Select Menu

Mandalika Lombok Travel

Select Menu

Nasional

Gambar tema oleh konradlew. Diberdayakan oleh Blogger.

Lensa Bicara

Ekonomi

Politik

Hukum

Budaya

Sosial

Nusantara

Olahraga

Agus Fianuddin
(Ketua Aliansi Mahasiswa Doktor Se-Indonesia)

SUARAREVOLUSI-Ujian Nasional (UN) 2018 sudah kita lewati tentunya sebagian besar peserta mengalami tromatik, memunculkan kekesalan, hingga lelucon yang menyinggung penyelenggara, yaitu kementerian atau dinas terkait setelah mengikuti UN dikarenakan soal yang sulit dan penyelenggaraan UN dengan gaya baru, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer disingkat dengan UNBK. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berharga buat pemangku kebijakan di tahun berikutnya dan beberapa bulan lagi kita akan melaksanakan UN 2019. Sejak masa awal kemerdekaan hingga kini, setidaknya ada enam jenis ujian akhir yang harus dijalani pelajar Indonesia diujung masa studinya. Berikut sejarah ujian akhir dari masa ke masa, pada tahun 1950-1960-an namanya Ujian Penghabisan dan tes dalam bentuk esai; tahun 1965-1971dikenal dengan Ujian Negara dan tes dalam bentuk esai; tahun 1972-1979 namanya Ujian Sekolah dan tes bentuk esai; 1980-2000 namanya Evaluasi Belajar Tahap Akhir (EBTA) dan EBTANAS dan bentuk tes pilihan ganda dan esai; tahun 2000-2004 namanya Ujian Akhir Sekolah (UAN) tes pilihan ganda berbentuk Lembar Jawaban Komputer (LJK); tahun 2005-2017 diganti menjadi UN berbentuk tes pilihan ganda menggunakan LJK dengan standar nilai berbeda-beda dari tahun ke tahun; dan tahun 2018 UN dengan tes berbentuk pilihan ganda menggunakan komputer, namanya UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). UN dulunya menggunakan lembar jawaban (LK) berubah menjadi Lembar Jawaban komputer (LJK) dan sekarang berubah menjadi UN BK. Menurut penulis pelaksanaan penilaian pendidikan di Indonesia dari tahun ketahun substansinya relatif sama yaitu melalui UN, hanya yang berubah medianya saja.

Indonesia juga sudah hampir 11 kali perganitian kurikulum sejak tahun 1947 atau dikenal dengan Rentjana Pelajaran 1947 dan mulai di terapkan pata tahun 1950, kurikulum 1952, kurikulum 1964, kurikulum 1968, kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1994 dan suplemen kurikulum 1999, kurikulum 2004, kurikulum 2006, kurikulum 2013 dan kurikulum 2015, yaitu penyempurnaan dari kurikulum 2013. Bergantinya media penilaian dan kurikulum apakah berpengruh pada kualias pendidikan di Indonesia?. Kenyataannya permasalahan pendidikan Indonesia saat ini sangatlah kompleks. Masalah dilapangan yang kita hadapi adalah (1) di ajang Nasional, problematika UN dari tahun ketahun menjadi momok menakutkan bagi siswa, (2) di ajang Internasional, literasi siswa Indonesia dibawah rata-rata baik literasi matematika, saint dan bahasa seperti yang dilaksanakan oleh The Third International Mathematics Science Study (TIMSS) dan Programme for International stutent  Assessment (PISA). Melihat dua permasalahan tersebut maka pemangku kebijakan pendidikan di Indonesia hanya mampu merubah media penilaian dan kurikulum pendidikan tetapi belum mampu merubah substansi dari akar masalah pendidikan Indonesia. Akar masalah pendidikan Indonesia saat ini adalah:

