Select Menu
Select Menu

Nasional

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

TGH.GUNAWAN RUSLAN,LC TENGAH BERSAMA WISATAWAN MANCANEGARA
SUARAREVOLUSI-Perkembangan sektor pariwisata di NTB sedang naik daun dan tidak tanggung-tanggung perekonomian terpacu pesat dari sektor ini. Dua tahun berturut-turut mendapat penghargaan sebagai tujuan wisata halal terbaik dunia dan tujuan wisata halal bulan madu terbaik dunia dari sebuah event World Halal Tourism Summit (WHTS) digelar di Abu Dhabi,  UAE 2015. 

Baru-baru ini salah satu pernyataan calon gubernur NTB 2018 Ali BD yang menyatakan wisata halal itu haram yang hanya mengertikan dengan foya-foya dan juga  menyebutkan dalam islam wisata itu adalah sesuatu yang haram karena membuang-buang uang. Pernytaan Ali BD ini perlu ditanggapi dengan serius dengan mengetahui asal usul dan istilah halal tourism ini.


Istilah Wisata Halal baru mulai dikenal sejak 2015 ketika sebuah event World Halal Tourism Summit (WHTS) digelar di Abu Dhabi,  UAE. Sebelumnya dunia pariwisata hanya mengenal sebagai muslim tour atau semisalnya. Dalam event ini WHTS berusaha menyadarkan bahwa pangsa pasar dari wisata halal amatlah besar dan perlu untuk terus dikembangkan. WHTS bahkan memprediksi pada tahun 2019 nanti tidak kurang dari 238 milyar USD berputar di dunia wisata halal (di luar haji dan umrah). Ini artinya pertumbuhan dunia wisata halal melejit hampir mendekati 90% lebih cepat dibanding wisata umum dari tahun ke tahun.

 Lebih hebatnya, jumlah itu terus tumbuh dari waktu ke waktu. Lantas yang masih menjadi persoalan, apa sih sebenarnya wisata halal itu? Pengertian Wisata Halal Secara umum wisata halal dapat diartikan sebagai kegiatan wisata yang dikhususkan untuk memfasilitasi kebutuhan berwisata ummat Islam. Maka dirancanglah paket perjalanan yang mengacu pada aturan hidup ummat islam, baik di sisi adab dalam mengadakan perjalanan, menentukan tujuan wisata, akomodasi, hingga makanan.Berwisata halal memang tidak bisa serta merta Halal semua nya,paling tidak kalau  tidak bisa melakukan semua jangan tinggalkan semua.

Sesuai Kaidah Usul Fiqih yang mengatakan: مالا يدرك كله لايترك كله  jika tidak menerapkan semua nya ,maka jangan  tinggal kan sama sekali. .Al-Quran tidak di turunkan untuk menjadikan semua ummat manusia membaca nya,Nabi di utus tidak untuk meng islamkan semua orang dan juga Malaikat di ciptakan tidak juga untuk menghilangkan maksiat tetapi  di perintahkan untuk mengajak orang untuk lebih baik,berusaha mengurangi tempat maksiat,mengurangi orang bermaksiat tanpa di tuntut untuk menghilangkan maksiat itu sendiri..واتقوا الله ما ستطعتم kita di perintah thaat sesuai kemampuan,Jadi Wisata Halal yang terus menjadi tren di dunia muslim meski harus di kembangkan meskipun tidak bisa di terapkan ke halalan nya 100% والله اعلم..
MUHAMMAD SALEH 
SUARAREVOLUSI-Pilkada serentak nasional tahun 2018 menjadi perbincangan yang tiada habisnya. Perbincangan dari warung kopi sampai dengan group what’s app menjadi topik hangat sehat kopi susu yang dihidangkan pagi hari. Pilkada di bumi gora NTB tidak kalah serunya dibanding dengan daerah lainnya. Tepatnya pada tanggal 27 juni 2018 NTB akan menggelar pesta demokrasi di empat tempat diantaranya pemilihan Bupati di Lombok Barat dan Lombok Timur, Pilwakot di kota Bima dan terakhir adalah pemilihan gubernur NTB yang sedang dijabat oleh TGB yang sudah menjabat dua periode.

Calon-calon pasangan gubernur dan wakil gubernur sudah merubah pemandangan kota bahkan desa dengan baliho raksasanya disetiap sudut keramian. Calon yang bertanding memperebutkan kursi gubernur sangat menarik untuk diikuti. Persaingan menuju kursi gubernur bisa dikatakan persaingan yang sangat ketat dan menegangkan pastinya.

 Calon gubernur dari pulau Lombok yang merupakan pusat pemerintahan dan juga jumlah penduduk yang mendominasi menjadi magnet para kandidat dari pulau Lombok. Sebut saja H. Ahyar Abduh, Suhaili, dan Ali BD merupakan kandidat dari pulau Lombok dan satu-satunya dari pulau Sumbawa adalah Dr. Zulkieflimansyah. Dr Zul salah satu pemain baru dikancah perpolitikan NTB yang besar dan gaungnya menjadi salah satu politikus nasional yang turun gunung.  

