Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

Muhammad Hasyim Kepala Desa Aikmual 


SUARAREVOLUSI-Kabupaten Lombok Tengah yang disebut juga Kabupaten pariwisata terus berupaya menggenjot sumber daya manusianya professional dan handal dalam bidang pariwisata. Lombok Tengah menjadi salah satu Kabupaten yang paling beruntung karena program-program pemerintah pusat banyak di Lombok Tengah.


Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus  serta sedang di bangunnya hotel-hotel berbintang lima dan terbaru pembangunan sirkuit Motor GP dan akan dipakai untuk kompetisi pada tahun 2021 menjadi peluang serta tantangan pemerintah provinsi wabil khusus Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam menyiapakan masyarakatnya paham serta berpatisipasi dalam menjempuat peluang yang sudah ada.

Geliat desa wisata (Dewi) menjadi salah satu spirit baru para Kepala Desa dalam berbenah, berenovasi serta menata dan membangun desanya. Program pemerintah provinsi NTB melalui program 99 Desa Wisata menjadi salah satu motivasi Kepala Desa Aikmual serta peluang yang ada khususnya peluang kerja yang ada di Kabupaten Lombok Tengah sangat terbuka lebar bagi masyarakat, pemuda dan pemudi yang ada di desa Aikmual untuk terlibat serta berpartisipasi dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan.  

Muhammad Hasyim Kepala Desa Aikmual saat diwawancara oleh wartawan suararevolusi disela-sela pembukaan Program Enam Bulan Pelatihan Pariwisata dan Perhotelan di Kantor Desa Rabu 22 Mei 2019 mengatakan sumber daya manusia yang ada di desa Aikmual yang konsen pada bidang pariwisata terbilang banyak,  sampai-sampai salah satu pegiat pariwisata warga desa Aikmual membangun desa tetangga dalam membangun desa wisata. Sehingga ini menjadi salah satu alasan untuk mengadakan pelatihan ini.

Pegiat pariwisata yang kita miliki diperdayakan didesa dan bisa membangun desanya sendiri. Program Enam Bulan Pelatihan Pariwisata dan Perhotelan ini program yang berkesinambungan nantinya tambahnya. Karena ini menjadi salah satu pilot projek pengembangan dan pemberdayaan SDM desa Aikmual dalam menghadapi persaingan kerja yang ada didaerah kita sendiri. M. Hasyim menambahkan juga program ini juga untuk mengurangi pengangguran yang ada di desa serta akan berdampak pada angka kemiskinan kalau nantinya peserta didik ini diserap dihotel-hotel berbintang di kawasan KEK.

Program ini tambahnya dibiayai oleh Desa yang diamabilkan dari dana desa yang ada sehingga peserta didik yang ikut tidak perlu bayar alias gratis. Desa Aikmual terdiri dari sepuluh dusun, setiap dusun menyerahkan dua peserta untuk ikut dalam program ini, sehingga semua peserta didik yang biayai oleh desa berjumlah 20 orang peserta. Dalam pembukaan pelatihan M. Hasyim sangat menekankan kepada para peserta didik untuk rajin dan giat belajar selama mengikuti pelatihan.(SR01)
L. Nofian Hadi Bersama Para Pemenang di Tournament Mobil Legend se Lombok Barat 
SUARAREVOLUSI-Banyak cara dalam menarik perhatian serta sosialisasi yang dilakukan oleh seorang calon legislatif baik kabupaten, provinsi bahkan DPR RI dalam meraup perhatian dan dukungan masyarakat. Sosialisasi positif dan kreatif dalam mengembangkan kreativitas anak muda melenial menjadi pilihan yang dilakukan oleh Caleg PKS provinsi Dapil Lobar dan KLU No. 11 L. Nofian Hadi. 

Menurutnya Mobil legend yang menjadi kegemaran anak muda bahkan orang dewasa ini harus dibuatkan wadah yang bagus dan tepat untuk menambah kreativitasnya. Bukan itu saja game mobil legend ini bisa jadi lahan bisnis yang bisa dikembangkan oleh para gamers. Tournamen mobil legend ini merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para pemuda serta menggiring ke hal-hal yang positif tuturnya. Anak muda harus dikasih panggung dalam menyalurkan hobinya sehingga bisa menjadi salah satu sarana dalam menciptakan kreativitas serta ide-ide dalam pengembangan diri. Lebih dari ratusan orang mengikuti tournamen mobil legend yang begitu meriah dan merebutkan piagam dan uang tunai. Tournamen Mobil legend dilaksanakan di Lombok Barat (SR01)


SUARAREVOLUSI-Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor prioritas dalam meningkatkan ekonomi masyarakat yang ada di NTB khususnya pulau Lombok. Pulau Lombok yang dikenal dengan pulau seribu masjid dan juga pulau indah nan eksostis yang menjadi daya tarik dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lombok. Gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok sekitar Agustus tahun lalu menyisakan luka mendalam di dunia pariwisata. Pengaruh sektor pariwisata multiplayer effect yang berdamapak ke sektor lain seperti akomodasi, perhotelan, transportasi,restauran, pertanian,perikanan danlainya.

