona bagi para invenstor untuk menanamkan modalnya melalui sektor pariwisata. Kawasan mandalika atau Kawasan ekonomi Khusus (KEK) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat mencapai 17 triliun dikawasan tersebut  dan juga regulasi yang mudah yang sudah dibuat oleh pemerintah pusat dalam menggaet investor. (SR01) 
Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc   (sumber foto VIVAnews/Ikhwan Yanuar)
SUARAREVOLUSI-Persaingan politik menjelang Pilkada NTB 2018 kian hari kian dinamis saja dalam bermanuver politikus-politikus NTB saat ini. Partai pemenang pilpres 2014 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mau kalah untuk mengusung calonnya dalam kontestasi Pilkada NTB 2018. PDIP mengusung ALI BD dan Putu Selly untuk maju menjadi calon gubernur dan wakil gubernur.

Dr. Zulkieflimansyah,M.Sc yang hari-hari ini semakin banyak dibicarakan di medsos maupun warung-warung kopi gara-gara komentar mantan ketua partai Grindra NTB Wilgo Zainar di akun facebook pribadinya mengenai sepak terjang Dr. Zul. Berawal dari Dr. Zul memposting poster tentang dirinya di facebook pribadinya Bang Zul Zulkieflimansyah. Wilgo Zainar berkomentar Bang Zul=Low Profile High Quality, komentar tersebut sempat menjadi viral dan banyak di komentari  warga netizen NTB.


Menurut pengamat politik Agus M.Si kedekatan Dr. Zul dengan Wilgo dan pengurus DPP Gerinda harus dibaca juga karena Dr. Zul kan anggota DPR RI jadi akses komunikasi politiknya di pusat lebih kencang dibanding akses politiknya pak Ahyar misalnya. Menurut dia jadi hal-hal yang seperti itu harus dibaca juga tuturnya. (SR01)

SUARAREVOLUSI-Menjelang Pilkada NTB 2018 menjadi magnet yang terus menjadi perbincangan hangat hari ini walaupun masih menyisakan 11 bulan lagi kalau dihitung dari bulan agustus 2017 ini. Pemilihan gubernur NTB tepatnya akan dilaksanakan sekitar Juni 2018.


Calon gubernur yang siap tampil pada pesta lima tahunan NTB 2018 kali ini harus siap kendaraan dan amunisi dan logistik yang banyak. Pilkada NTB kali ini memang sangat seru dan sangat mendebarkan karena manuver ditengah jalan bisa terjadi tanpa kompromi seperti yang terjadi pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah senter akan mendeklarasikan diri pada 17 agustus  2017 di Masbagik Lombok Timur  yaitu pasangan H. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi akan tetapi urung terjadi.

Calon gubernur definitip yang diusung partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB yaitu Dr. H. Zulkieflimansyah,S.E,M.Sc. Dr. Zul membawa jargon hadir untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran dengan alasan dan perhitungan yang matang. Merujuk data  Badan Pusat Statistik (BPS) NTB 2016 angka kemiskinan di NTB tergolong tinggi dengan persentase 16,07% dan angka pengangguran 5,75%. Dua permaslahan yang terjadi di NTB saat ini menjadai salah satu alasan hadir menjadi solusi untuk NTB yang lebih baik kedepannya. Dr. Zul juga merupakan pakar ekonomi industri lulusan Inggris yang akan memadukan ilmu teori dan praktik dalam membawa  NTB yang lebih baik dan lebih sejahtera sesuai dengan Jargon hadir mengatasi kemiskinan dan pengangguran di NTB.

BACA JUGA:  Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran Menjadi Solusi NTB Kedepan
Dr. Zul merupakan anggota DPR RI 3 periode yang masih aktif dan juga dosen Universitas Indonesia serta senoir fellow, Kennedy School of Goverment Harvard University USA. Kiprah dan prestasi dalam membangun NTB Dr. Zul terpilih menjadi peneliti terbaik Indonesia bidang ekonomi dan manajemen, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa yang pernah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional ketika salah satu mahasiswa UTS menyabet juara research di USA terbaru Dr. Zul pioner Science dan Techno Park  dan sebarak prestasi lainnya. (SR01)





Calon Gubernur NTB 2018, Dr. H. Zulkieflimansyah atau yang akrab disapa Doktor Zul, membuka turnamen futsal se-Lombok Timur, Doktor Zul Cup pada Sabtu (12 Agustus 2017).