Semua kandidat yang tampil saat ini merupakan manusia pilihan dan pastinya akan membawa NTB menjadi yang lebih baik paska TGB. Mengkuliti prestasi dan sepak terjang calon gubernur memang mempunyai sarat dengan prestasi. Suhaili Bupati Lombok Tengah dua periode, Ahyar Abduh wali kota Mataram dua periode, Ali BD Bupati Lombok Timur dua periode dan Dr Zul politikus nasional yang berani tampil di luar kandang.

Sebagai warga NTB harus selektif dalam memilih pemimpin yang tepat dalam melanjutkan laju pembangunan yang ada di NTB saat ini. Hakikat dalam memilih pemimpin NTB kedepannya pemimpin itu sebagai sarana pengabdian atau khidmat ke masyarakat dan calon pemimpin juga harus bebas dari masalah ekonomi dalam arti bukan mencari penghasilan atau memperbanyak pundi-pundi hartanya ketika terpilih menjadi seorang pemimpin nantinya.

Tercatat di KPU NTB harta kekayaan calon gubernur dan wakil calon gubernur yang paling kaya adalah Bupati Lombok Timur Ali BD. Setuju dan senang ketika calon pemimpin yang kaya raya maju supaya bisa membiayai dirinya sendiri dalam kampanye, pengadaan logistik, pembiyaan saksi dan lainnya sehingga ketika kelak ia memenangkan kontestasi tidak ada pihak lain yang interpensi kebijakannya demi memakmurkan rakytanya. Kalau ada pemodal atau kapitalis yang memodalinya sudah barang pasti ada udang dibalik batu atau istilah kerennya tidak ada makan siang gratis. Calon pemimpin idaman selajutnya adalah pemimpin yang tidak pernah menciptakan imajinasi bahwa menjadi seorang pemimimpin itu mempunyai fasilitas dan kemewehan sehingga itu yang membuat orang yang tidak punya kapasitas lalu memantaskan diri seolah-olah sanggup memimpin.

Dari keempat kandidat calon pemimpin NTB 2018-2023 semuanya mempunyai jabatan yang mentereng sehingga tidak ada yang kelihatan memuja –muji atau mendewa-dewakan sebuah jabatan yang lebih tinggi. Masalah wanita, satu-satunya wanita yang mewakili suara perempuan NTB adalah ada pada pasangan ZulRohmi yaitu Dr. Siti Rohmi Djalilah,M.Pd. SRD nama singkatan kerennya merupakan wanita tangguh yang memilki jabatan yang gemilang juga seperti pernah menjabat sebagai ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur dan Rektor Universitas Hamzanwadi. Ada istilah yang cukup familiar di masyarakat yang menyatakan “ kalau kita dimarahi oleh seorang ibu, pasti kita berani pulang ke rumah untuk makan, akan tetapi kalau kita dimarahi oleh bapak  maka bisa dipastikan kita tidak berani pulang makan” istilah ini mungkin berlaku pada pilkada NTB 2018. Mari kita nantikan Pilkada NTB dengan bahagia dan jangan baperan dan sambil minum kopi. ***

SUARAREVOLUSI-Gejolak isu tentang LGBT semakin hari semakin mendidihkan otak manusia yang rasional dan normal. Penyakit kaum Nabi Luth AS  ribuan tahun yang lalu sedang  menjangkit dan menjalar di  Indonesia yang mayoritas muslim dan lebih-lebih jumlah muslim terbanyak di dunia. Rumah aspirasi rakyat Indonesia atau DPR saat-saat ini sedang membahas masalah LGBT dan perkawinan sejenis. Ketua MPR Zulkifli Hasan menuturkan bahwa lima fraksi mendukung LGBT (Lesbian,Gay, Biseksual,Transgender) dan perkawinan sejenis  akan tetapi pak Zulkifli Hasan tidak membeberkan fraksi  mana saja yang mendukungnya. 


Menurut ketua KA KAMMI NTB (Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Muhammad Hayyi Zakaria,S.Pd saat dikonfirmasi wartawan suararevolusi via handphone menuturkan bahwa, ia sangat menyayangkan lima fraksi yang mendukung LGBT dan perkawinan sejenis karena penyakit itu merupakan penyakit melawan kodrat manusia. Penyakit itu harus dimusnahkan dari tanah Indonesia kalau tidak, tunggu azab Tuhan yang maha kuasa akan menimpa bangsa Indonesia ini tegasnya. Kata bapak proklamator Soekarno pernah menyatakan jangan pernah lupa dengan jasmerah (lupakan sejarah) tentang kaum Nabi Luth yang pernah  dimusnahkan gara-gara penyakit LGBT dan perkawinan sejenis. 