 Menyikapi permasalahan yang terjadi pada salah satu core bisnis yang ada di pulau Lombok pada sektor pariwisata Lalu Nofian Hadi calon legislatif provinsi dapil Lombok Barat dan Lombok Utara dari PKS No 11 sangat intens memperhatikan sektor yang satu ini. Menurut Lalu Nofian Hadi yang akrab disapa Nofian menuturkan bahwa sektor pariwisata yang ada di dua kabupaten yang menjadi core dalam meningkatkan ekonomi masyarakat banyak pada sektor pariwisata. Lombok Barat dengan icon Pantai Senggigi dan kawasanya salah satu primadona para wisatawan baik domestik maupun mancanegara sehingga ini perlu untuk terus ditingkatkan melalui promosi pariwisata yang gencar untuk membangkitkan lagi ekonomi masyarakat yang sudah mulai tiaraf. Lombok Utara dengan Tiga Gilinya yang sudah mendunia merupakan sektor penyumbang APBD Lombok Utara yang paling signifikan dalam mendongkrak perekonomian masyarakat. Sektor pariwisata yang ada di dua kabupaten ini harus terus di support supaya segera bangkit. 

Lobar dan KLU sektor pariwisatanya lagi lesu yang tentunya kita bersama-sama bahu membahu untuk memulihkan kembali dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai anak bangsa dan juga sebagai warga NTB. Saat ditanya masalah banyak yang cancel penerbangan menuju Lombok dan harga tiket yang terbilang mahal Nofian menambahkan bahwa ini hukum ekonomi yang berlaku dan alhamdulillah pemerintah provinsi sedang bekerja keras untuk memberikan solusi yang terbaik demi keberlangsungan sektor pariwiasata yang menjadi salah satu andalan dalam membangkitkan roda ekonomi masyarakat tuturnya.(SR01)
(KEPALA DESA AIKMUAL M.HASYIM POSISI TENGAH)
SUARAREVOLUSI-Desa merupakan salah satu  ujung tombak dalam mensejahterakan masyarakat melalui program-program yang nyata dan menyentuh ke masyarakat. Dana Desa yang melimpah bisa jadi bumerang atau senjata yang ampuh dalam menumpas kemiskinan di desa. Penyalahgunaan dana desa akhir-akhir ini tersebar luas melaui berita, baik media cetak maupun media online yang menjerat Kepala Desa masuk ke jeruji besi.  Akan tetapi banyak Desa yang sukses juga dalam mengelola dana yang digelontarkan oleh pemerintah pusat tersebut.


Kepala Desa Baru membawa aura perubahan di desa Aikmual yang dinakhodai oleh Muhammad Hasyim. Hasyim sapaan akrabnya mulai berbenah dalam memperbaiki pelayanan yang ada di desa melalui rotasi staf, program seratus hari kerja dan hari ini JUMAT 25 Januari 2019 pemilihan ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Menurut Hasyim Bumdes merupakan salah satu jantung untuk mensejahterakan masyarakat melaui program-program pemberdayaan sekala menengah dan panjang. Dana Bumdes terbilang banyak karena sepuluh persen dari dana desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat, misalkan dana desa 1,7 milyar maka Bumdes akan mengelola dana sebesar seratus tujuh puluh juta dalam jangka waktu satu tahun.

Dana tersebut sangat bisa digunakan untuk kemajuan dan kesejahtraan bersama kalau dikelola dengan manajemen yang profesional tuturnya. Hasyim menambahkan desa Aikmual saatnya menjadi inkubator pendidikan,seni budaya, olah raga dan lainnya dalam mengembangkan sumber daya manusia yang di milki desa. Dalam pemilihan ketua baru Bumdes dengan pemilihan yang cukup alot dan terpilih Ahmad Abdullah,S.Pd.  Ahmad Abdullah,S.Pd akan memimpin Bumdes enam tahun kedepan dengan membawa visi dan misi dalam memuwujudkan desa Aikmual yang sejahtera. (SR01)
(Kades Aikmual Muhammad Hasyim) 

SUARAREVOLUSI-Cuaca ekstrim yang melanda pulau Lombok menyisakan pilu bagi masyarakat yang rumahnya tertimpa pohon tumbang, atap rumahnya dibawa angin, rumahnya rusak dan lainnya. Angin kencang yang disertai hujan tiga hari terakhir ini membuat beberapa rumah rusak parah dan pohon bertumbangan dijalan-jalan. Masyarakat  harus waspada serta berhati-hati yang berdekatan rumahnya dengan pohon besar untuk segera ditebang atau dipotong rantingnya supaya bebanya tidak terlalu berat. 