1.      Penilaian pendidikan Indonesia bersifat formatif dan sumatif Oriented
Tolak ukur keberhasilan peserta didik untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi di Indonesia adalah peserta didik harus mengikuti Ujian Nasional. Dalam penilaian pendidikan dikenal dengan penilaian sumatif. Dimana sebelum sumatif dilaksanakan, penilaian formatif sudah sering dilakukan seperti ulangan harian, ulangan tengah semester atau ulangan semester. Dua penilaian tersebut bagi penulis merupakan tradisi lama yang selalu dilakukan seperti ritual tahunan di pendidikan kita. Dan celakanya menjadi faktor penentu kelulusan peserta didik kita dari status sebagai pelajar. Apa itu penilaian formatif dan sumatif? Penulis akan menjelaskannya dengan mengutip kalimat sederhana dari seorang pakar. Menjelaskan bahwa, penilaian formatif di ibaratkan sebagai seorang koki yang sedang memasak masakan di suatu restoran, suatu proses yang masih sedang berlangsung, untuk membentuk masakan yang “enak”, artinya penilaian formatif  menyediakan informasi atau bukti tentang belajar peserta didik. Informasi tersebut digunakan oleh guru untuk memperbaiki belajar peserta didik. Fokus dari penilaian formatif adalah pengumpulan data, analisis data dan pemberian umpan balik berdasarkan data yang diperoleh. Jadi, penilaian formatif lebih menitikberatkan pada kepentingan guru dalam menolong peserta didik belajar. Sementara itu penilaian sumatif diumpamakan sebagai seorang pelanggan yang makan makanan di restoran. Artinya, bahwa penilaian sumatif adalah tes yang dikerjakan peserta didik tanpa ada basa- basi atau negosiasi dari peserta didik.

2.      Penerapan Standar Proses Penilaian pendidikan belum HOTS (Higher Order Thinking Skill)
 Hasil penelitian mengatakan bahwa guru Indonesia dalam mengajar di kelas kepada peserta didik belum menerapkan belajar dan pembelajaran yang HOTS, terutama pada pembelajaran matematika. Apa itu HOTS?, oleh pakar menyebutnya sebagai cara berpir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal atau menceritakan sesuatu yang diceritakan orang lain. Bloom membagi kemampuan peserta didik yang harus dipenuhi dalam proses belajar oleh guru, yaitu kemampuan kognitif, kemampuan afektif dan kemampuan psikomotorik. Artinya; siswa harus mantap pikiran, sikap dan keterampilan (skiil). Sedangkan HOTS itu sendiri berasal dari tingkatan kognitif dari Bloom yang kemudian di revisi oleh Lorin Anderson & David Krathwohl urutan tersebut adalah (1) mengingat, (2) memahami, (3) mengaplikasikan, (4) menganalisis, (5) mengevaluasi dan (6) mencipta. Tingkat 1 sampai 3 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS) sedangkan 4 sampai 6 di sebut dengan berpikir tingkat tinggi (HOTS).  Pada tingkat LOTS guru biasa merumuskan indikator pembelajaran dengan kata kerja mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasikan dan lain-lain. Sedangkan pada  tingkat HOTS yang jarang sekali diterapkan oleh guru-guru kita adalah kata-kata kerja seperti mengategorisasi, mengombinasikan, mengomplikasi, merancang, mengembangkan dan lain-lain. Dalam suatu penelitian juga terdapat sebagian guru mencoba melaksanakan pembelajaran HOTS tetapi setelah di nilai RPP guru tersebut ternyata belum HOTS, artinya antara rencana dengan tindakan tidak selaras dan bisa dipastikan proses pembelajaran guru tersebut tidak terencana sama sekali.

Reformasi seperti apakah?
Reformasi penilaian dalam pendidikan Indonesia harus segera dilakukan. Penulis menawarkan reformasi tersebut dilakukan adalah dalam bentuk penilian kinerja, baik guru maupun siswa dalam proses belajar dan pembelajaran berlangsung. Reformasi dari penialain formatif dan sumatif oriented menuju penilaian kinerja atau disebut dengan “assessment for learning”. Apa itu assessment for learning?, tentunya sangat berbeda jauh dengan penilaian formatif dan sumatif. Penilaian formatif dan sumatif dimana guru lebih dominan dalam memberikan penialaian, sementara siswa sebagai subjek penilainnya menerima feedback dari guru (formatif) dan feedback dari kementerian/dinas (sumatif) berupa soal untuk dikerjakan oleh peserta didik. Sedangkan, assessment for learning menyediakan informasi bagi peserta didik tentang belajar mereka dan dilakukan pada saat proses belajar mengajar. Informasi tersebut digunakan oleh peserta didik untuk memperbaiki belajarnya dan dilakukan secara kontinu. Assessment for learning lebih menitikberatkan pada kepentingan peserta didik untuk menolong diri mereka sendiri atas bantuan guru. Fokusnya adalah kualitas proses pembelajaran. Begitu juga dengan penerapan pembelajaran yang HOTS, bahwa terlebih dahulu harus diajarkan melalui proses pembelajaran di kelas secara kontinu, tidak ujuk-ujuk soal HOTS di keluarkan saat UN. Sehingga yang terjadi pemerintah meringankan standar UN saat melihat hasil UN tidak menacapai standar yang ditentukan. Artinya, pemerintah dalam hal ini tidak serius menentukan standar penilaian pendidikan Indonesia. Sehingga kualitas hasil pendidikan kita menjadi kurang serius artinya kurang berkualitas.   