Hayyi sapaan akrabnya menambahkan  sangat benar dan nyata apa yang pernah disampaikan oleh Prof Mahfud MD dalam acara ILC beberapa minggu lalu tentang dana yang sudah dipersiapkan untuk meng-goalkan UU LGBT ini oleh sponsornya. Seharusnya anggota dewan terhormat harus sejalan dengan apa yang diinginkan oleh rakyatnya. Mari sebagai manusia yang normal dan ber-Tuhan dan negara kita punya dasar negara dengan sebutan pancasila dengan sila pertama berbunyi  Ketuhanan yang maha esa dan tidak ada dalam agama apa pun yang membenarkan penyimpangan sex ini tuturnya. (SR01)

SUARAREVOLUSI-Perhelatan gawai besar demokrasi yang ada di NTB saat ini sudah memasuki tahap pendaftaran calon pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur masa khidmat 2018-2023 di KPU NTB. Hari senin tanggal 8 Januari 2018 dua pasangan calon langsung mendaftar diantaranya Ali BD-Gede Sakti dan Suhaili-Amin.


Bumbu perpolitikan sudah mulai memanas dengan Sentilan politikus kawakan sekligus Bupati Lombok Timur mengenai salah satu calon gubernur yaitu tentang Dr. Zulkieflimansyah. Ali BD memberikan statemen yang sedikit menggelitik yang menyatakan sebaiknya Dr. Zul tunggu Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) terbentuk baru kemudian mencalonkan diri sebagai gubernur.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan suararevolusi mengenai pernyataan Ali BD tersebut Dr. Zul sapaan akrabnya menanggapinya dengan santai sambil tersenyum dengan mengatakan NTB tidak boleh didefinisikan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Apalagi ada isyu PROVINSI PULAU SUMBAWA.

Ini mengganggu sebenarnya. Kalau betul akan terjadi dalam waktu segera, saya kira gak apa-apa. Tapi kalau modal sosial ini tergerus karena isyu Politik yang digunakan untuk kepentingan jangka pendek, ini bahaya.Karena banyak sumber pertumbuhan ekonomi baru itu justru berada di kedua pulau ini. Kalau modal sosial kita tergerus karena isyu-isyu yang dibuat oleh para elit. Ini bahaya. Tuturnya. (SR01)
Penulis : The Doctor

SUARAREVOLUSI-Pilkada NTB menjadi unik karena propinsi ini terdiri dari 2 pulau besar; Lombok dan Sumbawa. Secara populasi Pulau Lombok memiliki jumlah yang lebih besar, tetapi sebaliknya dalam hal luas wilayah Pulau Sumbawa lebih besar. Mana yang lebih strategis; jumlah populasi atau ketersediaan luas wilayah? Saya jawab ketersediaan wilayah. Tidak perlu rumit untuk memberi alasan, kita tinggal tunjuk Singapura negara kecil yang terus melakukan reklamasi. Dan dalam sejarah, begitu banyak perang yang terjadi karena urusan lahan. Bahkan hingga detik ini urusan lahan antara Israel dan Palestina pun masih belum juga ada tanda-tanda akan segera tuntas, cenderung meluas melibatkan begitu banyak negara. Sengketa manusia dengan gajah, harimau, ular juga karena urusan lahan.

Dalam hal demokrasi, urusannya jadi berbeda. Tiap-tiap individu menjadi penentu dalam keputusan politik. Alam tidak punya suara, sekalipun alam lah yang menafkahi manusia. Dalam konteks ini kita harus bijak dalam mengambil sikap agar ‘hak-hak semesta’ juga bisa terwakilkan. Sekali lagi kita tidak boleh lupa bahwa alam lah yang menghidupi kita. Bahkan 10 besar daftar negara paling bahagia di dunia menurut World Happiness Report 2017 yang dikeluarkan PBB, justru adalah negara-negara dengan jumlah populasi yang kecil tetapi keseharian masyarakatnya sangat dekat dengan alam.

Dalam konteks NTB, seperti tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi NTB tahun 2016 masih didominasi sektor pertambangan. Dan kita tahu pertambangan terbesar yang ada di NTB ada di Pulau Sumbawa. Ibarat semut, dimana ada gula di situ mereka akan berkumpul. Begitu juga manusia, dimana ada aktifitas ekonomi, maka ke sana pula tujuan mereka.

Bersyukur bahwa Lombok dan Sumbawa sebagai kesatuan NTB memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, 5,8%. Jika Pulau Sumbawa sudah memberikan kontribusi dalam ekonomi, tentu tidak salah juga jika warga Pulau Sumbawa ingin memberikan kontribusinya dalam soal lain, termasuk dalam soal politik. Salah satu kader terbaik Pulau Sumbawa Dr. Zulkieflimansyah melalui rekam jejaknya terlihat cukup kompeten untuk memberikan kontribusi dalam soal itu. Pada Pilkada NTB 2018 ia berpasangan dengan Dr. Siti Rohmi Djalilah kakak dari Gubernur NTB saat ini, TGB, untuk maju sebagai Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB 2018 – 2023 dalam paket Zulrohmi.***
(Sumber Tulisan :https://zulrohmi.wordpress.com/2018/01/07/70/)