Kepala Desa Aikmual Muhammad Hasyim saat diwawancara oleh wartawan suararevolusi (25/1/19) memberikan himbuan kepada warganya untuk tetap waspada dan hati-hati karena cuaca saat ini tidak menentu, kadang-kadang hujan kadang-kadang panas, kalau hujan disertai dengan angin keras seperti angin puting beliung yang melanda desa Aikmual. Kades akan memberikan bantuan langsung kepada warga yang rumahnya rusak karena terpaan angin atau karena pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Bantuannya berupa pemberian Asbes atau Seng bagi warga yang atap rumahnya rusak. Insya Allah hari ini kita minta setiap Kepala Dusun (Kadus) untuk mendata semua warganya yang atap rumahnya rusak atau yang lainnya dan mulai besok sampai dengan hari Senin pendropan  bantuan berupa Asbes atau Seng akan dilakukan tuturnya. (SR01)
L. Nofian Hadi Caleg PKS No 11 Dapil Lobar dan KLU

SUARAREVOLUSI-Gerung - Lombok Barat Pertumbuhan ekonomi makro, tingkat investasi di suatu daerah ternyata tak selalu memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Apalagi, jika investasi yang terus tumbuh tidak dikelola dengan baik oleh Pemerintah Daerah dengan mempertimbangkan aspek dampak dan manfaat bagi masyarakat.

Salah satu contoh adalah maraknya pertumbuhan ritel-ritel modern yang hingga kini semakin marak dan merangsek hampir tersebar di semua wilayah tingkat kecamatan sampai dengan pelosok desa. Meski membawa manfaat berupa ketersediaan lapangan pekerjaan, namun hal itu tidak sebanding  jika dibandingkan dengan kerugian masyarakat pelaku UMKM yang terpaksa harus bersaing dengan ritel modern yang mempunyai modal usaha yang wah.

Keberadaan ritel modern memang memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja dengan kenyamanan, selain itu di lingkup wilayah lokasi keberadaannya juga membuka lapangan kerja sebagai karyawan ritel. Tapi, tanpa disadari ini juga mempengaruhi keberadaan kios atau warung kecil di sektor UMKM yang core bisnisnya sama," kata Lalu Nofian Hadi, Kamis ( 24/1). Caleg DPRD NTB dari PKS Nomor Urut 11 Dapil Lombok Barat dan Lombok Utara ini mengatakan, di beberapa wilayah di NTB saat ini kondisi persaingan "kurang fair" itu terjadi karena maraknya tumbuh ritel-ritel modern. Nofian sama sekali tidak anti investasi ritel modern. Hanya saja, menurut dia, pertumbuhannya harus dikontrol dan dikelola dengan baik oleh Pemda, dengan regulasi-regulasi yang mampu memproteksi nasib pelaku UMKM di daerah.

Harus dikelola, ada regulasi yang bukan hanya menguntungkan investor tapi juga memproteksi keberadaan UMKM. Sebab, jika tidak bisa kontraproduktif dengan semangat ekonomi kerakyatan yang berbasis masyarakat," Kata Nofian. Berada sebagai Caleg di dua Kabupaten sebagai Dapil, membuat Nofian merekam kegelisahan masyarakat.  Di Kabupaten Lombok Barat misalnya, pertumbuhan ritel modern sudah sangat masif. Bahkan, mudah ditemukan dalam satu wilayah Kecamatan bisa ada empat sampai enam ritel modern.

Tak jarang ritel-ritel modern justru berdiri di lokasi yang sangat dekat dengan pasar tradisional yang notabene banyak pelaku UMKM yang membuka kios atau warung dengan modal pas-pasan. Selama turun menyerap aspirasi, keluhan-keluhan ini saya serap dari pelaku UMKM di beberapa wilayah di Lombok Barat. Saya rasa harus ada pola zonasi. Jadi lokasi riteol modern tidak sampai mengganggu omzet pelaku UMKM," kata dia. Selain zonasi, moratorium izin ritel modern juga bisa dilakukan Pemda. Misalnya dengan mempertimbangkan luas wilayah Kecamatan, jumlah Desa
dan jumlah penduduk di sekitar ritel modern. Jika pada wilayah itu sudah pada ambang maksimal, maka pendirian ritel modern tidak diperkenankan lagi. Sehingga persaingan ritel modern dan pengusaha kecil UMKM tidak terlalu timpang. Di lain sisi, Nofian mengaku salut dengan Pemda Lombok Utara yang hingga kini masih belum mengizinkan investasi ritel modern ke wilayahnya.

