Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » Gelar Pahlawan Nasional dan PR Pelanjut Perjuangan Maulana Syaikh


suara revolusi 09.56.00 0


Abdul Muid

(Pegawai Propessional dan Ketua Bidang Ekonomi KA-KAMMI NTB)
SUARAREVOLUSI-Setiap tanggal 10 november merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia karena diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Tinggal beberapa hari lagi menjelang tanggal 10 Nopember 2017  hari dimana masyarakat Nusa Tenggara Barat dibuat jantungnya berdebar detik-detik pemerintah atau presiden akan mengumumkan nama-nama yang akan diberikan gelar pahlawan nasional kepada putra putri bangsa yang telah berjuang demi bangsa dan Negara. Tuan Guru Kiyai Haji (TGKH) Muhammad Zaenuddin Abdul Majid yang yang dikenal luas dengan sebutan Maulana Syaikh termasuk dari daftar calon yang akan diberikan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah. Gelar kepahlawanan yang akan diberikan oleh pemerintah kepada Maulana Syaikh menjadi kabar gembira bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sekaligus menjadi gelar kepahlawanan pertama yang dimiliki oleh masyarakat  NTB. Dari kiprahnya dalam memperjuangakan kemerdekaan Indonesia serta perjuangannya diberbagai bidang sosial, pendidikan, ekonomi serta karya-karya yang menjadi penunjang pembangunan bangsa dan negara Maulana Syaikh memang sudah sepantasnya menerima gelar pahlawan nasional.

Gelar kepahlawanan ini tentu diharapkan akan menjadi dorongan bagi putra-putri NTB untuk terus memperjuangkan nilai-nilai yang diajarkan oleh maulana syaikh serta  memberikan dampak yang luas bagi masyarakat dari segi sosial, pendidikan serta ekonomi. Dampak sosial berarti nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh maulana syaikh seperti kepercayaan diri membangun negeri terus tumbuh dalam jiwa, masyarakat NTB harus percaya diri dengan identitas dirinya, percaya diri dalam pergaulan nasional dan internasional serta memiliki integritas dalam memelihara nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan oleh Maulana Syaikh.  Peristiwa belakangan ini yang musti diperhatikan yaitu masih berkembangnya isu-isu SARA dalam berbagai aktifitas masyarakat. Beberapa kasus seperti pilkada Jakarta yang kental dengan isu sara yang sehingga merembet ke NTB dengan terjadinya insiden penghinaan oleh warga Tionghoa terhadap Gubernur NTB TGB M. Zainul Majdi yang berbuntut pada berbagai aksi untuk mengecam dan memenjarakan pelaku penghina gubernur NTB. Ini  merupakan pelajaran bersama dan PR bersama untuk menghilangkan ketegangan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat khusunya di NTB serta  peristiwa  ini  menjadi evaluasi  bersama dalam meneruskan perjuangan-perjuangan Maulana Syaikh

Dampak di bidang pendidikan yang diharapkan sebagaimana  core activities perjuangan Maulana Syaikh di bidang pendidikan akan memotivasi seluruh elemen masyarakat NTB untuk meningkatkan mutu pendidikan, membangun kualitas guru yang berwawasan luas serta mempunyai integritas.  Permasalahan pendidikan di NTB  seperti masih tingginya angka persentase buta hurup, kurangnya minat masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta indeks pembangunan manusia yang masih di angka 65,81 (data BPS tahun 2016) menunjukkan masih banyak PR masyarakat NTB untuk melanjutkan perjuangan Maulana Syaikh dalam bidang pendidikan. Cita cita Maulana Syaikh seperti yang diungkapkan dari berbagai literatur yaitu bahwa Maulana Syaikh selalu menginginkan bahwa muridnya berpengetahuan yang lebih tinggi dari dirinya,sehingga dari gelar pahlawan ini sudah sepatutnya menjadi motivasi bagi masyarakat NTB untuk mengikuti jejak-jejak beliau dalam menuntut ilmu dan perjuangan melalui sektor pendidikan.

PR yang terakhir pada sektor ekonomi diharapkan  dari gelar kepahlawanan yang akan diberikan kepada Maulana Syaikh akan menggenjot pertumbuhan ekonomi NTB, khususnya pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata: seperti kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara meningkat yang disebabkan dari ketertarikan masyarakat untuk mengetahui lebih dalam sosok Maulana Syaikh. Kemiskinan yang tercatat di BPS pada periode Maret 2017 sebesar 16,7%  dari total penduduk NTB  merupakan angka yang cukup tinggi untuk melanjutkan estapet perjuangan Maulana Syaikh dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, sehingga melalui momen pemberian gelar kepahlawanan ini masyarakat NTB bahu-membahu berkerjasama  untuk ikut berperan aktif dalam mengentaskan kemiskinan.***

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar

Leave a Reply