Dalam sambutannya, Doktor Zul Menyampaikan, “"Salah satu tantangan terberat buat saya sendiri kalau mau jadi pemimpin suatu saat di tempat Kita ini. Pertama, Saya itu tidak terbiasa melakukan upacara, jadi agak kikuk juga dikalungin selendang oleh dua gadis yang sangat cantik. Kemudian, jiwa saya, raga saya seperti berada di Spartan karena dikawal Pasukan Tombak yang luar biasa.

Event ini penting karena dua alasan: Pertama, Masyarakat Kita semakin berat berkelahi dengan hidup dan kehidupan. Tekanan Ekonomi, Kemiskinan, dan Pengangguran, menyebabkan masyarakat itu butuh satu ruang untuk mengekspresikan luapan emosi yang terhimpit di dalam dadahnya, dan berteriak di lapangan Futsal saya pikir suatu solusi yang dapat menjinakkan jiwa-jiwa yang gelisah.

Kedua, Walaupun kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja, kita berkomunikasi dengan apapun juga, tapi persaudaraan, persahabatan, semakin susah diwujudkan. Oleh karena itu, Jangan maknai sepak bola ini, walaupun ada bumbu-bumbu politiknya dikit, itu dianggap serius, Kita bikin Futsal bukan karena alasan Pilkada, Kita bikin Futsal bukan Anda harus memilih saya, tapi Kita membuat Acara Futsal supaya Kita bisa berolahraga dan senang-senang". Ungkapnya.

Kompetisi yang mulai digelar dari tanggal 12 Agustus tersebut diikuti oleh 50 Tim se-Lombok Timur. Antusiame masyarakat untuk mengikuti kompetisi itu cukup tinggi, bahkan panitia membatasi jumlah team yang mendaftar karena persoalan waktu yang relatif singkat.

Dalam sambutannya, Dedi Arisandi selaku ketua penyelenggara menyampaikan, “Turnamen Futsal Doktor Zul Cup se-Lombok Timur, jumlah Tim yang ikut kompetisi di Rinjani Futsal Pringgasela sebanyak 50 Tim, panitia membatasi karena waktu, banyak Tim yang mau daftar tapi tidak dapat diterima karena waktu yang sangat mepet”. Ungkapnya. [Admin] 

SUARAREVOLUSI-Nusa Tenggara Barat (NTB) terdiri dari dua pulau besar yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah ruah di dalamnya. Tuhan menganugerahi pulau Lombok dan Sumbawa sebagai dua pulau yang mempunyai daya tarik yang berbeda. Pulau Sumbawa mempunyai gunung emas yang tidak terhingga  yang dikelola oleh perusahaan asing PT Newmon Nusa Tenggara. Pulau Lombok lagi naik daun dengan pariwisata-nya yang membuka mata dunia atas keindahan nan menakjubkan pulau kecil mungil yang bersebelahan dengan pulau dewata Bali.


Saat ini pulau Lombok merupakan salah satu pulau yang dipilih sebagai daerah 10 destinasi percepatan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata. Tidak tanggung-tanggung Lombok terpilih menjadi top three dari 10 destinasi prioritas diantaranya Lombok NTB dengan Mandalika, Danau Toba Sumatra Utara dan Candi Borobudur Jawa Tengah. Pengembangan pariwisata melaLui Mandalika atau lebih dikenal dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi mercusuar pengembangan percepatan ekonomi melalui sektor pariwisata di NTB. Proyek puluhan triliunan di kawasan KEK Mandalika bisa dijadikan pendongkrak serta pengentasan kemiskinan dan penganggguran yang ada di NTB saat ini. Sirkuit Motor GP yang sedang dibangun menjadi salah satu daya tarik di kawasan selatan desa Kuta kecamatan Pujut Lombok Tengah.   

Pesta lima tahunan dalam memilih gubernur dan wakil gubernur NTB 2018-2023 saat ini sudah mulai memasuki tahun politik. Baliho, sepanduk,stiker, baju yang dijadikan sebagai alat peraga kampanye sudah membanjiri di sudut-sudut keramian baik dari ibu kota provinsi NTB Mataram sampai dengan pelosok desa ramai dengan gambar dan baliho calon gubernur. Pemilihan gubernur tepatnya juni tahun 2018 akan tetapi untuk mensosialisasikan diri sudah mulai berbaur dengan masyarakat.