Lombok Utara masih bertahan untuk tidak mengizinkan ritel modern. Tentu ini dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan ekonomi kerakyatan," katanya. Tapi ia juga menyarankan agar Pemda Lombok Utara juga memikirkan pola pengembangan UMKM di wilayahnya, agar perkembangan wilayah perkotaan juga tak nampak tertinggal dibanding daerah lainnya di NTB.

Pemda bisa melakukan peningkatan kapasitan dan pendampingan pada kios dan warung UMKM agar ke depan bisa berkembang dan memiliki kenyamanan yang sama dengan ritel modern. Ia menambahkan, hal ini juga hendaknya menjadi perhatian masyarakat terutama generasi muda millennials. Sebagai konsumen, Nofian mengatakan, masyarakat punya kebebasan memilih mau berbelanja di mana, ritel modern atau kios UMKM. Namun satu hal mendasar yang harus dipahami, papar dia, berbelanja di ritel modern hanya akan menambah modal dan keuntungan bagi investor ritel yang tentu sudah memiliki modal sangat banyak. Sementara berbelanja di kios atau warung UMKM, berarti memberi keuntungan pada pelaku UMKM, membantu usaha masyarakat, dan membantu pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Karena itu saya ingin mengajak generasi muda kita, kaum millennials untuk sebisa mungkin belanjalah di kios dan warung kecil, mungkin juga di tetangga terdekat kita. Sebab secara jangka panjang ini akan lebih bermanfaat," katanya. Nofian mengatakan, maju ke dunia politik ini merupakan panggilan untuk berbuat sesuatu terutama dalam pengembangan sektor ekonomi kerakyatan, UMKM dan industri kreatif.

Bagi Nofian, perkembangan teknologi saat ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil, kios dan warung UMKM ke depan. Harapannya agar keberlangsungan usaha kecil dan menengah tidak sampai tergerus oleh kemampuan investasi dan ekspansi pasar ritel modern di daerah ini.(SR01)
Agus Fianuddin
(Ketua Aliansi Mahasiswa Doktor Se-Indonesia)

SUARAREVOLUSI-Ujian Nasional (UN) 2018 sudah kita lewati tentunya sebagian besar peserta mengalami tromatik, memunculkan kekesalan, hingga lelucon yang menyinggung penyelenggara, yaitu kementerian atau dinas terkait setelah mengikuti UN dikarenakan soal yang sulit dan penyelenggaraan UN dengan gaya baru, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer disingkat dengan UNBK. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga buat pemangku kebijakan di tahun berikutnya dan beberapa bulan lagi kita akan melaksanakan UN 2019. Sejak masa awal kemerdekaan hingga kini, setidaknya ada enam jenis ujian akhir yang harus dijalani pelajar Indonesia diujung masa studinya. Berikut sejarah ujian akhir dari masa ke masa, pada tahun 1950-1960-an namanya Ujian Penghabisan dan tes dalam bentuk esai; tahun 1965-1971dikenal dengan Ujian Negara dan tes dalam bentuk esai; tahun 1972-1979 namanya Ujian Sekolah dan tes bentuk esai; 1980-2000 namanya Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) dan EBTANAS dan bentuk tes pilihan ganda dan esai; tahun 2000-2004 namanya Ujian Akhir Sekolah (UAN) tes pilihan ganda berbentuk Lembar Jawaban Komputer (LJK); tahun 2005-2017 diganti menjadi UN berbentuk tes pilihan ganda menggunakan LJK dengan standar nilai berbeda-beda dari tahun ke tahun; dan tahun 2018 UN dengan tes berbentuk pilihan ganda menggunakan komputer, namanya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). UN dulunya menggunakan lembar jawaban (LK) berubah menjadi Lembar Jawaban komputer (LJK) dan sekarang berubah menjadi UN BK. Menurut penulis pelaksanaan penilaian pendidikan di Indonesia dari tahun ketahun substansinya relatif sama yaitu melalui UN, hanya yang berubah medianya saja.