Indonesia memiliki 8 standar nasional pendidikan untuk menjaga kualitas pendidikan, yaitu  standar Isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian dan standar pendidik dan tenaga kependidikan. 8 standar tersebut merupakan suatu kriteria minimum terkait pelaksanaan pendidikan di seluruh wilayah NKRI dan 8 standar tersebut dikembangkan, dipantau dan dievaluasi keterlaksanaannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai lembaga mandiri, professional dan independen. Fungsi dari 8 standar ini adalah sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. Sedangkan, tujuan utamanya adalah untuk menjamin mutu pendidikan nasioanal dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat. Masing-masing standar dilandasi oleh dasar hukum sehingga satuan pendidikan harus  merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasinya. Secara umum berlandaskan pada Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan Peraturan pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.

  Assessment for learning merupakan amanat UU melalui  PP No.19 Tahun 2005 tentang SNP di ubah oleh PP No.32 Tahun 2013 Bab IV Pasal 23, bahwa pemerintah dan guru harus melakukan  pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan, dan pengambilan langkah tindak lanjut yang diperlukan secara kontinu dalam penilain proses pembelajaran. Tanpa menjalankan assessment for learning maka ibarat aturan yang tidak bermakna sama sekali. Bagi penulis, pendidikan Indonesia saat ini harus reformasi dari penilaian hasil menjadi fokus pada penilaian proses pembelajaran di kelas. Setidaknya ada tiga hal positif apabila assessment for learning diterapkan secara kontinu pada proses pendidikan kita, yaitu (1) pembelajaran HOTS akan menjadi tradisi dalam proses pendidikan di Indonesia, (2) tidak ada guru yang menganggur, karena minimal ada dua guru dalam satu kelas berfungsi sebagai assess (menilai) antara guru satu dengan lainnya, dan (3) penghematan anggaran pendidikan, terjadinya pengalihan anggaran dari penilaian standar hasil menjadi fokus penilaian standar proses. Standar proses yang menghasilkan kualitas pendidikan Indonesia. Negara-negara maju di Eropa sistem penilaian pendidikan mereka tidak berpatokan pada Ujian akhir tetapi lebih pada proses, begitu juga dengan  negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Filipin, Korea, dan lainnya mereka melakukan reformasi penilaian pendidikan sudah cukup lama yang awalnya sumatif oriented menjadi assessment for learning. Seperti korea misalnya, mereka mengadakan ujian bukan saat menempuh kelulusan dari sekolah, tetapi saat memasuki perguruan tinggi. Kesuksesan belajar peserta didik mereka di sekolah di ukur saat bisa tidaknya lulus tes masuk perguruan tinggi.***
Andriana Caleg Muda PKS 

SUARAREVOLUSI-JAKARTA - Berlarut-larutnya penetapan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai pengganti dari Sandiaga Uno yang maju dalam Pilpres dinilai sangat mengganggu. Hal ini disampaikan oleh Andriana, calon anggota legislatif (caleg) muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada wartawan SuaraRevolusi 8/1/19. 

Masyarakat DKI sedang menunggu keputusan yang sangat penting terkait siapa Wakil Gubernur DKI pengganti Sandi. Jika tidak segera diputuskan, akan berdampak negatif utamanya pada pelayanan dan kepercayaan masyarakat atas Partai Gerindra sebgai Partai Koalisi,” ungkap Andriana. 

Andriana juga menambahkan bahwa tak kunjung diputuskannya ihwal Wagub DKI ini bisa memancing kecurigaan publik terhadap Partai Gerindra itu sendiri. “Bisa jadi simpati dan elektabilitas partai Gerindra akan menurun jika seperti ini terus. Ini bisa jadi bumerang di Pilpres nanti,” terang Andriana. 