Salah satu salah satu calon gubernur NTB dengan membawa visi hadir untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran yaitu Dr. H.  Zulkieflimansyah, SE, M.Sc yang merupakan tokoh nasional dan 15 tahun atau 3 menjadi menjadi anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Dr. Zul sapaan akrabnya merupakan dosen Universitas Indonesia dan juga pakar ekonomi industri lulusan Inggris. Dr Zul memadukan teori dan praktik di lapangan untuk  NTB yang lebih baik dan lebih sejahtera serta sesuai dengan jargonnya hadir mengatasi kemiskinan dan pengangguran. Pengakuan mantan ketua Gerinda NTB Wilgo Zainar secara blak-blakkan mengakui kapabilitas dan kapasitas yang di miilki oleh Dr. Zul melalui akun Facebook pribadinya Wilgo Zainar menulis Bang Zul = Low Profile High Quality kalau diartikan secara bebas orang sederhana kualitas tinggi.

BACA JUGA :Pembukaan Dr. Zul CUP dihadiri Ribuan Massa

Menurut  tokoh pemuda dan aktivis  Iwan Wahyudi saat ditanya via handphone ia mengatakan saat ini NTB butuh orang yang bisa memecahkan permasalahan didepan mata yaitu masalah pengangguran dan kemiskinan. Menurut data BPS NTB 2016 populasi jumlah penduduk NTB 4,9 juta jiwa dengan urutan IPM urutan ke 30 dari 33 provinsi di Indonesia.  Angka kemiskinan tinggi dengan persentase 16,07% dan angka pengangguran 5,75%. Iwan menambahkan kalau ada calon gubernur yang menyinggung dua problem yang seksi ini, saya rasa sangat relevan dengan permasalahan NTB saat ini. Sebagai pemuda dan rakyat NTB  kita harus dukung ide dan gagasannya tutupnya.(SR01)

SUARAREVOLUSI-Hari minggu 13 agustus 2017 DASI Loteng dan pemerintah desa Pengadang Lombok Tengah mengadakan sunatan massal di kantor desa Pengadang.  Sunnatan massal ini diikuti oleh 26  peserta dari berbagai desa di Loteng. Dari 26 peserta yang ikut dari pihak DASI memberikan bingkisan baju, uang tunai dan snack (makanan ringan). Menurut ketua DASI Loteng Sawaluddin,S.Pd menuturkan bahwa program ini merupakan program rutin DASI dalam membantu dan melayani masyarakat yang kurang mampu dalam mengkhitan anaknya. Ia menambahkan DASI Loteng saat ini sedang berusaha untuk terus membantu masyarakat, saat ini juga DASI sedang mengumpulkan hewan Qurban untuk disalurkan ke masyarakat nantinya. Sawal juga mengharapkan kalau ada masyarakat yang berniat ber-Qurban DASI loteng siap membantu dan memfasilitasi tuturnya.(SR01)  


SUARAREVOLUSI-LAZ DASI Loteng bekerjasama dengan Lemsos Bina Insan Masyarakat Mandiri mengadakan kegiatan Pelatihan Pemuda dengan tema “ Lejitkan Potensi Diri Mewujudkan Generasi Muda yang Tangguh dan Mandiri Sabtu 5 Agustus 2017. 50 peserta  hadir dalam pelatihan kepemimpinan pemuda berasal dari pemuda yang berdomisili disekitar Desa Pendem kecamatan Janaperia Lombok Tengah.

Menurut ketua Lemsos Bina Insan Masyarakat Mandiri Sawaluddin,S.Pd dalam sambutan pembukaan  pelatihan kepemimpinan pemuda menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menambah wawasan , memprtebal iman dan meningkatkan ilmu pengetahuan pemuda supaya menjadi manusia yang bertanggung jawab, tangguh dan bisa menjadi pemimpin baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat bangsa dan negara kedepannya. Sawaluddin menambahkan juga memfasilitasi pemuda untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat , sehingga bisa menambah rasa percaya diri, menemukan jati diri dan pada akhirnya akan semakin termotivasi untuk melakukan pengembangan diri. Dalam pelatihan ini Direktur Grand Hero Praya H. Farid menjadi trainer.

H. Zainudin S.Adm Selaku Kepala Desa Pendem juga menyampaikan  apresiasi atas kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda dan mengucapkan terimakasih kepada Laz DASI Loteng yang telah mempaslitasi kegiatan tersebut. (SR01)