Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » Menelisik Peluang TGB menjadi Calon Wakil Presiden di Pilpres 2019


suara revolusi 12.28.00 4

Muwardi Sutasoma*
(POLHUKHAM KA KAMMI NTB)
SUARAREVOLUSI-Dr. TGKH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau lebih dikenal dengan TGB, gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2008-2018 sedang banyak diperbincangkan di media tanah air. Banyak khalayak menggadang-gadang cucu dari  TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Tuan Guru Pancor), pendiri organisasi Islam terbesar di NTB, Nahdlatul Wathan (NW) layak menjadi calon wakil presiden RI di pilpres 2019 mendatang.

Dilihat dari keberhasilan sebagai gubernur NTB selama dua periode, maka tidak ada yang meragukan kapasitas TGB untuk menjadi wakil presiden. Dari massa dan ketokohan, sebagai cucu dari pendiri Nahdlatul Wathan, beliau jelas memiliki massa yang cukup banyak. NW yang memiliki pusat di NTB, sudah mulai tersebar di seluruh indonesia dan membuat TGB memiliki modal untuk maju jadi wakil presiden. Nama TGB sebagai representasi tokoh umat islam di indonesia, gubernur yang hafidz Qur’an serta ikut serta dalam aksi 212 membuat namanya sangat harum di kalangan umat muslim tanah air.

Sejak mulai menggunakan sistem pemilihan langsung dan memasangkan presiden-wakil presiden dalam pemilihan, hampir semua pasangan calon di pilpres memiliki kecenderungan untuk memasangkan antara tokoh nasionalis dan tokoh islam. Komposisi ini dipadukan untuk menjaring segmen pemilih abangan dan pemilih muslim santri. Nama TGB yang terlahir sebagai santri dan tokoh muslim, membuat beliau menjadi salah satu tokoh yang sangat diperhitungkan sebagai wakil presiden 2019.

Lebih jauh dilihat dari latar belakang organisasi, TGB yang lahir dari keluarga NWtentunya mampu dekat dan menjembatani pemikiran dua ormas islam terbesar di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah. Hal ini karena pendiri NW yang tidak lain adalah kakek TGB merupakan tokoh Masyumi bersama tokoh Muhammadiyah lainnya yaitu Buya Hamka dan M. Natsir. Namun dilihat dari cara ritual peribadatan, NW sangat dekat dengan NU. Kombinasi inilah yang menyebabkan TGB cenderung bisa masuk dan dekat dengan dua ormas terbesar di indonesia tersebut.

Satu-satunya hal yang bisa membuat beliau tidak dijadikan cawapres dalam pilpres 2019 hanya deal-dealan partai politik pengusung. TGB yang merupakan anggota majelis tinggi Partai Demokrat bisa saja tidak direkomendasikan oleh Partai Demokrat untuk menjadi wakil presiden. Hal ini karena politik sangat dinamis dan sangat kental dengan kepentingan.Namun, jika melihat tokoh demokrat yang paling menonjol saat ini, TGB masih nomer satu dari segi elektabilitas dan peluang terpilih, jauh dibandingkan dengan AHY yang notabennya anak dari SBY dan baru gagal di pilkada DKI.

Prabowo atau Jokowi? Jika dianalisis, dengan siapa TGB akan dipasangkan di pilpres 2019, mungkin Prabowo lebih berpeluang untuk menggandengnya. Sejarah perseteruan antara SBY selaku ketua Umum Partai Demokrat (Partai TGB) dengan Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri (Partai Jokowi), membuat kedua tokoh ini sangat sulit sepaham dalam politik. Hal ini mengakibatkan Jokowi dan TGB akan sangat sulit dipasangkan. Menganalisis sikap TGB di pilpres 2014 serta hubungan elit Partai Demokrat dengan Partai Gerindra yang lebih cair membuat Prabowo dan TGB memiliki peluang lebih untuk disatukan menjadi pasangan calon. Ditambah lagi, di pilpres 2014, TGB adalah ketua tim pemenangan Prabowo Hatta di Nusa tenggara Barat dan mendapatkan suara 72,45%. Tetapi politik tetaplah politik, semua bisa terjadi didalamnya. Mari kita tunggu perkembangan politik selanjutnya.

* Penerima Beasiswa Kepemimpinan Dompet Dhuafa tahun 2016 dan putera asli Lombok.

 
 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

4 komentar Menelisik Peluang TGB menjadi Calon Wakil Presiden di Pilpres 2019

  1. Siapapun calon pemimpin negara kita, diharapkan bisa membangun masyarakat yang lebih baik, makmur, sejahtera, dan menyelesaikan persoalan yang ada di negara kita dengan cepat, tepat dan tegas.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. alangkah bagusnya jika jokowi berpasangan dengan TGB. Setelah jokowi 2 periode, bisa diteruskan oleh TGB menjadi presiden. pasangan luar biasa...

    BalasHapus
  4. Klarifikasi sebagaimana diberitakan dan dimuat di Youtube itu bukan pada substansi yang sebenarnya, apalagi sudah ada framing “para Tuan Guru NU yang mendatangi”.

    Merasa para kiai NU di NTB dimanfaatkan oleh media yang baru diregistrasikan di Jogjacamp pada 3 Mei 2017 itu, aktivis muda NU menyebutframing pemberitaan situs abal-abal sebagai suul adab.

    “Astaghfirullah. Dalam keterangan gambar TGH Turmudzi sowan ke pendopo Gubernur. Siapa yang sangat suul adab menyetting ini. Presiden Jokowi saja sowan ke al-Mukarrom TGH Turmudzi,” ujar Ustadz T.R dalam sebuah diskusi terbatas, Ahad (08/04/2018).

    “Masa kiai/ulama sepuh diberitakan seperti itu?” Ujar AM, yang menangapi respon T.R, tidak terima framing media belum genap berusia satu tahun itu.

    Selengkapnya: TGB Zainul Majdi yang "Habisi" Orang-Orang NU, Bukan Cerita Baru di NTB

    BalasHapus