Indonesia juga sudah hampir 11 kali perganitian kurikulum sejak tahun 1947 atau dikenal dengan Rentjana Pelajaran 1947 dan mulai di terapkan pata tahun 1950, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999, kurikulum 2004, kurikulum 2006, kurikulum 2013 dan kurikulum 2015, yaitu penyempurnaan dari kurikulum 2013. Bergantinya media penilaian dan kurikulum apakah berpengruh pada kualias pendidikan di Indonesia?. Kenyataannya permasalahan pendidikan Indonesia saat ini sangatlah kompleks. Masalah dilapangan yang kita hadapi adalah (1) di ajang Nasional, problematika UN dari tahun ketahun menjadi momok menakutkan bagi siswa, (2) di ajang Internasional, literasi siswa Indonesia dibawah rata-rata baik literasi matematika, saint dan bahasa seperti yang dilaksanakan oleh The Third International Mathematics Science Study (TIMSS) dan Programme for International stutent  Assessment (PISA). Melihat dua permasalahan tersebut maka pemangku kebijakan pendidikan di Indonesia hanya mampu merubah media penilaian dan kurikulum pendidikan tetapi belum mampu merubah substansi dari akar masalah pendidikan Indonesia. Akar masalah pendidikan Indonesia saat ini adalah:

1.      Penilaian pendidikan Indonesia bersifat formatif dan sumatif Oriented
Tolak ukur keberhasilan peserta didik untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi di Indonesia adalah peserta didik harus mengikuti Ujian Nasional. Dalam penilaian pendidikan dikenal dengan penilaian sumatif. Dimana sebelum sumatif dilaksanakan, penilaian formatif sudah sering dilakukan seperti ulangan harian, ulangan tengah semester atau ulangan semester. Dua penilaian tersebut bagi penulis merupakan tradisi lama yang selalu dilakukan seperti ritual tahunan di pendidikan kita. Dan celakanya menjadi faktor penentu kelulusan peserta didik kita dari status sebagai pelajar. Apa itu penilaian formatif dan sumatif? Penulis akan menjelaskannya dengan mengutip kalimat sederhana dari seorang pakar. Menjelaskan bahwa, penilaian formatif di ibaratkan sebagai seorang koki yang sedang memasak masakan di suatu restoran, suatu proses yang masih sedang berlangsung, untuk membentuk masakan yang “enak”, artinya penilaian formatif  menyediakan informasi atau bukti tentang belajar peserta didik. Informasi tersebut digunakan oleh guru untuk memperbaiki belajar peserta didik. Fokus dari penilaian formatif adalah pengumpulan data, analisis data dan pemberian umpan balik berdasarkan data yang diperoleh. Jadi, penilaian formatif lebih menitikberatkan pada kepentingan guru dalam menolong peserta didik belajar. Sementara itu penilaian sumatif diumpamakan sebagai seorang pelanggan yang makan makanan di restoran. Artinya, bahwa penilaian sumatif adalah tes yang dikerjakan peserta didik tanpa ada basa- basi atau negosiasi dari peserta didik.

2.      Penerapan Standar Proses Penilaian pendidikan belum HOTS (Higher Order Thinking Skill)
 Hasil penelitian mengatakan bahwa guru Indonesia dalam mengajar di kelas kepada peserta didik belum menerapkan belajar dan pembelajaran yang HOTS, terutama pada pembelajaran matematika. Apa itu HOTS?, oleh pakar menyebutnya sebagai cara berpir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal atau menceritakan sesuatu yang diceritakan orang lain. Bloom membagi kemampuan peserta didik yang harus dipenuhi dalam proses belajar oleh guru, yaitu kemampuan kognitif, kemampuan afektif dan kemampuan psikomotorik. Artinya; siswa harus mantap pikiran, sikap dan keterampilan (skiil). Sedangkan HOTS itu sendiri berasal dari tingkatan kognitif dari Bloom yang kemudian di revisi oleh Lorin Anderson & David Krathwohl urutan tersebut adalah (1) mengingat, (2) memahami, (3) mengaplikasikan, (4) menganalisis, (5) mengevaluasi dan (6) mencipta. Tingkat 1 sampai 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) sedangkan 4 sampai 6 di sebut dengan berpikir tingkat tinggi (HOTS).  Pada tingkat LOTS guru biasa merumuskan indikator pembelajaran dengan kata kerja mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasikan dan lain-lain. Sedangkan pada  tingkat HOTS yang jarang sekali diterapkan oleh guru-guru kita adalah kata-kata kerja seperti mengategorisasi, mengombinasikan, mengomplikasi, merancang, mengembangkan dan lain-lain. Dalam suatu penelitian juga terdapat sebagian guru mencoba melaksanakan pembelajaran HOTS tetapi setelah di nilai RPP guru tersebut ternyata belum HOTS, artinya antara rencana dengan tindakan tidak selaras dan bisa dipastikan proses pembelajaran guru tersebut tidak terencana sama sekali.