Andriana menilai bahwa kesepakatan pengganti Wagub DKI semestinya bukan perkara sulit. “PKS sebagai koalisi Partai Gerindra dalam Pilgub DKI sudah menyerahkan nama calon yang dinilai partai layak menjadi Wagub. Jangan sampai kinerja pemerintahan provinsi DKI terkorbankan lantaran belum putusnya masalah ini. Warga DKI-lah yang rugi nantinya,” tutur Andri.

Disegerakannya penetapan Wagub juga penting bagi keberlangsungan koalisi partai politik. Keputusan utama kini di tangan Partai Gerindra. 

Jangan sampai koalisi yang sudah apik terbentuk menjadi buyar akibat hal ini dan malah ditertawakan dan menjadi keuntungan bagi kubu sebelah,” pungkas Andriyana (SR01)
M. Hasyim Kepala Desa Aikmual 
SUARAREVOLUSI-Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional yang menjadi wajah Indonesia hari ini. Program pemerintah melalui Dana Desa dapat melaju dengan cepat melalui pembangunan yang ada di desa. Ratusan Desa yang menggunakan Dana Desa dalam membangun desa yang sejahtera sudah banyak menjadi contohnya.  Sekarang tinggal masyarakat yang mengawasi dan menjalankan dana tersebebut demi kemaslahatan hidup bersama ditengah masyarakat.  

Desa Aikmual merupakan desa yang kaya dengan berbagai macam potensi baik alamnya, sumber daya manusia dan potensi lainnya. Desa yang dimana merupakan orang tua dari desa  yang sudah mandiri seperti, Desa Mekar Damai. Estafet kepemimipinan baru yang ada merupakan aura menuju perubahan  Desa Aikmual yang maju dan sejahtera.

Wajah baru Desa Aikmual yang dinahkhodai oleh Muhammad Hasyim yang tepilih dalam Pilkades serentak Kabupaten Lombok Tengah dan telah dilantik menjadi Kepala Desa tanggal 27 desember 2018 oleh Bupati Lombok Tengah di Becingah Alun-alun Tastura. Muhammad Hasyim kelahiran 31 desember 1973 berasal dari latar belakang pendidikan yang biasa saja, akan tetapi kaya dengan pengalaman. Tidak salah ada pepatah yang mengatakan experience is the best teacher (Pengalaman adalah guru yang paling baik). Tidak lulus dari perguruan tinggi yang prestige akan tetapi ia mampu membuat lembaga pendidikan yang bermodalkan kepercayaan untuk membangun desa dari pendidikan. Long life education menjadi modal utama dalam menyakinkan masyarakat untuk mendirikan sekolah dari tingkat PAUD, TK, dan menjadi SDI yang berawal dari tidak punya tanah menjadi mandiri saat ini. Lembaga pendidikan yang ia inisiasi bernaung di yayasan Darul Azizi dan sekaligus ia dipercaya sebagai ketua yayasannya.

Kehidupann ekonomi yang pas –pasan, berawal dari kuli bangunan yang hanya bermodalkan tenaga menjadi awal karir yang ia tekuni. Setelah sekian lama berprofesi menjadi kuli bangunan, ia mulai merintis usaha gerupuk kulit, tahu tempe, dan menjadi peternak.  Dari  usaha yang tidak kenal  lelah dan pantang menyerah menjadikannya  salah satu pengusaha yang terbilang sukses. Tidak ingin sukses sendiri, ia penggerak di dusunnya dalam mengembangkan usaha Tahu Tempe. Tidak hanya sebagai pengusaha yang sukses, ia juga  mengabdikan diri ditengah-tengah masyarakat menjadi Kepala Dusun (Kadus) yang dipercaya selama tiga periode atau 18 tahun.

