Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

» » ZUL-ROHMI: PASANGAN YANG TIDAK BIASA DI PILKADA NTB 2018


suara revolusi 15.36.00 2


SUARAREVOLUSI-Konstelasi politik di NTB semakin hari semakin panas terutama menjelang Pilgub NTB 2018. Banyak spanduk dipasang oleh Timses masing-masing calon di semua wilayah NTB untuk memperkenalkan calon gubernur dan wakil gubernur. Namun, tidak semua calon yang memasang spanduk akan bisa menjadi calon Gubernur dan wakil gubernur. Tercatat, jika dihitung komposisi partai di DPRD NTB, maka otomatis hanya ada 4 pasangan calon yang akan bisa melaju ke pemilihan. Dari empat pasangan calon, dua pasangan calon sudah melakukan deklarasi yaitu Ahyar-Mori, Suhaili-Amin serta dua pasang calon lainnya masih belum melakukan deklarasi. Kedua pasang calon lain yang kemungkinan besar maju adalah pasangan Zul-Rohmi serta Ali BD yang sampai sekarang masih belum menentukan calon wakil gubernur. Ali BD juga masih belum menentukan akan maju melalui jalur independen atau jalur partai.


Dari keempat calon yang mungkin maju, pasangan yang paling tidak biasa adalah Pasangan Zul-Rohmi. Ketiga calon lainnya memasangkan komposisi Cagub dari Lombok serta cawagub dari Sumbawa. Hal ini dilakukan mengingat pemilih NTB, 2/3 tersebar di Pulau Lombok dan 1/3 tersebar di Pulau Sumbawa sehingga sangat realistis untuk mengangkat calon gubernur dari Pulau Lombok dan Calon Wakil Gubernur dari Pulau Sumbawa. Namun pasangan Zul-Rohmi berbeda, Calon Gubernur berasal dari Pulau Sumbawa dan Wakil Gubernur dari Pulau Lombok.

Duet calon gubernur dari Pulau Lombok dan Wakil Gubernur dari Sumbawa, diharapkan akan menarik pemilih dari Pulau Lombok yang memang notabene adalah pemilih mayoritas. Namun, Pasangan pengusung Zul-Rohmi yaitu PKS dan Partai Demokrat tentu tidak menduetkan keduanya tanpa ada perhitungan yang matang. PKS dan Partai Demokrat menyadari bahwa mengangkat fanatisme kedaerahan tidak lagi efektif di pilkada NTB. Data hasil Pilkada NTB 2013 menunjukkan bahwa dua pasangan yang memposisikan Cagub dari pulau Sumbawa yaitu pasangan Harun-Muhyi serta Zul-Ichsan mendapatkan 57.78% suara sah atau lebih dari 1/3 pemilih NTB yang memang berasal Pulau Sumbawa. Hal ini menunjukkan bahwa memasangkan posisi Cagub-cawagub berdasarkan daerah mayoritas(Cagub dari Lombok dan cawagub dari Sumbawa) tidak lagi relevan di pilkada NTB 2018. Masyarakat NTB sekarang,  tidak melihat faktor kedaerahan lagi sebagai pertimbangan utama memilih calon gubernur dan cenderung memilih dengan alasan-alasan rasional.

Masyarakat NTB juga bertanya-tanya, kenapa harus Zul yang dimajukan menjadi calon gubernur? Bukankah Partai Demokrat memiliki suara yang lebih banyak di DPRD Provinsi NTB dibandingkan dengan PKS, apakah ini menunjukkan bahwa Partai Demokrat mulai kehilangan tokoh Pasca Tuan Guru Bajang (TGB)?. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa Zul adalah adalah teman diskusi TGB sehingga beliau bisa berhasil membangun NTB semaju sekarang. Dengan latar belakang Ilmuwan bidang Ekonomi, Zul adalah sosok yang dianggap oleh TGB sebagai tokoh yang akan mampu melanjutkan ikhtiarnya membangun NTB kedepan. Selain itu, Zul adalah pengurus PBNW zaman TGB sehingga akan mempermudah TGB untuk memobilisasi massa NW, terlebih lagi jika Zul dipasangkan dengan kakak dari TGB sendiri yaitu Rohmi Djalilah. PENULIS Muwardi Sutasoma (POLHUKHAM KA KAMMI NTB)(SR01)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

2 komentar ZUL-ROHMI: PASANGAN YANG TIDAK BIASA DI PILKADA NTB 2018

  1. Pada intinya siapapun yang terpilih menjadi pemimpin di harapkan membawa perubahan baik pada daerah yang di pimpinnya.

    BalasHapus
  2. Saya minta bapak Zul juga mengundang teman2nya yg di Jakarta untuk turut berkampanye seperti Marissa Haque bang Ruhut Sitompul dsb untuk menaikkan elektabilitas pada masa kampanye, soalnya masyarakat NTB masih belum banyak mengenal bapak ibu terutama di masyarakat bawah dan awam.

    BalasHapus