Reformasi seperti apakah?
Reformasi penilaian dalam pendidikan Indonesia harus segera dilakukan. Penulis menawarkan reformasi tersebut dilakukan adalah dalam bentuk penilian kinerja, baik guru maupun siswa dalam proses belajar dan pembelajaran berlangsung. Reformasi dari penialain formatif dan sumatif oriented menuju penilaian kinerja atau disebut dengan “assessment for learning”. Apa itu assessment for learning?, tentunya sangat berbeda jauh dengan penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dan sumatif dimana guru lebih dominan dalam memberikan penialaian, sementara siswa sebagai subjek penilainnya menerima feedback dari guru (formatif) dan feedback dari kementerian/dinas (sumatif) berupa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik. Sedangkan, assessment for learning menyediakan informasi bagi peserta didik tentang belajar mereka dan dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Informasi tersebut digunakan oleh peserta didik untuk memperbaiki belajarnya dan dilakukan secara kontinu. Assessment for learning lebih menitikberatkan pada kepentingan peserta didik untuk menolong diri mereka sendiri atas bantuan guru. Fokusnya adalah kualitas proses pembelajaran. Begitu juga dengan penerapan pembelajaran yang HOTS, bahwa terlebih dahulu harus diajarkan melalui proses pembelajaran di kelas secara kontinu, tidak ujuk-ujuk soal HOTS di keluarkan saat UN. Sehingga yang terjadi pemerintah meringankan standar UN saat melihat hasil UN tidak menacapai standar yang ditentukan. Artinya, pemerintah dalam hal ini tidak serius menentukan standar penilaian pendidikan Indonesia. Sehingga kualitas hasil pendidikan kita menjadi kurang serius artinya kurang berkualitas.   

Indonesia memiliki 8 standar nasional pendidikan untuk menjaga kualitas pendidikan, yaitu  standar Isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. 8 standar tersebut merupakan suatu kriteria minimum terkait pelaksanaan pendidikan di seluruh wilayah NKRI dan 8 standar tersebut dikembangkan, dipantau dan dievaluasi keterlaksanaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga mandiri, professional dan independen. Fungsi dari 8 standar ini adalah sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. Sedangkan, tujuan utamanya adalah untuk menjamin mutu pendidikan nasioanal dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat. Masing-masing standar dilandasi oleh dasar hukum sehingga satuan pendidikan harus  merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasinya. Secara umum berlandaskan pada Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Peraturan pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.

  Assessment for learning merupakan amanat UU melalui  PP No.19 Tahun 2005 tentang SNP di ubah oleh PP No.32 Tahun 2013 Bab IV Pasal 23, bahwa pemerintah dan guru harus melakukan  pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan secara kontinu dalam penilain proses pembelajaran. Tanpa menjalankan assessment for learning maka ibarat aturan yang tidak bermakna sama sekali. Bagi penulis, pendidikan Indonesia saat ini harus reformasi dari penilaian hasil menjadi fokus pada penilaian proses pembelajaran di kelas. Setidaknya ada tiga hal positif apabila assessment for learning diterapkan secara kontinu pada proses pendidikan kita, yaitu (1) pembelajaran HOTS akan menjadi tradisi dalam proses pendidikan di Indonesia, (2) tidak ada guru yang menganggur, karena minimal ada dua guru dalam satu kelas berfungsi sebagai assess (menilai) antara guru satu dengan lainnya, dan (3) penghematan anggaran pendidikan, terjadinya pengalihan anggaran dari penilaian standar hasil menjadi fokus penilaian standar proses. Standar proses yang menghasilkan kualitas pendidikan Indonesia. Negara-negara maju di Eropa sistem penilaian pendidikan mereka tidak berpatokan pada Ujian akhir tetapi lebih pada proses, begitu juga dengan  negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Filipin, Korea, dan lainnya mereka melakukan reformasi penilaian pendidikan sudah cukup lama yang awalnya sumatif oriented menjadi assessment for learning. Seperti korea misalnya, mereka mengadakan ujian bukan saat menempuh kelulusan dari sekolah, tetapi saat memasuki perguruan tinggi. Kesuksesan belajar peserta didik mereka di sekolah di ukur saat bisa tidaknya lulus tes masuk perguruan tinggi.***
Andriana Caleg Muda PKS 

SUARAREVOLUSI-JAKARTA - Berlarut-larutnya penetapan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai pengganti dari Sandiaga Uno yang maju dalam Pilpres dinilai sangat mengganggu. Hal ini disampaikan oleh Andriana, calon anggota legislatif (caleg) muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada wartawan SuaraRevolusi 8/1/19. 