Dusun Batu Tambun yang merupakan tanah kelahirannya yang dulunya tidak dianggap apa-apa menjadi sesuatu yang membanggakan from nothing to someting.  Secara tidak langsung  ia mampu memotivasi masyarakat untuk berwirausaha melalui usaha Tahu Tempe. Sekarang siapa yang tidak mengenal Dusun Batu Tambun yang hampir 90 persen masyarakatnya berprofesi menjadi pengusaha Tahu Tempe. Dusun kreatif yang disematkan di dusun Batu Tambun layak diapresiasi oleh pemerintah melalui program mengurangi pengangguran atau penyedian lapangan pekerjaan. Saat ini muda mudi dusun Batu Tambun merupakan pengusaha-pengusaha yang sukses dan kreatif yang mampu memberdayakan sumber daya yang ada menjadi nilai ekonomis.  Saat ini  produksi Tahu Tempe mencapai  empat ton perhari sehingga para muda-mudi pada pagi  hari sudah mulai beraktifitas menjajakan Tahu Tempenya dilangganannya masing-masing.
  
Program Seratus Hari Kerja
Program seratus hari kerja merupakan salah satu ikhtiar dalam mewujudkan visi dan misi yang menjadi road map dalam mewujudakan desa Aikmual yang sejahtera. Programnya diantaranya:
  1. Mapping Potensi
Pemetaan potensi setiap dusun yang ada  di desa Aikmual yang terdiri  dari sepuluh dusun. Secara kewilayahan, Dusun Batu Tambun mempunyai potensi pengembangan usaha tahu tempe dan peternakan.  Dari pemetaan inilah nantinya akan bisa dikembangkan dua usaha ini menjadi sektor unggulan dalam  memacu peningkatan taraf hidup masyarakat. Dalam dunia pariwisata ini bisa dijadikan wisata interprenuership.

Wilayah Penaban dan sekitarnya mempunyai kawasan yang sangat strategis mempunyai Pasar Tradisional, Puskesmas, dan Sekolah.  Pasar Tradisional Penaban sangat bisa dijadikan incom pendapapatan desa melalui penertiban parkir, retribusi pasar dll. Puskemas dan SMA 3 Praya yang bisa dijadikan income melalui penyedian lahan parkir dan semuanya nanti diopratori oleh Badan Keamanan Desa (BKD).

Wilayah Aikmual sampai dengan Tegal potensi yang menjadi unggulannya adalah sektor pendidikan. Sektor pendidikan melalui pelatihan kepariwisataan menjadi salah satu primadona sektor penggerak ekonomi yang sangat signifikan hari ini, mengingat Kabupaten Lombok Tengah wabil khusus wilayah selatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi peluang terbuka dalam menampung kaum melenial yang dimiliki oleh Desa Aikmual. Lembaga Pelatihan Kepariwisataan nantinya dikelola dan dibiayai oleh Desa melalui anggaran Dana Desa.

Wilayah Dusun Pondok Songkar dengan potensi yang bisa dikembangkan adalah wisata religi. Wisata religi ini pangsa pasarnya adalah Malaysia. Dusun Pondok Songkar dengan adanya pengajian baik pagi,petang dan malam menjadi salah satu yang bisa dijadikan wisata religi.

  1. Bumdes Mart
Pasar moderen menjadi salah satu tren di masyrakat desa Aikmual saat ini. Adanya  Alfamart yang ada diwilayah Desa Aikmual salah satu menjadi cambuk untuk berbenah dalam persaingan global yang tidak bisa terhindari. Nantinya pemerintah Desa akan membangun Bumdes Mart dalam menampung semua produk karya masyarakat serta dikelola secara professional sehingga mampu bersaing tidak hanya dalam harga dan juga pelayanan.

  1. Pembentukan PDAM Desa
Kata Aikmual berasal dari dua suku kata Aik dan Mual, Aik artinya air sedangkan Mual artinya  meluap ,sehingga Aikmual kalau diartikan secara bebas yang berarti air yang meluap. Situs yang masih eksis sampai hari ini adalah tempat air yang meluap itu masih terus meluapkan airnya. Situs sumber air ini merupakan situs peninggalan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber kehidupan sampai detik ini. Lengkok Mual ini akan dikembangkan dan dikelola oleh desa melalui PDAM Desa.

  1. Penertiban Sumur Bor dan Pengadaan
 Sumur Bor yang dianggarkan melalui dana desa akan dikelola oleh pemerintah desa melalui pemanfaatan tempat Ibadah atau masjid. Pemakian air yang dibayar oleh masyarakat akan dikelola oleh pengurus Masjid atau koperasi yang dibuat oleh masing-masing dusun yang mempunyai program sumur bor.

  1. Gedung Serba Guna