Masyarakat DKI sedang menunggu keputusan yang sangat penting terkait siapa Wakil Gubernur DKI pengganti Sandi. Jika tidak segera diputuskan, akan berdampak negatif utamanya pada pelayanan dan kepercayaan masyarakat atas Partai Gerindra sebgai Partai Koalisi,” ungkap Andriana. 

Andriana juga menambahkan bahwa tak kunjung diputuskannya ihwal Wagub DKI ini bisa memancing kecurigaan publik terhadap Partai Gerindra itu sendiri. “Bisa jadi simpati dan elektabilitas partai Gerindra akan menurun jika seperti ini terus. Ini bisa jadi bumerang di Pilpres nanti,” terang Andriana. 

Andriana menilai bahwa kesepakatan pengganti Wagub DKI semestinya bukan perkara sulit. “PKS sebagai koalisi Partai Gerindra dalam Pilgub DKI sudah menyerahkan nama calon yang dinilai partai layak menjadi Wagub. Jangan sampai kinerja pemerintahan provinsi DKI terkorbankan lantaran belum putusnya masalah ini. Warga DKI-lah yang rugi nantinya,” tutur Andri.

Disegerakannya penetapan Wagub juga penting bagi keberlangsungan koalisi partai politik. Keputusan utama kini di tangan Partai Gerindra. 

Jangan sampai koalisi yang sudah apik terbentuk menjadi buyar akibat hal ini dan malah ditertawakan dan menjadi keuntungan bagi kubu sebelah,” pungkas Andriyana (SR01)
M. Hasyim Kepala Desa Aikmual 
SUARAREVOLUSI-Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional yang menjadi wajah Indonesia hari ini. Program pemerintah melalui Dana Desa dapat melaju dengan cepat melalui pembangunan yang ada di desa. Ratusan Desa yang menggunakan Dana Desa dalam membangun desa yang sejahtera sudah banyak menjadi contohnya.  Sekarang tinggal masyarakat yang mengawasi dan menjalankan dana tersebebut demi kemaslahatan hidup bersama ditengah masyarakat.  

Desa Aikmual merupakan desa yang kaya dengan berbagai macam potensi baik alamnya, sumber daya manusia dan potensi lainnya. Desa yang dimana merupakan orang tua dari desa  yang sudah mandiri seperti, Desa Mekar Damai. Estafet kepemimipinan baru yang ada merupakan aura menuju perubahan  Desa Aikmual yang maju dan sejahtera.

Wajah baru Desa Aikmual yang dinahkhodai oleh Muhammad Hasyim yang tepilih dalam Pilkades serentak Kabupaten Lombok Tengah dan telah dilantik menjadi Kepala Desa tanggal 27 desember 2018 oleh Bupati Lombok Tengah di Becingah Alun-alun Tastura. Muhammad Hasyim kelahiran 31 desember 1973 berasal dari latar belakang pendidikan yang biasa saja, akan tetapi kaya dengan pengalaman. Tidak salah ada pepatah yang mengatakan experience is the best teacher (Pengalaman adalah guru yang paling baik). Tidak lulus dari perguruan tinggi yang prestige akan tetapi ia mampu membuat lembaga pendidikan yang bermodalkan kepercayaan untuk membangun desa dari pendidikan. Long life education menjadi modal utama dalam menyakinkan masyarakat untuk mendirikan sekolah dari tingkat PAUD, TK, dan menjadi SDI yang berawal dari tidak punya tanah menjadi mandiri saat ini. Lembaga pendidikan yang ia inisiasi bernaung di yayasan Darul Azizi dan sekaligus ia dipercaya sebagai ketua yayasannya.

Kehidupann ekonomi yang pas –pasan, berawal dari kuli bangunan yang hanya bermodalkan tenaga menjadi awal karir yang ia tekuni. Setelah sekian lama berprofesi menjadi kuli bangunan, ia mulai merintis usaha gerupuk kulit, tahu tempe, dan menjadi peternak.  Dari  usaha yang tidak kenal  lelah dan pantang menyerah menjadikannya  salah satu pengusaha yang terbilang sukses. Tidak ingin sukses sendiri, ia penggerak di dusunnya dalam mengembangkan usaha Tahu Tempe. Tidak hanya sebagai pengusaha yang sukses, ia juga  mengabdikan diri ditengah-tengah masyarakat menjadi Kepala Dusun (Kadus) yang dipercaya selama tiga periode atau 18 tahun.

Dusun Batu Tambun yang merupakan tanah kelahirannya yang dulunya tidak dianggap apa-apa menjadi sesuatu yang membanggakan from nothing to someting.  Secara tidak langsung  ia mampu memotivasi masyarakat untuk berwirausaha melalui usaha Tahu Tempe. Sekarang siapa yang tidak mengenal Dusun Batu Tambun yang hampir 90 persen masyarakatnya berprofesi menjadi pengusaha Tahu Tempe. Dusun kreatif yang disematkan di dusun Batu Tambun layak diapresiasi oleh pemerintah melalui program mengurangi pengangguran atau penyedian lapangan pekerjaan. Saat ini muda mudi dusun Batu Tambun merupakan pengusaha-pengusaha yang sukses dan kreatif yang mampu memberdayakan sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomis.  Saat ini  produksi Tahu Tempe mencapai  empat ton perhari sehingga para muda-mudi pada pagi  hari sudah mulai beraktifitas menjajakan Tahu Tempenya dilangganannya masing-masing.
  
Program Seratus Hari Kerja
Program seratus hari kerja merupakan salah satu ikhtiar dalam mewujudkan visi dan misi yang menjadi road map dalam mewujudakan desa Aikmual yang sejahtera. Programnya diantaranya:
  1. Mapping Potensi
Pemetaan potensi setiap dusun yang ada  di desa Aikmual yang terdiri  dari sepuluh dusun. Secara kewilayahan, Dusun Batu Tambun mempunyai potensi pengembangan usaha tahu tempe dan peternakan.  Dari pemetaan inilah nantinya akan bisa dikembangkan dua usaha ini menjadi sektor unggulan dalam  memacu peningkatan taraf hidup masyarakat. Dalam dunia pariwisata ini bisa dijadikan wisata interprenuership.

Wilayah Penaban dan sekitarnya mempunyai kawasan yang sangat strategis mempunyai Pasar Tradisional, Puskesmas, dan Sekolah.  Pasar Tradisional Penaban sangat bisa dijadikan incom pendapapatan desa melalui penertiban parkir, retribusi pasar dll. Puskemas dan SMA 3 Praya yang bisa dijadikan income melalui penyedian lahan parkir dan semuanya nanti diopratori oleh Badan Keamanan Desa (BKD).

Wilayah Aikmual sampai dengan Tegal potensi yang menjadi unggulannya adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan melalui pelatihan kepariwisataan menjadi salah satu primadona sektor penggerak ekonomi yang sangat signifikan hari ini, mengingat Kabupaten Lombok Tengah wabil khusus wilayah selatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi peluang terbuka dalam menampung kaum melenial yang dimiliki oleh Desa Aikmual. Lembaga Pelatihan Kepariwisataan nantinya dikelola dan dibiayai oleh Desa melalui anggaran Dana Desa.

Wilayah Dusun Pondok Songkar dengan potensi yang bisa dikembangkan adalah wisata religi. Wisata religi ini pangsa pasarnya adalah Malaysia. Dusun Pondok Songkar dengan adanya pengajian baik pagi,petang dan malam menjadi salah satu yang bisa dijadikan wisata religi.

  1. Bumdes Mart
Pasar moderen menjadi salah satu tren di masyrakat desa Aikmual saat ini. Adanya  Alfamart yang ada diwilayah Desa Aikmual salah satu menjadi cambuk untuk berbenah dalam persaingan global yang tidak bisa terhindari. Nantinya pemerintah Desa akan membangun Bumdes Mart dalam menampung semua produk karya masyarakat serta dikelola secara professional sehingga mampu bersaing tidak hanya dalam harga dan juga pelayanan.

  1. Pembentukan PDAM Desa
Kata Aikmual berasal dari dua suku kata Aik dan Mual, Aik artinya air sedangkan Mual artinya  meluap ,sehingga Aikmual kalau diartikan secara bebas yang berarti air yang meluap. Situs yang masih eksis sampai hari ini adalah tempat air yang meluap itu masih terus meluapkan airnya. Situs sumber air ini merupakan situs peninggalan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber kehidupan sampai detik ini. Lengkok Mual ini akan dikembangkan dan dikelola oleh desa melalui PDAM Desa.

  1. Penertiban Sumur Bor dan Pengadaan
 Sumur Bor yang dianggarkan melalui dana desa akan dikelola oleh pemerintah desa melalui pemanfaatan tempat Ibadah atau masjid. Pemakian air yang dibayar oleh masyarakat akan dikelola oleh pengurus Masjid atau koperasi yang dibuat oleh masing-masing dusun yang mempunyai program sumur bor.

  1. Gedung Serba Guna